Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 261


__ADS_3

Aku pun tanpa pikir panjang langsung membopong tuan erwin lalu pergi dari sini.


Singa itu membukakan jalan untuk kami sehingga kami bisa keluar tanpa takut tertimpa reruntuhan . begitu pikirku sampai...


Ah!.. cahaya?.. apa itu jalan keluarnya?..


''sedikit lagi..''


*BRRRR..*KRAK!


!!?. Eh?... yg benar saja.. padahal jalan keluar sudah di depan mata


tiba-tiba saja sebuah reruntuhan besar runtuh tepat di atas kami..dan karena sangat tiba-tiba singa api yg ada di depan kami tak sempat menghancurkannya jadi...


UKh.. ''setidaknya. Tuan erwin saja'' batin ku lalu melempar tuan erwin


*hmph... saya tak akan menyesali apapun..


*DHUAAAAAR!


POV Eric


*BRAK!


'' apa kata mu!'' seru duke yg terlihat sangat marah


'' sayang tenanglah. Orang -orang ini mungkin sudah bosan hidup.karena itu mereka terus bicara omong kosong'' ucap duchess yg malah memperkeruh keadaan


'' tu..tuan duke..kami benar-benar tidak tau apa-apa'' ucap mereka ketakutan


'' benar.. kami bahkan tak pernah melihat anggrek semacam iu di daerah kami''


'' kalau begitu ku ubah pertanyaanku'' ucapku


''apa di daerah kalian ada kasus orang hilang?'' tanyaku


''kasus orang hilang?''


'' iya. kasus orang yg tiba-tiba hilang di tengah malam contohnya '' ucapku


''ka..kalau itu... tidak a...''


''ah! Tunggu dulu, bukannya di daerah baron vilsa ada rumor itu'' ucap salah seorang dari mereka


baron vilsa?


'' kalau anda bilang begitu. Memang benar. Saya dengar angka orang hilang sempat tinggi beberapa saat yg lalu di daerahnya''


Kalau tak salah daerah dia juga termasuk daerah tropis..


'' dimana orang itu sekarang?''tanya duke


''beliau tak bisa hadir karena sedang mengelar pesta juga disana''


''hoo kebetulan sekali...''ucap duchess sambil menyeringai dan membuat para bangsawan itu ketakutan


''yang mulia, bagaimana menurut anda?'' tanya duke sambil melirik ku


Baron vilsa, wilayah yg dia miliki bisa di bilang cukup kecil tapi hutan di sana sangat lebat di tambah medan nya juga cukup berbahaya.lalu di sana juga bukan daerah yg makmur karena sifat penguasanya yg serakah. Pajak yg tinggi serta lokasi yg sulit di jangkau. Itu akan jadi tempat yg strategis untuk melakukan kejahatan.


Tidak ada waktu untuk ragu.


'' tuan duke. Saya rasa tuan baron ada kaitannya dengan ini'' ucapku


''begitu ya. kalau begitu tak usah buang waktu lagi'' ucap duke sambil mengeluarkan aura membunuh yg begitu kuat


'' saatnya menunjukan kekuatan everon pada mereka'' sambungnya


***

__ADS_1


POV Elissa


Aku sudah melihat dewa kematian ku.kalau begitu hidupku tak lama lagi kah.


*kelihatannya kau tak takut sama sekali dengan kematian yg sudah di depan matamu* ucap kakak roh


Di banding takut aku hanya ingin rasa sakit ini segera menghilang.


''ngomong-ngomong apa aku melanggar perjanjian saat itu?.''tanyaku


Perasaan aku belum menyelamatkan siapapun dengan kekuatan ini


* iya. kau kan menyelamatkan kucing itu*


''kucing?''


Ah!..kucing yg hampir mati di taman itu?.


''pfft...''


*um?..kau tertawa?* tanya kakak roh binggung


''maaf,tapi lucu saja'' ucapku


''Padahal aku sudah berniat mengunakaan itu kalau berhubungan nyawa keluarga baruku.tapi siapa sangka aku malah mengunakannya untuk menolong kucing''ucapku


*jangan meremehkan harga semua nyawa.semua nyawa itu sama berharganya bahkan semut sekalipun*balas kakak roh


''benar''


Semuanya itu sama beharganya. Aku tak pernah meragukan hal itu hanya saja...aku hanya merasa sedikit sayang karena tak mengunakan kesempatan sekali seumur hidupku itu untuk menolong ayah atau keluarga everon yg lain.


*DEG! UGH!..


*OHEEK!...


!!?... ah..apa ini?...


Darah?...apa aku baru saja muntah darah?..dan ini..jumlah darahnya terlalu banyak.


*sudah waktunya kah* ucap kakak roh yg membuatku mengangkat wajahku


Waktuku sudah tiba?..


Perlahan ku lirik dewa kematian di depan ku yg perlahan mulai mendekat sambil mengangkat sabitnya


Takut?. Jelas. melihat kematian yg akan datang padaku sesaat lagi benar-benar membuat badan ku ketakutan.kalau hanya ketakutaan seharusnya tak masalah tapi ini juga ada rasa sakit yg luar biasa dari dalam dan luar tubuhku .rasa sakit yg membuat ku ingin semua ini segera berakhir saja.


Ah~.. sudah lama sekali sejak aku tak mengharapkan hal ini. Setelah ayah membeliku ku pikir aku tak mengharapkan hal ini lagi tapi...sekarang aku malah berharap bisa segera menghilang agar semua rasa sakit ini juga ikut menghilang


*tes..*tes..


*!?!*


''ka...kakak roh..sakit..'' ucapku gemetar dengan air mata yg sudah mengalir deras


"sakit sekali....''


*!!!? Elissa?*


***


POV LUZ


''ini...pelindung?'' ucap putra mahkota begitu kami tiba di kawasan baron vilsa


Sebuah pelindung sihir menghalangi jalan kami untuk maju lebih jauh.


''sialan'' ucap tuan duke yg sudah kehilangan kesabaran

__ADS_1


Pelindung ini... tak ada yg bisa masuk ataupun keluar.ck..sial.. Padahal di depan sana mungkin saja elissa...


*sring....


!!?..eh?.. itu..


Apa aku salah lihat?. Barusan ada yg bersinar di sebelah sana?..


Perasaan ini..kurasa aku pernah merasakannya di suatu tem_..ah!..jangan bilang!


PURURU!?


'' mama kesini!'' seruku lalu mencoba mengejar cahaya barusan


''LUZ!?''


Tak salah lagi perasaan ini sama seperti saat aku pertama kali melihat pururu.


Ku pikir dia sudah menghilang tadi. Jangan bilang ini sisa kekuatannya?..tapi.... entah kenapa rasanya sedikit berbeda.


Yah apapun itu asalkan bisa membawa kami ke tempat elissa.


!!?... itu yg tadinya ku pikirkan hingga langkah ku terhenti


''a...'' apa-apaan ini?!..


Sebuah reruntuhan besar ku temukan. Serta ada bekas mana yg masih tersisa. Kalau dugaan ku benar kemungkinan besar ini salah satu tempat persembunyian tapi...


Kenapa luluh lantak begini?


Ah! Benar juga cahaya tadi hilang kema_!!?''


Itu kan! '' TUAN ERWIN!'' seruku begitu melihat tuan erwin yg sudah terkapar di tanah dengan luka di tubuhnya


''luz!. Apa kau menemukan sesu...'' ''AH!. ERWIN!'' seru mama yg langsung bergegas menghampiri kami di ikuti yg lainnya


''erwin!..'' seru tuan duke yg langsung memeriksa putranya


''panas sekali'' ucapnya


''harry segera panggil kan dok_''


''ukh...adik kecil..'' gumam erwin yg langsung membuat semua orang tersentak. Bukan hanya itu saja kesadarannya pun perlahan kembali


''ukh..um?...a..yah?...i.ibu?..''


''erwin.. syukurlah, kau baik-baik saja kan sayang?'' ucap duchess sambil membelai lembut pipi tuan erwin


''um.. ku rasa..''


''erwin.. apa achilles bersama mu?'' tanya mama


Eh!?. benar juga. Seharusnya si bodoh itu juga ada di sini kan?


''achilles?..achilles....AH! BENAR JUGA. ACHILLES!'' tuan erwin yg langsung bangkit dan menoleh kesegala arah


''Ternyata dia memang disini ya.. kalau begitu dima_''gumam ku namun langsung terhenti begitu melihat ada darah yg keluar dari balik reruntuhan di dekat ku


!!?... jangan bilang!?.


Dengan sigap aku pun mencoba mengyingkirkan bebatuan di sana hingga.


!!?!.


*BRUK!...a...... ''AAAAAAAAAKH!!!!'' teriakku yg langsung mengejutkan semua orang tapi .aku tak bisa menahannya ....


Achilles.... tak mungkin..... achilles.


...****************...

__ADS_1


...To Be Continue...


__ADS_2