Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 214


__ADS_3

POV Erwin


''woah!... erwin...AKHIRNYA BISA BERDIRI!'' seru ibu gembira


''luar biasa,padahal belum ada sebulan tapi anda sudah bisa berdiri sendiri'' timpal luis yg ikut senang


''kau itu monster ya?.pemulihanmu cepat sekali.oh atau jangan-jangan aku memang dokter yg hebat'' kata dokter rei


''minta di tonjok ya?. kau bahkan tak melakukan apa-apa dalam rehabilitasiku selama ini.''balasku geram


''semua ini berkat bantuan luis dan rara. kalian berdua terima kasih banyak ya'''sambungku sambil melirik mereka berdua dan tersenyum


''tidak masalah sudah kewajiban saya membantu,saya ikut senang'' balas luis sambil tersenyum


''hmph..berkat bantuan siapa dulu dong.coba kalau kau tak ku kasarin begitu kau pasti masih duduk di kursi roda sekarang''kata rara


''a..ah~..benar juga.''


Yah jujur aku bisa begini karena latihan dari rara yg bisa di bilang keras tapi berkat itu aku bisa berdiri sendiri sekarang. Meski memang masih belum bisa lama tapi setidaknya ini kemajuan besar.


''kalau latihanmu lancar harusnya kau sudah bisa kembali minggu depan'' kata dokter rei


''secepat itu!?''


''hoo~..ada apa ini?.kau betah berada di sini ya?''ledek dokter rei


''bukan begitu..hanya saja...''


Yah...kalau bisa kembali lebih cepat sih bagus tapi apa benar tak apa ya?.


*plok!. '' untuk merayakannya bagaimana kalau kita makan besar malam ini?''tawar luis


''wih!..asik tuh!''


''makan besar kah..aku mau daging ya'' timpal dokter rei


''baik, kalau begitu saya akan pergi ke pasar dulu untuk berbelanja''kata luis


''tunggu kak. Aku mau ikut''


''eh?..rara mau ikut?'' tanya luis


''iya,aku ingin membeli beberapa suku cadang''balas rara


''kalau begitu aku ikut juga dong''kataku yg nimbrung seenaknya


''hah!?...ngapain ngikut diem aja udah di sini''balas rara jengkel


''apa masalahnya?.toh aku sudah cukup lama di sini tapi belum pernah jalan-jalan di kota ini.''kataku


'' merepotkan saja''


''aku akan pakai tongkat jadi tak akan merepotkan mu kok''balas ku


''huh~...terserahlah'' kata rara


Setelah itu kami pun bersiap dan pergi ke pasar.


Seperti namanya negri di atas awan. Rasanya langit benar-benar dekat dengan


Ku saat ini dan lagi...


''luar biasa, ada bangunan yg melayang'' kataku kagum


''kampungan deh. Jangan bikin malu''balas rara jengkel


''ya maaf''


Tapi mau gimana lagi ini kan pertama kalinya aku melihat ini. Saat datang kesini pertama kali kan aku gak terlalu memperhatikan sekitar.


'' ah!..aku akan membeli bahan-bahan disana. tuan erwin sebaiknya anda menunggu disini karena akan sedikit ramai disana'' kata luis


''baiklah.'' Balasku setelah itu luis pun tersenyum lalu pergi membeli bahan-bahan


''kalau begitu aku akan kesa....'' *grep


''tunggu..apa kau berniat meninggalkan ku sendirian disini?''tanyaku sambil menahan tangannya


''tentu saja. kau kan bukan anak kecil berusia 5 tahun yg akan hilang jika di tinggal sendirian'' balas rara


''jahat..eski begitu aku kan orang baru disini, terlebih apa kau tega meninggalkan orang sakit sendirian?''tanyaku dengan tatapan memeles namun ia langung membalasya dengan tatapan dingin yg membuatku sakit hati.


'' dengar, kau yg meminta sendiri untuk ikut. Jadi jangan membuat ku repot'' katanya


''maaf'' kataku sambil tertunduk murung


...tapi kalau ia benar meninggalkan ku sendirian disini kesannya menyedihkan banget kan.


''huh~... baiklah ayo''katanya


''eh!?''


''buruan atau ku tinggal'' katanya sambil menoleh kearahku


''baik!''seruku lalu mengikutinya


***


Setelah itu aku pun mengikuti rara ke beberapa toko material. Namun karena satu dan lain hal kami masih belum menemukan barang yg ia cari


''sial,kenapa harganya tinggi-tinggi banget sih. coba cek ke toko sebelah sana kali ya''


Dia ini..nyari harga termurah ya?..huh~..kalau begini sih bakalan lama,seharusnya aku menurut saja dan menunggunya disana.


''oh!?.itu apa ya?'' batin ku yg tiba-tiba tertarik pada sebuah kios untuk yg berada di dekat ku. Karena penasaran aku pun pergi kesana dan mengeceknya


''huh~...erwin..ayo kita cek kesa...eh!?...erwin?..''


''woi!.sedang apa kau disana?''panggil rara

__ADS_1


''sebentar'' kataku


''kau ngapain sih?''tanyanya sambil menghampiriku


''ini.. bukannya makanan ini menarik?''kataku sambil menunjukan makanan yg ku lihat yakni...sate kelabang


!!!?.... ''KYAAAA!..APA ITU!'' serunya yg langsung menjaga jarak dariku


''eh?..ada apa?..ini unik loh'' kataku yg benar-benar tertarik dengan makanan ini


''hii!~... kau tak berniat memakannyakan?''tanyanya merinding


''hmm... '' *hup!..


Karena ketertarikan yg begitu kuat pada makanan ini pada akhirnya aku pun langsung memakannya dan raut wajah rara langsung terlihat begitu syok.dan terlihat kehabisan kata-kata


''hmm... rasanya unik'' kataku


''ka..kau ..me..makanannya''katanya gemetar


''iya, rara juga mau coba?''tanyaku sambil menyodorkan makanan tersebut kepadanya


Dan ia pun langsung mengeleng cepat dan menjaga jarak dariku


???..hoo... ''rara..apa kau takut pada serangga?''tanyaku sambil menatapnya jail


''BUKAN!. Tapi siapapun pasti akan ngeri melihatnya!''balasnya


''aku gak tuh''


''YA KAU GAK WARAS!'' marahnya


''hoo..kalau yg beli gak waras terus yg jual apa?'' tanyaku


'' makin gak wa...'' katanya yg langsung terhenti lalu melihat kearah pendagang tersebut dan pedagang toko ini pun langsung menatapnya dengan tatapan kesal


***


''pffft....Buahahaha!...astaga ngakak banget tadi'' tawaku yg tak mau berhenti dari tadi


''bisa-bisanya kau mengejek barang dagangan di depan penjualnya sendiri''tawaku


''kau ini...apa kau sengaja yg membuatku malu?''tanyanya sambil menutupi wajahnya yg memerah akibat malu


''ya gak lah. kan kau sendiri yg bilang ''


''tapi kau yg mancing!''marahnya


''siapa suruh kepancing''balasku yg kelihatannya membuat urat kesabarannya hampir putus


.....ku rasa aku harus berhenti sekarang sebelum,aku tak bisa berdiri lagi..


''huh~...rasanya aku ingin sekali merobek mulut menyebalkan mu itu ,tai kalau aku melakukan itu bajuku akan kotor''katanya sambil menepuk dahinya


A.....seram....


''perut mu baik-baik saja?''tanya rara tiba-tiba


''kau kan habis makan makanan menjijikan itu. apa perutmubaik-baik saja?''


Eh!?...wah!...ini mengejutkan!..apa dia sedang khawatir padaku?


''tenang saja..aku baik-baik saja kok'' balasku


''kalau kau sampai kenapa-napa nanti aku tak tanggung jawab loh ya''katanya lalu bangkit dan meninggalkan ku


???....dia bisa peduli juga ya?


''manisnya''gumamku sambil tersenyum kecil memandangi punggungnya yg mulai menjauh


Dan aku tak tau kenapa rasanya dadaku terasa hangat.sulit untuk mengambarkannya tapi perasaan ini mengelitikku.


''um!?..apa aku terkena penyakit baru ya?''gumamku


***


POV Eric


''huh~.... lelahnya'' keluh lalu langsung melemparkan diri ke atas kasur


Kenapa tiba-tiba tugasku jadi banyak begini ya?,padahal tak ada erwin yg menggangguku .seharusnya tak selelah ini..


''oh!,benar juga bicara soal erwin''kataku lalu bangkit lalu berjalan kearah laci mejaku dan mengambil sebuah bola sihir disana


''seharusnya dia sudah menerima alat ini. Kira-kira bisa tidak ya'' kataku lalu mencoba mengaktifkan bola sihir tersebut


Benda ini semacam alat komunikasi dimana kami bisa melihat satu sama lain dan berbicara padanya seakan-akan ia berada disini.


Aku sudah mengirimnya beberapa minggu yg lalu untuk erwin karena lupa ku berikan sebelumnya. Aku juga tak pernah mengunakan benda ini jadi aku sedikit gugup sekarang


''oh!...tiba-tiba benda ini nyala'' kata erwin dari sana


!!!?...bekerja..


''woah!..keren!...aku bisa melihat eric..hello eric'' sapa erwin riang


''hmph..sykurlah alatnya sampai dengan selamat'' balasku


'' jadi ini kau yg kirim?. Aku baru mendapatkannya tadi setelah pulang dari pasar''


''pasar?'' ''erwin..apa kau habis jalan-jalan?''tanyaku


''tentu saja. ''balasnya dengan bangganya


''itu artinya kakimu''


''ya, aku sudah bisa berdiri dan berjalan,yah eski masih pakai tongkat sih'' katanya lalu tertawa kecil


!!?....hah~......

__ADS_1


''begitu ya..tapi syukurlah''balasku sambil tersenyum senang


''itu artinya pilihan ku mengirim kesana tak salah ya,dokter itu memang berbakat''


''KAU SALAH!'' balasnya yg membuatku tersentak


''dokter yg kau bilang itu sangat tak berguna!, dia bahkan taak membantu sama sekali dalam tahap rehabilitasiku'' marahnya


''yg membantuku itu asistennya,budan dia.dia dokter yg buruk, dan ya..aku jadi ingat sekarang..'' kata erwin lalu tiba-tiba menantapku kesal


''eric..kau kok gak bilang apa-apa soal menganti kaki ku dengan kaki mesin?''tanyanya sambil menatapku tajam


Ukh!...aku sudah menduga ia akan menanyakan itu tapi siapa sangka ia akan semarah ini.


''kau ingin cepat bisa jalan kan.dan lagi kalau ku bilang kau pasti tak akan mau pergi''balasku


''sialan ,apa kau tau seberapa geramnya aku padamu saat itu''katanya sambil mengepalkan tangannya


Ya aku tau..ekspresimu sekarang sudah menunjukan hal itu


''tapi kabar baiknya aku tak perlu melakukan oprasi pergantian kaki karena seperti yg ku duga aku bisa berjalan lagi dengan latihan yg giat''katanya yg malah terlihat sombong sekarang


''hoo...itu kabar bagus,aku ikut senang mendengarnya''balasku


''oh ya eric dari pada itu bagaimana kabar adikku?.dia baik-baik saja kan?''tanya erwin


''yah...banyak yg terjadi tapi dia baik-baik saja''balasku


''kalau kau penasaran cepatlah kembali''sambungku sambil tersenyum


''tentu saja.ibu juga bilang kami harus kembali sebelum hari itu tiba''kata erwin


''hari itu?'' ''ah...itu kah.. hari bela sungkawa keluarga duchess''kataku


''bukan!'' seru erwin yg membuatku tersentak


''tahun ini akan di adakan acara lain''balas erwin senang


''Acara lain?''


''iya, yakni ulang tahun adikku elissa'' balasnya sambil tersenyum gembira


!!!?...elissa akan segera ulang tahun?.


Tunggu sebentar..tapi di situasi begini masa sih mereka mau merayakannya?.yah..kalau hanya orang terdekat kurasa itu bukan masalah ya..


''pokoknya kami akan segera kembali sebelum hari itu tiba''


''hmph..semangat''


''tentu saja'' balasnya semangat


''oh ya.eric aku mau tanya sesuatu deh'' katanya tiba-tiba


''apa?''


''itu...apa kau pernah merasakan perasaan aneh di dadamu?.rasanya seperti perasaan geli yg sedikit mengelitik?''tanyanya


''huh?..kau punya penyakit baru selama berada disana?''


''e..eh?...penyakit?..hmm..ternyata ini beneran penyakit ya?. ''


''jatungku kadang berdebar,mukaku juga terkadang terasa memanas dan lagi kalau bersamanya aku merasakan perasaan aneh itu.''


Eh!?...sebentar.apa yg ia bicarakan?


''kau merasakan hal itu saat sedang bersama seseorang?''tanyaku memastikan


''iya''


*blar!....jangan bilang..teman ku ini!....dia...


Sedang jatuh cinta!?


'' menurutmu apa aku harus memeriksakan ini ke dokter?.ini bahaya gak ya?''tanyanya


Kalau kau ingin di katai bego sih silahkan saja. tidak, dari pada itu...bisa-bisa nih orang dalam keadaan begini malah nemu jodohnya.


Yah..meski orangnya sendiri belum sadar sepertinya.


Dan lagi siapa wanita itu?. apa asisten dokter?. Luar biasa.kalau gini sih sama saja seperti pepatah sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.


''tuan erwin..makan malam sudah siap'' panggil suara dari sebelah sana dan saat ia sedikit mendekat aku bisa melihat wajahnya sekilas dan saat melihat gadis itu


JANGAN BILANG GADIS ITU!?


''oh!,luis.baik lah.aku akan segera kesana'' kata erwin


''eric..aku mau ma...eh!?...eric ada apa?.apa aku melakukan kesalahan?.wajahmu kok tiba-tiba geram begitu?''tanya erwin


''tidak..bukan apa-apa..pergilah'' balasku jengkel


''TIDAK ,PASTI ADA SESUATU!'' ''ada apa?.apa aku mengatakan hal yg membuat mu kesal?''tanyanya


''entah lah...kau pikir saja sendiri'' balasku


''eh?''


''sudah ya, kau mau makan kan?.maaf meganggu waktumu'' kataku lalu langsung mematikan alaat tersebut


Huh~...sial..erwin sudah menemukan jodohnya..kalau begini dia pasti akan berkali-kali lipat lebih menyebalkan di banding dulu


Eh!..sebentar...erwin akan punya kekasih?..hmm...tidak, kurasa itu mustahil . dia terlalu bodoh untuk urusan percintaan begini( ngaca woi, lu sendiri pun sama)


''hmph!... apa yg ku khawatirkan. Masih terlalu cepat baginya untuk punya pasangan. ''


''dan aku juga tak bisa membiarkannya mendapatkan pasangan karena itu pasti akan membuatnya semakin menyebalkan'' kataku serius


( hal yg membuat eric jengkel selain di ganggu teman yg petakilan(gak bisa diam) adalah di ganggu orang yg sedang dalam tahap bucin).

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2