Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 218


__ADS_3

''Huh~..oke..jadi kenapa sekarang kau malah mau mempelajari hal tak penting seperti itu?''tanyaku dan leon pun terdiam sesaat lalu menundukan wajahnya yg terlihat sedikit memerah.


''itu....sebentar lagi nona akan ulang tahun jadi...''katanya yg terdengar sangat malu


Oh!?... jangan bilang....


''kau mau mengajak nona berdansa di pesta ulang tahunnya?'' tebakku sambil tersenyum mengejek dan hal itu membuat muka leon semakin memerah


Pffft... benar dong... wah.. luar biasa..kapalku akan segera berlayar :v.


Yah.. ini kabar bagus sih dan lagi ini pertama kalinya leon meminta sesuatu padaku .ini kesempatan yg langkah. Aku tak boleh menyia-nyiakannya.siapa tau setelah ini hubungan kami akan kembali membaik


'' sudah ku duga mustahail. Lupakana saja apa yg ku pinta barusan''kata leon lalu berbalik dan berniat pergi sampai..


*grep! ''ey!...tunggu dulu. Aku kan tak bilang tak mau mengajarimu''kataku samil menahan tangannya


'' ini kan permintaan dari adikku setelah sekian lama. tentu saja aku akan mengabulkan''sambungku percaya diri


''entah kenapa aku malah jadi menyesal meminta itu padamu''balas leon dingin


''jangan begitu dong..aku bantu kok . serahkan saja padaku'' balasku percaya diri


***


Setelah itu aku pun menjadi guru dansa leon. Dan hal pertama yg ku lakukan saat mengajarinya ialah...


''harry...ini...apa maksudnya ini?. Kau mau meledekku?''tanya leon sambil mengepalkan tangannya geram


'' kau bilang kan mau belajar dansa. Ini adalah hal utama yg wajib kau pelajari''balasku


'' apa hubungannya belajar dansa dengan berpenampilan seperti wanita!'' seru leon yg kini terlihat sangat manis dengan gaun kuning yg ku berikan padanya


''pertama-tama kau harus mengerti perasaan lady yg ingin kau ajak berdansa. Karena itu kau harus menjadi seorang lady dulu.( alasan sebenarnya ia hanya ingin mengerjai adikknya) ''


''dari pada itu leon kau terlihat sangat cantik. Apa kau tak mau tukar kelamin?'' tanyaku yg langsung mendapatkan tinju darinya *BUAAAKH!


''sudah cukup!, kalau kau memang tak berniat mengajariku yasudah!'' seru leon sambil mencoba melepas gaun tersebut namun belum sempat ia melakukannya


''tuan harry .apa berkas yg waktu itu sudah si...ah~'' kata nicol yg baru saja masuk dan melihat kondisi leon saat ini.


Tentu saja keadaan ini membuat ruangan senyap dalam seketika.


...... ''sa..saya akan kembali lagi nanti'' kata nicol lalu keluar sambil menutup pintu perlahan


''TUNGGU DULU NICOL!'' seru leon dengan wajah merah padam


''ah~...dia melihatnya, bagaimana ini''ledekku

__ADS_1


''akan ku bunuh dia nanti. Dari pada itu apa tadi itu kata-kata terakhir dari mu harry?'' kata leon sambil menatapku dengan tatapan membunuh


Ahaha... mampus deh.


***


Tadiya leon sudah hampir membunuh ku tapi begitu mendengar ada langkah kaki yg menuju kemari . leon langsung kabur dari jendela. Dan sebelum ia lompat ia sempat memberikan ku aba-aba kalau dia belum selesai dengan ku


''a..ahaha..aku selamat..''


Meski begitu aku yakin ia akan kembali membunuhku nanti. Jadi ini hanya kebebasan sesaat


Dari pada itu leon ingin belajar dansa agar bisa berdansa dengan nona kan?.


''memang nona bisa dansa ya?'' gumamku


Ini permintaan adikku. Biar bagaimana pun aku akan melakukannya. Tapi agar ekspetasi leon berjalan lancar aku juga harus mengajarkan nona berdansa. Harus. Pokoknya harus!


***


Kembali kesaat ini


''benar, begitu nona. Lalu jangan lupa .anda harus menatap pasangan anda dan jangan melihat ke bawah terus''kataku yg mulai mengajari nona berdansa(secara normal)


''ukh..tapi..aku takut menginjak kaki mu'' kata nona


''yg terpenting adalah nona menikmatinya. Saat nona sedang berdansa. Jangan pedulikan sekitar anda, dan fokus saja pada pasangan anda'' kataku


''begitu ya'' *tak! ''ups..maaf''katanya yg tak sengaja menginjak kakiku


''tak apa-apa. Jangan di pikirkan. ''balasku sambil tersenyum


Hmph...nona pelajar yg hebat. Aku yakin ia akan bisa hanya dalam waktu sing..


*tak! ''maaf!'' katanya yg lagi-lagi menginjak kakiku


Atau...mungkin akan memakan sedikit waktu untuk terbiasa...


***


Sementara itu


POV Leon


''sialan..harry.saat bertemu nanti akan ku bunuh dia'' kataku yg sedang bersembunyi agar tak seorang pun melihat sosokku yg memalukan ini


''dan lagi ini bukanya gimana sih!?.susah banget dah!?'' gerutuku yg kesal karena gaun ini sulit sekali ku lepaskan dari tadi

__ADS_1


''ck..cepetan lepas apa sebelum ada yg li....''


Kata-kataku langsng terhenti begitu tanpa ku sadari ada nyonya liana yg tiba-tiba muncul dan menatap kearahku


*BLUSH! .. tentu hal itu membuatku malu parah terlebih. Rasanya aku mau langsung mati saja.


''nyo..nyonya..''panggilku yg malu banget


Nyonya liana pun tak berkata apapun dan langsung berjalan kearahku. Sontak hal itu membuatku reflek menjauhinya


'' akan ku anggap aku tak melihat apapun'' katanya yg membuatku tersentak lalu membantuku melepaskan gaun ini


'' nah beres'' katanya begitu membuka gaun ini. Aku pun langsung buru-buru mengambil baju ku dan memakainya


''te..terima kasih nyonya'' kataku malu


''ahaha..kelihatannya harry mengerjaimu lagi ya''tawa nyonya liana yg membuatku malu sekaligus tambah kesal pada harry


'' ada apa?. Kok bisa ia membuatmu memakai ini?''tanyanya lembut


''itu...'' ah!..tidak tunggu dulu!. Kalau aku bilang aku begini karena mau belajar dansa jadi ketahuan dong kalau aku gak bisa dansa. Tapi kalau aku gak bilang aku malah akan di kira orang aneh nantinya. Bagaimana ini?


''apa?''


Dua duanya berkaitan dengan harga diri,tapi..setidaknya mengakui tak bisa berdansa jauh lebih baik ketimbang di kira orang aneh.


''saya, berniat belajar dansa. Tapi harry bilang pertama-tama saya harus memahami lady yg akan saya ajak dansa terlebih dahulu karena itu,ia menyuruh saya menjadi lady terlebih dahulu'' jelasku yg malu banget


''begitu rupanya.. gak salah sih.kau memang harus memahami lady yg ingin kau ajak dansa, tapi menjadi lady?. itu pasti cuman buat ngerjain kamu doang'' balas nyonya liana


Aku tau itu..dan bodohnya aku malah menurutinya.


''tapi begitu ya. leon tak bisa dansa?''tanyanya sambil tersenyum


''eh!?..iya'' balasku sambil tertunduk malu


''kalau begitu mau ku ajarkan?''tawar nyonya liana sambil mendekatkan wajahnya kearahku


''eh!?..ti..tidak perlu repot-repot nyonya. Saya akan belajar dengan orang lain nanti''tolakku


''tak repot sama sekali kok.dari pada itu apa kau yakin mau belajar dengan orang lain?.salah-salah kenyataan kau tak bisa dansa tersebar luas loh'' katanya yg jelas membuatku tersentak


''ka...kalau begitu mohon bimbingannya nyonya'' kataku


''serahkan saja padaku'' balas nyonya liana sambil tersenyum percaya diri.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2