Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 223


__ADS_3

POV Elissa


*Tak! '' ah!..lagi-lagi'' kataku yg lagi-lagi menginjak kaki harry saat sedang belajar berdansa


Iya, sejak hari itu harry benar-benar giat mengajariku berdansa tapi..berapa kali pun aku coba aku selalu saja tanpa sengaja meninjak kakinya


''maaf harry''


''tak apa nona jangan di pikirkan'' balas harry sambil tersenyum meski begitu aku bisa melihat ada sedikit air mata yg hampir keluar dari matanya


Ini terlalu sulit bagiku, padahal kelihatannya sangat mudah tapi nyatanya tidak. Aku masih tak bisa menyesuaikan langkahku dengan pasangan dansaku. Kalau sampai besar aku tetap tak bisa bagaimana ya?.aku akan merasa sanagt bersalah padanya nanti


''aku.. mungkin tak akan pernah bisa berdansa'' kataku sambil berhenti


''eh?''


Aku sudah mencobanya dan ternyata memang tak bisa. Aku menyerah.


''nona masih terlalu cepat untuk menyerah'' ucap harry lalu dengan lembutnya menyibak rambutku


'' nona kan masih belajar wajar kalau anda selalu salah.'' Sambungnya


''lalu kalau nona tak bisa berdansa tuan akan merasa sangat sedih'' katanya


''eh!?..ayah?..kenapa?''tanyaku tak paham


Apa karena aku payah dalam berdansa bisa mencoreng nama baik keluarga ini?. Kalau begitu aku akan merasa sangat terbebani.


''lagian. Tuan kan pastinya mau berdansa dengan anda di pes...akh!, maksud saya di acara-acara penting'' kata harry


''bukannya harusnya ayah berdansa dengan ibu?''


'' memang tapi tuan kan juga pasti mau berdansa dengan anda putrinya.''balas harry


..... kalau begitu mau tak mau aku harus tetap belajar dansa ya...


''bagaimana kalau kita istirahat dulu nona. ''tawar harry yg ku balas dengan anggukan


Perlahan ku langkahkan kakiku menuju kasur dan langsung melemparkan diriku ke atasnya


'' mau saya ambilkan minum nona?''tawar harry


''tidak perlu. Aku mau tiduran dulu sebentar'' balasku


''ahahaha baiklah''


''harry''


''ya?''


''apa harry pernah berdansa dengan seseorang sebelumnya?''tanyaku


''tentu saja. begini-gini saya sudah sering berdansa dengan para lady''balas harry dengan bangganya


''tapi aku tak pernah melihat harry dekat dengan wanita manapun'' balasku yg langsung membuat harry diam mematung


Seperti habis tersambar petir harry benar-benar diam tak bergerak . karena itu pun ku coba menyentuhnya dan masih tak ada respon darinya.


''harry ?'' panggilku sambil menepuk-nepuk pipinya


''SAYA SEDANG BERUSAHA MENCARINYA NONA!'' teriak harry yg jelas membuatku tersentak kaget


e..eh?....mencari?..


*hiks..'' saya tau saya sudah terlalu tua untuk menikah. Maksud saya saya sudah hampir 40 tahun dan masih belum menemukan jodoh saya. tapi ya mau gimana lagi. masih belum ada wanita yang pantas bagi saya. meski saya mencarinya pun saya masih belum mendapatkannya lalu...bla..bla..'' oceh harry yg begitu panjang hingga aku tak menangkap satu pun perkataannya itu . meski begitu harry terlihat sangat tertekan saat mengatakannya


Gawat... padahal aku tak bermaksud membuatnya begini


'' yah..meski saya tetap akan berusaha mencari jodoh saya'' kata harry yg sudah selesai dengan keluh kesahnya


''tenang saja harry .bunda juga sampai saat ini belum ada pasangan''kata ku yg mencoba menghiburnya


''ah..nyoya liana kah...'' '' kalau nyonya sih harusnya sudah ada tapi sayang saya rasa ia kurang beruntung'' balas harry


''um?..harry tau dari mana?''


''saya paham soal hal semacam itu nona. Saat wanita sedang jatuh cinta.wajah,ekspresi, prilaku semua itu akan tergambar dengan jelas'' balas harry sambil tersenyum

__ADS_1


''???... harry.. selalu mengwasi bunda?''tanyaku yg membuatnya tersentak


''eh!?...tidak juga.dan lagi jangan bicara begitu nona saya jadi terlihat seperti penguntit nanti'' balasnya


''saat pertama bertemunya saya langsung menyadari hal itu'' ''wajahnya menunjukan perasaan khas wanita yg sedang jatuh cinta''


''yah..mungkin masih terlalu cepat bagi nona untuk menyadarinya'' sambung harry


Yah..kurasa begitu. Lagi pula aku masih tak mengerti dengan apa itu cinta.maknanya terlalu banyak dan suka membuatku binggung.


***


POV Harry


''baiklah nona. Hari ini sampai disini dulu. Istirahat lah yg cukup.saya permisi dulu'' ucapku


''terima kasih harry'' balas nona sambil tersenyum. Aku pun membalas senyumannya lalu menutup pintunya perlahan dan pergi untuk melakukan tugasku yg lain sampai di tengah jalan...


''oh! Harry!'' sapa nyonya liana yg tak sengaja berpapasan denganku


''selamat siang nyonya liana'' sapa ku balik


''ahaha..cara bicaramu kaku sekali. Sekarangkan kita cuman berdua panggil saja aku liana. Sekarang kita adalah teman'' kata nyonya liana sambil mengacungkan jempolnya


''ahaha... saya terharu anda menganggap saya teman. Padahal tuan duke saja tak menganggap saya begitu''balasku


''yah..dia itu memang begitu orangnya'' kata nyonya liana lalu merangkulku


''ngomong-ngomong saat ini kau sedang mengajari elissa berdansa?''tanyanya


''ya.'' ''tadinya saya mau mengajari leon juga tapi dia menolak dan malah berniat membunuh saya'' balasku


''ahahaha..salah sendiri ngerjain adenya dengan gaun cewe''


''oh!. Anda melihatnya?. Bagaimana? Adik saya manis bukan'' kataku


''pffft...astaga kau tak kasihan pada leon ?''


'' untuk apa kasihan. Saya kan hanya mencoba mengeluarkan pesona tersembunyi darinya'' balasku yg membuat tawa liana pecah


''ahahaha ternyata benar kata lean. kau orang yg menarik harry'' tawa nyonya liana


''iya, lean sudah menceritakan semua tentangmu padaku. aku terkejut ia bisa menemukan orang sepertimu''


''anda salah nyonya. yg ada saya yg menemukan tuan saat itu'' balasku


''ahaha...iya ya''


''lalu soal leon. Saat ini kau fokus saja mengajari elissa biar leon aku yg ajari '' kata liana


''oh!. Leon mendapatkan guru yg bagus rupanya . saya percayakan adik saya pada anda ''kataku sambil mengacungkan jempol


''serahlan padaku'' katak sambil membalas acungkan jempolku


''dari pada itu harry. Hari ini kau tak ada acara kan?. malam ini temani aku minum ya'' kata nyona liana


''hmph. Boleh saja. asalkan anda tak muntah di baju saya nanti'' ledekku


''itu tak akan terjadi . mengingat aku ini jago minum ''balas nyonya liana percaya diri


''kalau begitu kita bertaruh siapa yg akan tepar duluan nanti bagaimana?''tantang ku


''boleh saja ku terima tantangan mu itu'' kata nyonya liana percaya diri


***


(malam harinya)


*bruk!


''lihat siapa yg tepar duluan'' ledekku saat melihat nyonya liana yg mulai mabuk


*hik!.. ''masih belum!.aku masih kuat sebotol lagi!''serunya sambil megangkat gelasnya


*grep! '' sudah cukup nyonya. Kalau anda lebih mabuk dari ini.saya bisa kena masalah dengan tuan'' kataku sambil menahan tangannya


''aku masih belum kalah!'' serunya yg merenggek seperti anak kecil

__ADS_1


''tidak, di lihat dari mana pun anda sudah mabuk nyonya'' kataku


''ugh!..aku belum mabuk!'' serunya sambil cemberut


Pffft..apa karena mukanya mirip tuan ya. aku jadi membayangkan ini tuan dan aku ingin tertawa melihat kelakuannya ini.


'' harry... apa kau punya orang yg di sukai?''tanya tiba-tiba yg membuatku tersentak


''kenapa tiba-tiba bertanya begitu?''tanyaku


'' tidak ada ya....'' ''pfft.. ahahaha..payah masa masih belum dapat jodoh!'' tawanya yg membuatku langsung naik darah


HAH!?..''KAU JUGA KAN GAK ADA!''seruku


A!..gawat.. tanpa sadar aku malah bersikap kurang ajar....


ah...tapi.... dia sudah mabuk ini.jadi kurasa tak masalah aku bicara nonformal sekalipun.


''tet tot... aku ada kok'' katanya


''hee.. siapa pacar imajinasimu?''ledek ku


''jahat!. Aku tak pernah punya pacar imajinasi. Dia itu nyata tau!'' balas liana


''dia itu benar-benar ada.dan aku benar..benar...benar menyukainya!''serunya yg kini sudah benar-benar di bawah pengaruh alkohol


'' iya..iya..aku tau itu'' balasku lalu mengambil segelas alkohol lagi dan meneguknya


''eh?.kau tau?''


''ya.. tindakan mu , ekspresimu.semua itu sudah menunjukan padaku kalau kau sudah jatuh cinta pada seseorang'' balasku


''ehehe.. apa terlihat sejelas itu ya?..aku jadi malu'' kata liana sambil memeganggi kedua pipinya layaknya remaja yg sedang malu-malu


Pfft...astaga..meski pun aku tau ini nyonya liana tapi untuk sesaat aku selalu berfikir ini tuan.dan setiap kali itu terjadi tawaku hampir tak tertahankan


''tapi apa kau tau...orang itu, sudah tak ada di dunia ini''sambungnya yg langsung murung


''eh!?...dia sudah meninggal?''tanyaku yg di balas anggukan olehnya


''cinta itu aneh ya'' katanya sambil memainkan ujung gelasnya


''padahal aku baru bertemu dengannya. Itu pertemuan pertama sekaligus terakhir kami tapi aku sudah secinta ini padanya.jika saja aku tak bertemu dengannya mungkin aku tak akan galau terus seperti saat ini'' ucapnya dengan nada sendu


''aku tak mengerti lagi...hati ku selalu terasa sakit setiap kali memikirkannya. Kenapa bisa ya?. kami kan baru bertemu?. Kami juga belum kenal dekat satu sama lain.kalau di umpamakan ia tak ada bedanya dengan orang asing yg baru saja ku temui''


''tapi...''*tes..


Eh!!?.nyonya!?..menangis?


''kenapa hatiku bisa sesakit ini hanya karenanya?''tanya nyonya liana dengan air mata yg mulai menetes


''ini aneh bukan?. Aku aneh kan?''tanyanya


...... di saat begini aku harus menanggapinya seperti apa ya?. apa ku coba hibur dan membuatnya move on, tapi ku yakin bukan itu yg di inginkannya.


Aku harus bagaimana?.aku juga kan tak punya pengalaman semacam ini.


''cinta itu memang aneh'' balasku yg membuatnya mengangkat wajahnya


''karena aneh itulah aku juga tak paham. Kadang ia datang secara tiba-tiba dan menetap dalam waktu lama. kadang ia datang dan langsung pergi bagaikan hembusan angin.''


'' jangan salah gini-gini aku juga pernah jatuh cinta tapi tak sepertimu cinta itu tak bertahan lama. bukan karena orang itu meninggalkan ku atau menolakku. Tapi karena aku sadar ia bukan orang yg tepat untukku. Ada orang lain yg lebih pantas baginya di banding diriku ini dan mungkin karena berfikir demikian orang itu juga tak merasa terbebani saat aku menjauh darinya,aku juga tak merasa sakit hati karenanya.karena memang ia bukan takdirku''


''tapi liana. Menurutku kalau sampai saat ini kau masih memikirkannya dan sedih karenanya itu artinya ia juga memikirkanmu. Mungkin..jika maut tak memisahkan kalian.kalian akan berjodoh'' jelasku


Aku seperti orang sok. Padahal aku tak punya pengalaman percintaan tapi sok-sokan mengatakan hal semacam itu


''karena itu...'' eh!? ''WOI KENAPA MALAH TIDUR!'' seruku yg melihat liana sudah tepar duluan


''huh~.. dasar..jadi tadi aku ngomong panjang lebar gak di dengerin'' kataku sambil geleng-geleng kepala lalu mencoba mengangkatnya dan membawanya ke kamar setelah sampai di kamarnya aku pun langsung membaringkannya di kasur dan memakaikannya selimut


.....hmph..'' setidaknya tunggu aku selesai bicara dong'' gumamku sambil menyika air mata yg membasahi pipinya


'' selamat malam nyonya liana'' ucapku seraya tersenyum lembut melihatnya yg kini tertidur pulas di atas ranjangnya. Perlahan ku keluar dari kamarnya lalu berniat kembali ke kamarku


''yosh..aku menang.sekarang mari pikirkan hukuman apa yg akan ku berikan padanya ya.tapi kepalaku sakit sekali sekarang pikirkan besok saja lah'' ucapku sambil berjalan kembali ke kamarku.

__ADS_1


...****************...


...NEXT...


__ADS_2