Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 274


__ADS_3

(kembali kesaat ini)


Perasaan ku?...


Aku tak paham..ini....meski ku rasa ini bukan pertama kalinya aku memikirkan hal ini. Terkadang pemikiran ini suka muncul dan mengangguku untuk sesaat ,tapi itu langsung terlupakan karena banyaknya pekerjaanku.


Aku tak pernah menjalin hubungan dengan seseorang.sebagai putra mahkota harusnya wajar kalau aku sudah bertunangan sejak dini tapi aku menolak semua lamaran yg datang padaku dan sibuk mempersiapkan diri sebagai pewaris tahta aku bahkan tak punya waktu untuk istirahat yg cukup


''kalau di pikir-pikir ,bukannya dulu aku sibuk sekali ya?'' gumamku lalu dengan jailnya memainkan rambut elissa


Tapi semenjak anak ini muncul tak peduli sesibuk apapun aku .aku pasti akan berkunjung untuk menemuinya meski hanya sekedar untuk melihat nya


Hanya untuk melihatnya?....!!?...eh!?


Tunggu!...apa yg ku pikirkan!?...tapi..kalau di pikir-pikir bukannya tindakan ku selama ini...


Tiba-tiba saja semua ingatan ku dengan elissa yg selama ini terjadi mucul dalam benakku dari awal kami bertemu ,saat di tempat rahasiaku ,perta dansa semalam bahkan sampai adegan saat aku memberikan nafas buatan padanya


''saya rasa anda harus lebih peka dengan perasaan anda sendiri''


ASTAGA!!.....*DEG! *DEG!


*hup...''tak mungkin..''ucapku sambil menutup mulutku dengan kedua tangan ku


*BLUSH! ''apa aku... benar-benar jatuh cinta padanya?''


***


POV Erwin


*tok..*tok..*tok '' achilles ini aku erwin. Aku masuk ya'' ucapku sambil mengetuk pintu lalu perlahan masuk kedalam


Begitu aku masuk bau menyengat dari obat-obata di ruangan ini langsung membuat perasaan bersalah menghampiriku


''tuan muda.'' Sapa achilles


''duduk lah'' ucap achilles sambil mempersilahkan ku duduk di samping kasurnya


'' aku tak melihat bunda.bunda kemana?''tanyaku sambil duduk di sampingnya


''ah..nyonya liana sedang mengurus luz.kelihatannya anak itu mengurung diri di kamar karena merasa bersalah sudah membuat nona elissa jadi seperti ini elissa'' jelas achilles


''eh?..memangnya dia ngapain?''


''entahlah. Saya juga belum dengar detailnya.biarkan saja .saya rasa ia hanya perlu waktu untuk sendiri'' balas achilles


''begitu ya.''


Perasaan bersalah karena sudah membuat orang terdekat terluka...


Tiba-tiba saja ingatan akan kejadian yg menimpa achilles berlintas di pikiran ku dan membuatku tersentak.


Perlahan ku lirik kaki achilles yg terlihat sudah normal kembali

__ADS_1


Tak apa..semua sudah baik-baik saja..benar itu sudah berlalu....


''tuan muda?''


''ah!?..iya?''


''anda baik-baik saja?''


''eh?..ah...iya..eh!, tunggu bukan begini seharusnya!'' seruku yg langsung bangkit


''harusnya aku yg bertanya begitu!. Apa kau sudah baik-baik saja!?''seruku


''um?..yah..seperti yg anda lihat saya sudah baik-baik saja. Kaki saya juga sudah bisa di gerakan berkat dokter rambut putih tadi''ucap achilles


''begitu ya..syukurlah..'' ucapku lalu kembali duduk


Yah yg terpenting adalah hasil akhirnya...aku tak perlu memikirkan hal yg sudah berlalu


''tuan muda terima kasih'' ucap achilles tiba-tiba


''apa?''


''saya sudah dengar sedikit dari nyonya liana. Katanya saya seharusnya sudah mati tadi,tapi berkat tuan muda saya bisa hidup kembali'' ucapnya


''jangan di pikirkan aku hanya....ah!''


''BENAR JUGA!.''seruku yg langsung bangkit lalu menatapnya kesal


''ACHILLES KENAPA KAU SANGAT KERAS KEPALA SIH!'' omelku


''aku kan sudah bilang kita akan kembali bersama!. Tapi kenapa sampai akhir kau tetap bersikeras untuk mengorbankan dirimu!. Berapa kali harus ku katakan semua nyawa itu sama beharganya!. Tak ada yg tak berharga!.'' Omelku lalu...


*tes...


!!!? ''tuan..muda?''


''aku benar-benar kesal....*hiks.. ku pikir aku bisa melindungi seseorang, ku pikir aku sudah cukup kuat untuk melindungi sesuatu..*hiks... tapi ternyata aku tetap tak bisa melakukannya.. aku kesal....aku sudah gagal..sebagai seorang pemimpin maupun sebagai teman..'' jelasku dengan air mata yg mengiringinya


''tu..tuan muda..anu.. jangan menangis''


''AKU GA NANGIS!'' seruku


''lalu apa yg keluar dari kelopak mata anda itu?'' ucap achilles


''air garam'' balasku sambil mencoba menghapusnya


''eh?'' ucap achilles yg malah jadi ke binggungan


Sial..Emosiku jadi berantakan gini gara-gara teringat kejadian tadi.


''tapi bukannya tuan muda berhasil melindungi saya?'' ucap achilles yg membuatku tersentak


''kalau bukan karena tuan muda saya pasti tidak akan berada disini dan berbicara dengan anda saat ini. ''

__ADS_1


''saya benar-benar minta maaf untuk kejadian terakhir itu. Tiba-tiba saja ada reruntuhan besar yg jatuh tepat di atas kita, karena tak banyak waktu tanpa pikir panjang saya langsung melempar anda. Dari pada kita berdua yg tewas saya pikir setidaknya anda harus selamat. Saya tak bermaksud untuk bunuh diri tapi hanya itu pilihan yg saya punya saat itu'' jelasnya


...... begitu ya.. ada kejadian seperti itu saat aku pingsan. Benar juga. Padahal saat itu kita belum keluar dari sana tapi aku sudah tumbang duluan.payah ,saat merasa semua sudah berakhir aku langsung pingsan tanpa menyadari kalau tempat itu bisa saja runtuh.


'' tolong jangan merasa bersalah tuan muda. Seperti yg saya bilang tadi kalau bukan berkat tuan muda saya pasti sudah mati. Meski sempat mengalami hal itu tapi anda tetap menyelamatkan saya.saya sangat berterima kasih pada anda. Anda sudah seperti pahlawan bagi saya'' jelasnya lalu tertawa kecil


''pah...pahlawan!? *BLUSH!... apa-apaan sebutan itu. Hentikan!'' seruku malu dan achilles malah tertawa di buatnya


''ahahaha... tapi memang kenyataannya begitu. Kalau ini dalam buku anda sudah seperti tokoh utamanya'' ledek achilles yg membuatku semakin malu


''jangan meledekku. Aku melakukan itu bukan_''


''bukan untuk menjadi pahlawan , melainkan karena ini kewajibanku'' potong achilles yg membuatku tersentak


'' tuan erwin, anda akan jadi pemimpin yg hebat saya yakin itu. Saya sudah melihat banyak sekali hubungan atasan dengan bawahan tapi baru kali ini saya melihat atasan yg begitu peduli pada bawahannya bahkan sampai rela mengorbankan nyawa sendiri. Saya tak tau anda ini nekat tau bagaimana tapi kalau saya berada di posisi bawahan anda.saya akan merasa sangat bangga punya atasan seperti anda'' ucap achilles yg membuatku malu serta kehabisan kata-kata


'' masa depan keluarga ini sepertinya sudah terjamin ya'' ucap achilles sambil tersenyum lembut kearahku


Kata-katanya yg terdegar berlebihan itu entah kenapa terlihat begitu tulus.


''terima kasih'' gumamku malu


''hmph.. kenapa tuan malah berterima kasih pada saya?,apa saya mengatakan hal yg membuat anda harus berterima kasih?'' ucap achilles


''um?...dasar kau ini'' ucapku sambil mengaruk-garuk kepalaku


''pokoknya aku ingin berterima kasih saja'' balasku


''lalu..berhenti memanggilku tuan , panggil saja erwin'' ucapku


''eh!?...mana mungkin saya bera_''


'' aku sudah menganggap kita teman,rasanya aneh kalau kau terus bicara formal padaku'' ucapku lalu perlahan mengulurkan tanganku padanya


Tapi achilles tak langsung membalasnya dan malah terlihat murung


''ada apa?"


''tuan erwin,saya ini hanya orang luar terlebih mantan budak.mana mungkin saya pantas menjadi teman anda''ucapnya


''lagi-lagi kata-kata itu. '' *grep! '' kau pikir aku peduli dengan asal usulmu itu?'' ucapku sambil mengenggam tangannya


'' dalam pertemanan itu kita tak memandang asal usul. Kalau kau terus berpaku pada hal itu maka jangkauanmu hanya di sana-sana saja. Kau tak akan bisa maju lebih jauh'' jelasku


''sepertinya kau masih terbelengu sesuatu ya'' ucapku yg membuatnya tersentak


''apa?''


Benar juga meski raganya sudah terlihat bebas tapi ia masih menyandang gelar budak hingga saat ini.ia belum merdeka. Aku yakin bunda sudah ada niat untuk memerdekakannya hanya saja situasi saat ini tak memberinya waktu untuk mengurus hal itu.


''Um?..matahari sudah terbit ya'' pikirku saat melirik kearah jendela.


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue...


__ADS_2