
''Apa kau lapar?''tawarku dengan lembutnya
Gadis itu pun mengangkat kepalanya. Gadis kecil berambt hitam dengan kuncir dua dan poni panjang yg menutupi sebagian wajahnya.sehingga hanya mata kirinya yg berwarna emas yg bisa ku lihat dengan jelas
Gadis itu pun terus melihat kearahku dan itu membuatku sedikit risih.
''anu...tak mau?''tanyaku sambil menyodorkan makananku padanya
Ia pun menatap makanan yg ku bawa lalu merogoh kantongnya seakan sedang mencari sesuatu.
???...apa yg dia lakukan?
gadis itu pun mengeluarkan 3 batu kerikil dan sebuah penjepit kertas lalu menunjukkannya padaku
ah!?.. ''ah!...kaku tak perlu membayarnya ini ku berikan gratis'' kataku yg menyadari maksud gadis tersebut
gadis itu pun kembali melihat sekelilingnya dan mengambil seranting kayu dan daun-daunan
''sudah ku bilang ini gratis, itu artinya kau tak perlu memberiku apa-apa'' kataku sambil langsung memberikan makanan . gadis itu pun terdiam sesaat sambil melirik makanan yg ku bawa lalu memakannya
''hmph...kalau ku masih lapar aku bisa mengambilkan yg lain untukmu''kataku sambil tersenyum namun gadis itu tak menghiraukannya dan terus memakan makanan yg ku berikan
Um...kelihatannya dia agak sulit di ajak bicara
''ka..kalau begitu aku pergi dulu ya,jaga dirimu''kataku lalu berniat pergi namun tangan gadis itu tiba-tiba menahanku
''um?.ada apa?.apa kau mau lagi?''tanyaku
''kau bisa tanya padanya'' gumamnya sambil menunjuk pria dewasa yg baru saja masuk ke dalam sebuah toko dengan keadaan mabuk
''eh?...tanya?..tanya apa?"
''tanya padanya,dia punya jawaban dari pertanyaan mu selama ini'' katanya lagi sambil terus menunjuk kearah toko tersebut
''ahaha...makanya aku harus tanya apa?'' kataku sambil melihat pria tersebut dan saat aku kembali melihat gadis itu, gadis tersebut sudah hilang entah kemana
Eh!?....dia sudah pergi!?...larinya cepat banget...
Tapi...jawaban dari pertanyaanku?...memang aku mau nanya apa ya?
''elissa ternyata kau disini''kata ayah sambil menghampiriku
Pertayaan kah...um...apa maksudnya soal alasan ayah mengangkatku?.tapi ku rasa bukan itu ya, lagi pula apapun alasannya itu sudah tak penting lagi bagiku.
''ayah,aku mau ke toko disana''kataku sambil menunjuk toko tempat pria mabuk itu berada
''eh!?..elissa ayah rasa itu bukan toko yg di datangi anak-anak''
???.... meski begitu tujuan ku bukan apa yg di jual toko itu ,aku hanya ingin mencoba mendekati pria yg sedang mabuk itu .
''se..sebentar saja yah,aku hanya ingin lihat-lihat''
''um...huh~..baiklah,sebentar saja ya''kata ayah
__ADS_1
''iya!'' serku semangat
Aku pun langsung berlari kearah toko tersebut dan begitu aku masuk aku langsun di sambut bau alkohol yg begitu menyengat hidungku
Ukh!...toko apa ini?..
''AKU TAK BOHONG!''seru pria yg ingin ku dekati
''sudah ku bilang kau terlalu mabuk,itu pasti efek dari alkohol''balas orang yg sepertinya penjaga toko tersebut
''JANGAN BERCANDA!, MANA MUNGKIN AKU MABUK SAAT NYAWAKU SEDANG DALAM TARUHAN!''serunya tak terima
''huh~ini lah kenapa aku tak mau memberimu terlalu banyak alkohol''
''hiks...hiks..aku sama sekali tak berbohong...aku benar-benar melihatnya...dewa kematian itu dan juga elf itu, aku tak mungkin salah''
!!!!?...elf!!?.sebentar barusan dia bilang elf?.
''huh~...lagi -lagi omong kosong.um!?...oh!..wah..wah jarang sekali ada pengunjung imut datang ke tokoku. Selamat datang'' sambung penjaga toko tersebut sambil tersenyum lembut kearahku
Aku pun mencoba tak menghiraukannya dan langsung berlari menghampiri pria yg sedang mabuk itu
''anu..paman apa tadi paman bilang elf?''tanyaku sambil mendekatinya
''hah?!..apa-apaan bocah ini. Kau juga mau meledekku huh!?''serunya yg terlihat sangat kesal
''eh?...ti..tidak bukan begitu aku...''
''maaf, putriku sangat tertarik pada elf,kalau anda tak keberatan bisa kah anda menceritakannya pada kami?''kata ayah sambil menepuk pundakku
''huh~..tuan tolong maaf kan dia, dia sedang dalam keadaan mabuk sehingga tak bisa berfikir jernih''kata penjaga toko tersebut
''itu pun tak masalah, ceritakan saja pada kami apa yg kau lihat'' kata ayah
''anu..tuan pelanggan anda serius?.dia sedang berhalusinasi loh''
''meski begitu ,aku tak keberatan''balas ayah sambil duduk di sampingnya lalu mengangkatku untuk duduk di pangkuannya
''hmph...aku tak keberatan,tapi aku tak mau bercerita tanpa imbalan''balas pria tersebut sambil tersenyum penuh arti
''woi!..kau sudah kelewatan!''seru penjaga toko
''kalau begitu...'' ayah pun langsung merogoh kantongnya lalu menyodorkan 3 koin emas dan melihat itu mata mereka berdua langsung terbelanga.
''kalau cerita mu menarik akan ku tambah jumlahnya'' kata ayah sambil tersenyum
''hmph!..boleh juga'' katanya lalu mengambil koin tersebut
''huh~..tuan anda pasti akan menyesalinya''kata penjaga toko tersebut lalu pergi meninggalkan kami
''akan ku beritahu kalian tapi ku peringatkan terlebih dahulu, ini bukan lah cerita untuk anak-anak, jadi persiapkan dirimu bocah''katanya sambil melirikku
''apa anda tau kota delia?''tanyanya
__ADS_1
''delia?''
''kalau tak salah itu nama salah satu kota pelabuhan di negara sirla.''balas ayah
''benar,kalau begitu harusnya anda tau kalau di sana sempat terjadi perang''
''yah~..aku tau itu, ku dengar itu perang yg cukup merepotkan''balas ayah
''benar sekali, sejujurnya itu adalah perang yg mengerikan....''
***
Saat itu aku sedang berada disana karena sebuah alasan. Saat sampai di sana kota itu tak ada bedanya dengan kota mati, banyak korban luka dan bangunan yg rusak akibat perang.ku pikir hanya tinggal waktu hingga kota itu menjadi tinggal nama.
Dan saat tengah hari, tiba-tiba terdengar suara ledakan di pesisir kota ,mendengar itu tentu saja yg ada di pikiran ku hanya lah menyelamatkan diriku sendiri. Namun sialnya karena aku adalah pendatang baru aku malah tersesat dan malah berakhir di dekat medan perang. Saat itu ku pikir hidupku terlah berakhir namun....tiba-tiba ia muncul
Dari langit turun gadis berambut merah dengan mata merah menyala yg langsung membabat habis pasukan musuh hanya dalam waktu singkat. Bagaikan bunga yg mekar di medan pertempuran gadis itu terus mengayunkan sabit apinya dan membuat medan perang berubah menjadi lautan api. Saat itu aku memang sempat di buat terkejut sekaligus takut, tapi hal itu tak berakhir sampai disana saja. karena tau nyawaku bisa dalam bahaya aku pun mencoba melarikan diri namun pandangan ku kembali teralihkan oleh sebuah tanaman besar yg tiba-tiba puncul di barisan belakang pasukan musuh. Bukan hanya besar tapi tamanan itu juga memporak porandakan barisan belakang musuh.
***
''lalu?.dimana kau melihat elfnya?''tanyaku
''sabar dulu, aku masih belum selesai''katanya
''saat itu dalam pikiran ku hidupku pasti akan segera berakhir ,tak ada tempat lari untukku, terlebih saat gadis itu berjalan mendekat ke tempat pemimpin musuh, hawa membunuhnya yg begitu kuat serta tubuhnya yg sudah di penuhi darah segar benar-benar membuatku ketakutan''
''perang yg berlangsung selama berbulan-bulan pada akhirnya berakhir hanya dalam waktu kurang dari sejam oleh gadis itu. Semua pasukan musuh habis di bantai olehnya seorang diri''
''dan saat perang hampir berakhir disanalah aku melihat elf''
!?...ada elf di sana!?
''aku tak melihatnya dengan jelas karena lokasi kami yg cukup jauh tapi bisa ku gambarkan dia seorang pria''
''um?..kalau di ingat-ingat dia cukup mirip dengan mu bocah''sambungnya yg membuatku tersentak
''mirip?.apa maksudmu?''tanya ayah
''um!..kalian sangat mirip. Pria itu berambut violet dan bermata merah juga sama seperti bocah ini''balasnya yg membuatku tak percaya
''apa kau yakin?.apa dia benar-benar elf?''tanya ayah
''ya.aku sangat yakin, habisya kupingnya panjang seperti elf''
''lalu?..kemana dia pergi?''tanyaku
''entahlah. Seingatku elf itu pergi menghampiri gadis berambut merah tersebut. Namun setelah ku periksa lagi mereka sudah hilang entah kemana yg ada hanya pemimpin musuh yg sudah mati dalam keadaan mengenaskan''balasnya
'' kalau menurutku elf itu pergi bersama dengan gadis tersebut.tapi aku tak tau kemana'' sambungnya
Gadis rambut merah?.siapa itu?.dan yg paling jadi pertanyaan siapa elf itu?
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...