
''Hei... bisa kau beri tahu aku apa yg terjadi dengan para elf?''
Mendengar hal itu aku hanya bisa terdiam sesaat, meski ku tahu putra mahkota pasti tak ada maksud jahat, hanya saja menceritakan padanya apa yg terjadi sama saja seperti membuka luka lamaku, dan jujur aku tak mau melakukannya sekarang apa lagi setelah apa yg baru saja terjadi.
Ku genggam erat ujung bajuku berharap putra mahkota tau kalau aku tak ingin membicarakan hal itu untuk saat ini.
''.......huh~..maaf harusnya aku tau situasimu saat ini'' katanya lalu mulai menjaga jarak dariku
'' kau bisa cerita padaku kalau kau sudah siap.'' '' kau pasti masih syok dengan apa yg terjadi. istirahatlah dulu,akan ku suruh pelayan untuk membawakan camilan dan susu hangat untukmu'' sambungnya lalu keluar
''erwin juga akan segera kembali. Kalau kau merasa tak nyaman disini setidaknya tunggu lah ia kembali.'' Katanya lalu menutup pintu
..............putra mahkota....... Kalau perhatian begini kenapa malah jadi seram ya!?.
''huh...apa yg salah dengannya?'' gumamku sambil melihat cincin sihir yg ia berikan.
Terkadang dia terlihat mengerikan namun di waktu lain ia terlihat bersahabat. Aku benar-benar tak bisa mengerti..
Meski begitu..... ''orang-orang tadi...apa kakak benar-benar membunuh mereka ya?'' pikirku sambil melihat keluar jendela.
Perlahan ku langkahkan kakiku menuju balkon , ku lirik sekitarku dan terlihat banyak orang yg sedang sibuk mempersiapkan acara tanpa menyadari kalau baru saja ada yg mati mengenaskan...
'' kak erwin...''
Selama aku mengenal kak erwin ini pertama kalinya ku lihat kak erwin berekspresi seperti itu, tangan ku bahkan masih gemetaran sampai sekarang. Aku memang tau kalau keluarga everon terkenal tak kenal ampun dan mengerikan, meski begitu selama ini ayah,ibu,leon dan ksatria lainnya selalu berusaha menutupi sisi menyeramkan mereka itu dan hanya menunjukanku sikap lembutnya namun untuk pertama kalinya.... Aku melihat sifat asli keluarga ini .
Kak erwin bisa merobek mulut orang itu dengan sangat cepat bahkan tanpa merasa bersalah sedikit pun. Kakak bahkan berniat membunuh mereka saat masih ada aku di sana. Berbeda dengan yg lain kakak sama sekali tak berniat menutupi sifat aslinya..
Dan itu lah yg membuatku takut....
Orang yg selama ini ku kenal periang dan baik ternyata adalah orang yg paling mengerikan...
Bagaimana ini... aku tak tau harus bersikap seperti apa padanya kedepannya nanti
BRAK!... ''ADIK KECIL!'' seru kak erwin sambil membanting pintu yg tentu saja membuatku tersentak kaget
''ka....kak.erwin..'' kataku gemetar
Grep!... '' huwaaa... syukurlah.. aku sangat cemas kau kenapa-napa'' katanya sambil menarikku kedalam pelukannya
''begitu melihatmu tak ada di tempat, aku langsung mencarimu kemana-mana syukurlah mereka tak melakukan hal aneh padamu ..''sambungnya sambil melepaskan pelukannya lalu tersenyum
Kakak..bisa kakak hentikan itu?...itu malah membuatku semakin takut....
''adik kecil...kalau nanti ada yg menganggumu lagi , katakan saja pada kakak.. kakak mu ini pasti akan memberi mereka hukuman yg tak mungkin bisa mereka lupakan'' sambungnya sambil meletakan tanganku di pipinya
Dan bukannya senang dengan hal itu aku malah jadi takut... bagaimana bisa kakak tersenyum dan berkata begitu setelah membunuh seseorang?... apa arti sebuah nyawa bagimu kak?...
''ka...kakak...a..apa kakak...'' ah.. tidak.. tak mungkin aku bertanya begitu padanya...
''???....ada apa?...'' tanyanya dengan wajah polosnya
__ADS_1
....... Aku tak bisa mengatakan hal itu...tapi aku sudah terlanjur menarik perhatiannya...setidaknya aku harus menjawab sesuatu... ah! benar juga
''apa kakak tak keberatan?...maksudku..aku ini elf ..aku..''
''adik kecil... bukanya aku sudah bilang... mau kau elf,gorila atau apapun itu, selama itu masih kau , kakak sama sekali tak keberatan..'' potong kak erwin sambil menyelipkan jari jemarinya ke jariku
''elissa...adik kecil ku yg imut... apapun yg di katakan orang dan sampai kapanpun , kau akan tetap menjadi adik kecilku...'' sambungnya sambil tersenyum lembut kearahku...
Mendengar hal itu sesuatu di dadaku terasa hangat, meski masih sedikit takut, tapi aku merasa kalau aku bisa menerima orang ini sebagai kakakku bagaimana pun sikapnya itu.
''um!?... adik kecil.. apa yg kau pakai di jarimu ini?'' tanya kak erwin saat menjadari cincin sihir yg ku gunakan untuk menyembunyikan telinga ku
''um?..ah.. putra mahkota memberikan ini padaku tadi ...''
''ERIC MELAMAR MU!?'' seru kak erwin yg langsung syok
''me...melamar?...'' melamar itu apa?
''bedebah.. bisa-bisanya dia melamar adik kecilku saat aku tak ada!'' seru kak erwin lalu berlari keluar sambil mengeluarkan aura membunuh yg kuat
''ka...kak erwin!?'' Ah...apa lagi yg ingin dia lakukan...
***
Di tempat eric
''ERIC! BERANIYA KAU MELAMAR ADIKKU!, TAK BISA KU MAAF KAN, MATI KAU!''
........... aku sudah tau kalau seharusnya aku mengejar kakak tadi tapi......
''Yang mulia...kenapa kakak ku bisa ada di balik jeruji besi?'' tanyaku sambil menunjuk kak erwin yg sedang mengamuk di balik jeruji besi
'' kau tanya karena gak tau?'' balasnya sambil melihatku jengkel.
'' seharusnya dia dapat hukuman yg lebih dari itu'' '' bisa-bisanya dia benar-benar menodongkan pedangnya padaku...aku ini putra mahkota loh''
........ '' kalau begitu kenapa anda tak melakukannya?''tanyaku
''huh?...''
Habisnya ini aneh kan?. Apa yg kakakku lakukan pasti sudah termasuk penyeranan pada anggota kerajaan lalu kenapa dia hanya di kurung?
''..... kenapa aku harus memberi tahumu?''tanyanya yg membuatku semakin tak paham
''saat acara sudah di mulai dia akan di bebaskan jadi kau tenang saja.'' Sambungnya lalu berjalan menjauh
???.....aku benar-benar tak mengerti pemikiran orang itu!!.
***
Pov Eric
__ADS_1
'' kalau begitu kenapa anda tak melakukannya?''
.......... Mana ku tahu...lagi pula kenapa aku memaafkan kelakuannya selama ini?. kalau di hitung-hitung perbuatan selama ini dia pasti dapat hukuman mati, tapi kenapa aku tak pernah melakukan itu padanya?.
''kita ini temankan?''
Teman kah... hmph... lucu sekali kalau aku melakukannya hanya karena perkataan itu
***
Aku adalah seorang putra mahkota, sebagai pewaris tahta sudah seharusnya aku selalu sempurna. Dari kecil aku sudah di tuntun banyak hal, tak ada satupun yg tak ku pahami, demi menjadi pemimpin yg bisa di banggakan aku harus memaksakan diriku untuk sempurna..
Tapi.... Karena terlalu berharap untuk selalu sempurna aku sampai lupa kalau aku juga memiliki kelemahan... dan pertemuanku dengannya lah yg membuatku sadar akan hal itu.
***
''Kau.. kau yg namanya eric bukan?''
Eric!?...dia ini bisa-bisanya menyebut namaku secara langsung seperti itu.. apa dia tau kalau aku ini putra mahkota!?
''memanggil namaku secara langsung di pertemuan pertama, apa kau tak punya malu?'' balasku dingin
''ahaha..ternyata benar eric kan''
Dia ini benar-benar tak tau malu...
''aku erwin... erwin sachdev everon, ah.. panggil saja erwin... nama kita terdengar sama bukan?'' katanya dengan wajah riang
Everon..ah.. ternyata di putra dari pasangan duke everon ,aku sudah dengar rumor soalnya tapi baru kali ini aku melihatnya secara langsung.
''pertama-tama bukankah seharusnya kau bilang salam kenal?. aku ini seorang putra mahkota dan tindakan mu barusan sangat lah tak sopan, tuan muda everon''
''erwin... yg benar erwin.. panggil namaku. Kita itu di beri nama untuk di panggil , bukan di pajang'' balasnya
'' tapi seharusnya kau tau kapan dan bagaimana seharusnya memanggil nama orang dengan benar bukan?''kataku yg hanya di balas tatapan binggung olehnya
''huh~ lupakan saja... '' kataku lalu berniat pergi
''um?...eric.. kau sudah mau pergi?'' tanyanya yg langsung membuatku berhenti saking geramnya
''ukh.. sudah ku bilang jangan panggil namaku . tindakan mu sangat tak sopan, kalau begitu kau akan di benci orang''
''kau tak pernah bilang tak boleh memanggil namamu , dan lagi....''
''kalau kau sekaku itu tak akan ada yg menyukaimu loh'' sambungnya sambil mendekati wajahnya dengan wajahku
''ahaha.. senang bicara dengan mu eric, sampai jumpa lagi nanti'' sambungnya lalu berjalan pergi
......anak itu benar-benar tak tau malu!
...****************...
__ADS_1
...Next...