Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 53


__ADS_3

''Uuueeeenak!!.....'' Lirihan reaksi kak erwin sambil memakan apa yg baru ia beli.


''kakak benar.. ini sangat enak...''


''ini sih di makan berapa kali pun tak akan cukup!''


''ahaha...kak makannya pelan-pelan saja'' kataku


''ukh!...'' kak erwin pun tiba-tiba bangkit dari kursinya sambil memegangi perutnya jelas hal itu membuatku penasaran


''kakak?.. ada apa?''


''a..adik kecil...itu...kakak ada urusan sebentar..''


''eh?...kakak mau kemana?''


''itu..kakak kebelakang senbentar, kau tunggu sini ya.. ingat jangan kemana-mana sampai kakak kembali''


''o..oh...baiklah...''


''kakak akan segera kembali!"seru kak erwin sambil berlari menjauh


........ kakak baik-baik saja kan ya?...


Aku pun memutuskan untuk menunggunya sambil menunggu kakak kembali aku pun menikmati minuman ku sampai


''yo... nak'' panggil seseorang yg membuatku langsung menoleh kearahnya


???...siapa?...


Ada sekitar 3 orang pria yg datang menghampiriku.


Mereka memakai seragam seperti kakak, apa itu artinya mereka murid academi juga?.ada urusan apa ya mereka kemari?


''ya?...ada yg bisa ku bantu?''tanyaku


''kau itu adiknya erwin kan?''tanya salah seorang dari mereka


''benar, saya elissa shuya everon. Apa ada masalah?''


''hmph...bagus sekali, kami ada urusan dengan mu bisa ikut kami sebentar?''


Ukh..firasatku buruk soal ini, lebih baik aku tak mengikuti mereka


''maaf.. aku sudah berjanji pada kakak untuk menunggunya disini'' balasku sambil mencoba bersikap ramah


Grep!... '' sebentar saja.. ada hal yg ingin kami bicarakan'' kata salah seorang dari mereka sambil menggenggam erat tangan ku


'' tak bisa.. aku sudah janji dengan kakak'' tolakku sambil mencoba melepaskan tangannya


'' kami tak akan menyakitimu, kami hanya ingin bicara sebentar''


''kalau begitu kenapa tak bicara disini saja?''


''tak bisa disini. Tolong menurutlah''


''TAK MAU!'' seruku lalu menggigit tangannya dan kabur dari mereka secepat mungkin


''cih!.. bocah sialan.. kejar dia!'' seru orang yg kugigit tersebut


Aku pun terus mencoba berlari menjauhi mereka namun aku tak menyadari kalau jumlah mereka lebih banyak dari yg ku kira dan pada akhirnya.


GREP!... '' kena juga kau!'' seru seseorang yg tiba-tiba menangkapku dari sebuah gang kecil. Tentu saja aku tak tinggal diam aku pun mencoba memberontak namun tenagaku lagi-lagi kalah kuat


''diam lah, kalau tak mau terluka'' ancamnya sambil menatapku tajam


''woi!.. aku menangkapnya!'' seru orang tersebut yg membuat teman-temannya yg lain mulai berkumpul. Lalu membawaku ke sebuah gubuk kecil yg lokasinya sangat sepi


''akhirnya... coba kalau kau diam kami mungkin akan memperlakukanmu dengan lebih lembut''

__ADS_1


'' ada perlu apa kalian dengan ku?'' tanya ku yg mulai ketakutan


''ssstt.... Kau hanya perlu diam dan akan tau dengan sendirinya'' kata salah seorang dari mereka sambil mendekatkan wajahnya kearahku. Aku pun dibuat tak bisa berkata-kata lagi saking takutnya, aku tak bisa membayangkan apa yg akan mereka lakukan padaku nantinya, dan aku juga tak mau membayangkannya


''baiklah... sekarang kita mulai dari mana ya?''


''umm..apa menurut kalian erwin akan marah kalau kita menyentuh adiknya?'' tanya orang tersebut sambil menatapku penuh arti


''ahahaha.. dia pasti akan marah besar...'' '' tak salah lagi...''


Teman-temanya pun mulai tertawa dan aku sama sekali tak paham apa yg membuat mereka tertawa namun aku tau itu bukanlah hal yg bagus


''tapi... dia masih sangat kecil.. apa dia sudah bisa melakukannya ya?'


'' ahahaha..dasar lolicon... '' ''parah banget sih..masa anak sekecil ini mau di suruh begituan'' '' tapi kelihatannya menarik'' '' benar juga pasti akan menarik..ahahaha''


Gawat... firasatku benar-benar buruk ,aku harus kabur bagaimana pun caranya.


Aku pun terus berusaha mencari celah untuk kabur sampai...


Bruk!... salah seorang dari mereka mendorongku dengan sangat kencang hingga membuat punggungku terasa sakit. Tatapannya pun benar-benar mengerikan bagaikan binatang buas. Tak sampai di sana saja dia tiba-tiba menahan tanganku hingga membuatku tak bisa bergerak


''yah...setidaknya coba lah untuk bertahan'' kata orang tersebut lalu mencoba membuka baju ku tentu saja aku berusaha keras menghentikan mereka. air mata ku pun tak dapat terbendung lagi saking takutnya...


Teman-temannya yg lain pun hanya menonton sambil tertawa melihat kelakuan temannya yg satu ini. dan karena terus memberontak tanpa sengaja kalung sihir yg selama ini ku pakai pun putus dan membuat telingga elf ku kembali dan melihat hal itu pria tadi langsung mundur beberapa langkah saking terkejutnya


Teman-temannya yg lain pun sama. Tawa mereka berhenti dan berganti ekspresi kaget sekaligus takut


''ELF!?'' seru mereka serempak lalu mengeluarkan pedangnya dan mulai mengarahkannya kearah ku


''bagimana bisa mahkluk dari benua hitam ada disini?. Terlebih dari salah satu ras terkuat'' ''everon sialan..apa maksud mereka menganggkat elf menjadi anak?!'' ''kita harus menyingkirkannya ,dia bisa jadi ancaman bagi kekaisaran''


Eh!?...bagaimana ini?...aku takut...kakak...kakak dimana?....aku takut..


'' teman-teman tenanglah...'' kata pria yg menahan ku tadi


''itu benar sih.. tapi...dia elf loh... '' ''bukannya mereka ras yg sangat kuat?''


''hei..hei... apa di mata kalian dia terlihat sekuat itu?'' '' dia bahkan tak bisa kabur dari ku tadi'' kata pria itu sambil menunjukku.


''dan lagi... kapan lagi kita bisa bermain-main dengan tubuh elf, iya gak?'' sambung pria tersebut yg membuat teman-temannya mulai tersenyum penuh arti. Teman-temannya pun perlahan mulai mendekat kearahku dan membuatku makin ketakutan. Sekarang bukan hanya satu tapi ada lima orang yg melihat ku dengan tatapan menjijikan....


Aku pun terus mencoba mundur dan menjaga jarak dari mereka namun , tembok menghalangi jalan ku...


''tenang lah.nak.. kami akan melakukannya dengan lembut...'' ''ahaha.. kalau setakut itu kami malah jadi semakin terlarik."


''cobalah hibur kami...ahaha.''


'' baiklah.. akan ku hibur kalian'' kata seseorang lalu dengan sangat cepat sebuah taman merambat tumbuh dan mengikat mereka dengan sangat kuat


''apa!?...'' '' sialan apa ini!?'' '' siapa~.... Hik!''


'' ERWIN!!?'' seru mereka saat melihat yg datang rupanya adalah kakakku yg sudah memancarkan aura membunuh yg sangat kuat


''ka..kak..'' panggilku yg langsung terduduk lemas


''kakak mencarimu kemana-mana, ternyata kau malah bersama para kotoran ini'' kata kak erwin sambil tersenyum lembut lalu berjalan kearah ku


''erwin!... apa maksudnya ini!?, lepaskan kami!" ''dia itu elf loh!. kau mau melindungi makhluk menji....'' SRAK!... belum sempat orang tersebut menyelesaikan ucapannya kak erwin sudah terlanjur merobek mulut orang tersebut yg jelas membuat temannya yg lain langsung diam saking takutnya


'' berani sekali kau mengatai adik kecil ku dengan mulut kotor mu itu'' kata kak erwin sambil menatapnya tajam.


'' mau seperti apapun jenisnya, mau itu elf atau gorila sekalipun , elissa tetaplah adik kecilku'' sambung kak erwin lalu mengendongku


''aku tak suka kalau ada yg menyentuhnya terlebih oleh kotoran semacam kalian''kata kak erwin


Jujur saja di situasi ini aku benar-benar ketakutan , mulai dari warna merah darah dari mulut yg di robek kak erwin tadi sampai aura mengerikan yg di keluarkan kak erwin...


''e..erwin.. kami menyesal... kami hanya bercanda tadi... tolong maafkan kami''

__ADS_1


'' benar... tolong maaf kan kami, adikmu sama sekali tak kami sentuh kok''


''to..tolong lepaskan kami..kami janji tak akan menganggu nya lagi''


mereka pun terus memohon namun kak erwin sama sekali tak menanggapinya dan terus menatap mereka tajam...


''adik kecil...bisa kau tutup mata dan telinga mu sebentar?'' pinta kak erwin dan saat mendengar hal itu aku langsung tau apa yg ingin kak erwin lakukan pada mereka


''ka..kak...mau membunuh mereka?"tanya ku gemetar namun kak erwin hanya membalasnya dengan senyuman


''e..erwin.. kau tak akan melakukannya kan?..'' '' benar sekali.. kau bisa di keluarkan kalau melakukan pembunuhan pada murid, meski begini kami masih murid academi''


''hmm... percaya diri sekali kalian...'' '' apa kalian pikir kalian masih akan menjadi murid setelah apa yg kalian lakukan?.. bukan begitu... putra mahkota''kata kak erwin yg langsung membuat kami menyadari kalau ternyata putra mahkota sudah berdiri di depan pintu sambil melipat tangannya


''huh~....kalian benar-benar membuat kepalaku sakit'' kata putra mahkota sambil berjalan masuk, dan tentu saja ke datangannya membuat para siswa tadi langsung mati kutu


'' usaha pelecehan pada anak di bawah umur. Setelah melakukan hal tersebut apa kalian pikir academi akan tetap menerima kalian?''tanya putra mahkota yg tak bisa mereka balas


''meski begitu sebagai putra mahkota aku juga tak bisa mengizinkan mu membunuh mereka tanpa di adili terlebih dahulu'' sambungnya sambil menatap kakakku


''eric kau....''


''itu kalau aku berdiri disini sebagai putra mahkota'' potong eric yg langsung membuat kak erwin tersentak


''sayangnya saat ini aku hanya sebagai orang yg kebetulan lewat. Lagi pula... setelah setelah kalian melihat wujud asli anak itu.. apa kalian pikir aku akan membiarkan kalian hidup?'' kata eric yg membuat badan mereka gemetar hebat


Aku yg mendengarnya pun ikut gemetar. Dan rasa takut ku bertambah begitu dewa kematian tiba-tiba muncul dengan sabitnya sudah siap mencabut nyawa orang-orang ini


''erwin.. aku akan membawanya keluar.. selanjutnya lakukan saja sesukamu'' kata eric sambil meminta ku dari kak erwin. Kak erwin pun langsung memberikanku padanya lalu putra mahkota langsung membawaku keluar


''putra mahkota!.. anda tak bisa melakukan ini!, ini tak adil!'' '' kau sebut diri anda putra mahkota!?. Jangan bercanda!.'' '' ayahku pasti akan membalas perbuatan kalian!. ''


Mereka pun langsung mengonggong layaknya seekor anjing dan sebelum pintu tertutup putra mahkota berhenti sejenak lalu menatap mereka dan berkata..


''hmph.. kalau begitu aku cukup membungkam keluarga kalian juga bukan?. Biar bagaimana pun aku ini kan anjing gila dari kerajaan assiria''


Setelah itu pintu pun tertutup dan begitu pintu tertutup putra mahkota langsung menyentuh keningku dan membuat suara di sekitarku mendadak lenyap. Setelah itu beliau pun membawaku menjauh


***


Putra mahkota ternyata bisa mengunakan sihir teleport berkat hal itu aku langsung berada di kamarnya tanpa menarik perhatian siapapun. Dia pun langsung menurunkan ku di kasurnya lalu berjalan mencari sesuatu.


Aku yg masih cukup takut sekaligus syok pun hanya bisa duduk diam sambil melirik sekitarku


Kamar putra mahkota ternyata luas ya...


Ukh!.. BUKAN BEGITU!. Apa maksudnya membawa ku kemari!?...yah.. meski mungkin ini yg terbaik, bisa gawat kan kalau ada orang lain yg melihat telinga ku..


Huh~.. pada akhirnya dia tau juga wujud asliku... bagaimana ini?..dia tak mungkin membunuhku kan?


''pakai ini..bisa gawat kalau ada orang lain yg lihat'' kata putra mahkota sambil memberiku sebuah cincin sihir


Aku pun hanya mengangguk pelan lalu memakai cincin tersebut dan telinga elf ku pun berhasil di sembunyikan kembali


''hmph... akhirnya aku mengetahui jenis apa kau ini'' katanya lalu tersenyum kecil


''i...itu... a..aku...''


''tenang saja.. aku tak ada niat untuk membunuhmu, terlebih setelah melihat jenis apa kau ini''


'' yg jadi pertanyaan adalah bagaimana bisa elf sepertimu terlebih mata itu...''


''kau putri elf kan?.. kalau begitu bagaimana bisa kau ada di kediaman everon?'' tanyanya


''aku yakin bukan untuk bermain... elf bukanlah makhluk yg akan meningalkan hutan tanpa suatu alasan'' '' hei... bisa kau beri tahu aku apa yg terjadi dengan para elf?'' sambunnya sambil menyamakan tinggi kami.


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2