Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 29


__ADS_3

Um?..apa anak ini akan mati kelaparan?.kalau di lihat dari dewa kematian nya saat ini sepertinya benar. Itu artinya setiap dewa kematian yg datang akan menunjukan bagaimana orang itu mati kedepannya. Dan jangka waktunya adalah 3 hari, dan kalau di lihat dari sabitnya yg sudah melingkar di lehernya kemungkinan anak ini akan mati hari ini atau esok


''ada ap..''kata anak itu yg terhenti saat ia tiba-tiba jatuh pingsan


''eh!...'' aku pun buru-buru menangkapnya


Dia belum mengayunkan sabitnya itu artinya anak ini belum mati


''eli?, ada apa?'' ''yaampun!?. Siapa anak itu?''tanya ibu saat datang menghampiriku


''ibu, anak ini kelihatannya sangat kelaparan, apa kita bisa menolongnya?''tanyaku


''eh?!,ah~ tentu saja''balas ibu lalu menyuruh leon untuk membawa anak itu kerumah.


Baiklah dengan ini mari cari tau apa aku bisa menunda kematian dan mengusir dewa kematian itu atau tidak.


***


''kelihatannya dia belum makan sama sekali nyonya, kondisinya juga sangat buruk, saat dia sadar saya sarankan untuk memberinya makan''kata dokter


Setelah itu ibu pun mengantar dokter itu keluar dan meninggalkan ku dengan anak itu


Dewa kematian itu masih disini.


''dan dia melihat kemari!''seruku dalam hati sambil memalingkan wajahku seakan tak tau apa-apa


Seram..makhluk itu seram sekali...


Cepatlah pergi,kumohon pergi lah..


''um..ah?'' tak lama kemudian anak itu sadar


''ini dimana?''tanyanya


''kau sudah sadar?,syukurlah..''kataku. anak itu pun langsung menatapku keheranan


''siapa?''


''aku?..aku elissa, dan kamu?''tanyaku


''um..ah!~.13''jawabnya


Ah??.....13 ?....apa itu nama?.tidak-tidak jelas –jelas itu angka bukan nama


''eto...aku bertanya namamu''


''13, namaku 13''balasnya yg membuat syok


''eh!?, serius!?,itu nama!?"tanyaku tak percaya, dia pun membalas itu dengan anggukan pelan


''orang-orang disana memanggilku begitu jadi ku pikir itu namaku''


''hee~'' nama yg unik.


''oh ya!, 13 kau pasti lapar bukan?, akan ku ambilkan makanan untukmu ya'' kataku lalu keluar kamar dan saat aku keluar aku bertemu leon yg sedang berjaga di depan


''apa anak itu sudah bangun?''tanya leon yg ku balas dengan anggukan


''leon, bisa ambilkan makanan untuknya?''tanyaku


''tentu nona, tunggu sebentar''kata leon lalu pergi mengambilkan makanan untuk anak tersebut

__ADS_1


Begitu makanan datang air liur anak itu langsung bercucuran , terlihat sekali dia sangat kelaparan.


''apa aku boleh memakan semua ini?''tanyanya sambil mengelap air liurnya


''iya, silahkan di makan''balasku. Dia pun langsung memakan semua makan yg di sajikan dengan sangat lahap. Melihatnya seperti ini jadi mengingatkanku saat pertama kali datang kerumah ini, saat itu aku juga sangat kelaparan sepertinya.


''pelan-pelan saja ,makanannya masih banyak kok''kataku sambil tersenyum


''ah~ coba yang ini, ini enak loh''kataku sambil menyarankan makanan yg ku maksud,dia pun langsung mengangguk dan memakannya


''Syukurlah dia makan dengan lahap, lalu....'' Batinku lalu melirik dewa kematian di belakangnya . dewa kematian itu tiba-tiba menoleh kearahku lalu menghilang begitu saja


e...eh?....hilang?...akhirnya makhluk mengerikan itu hilang.. um..apa itu artinya anak ini sudah selamat?..


''hei..kenapa kau menolongku?''tanyanya


''eh!?..ah~ itu..''


Kalau ku bilang sebagai uji coba kan tidak mungkin,kesannya aku jahat banget membuatnya menjadi kelinci percobaan


''aku pikir kita bisa menjadi teman atau semacamnya''kataku sambil mengalihkan pandanganku


Jelas itu bohong, kenal aja baru berapa jam yg lalu di tambah lagi aku bahkan tak tau dia berasal dari mana


''teman?''


''Itu....tadi aku tak sengaja melihatmu ,sempoyongan di jalan, jadi ku pikir kau kenapa-napa,jadi ku putuskan untuk melihatmu,tapi setelah di dekati ternyata kita kelihatan seumuran jadi aku ingin berteman denganmu''jelasku yg ngaco banget


Dia bakal percaya gak ya?.masa baru bertama ketemu langsung ngajak jadi teman keknya gak banget.


''teman?....''tanyanya dengan mata berbinar-binar


Eh?...percaya?...


Tempat gelap?.orang dewasa?..ah~...dia sangat mirip dengan ku dulu,apa mungkin dia juga....


'' hei....apa kau juga ....''tanyaku yg terhenti saat melihat kupingnya yg terlihat seperti manusia pada umumnya. Dari tadi kuping itu tertutup rambut merahnya yg lebat aku jadi tak menyadarinya,dia juga tak memakai kalung perubah sepertiku, itu artinya di bukan lah elf,mm...padahal aku berharap banyak padanya tadi


''ada apa?''tanyanya


''ah~ bukan apa-apa'' ''ngomong-ngomong rambutmu cantik sekali, boleh ku pegang?''tanyaku


''eh!?..um..''balasnya sambil mengangguk pelan


''wah!...ini lembut sekali!...bahkan lebih lembut dari punyaku,irinya~''


''benar kah?.padahal aku tak begitu suka rambut ini''katanya sambil tertunduk malu


''kenapa?.padahal itu rambut yg bagus''


''bagus?.bukannya terlihat aneh?...rambut berwarna merah terang seperti darah,benar-benar menjijikan''


''um?...padahal ku pikir itu rambut yg bagus, warnanya seperti cahaya fajar,benar-benar cantik''pujiku yg langsung membuat pipinya merona


''be..begitu ya..''katanya sambil memalingkan wajahnya


''oh~, kau sudah sadar ya, syukurlah''kata ibu saat memasuki kamar


''bagaimana keadaanmu?''tanya ibu sambil mencoba menyentuhnya tapi dia langsung mengelak dan memasang sikap siaga


''oh!?...yaampun tenang saja aku tak berniat jahat kok''kata ibu sambil tersenyum

__ADS_1


''siapa dia?.kakak mu?''tanya 13


''kakak?..''


''kyaaa!...aku pasti terlihat sangat muda ya, sampai-sampai dua anak kecil memanggilku kakak''kata ibu kegirangan


''13 dia ibuku''kataku yg membuat 13 syok parah


''bohong!, tak mungkin kakak cantik ini ibumu!''


''kyaaa!..aku di puji cantik juga!''seru ibu


''eh!?,sebentar 13?''tanya ibu yg baru menyadarinya


''nak apa itu namamu?''


''eh!?..iya.apa ada masalah?''


Ibu pun tak membalasnya dan hanyut dalam pikiran nya sendiri


''nak dari mana asalmu?''


''me.menara besar di sebelah utara''


!!?..ibu tiba-tiba tersentak kaget lalu langsung pergi dengan tergesa-gesa


Meninggalkan kamar ini


''ibumu baik-baik saja?''tanya 13


''entahlah''


Ibu kenapa ya?.kenapa tiba-tiba pergi terburu-buru begitu?


***


Audelia


Menara di sebelah utara, rambut merah menyala,mata perak tajam. Jangan-jangan anak itu..


Walaupun cuman gosip ,tapi kalau itu benar mungkin saja..


Brak!. Dengan cepat ku banting pintu kamar dan mencari catatan yg ku tulis selama mengelana


Dimana?...dimana aku menaruhnya ya?...


''ah! Ini dia!''seruku saat menemukannya aku pun langsung membuka buku tersebut.ku balik setiap halaman hingga menemukan apa yg kucari


'' ini dia!''


Sebuah gosip diantara penyihir kerajaan candela,dikatakan di sebuah menara di sebelah utara ada makhluk misterius yg muncul saat malam bulan merah yg hanya terjadi 500 tahun sekali,seorang anak terlahir dari cahaya merah yg bagaikan darah tersebut, terlahir dengan rambut merah dan mata perak . konon katanya anak itu akan tumbuh dengan kekuatan tak biasa, yaitu...


'' pengendali darah''


Huh~....mana mungkin...anak itu?...


Pengendali darah.dengan kata lain dia bisa memanupulasi darah,tak banyak cacatan soal kekuatan itu karena cukup langkah, bahkan para penyihir tingkat tinggi pun sulit untuk memipulasi darah


Umm...hpmh..Eli..sepertinya kau menemukan orang yg sangat menarik.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2