
Yah jelas saja. Karena apa yg ku katakan ini adalah faktanya. Kalau hari itu aku tak datang yg membunuh mama eli bukanlah aku melainkan dirinya. Padahal aku membuat tangannya bersih tapi apa-apaan ini?.apa ini cara ia membalas perbuatanku?. Konyol sekali
''Kalau saja kau tak datang..'' gumamnya sambil mengepalkan tangannya erat-erat
.... '' bukan itu saja kan''ucapku yg membuatnya tersentak
''kalau saja aku tak datang hari itu. maka binasalah kalian semua'' sambungku yg langsung membuatnya syok
''KAU!, BERANINYA KAU!''
''apa?..apa yg ku katakan salah?''balasku dengan santainya
''aku memang tak meminta kalian membalas jasa ku tapi bukan bearti kalian bisa terus menginjak ku seperti ini.'' ''aku juga punya batas kesabaran''
''sebaiknya kau pikirkan sekali lagi berkat siapa kalian masih bisa bertahan hingga detik ini dan kedepannya''
''dan ingatlah kesepakatan di antara kita alex, jangan membuatku mengingkarinya''ucapku lalu melewatinnya
*puk ''perlu kau tau aku bukanlah putri yg murah hati, aku bisa saja membantai kalian semua kalau kesabaran ku sudah habis karena itu jangan membuatku semakin membenci kalian .camkan itu baik-baik '' ucapku sambil menepuk pundaknya lalu pergi menjauh
''ah.. lalu satu lagi.'' Ucapku sambil berhenti sejenak
''aku tak setuju dengan tipuan ini. elissa sudah lama merindukan keluarganya.coba kau pikirkan seberapa hancur hatinya nanti kalau semua ini terbongkar. Sebaiknnya kau segera menghentikan ini secepatnya''
''tapi kalau pun kau masih ingin lanjut maka jangan pernah libatkan aku di dalamnya'' sambungku sambil menatapnya tajam lalu pergi meninggalkankannya
***
Dan begitu tuan putri marcella pergi
*BRAAAKH!!!!
''Akan ku bunuh kau...manusia...'' ucap raja elf sambil meninju pohon di sampingnya hingga rubuh.
POV Elissa
''Mama sebenarnya apa yg terjadi hari itu?''tanyaku sambil bersandar di pangkuan mama
''Hari itu mama menyuruh ku dan mina untuk lari,lalu apa yg terjadi pada mama?''tanyaku
''Ah...itu.., mama mencoba membantu papamu''ucap mama sambil mengusap-usap kepalaku lembut
'' membantu?,bagaimana?''tanyaku yg tak langsung mama balas dan hanya terdiam sesaat
''mama?''
'' mama bertarung di samping papamu''balas mama
''mama bisa bertarung?.eli tak tau itu''
''bisa ,berkat bantuan roh suci''ucap mama yg langsung membuatku tersentak dan bangkit
''BENAR JUGA!''
''elissa?''
__ADS_1
''roh suci itu...apa dia berbentuk senjata?''tanyaku
''benar, kami menyebutnya busur bulan''ucap mama
''busur?..''
Jadi senjata pustaka kami berbentuk busur?.
'' iya, sebuah busur berwarna biru keungguan yg cantik.''balas mama
''eli mau lihat'' ucapku
''eh!?... itu..''
''kenapa?. Tak bisa?''
''bu,bukan begitu hanya saja..''
'' senjata suci bukan benda yg bisa di keluarkan begitu saja'' ucap papa yg tiba-tiba datang
''papa''
''maaf ya, elissa, akan kami tunjukan jika sudah waktunya''ucap papa lalu mengusap kepalaku
''apa semuanya baik-baik saja?''tanya mama yg terlihat cemas
'' iya, tak ada yg perlu di cemaskan''balas papa
???... apa ada sesuatu yg membuat cemas
'' dia sudah pulang'' balas papa yg langsung membuatku syok
''EH!?,SUDAH PULANG!?'' seruku
Bagaimana ini, kalau tuan putri pulang lalu bagaimana caranya aku kembali ke kediaman everon?
'' manusia itu tak punya urusan lagi disini''ucap papa
''tapi, tak mungkin tuan putri pergi begitu saja tanpa pamitan,terlebih aku kan juga harus kembali kesana''ucapku yg langsung membuat papa serta mama syok
''kembali kemana?''tanya papa
''eh?..ah~, benar juga, aku belum cerita ya. di sana aku punya keluarga baru. Lalu mereka juga_''
*BRAK! ''MANUSIA MENJADI KELUARGAMU!?'' seru papa sambil mengebrak meja yg jelas membuatku kaget serta takut
''elissa kau tak apa?.apa mereka melakukan hal buruk padamu?''tanya mama cemas
''tidak,mereka sangat baik ,ayah dan ibu kakak juga_''
''mereka bahkan memaksamu memanggil mereka ayah dan ibu?''tanya papa yg terlihat kesal
''eh?..tidak, aku sendiri yg ingin memanggil mereka begitu'' ucapku yg membuat kerutan di kening papa semakin bertambah
Dan jelas ini membuatku takut,aku tak pernah melihat papa semarah ini dan ini membuatku ketakutan
__ADS_1
''mereka sepertinya sudah mencuci otakmu''ucap papa yg tentu membuatku kaget
''APA!?.. ITU TAK BENAR!'' seruku
''elissa, mereka sudah benar-benar mengendalikanmu''ucap mama
''itu tak benar mama. Mereka bukan orang yg seperti itu, mereka semua adalah orang baik, mereka sangatlah baik, percayalah''ucapku yg mencoba meyakinkan mereka
''sudah cukup. Kelihatnya mereka benar-benar sudah mengendalikanmu. Aku akan pergi dan membasmi mereka'' ucap papa dengan aura membunuh yg jelas membuatku takut serta syok
''APA!?.. JANGAN !''
*GREP! '' PAPA, ELI MOHON,MEREKA BUKAN ORANG JAHAT, MEREKA BENAR-BENAR ORANG BAIK!'' seruku sambil mencoba menahan papa
*tes..*tes '' eli mohon...jangan sakiti mereka''pintaku yg sudah berlinangan air mata
''elissa'' ucap papa lalu sedikit membungkuk dan mengusap air mataku
Papa seharusnya mau mendengarkan ku,karena papa bukanlah orang yg akan mengambil jalan kekerasan apa lagi sampai membunuh orang tak bersalah .
''tenang saja, setelah aku membunuh mereka.kau pasti tak akan merasakan ini lagi'' ucap papa yg tak bisa ku percaya
''apa?. BUKAN BEGITU!'' seru ku namun papa langsung menepis tangan ku dan menjauh aku yg berusaha menghentikan papa malah di tahan oleh mama
''elissa, tak apa. Semua akan baik-baik saja mulai sekarang''ucap mama
Tidak, tidak bukan begini!.
''PAPA!. KU MOHON HENTIKAN!'' teriakku sampai
''ribut sekali.kalian sedang pesta?''tanya seseorang dari depan pintu dan jelas itu langsung menghentikan langkah papa dan rupanya orang itu
''TUAN PUTRI!'' seruku begitu melihat tuan putri ada di depan sana dan sedang menghalangi pintu keluar
''kau'' ucap papa yg syok dengan kehadiran tuan putri marcella
''um?. Apa yg kalian lakukan?. Baru kembali kalian sudah membuatnya menangis?''ucap tuan putri begitu mata kami bertemu
''minggir, ada hal yg harus ku urus''ucap papa
''hoo..kelihatannya menarik ,coba beritahu aku''ucap tuan putri yg malah bersandar di pintu
'' ini bukan urusanmu dan lagi kenapa kau kembali?''ucap papa
''tuan putri!, papa mau membunuh keluarga angkatku. Tolong hentikan papa!''seruku yg sudah putus asa.
Papa tak mau mendengarkan ku karena itu satu-satunya jalan hanya lah bergantung pada tuan putri. Ku harap tuan putri bisa membuat papa mengerti
''elissa?!'' seru papa yg syok dengan tindakanku
''hoo.. menarik sekali''ucap tuan putri
''berisik dan minggirlah!, saat ini putri kami sedang berada dalam kendali mereka!, aku harus memusnahkan mereka agar putri kami bisa bebas''seru papa kesal
...****************...
__ADS_1
...To Be Continue...