Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 47


__ADS_3

Balon udara pun terbang semakin tinggi dan mulai meninggalkan tempat awalnya.


Huwaaa!. Bagaimana ini!.. ini semakin jauh dengan tanah.. kalau begini bagaimana turunnya nanti


''hoo~.. baiklah.. selanjutnya apa?'' tanya lina dengan wajah merendahkan


'' bagaimana dengan sedikit atraksi'' kata luz sambil tersenyum lalu kembali mengayunkan tongkatnya dan membuat balon ini berputar, naik ,turun , dan berbagai atraksi lainnya, jelas itu semua membuatku takut sekaligus mabuk.


Hup..'' aku mau pulang...'' batinku sambil menutup mulutku saking mabuknya


Dan lagi kenapa mereka malah bertengkar sih ,padahal semua baik –baik saja sebelumya.


!!?... saat aku sedang memikirkan banyak hal tiba-tiba saja perhatianku langsung teralihkan pada sekawanan burung yg terbang mendekat melihat hal itu tentu saja aku langsung panik .


''bagaimana?''tanya luz dengan angkuhnya pada lina


''huh!. Kau begitu doang aku juga bisa''balas lina tak mau kalah


''a..anu...kalian berdua..'' aku pun mencoba melerai mereka namun mereka terlalu sibuk berdebat hingga tak menyadari kehadiran sekawanan burung itu


''kawan-kawan awas!" seru ku yg langsung membuat mereka tersentak


Karena telat menyadari hal itu beberapa burung pun menabrak balon kami hingga membuat beberapa bagian robek tentu saja akibat itu balon menjadi tak terkendali aku pun hampir terpental kalau saja luz tak menarikku ke pelukannya .


''cih ada –ada saja!'' seru lina lalu membacakan sebuah matra yg membuat pepohonan memanjang dan menahan jatuh kami


Bruk!!.. benturan keras saat menyentuh dahan pepohonan pun membuat guncangan besar yg membuat kami terhempas keluar dan jatuh


''aw...'' '' semua baik-baik saja?''tanya lina sambil memegangi kepalanya


''apa ada yg terluka?'' tanya calope


'' luz!'' seruku yg mengejutkan kami berdua


Bukan apa-apa tangan luz mengeluarkan darah yg begitu banyak, kemungkinan besar karena melindungi ku dari benturan tadi


'' darahnya banyak sekali.. bagimana ini?'tanyaku panik


''coba ku lihat'' kata lina lalu berjalan kearah luz dan melihat lukanya


''hoo..untung bukan luka serius''sambungnya santai


''lina.. kau bisa mengobatinya?''tanyaku


''tentu saja ini doang sih mudah'' balasnya lalu menjentikan jarinya dan sebuah cahaya hijau mulai menyelimuti tangan luz, begitu cahaya itu menghilag luka luz pun ikut hilang


Wah... itu sihir yg mirip dengan milik ibu...


''luz kau tak apa?'' tanyaku


''ah.. iya..saya tak apa'' katanya gemetar seperti ingin menangis


''luz?.. apa masih ada yg sakit?'' tanyaku yg di balas gelengan olehnya namun matanya malah berkaca-kaca

__ADS_1


''o..oi.. kalau ada yg sakit katakanlah... aku akan menyembuhkannya'' kata lina yg ikut panik


''hiks...saya tak mengira akan jadi seperti ini, hiks..saya bahkan membuat nona dalam bahaya..hiks..hiks'' kata luz dengan air mata yg mulai mengalir


''a..aku baik-baik saja luz jadi jangan khawatir''


''padahal saya.... hanya ingin kencan dengan nona hari ini!" seru luz lalu langsung menanggis


''heeee!!!?"' seru calope dan lina berbarengan


''saya tak menyangka akan jadi begini maaf...''


..... tap.. ''luz..'' panggil ku sambil menepuk pundaknya , luz pun langsung melihatku dengan wajah merah padam


'' kencan itu apa?'' tanyaku dengan polosnya dan membuat mereka diam mematung


''e..eto...elissa ke..kencan itu'' kata lina dengan nada malu-malu


'' i..itu loh...'' timpal calope yg ikut malu


???.... itu apa?..


''ke..kencan itu.. pergi kesuatu tempat bersama sambil bergandengan tangan la..lalu...ci...ci...'' kata luz dengan wajah yg sudah sangat memerah


''CIUMAN DI PIPI!'' serunya sambil menutup mata


''BARU SAMPAI SITU!?'' batin lina dan calope yg tak mungkin mereka teriakkan


''cium pipi?''


''eli...kau itu imut sekali sih.. ibu cium sini..''


Ah!.. hal yg sering ibu lakukan ya. Kalau begitu


Perlahan ku dekatkan wajah ku kepipinya lalu .. CUP!


'' ahaha..nah sekarang giliran luz'' kataku sambil menyodorkan pipiku


''um..'' meski terlihat malu-malu luz pun langsung mendekat lalu dengan lembutnya mengkecup pipiku setelah itu wajah luz pun langsung merah padam , aku bahkan bisa melihat asap keluar dari ubun-ubunnya


''ahaha...sekarang kita sudah kencan jadi jangan sedih lagi ya'' kataku sambil tersenyum dan mengusap –usap kepalanya, sedangkan luz hanya mengangguk pelan tanpa berani menatapku.


''astaga mereka polos banget......'' gumam lina gemas


''kau benar lina, aku tak sabar melihat mereka dewasa nanti'' balas calope yg imut gemas melihat kelakukan dua bocah polos ini


***


Setelah itu lina pun menuntun kami dengan kekuatan bumi dan membawa kami keluar dari hutan, untung saja jatuh kami masih belum terlalu jauh dari kota, jadi tak perlu waktu lama untuk kembali ke kota. Namun sayangnya karena kejadian tadi luz jadi kehilagan tongkatnya, jadi setelah kami sampai di kota kami harus membeli tongkat baru dulu baru bisa kembali


'' hari ini sangat menyenangkan terima kasih ya'' kataku


''yah.., dari pada itu kami malah merasa tak enak karena sudah menganggu kencan kalian, maaf ya'' balas lina sambil menggaruk-garuk pipinya

__ADS_1


'' tidak apa kok, iya kan luz?'' tanyaku sambil meliriknya


''yah...meski menyebalkan tapi aku menikmatinya ..lalu...'' kata luz lalu berjalan mendekati lina dan calope dan memberi mereka berdua kecupan manis di pipi mereka


'' terima kasih sudah mengobati luka ku tadi'' sambung luz sambil memalingkan wajahnya yg memerah lalu berjalan menjauh


???...ah!..begitu rupanya, ini juga kencan ya. melihat luz melakukan hal itu aku pun ikut mencium pipi mereka berdua


''lina , calope, kapan-kapan kita kencan lagi ya'' kataku sambil melambaikan tangan pada mereka berdua lalu pergi menyusul luz


***


''ah...mereka benar-benar tak paham apa artinya kencan .'' kata lina sambil melihat punggu mereka yg menjauh


''ahaha.. perjalanan mereka masih jauh ya.. sama seperti dia'' balas calope


''oh ya, bicara soal dia, kita benar-benar melupakannya tadi'' kata lina yg baru menyadarinya


''ah!... benar juga..'' '' ayo lari sebelum ketahuan''


Grep!... ''hik!" ''HIK!"


'' kalian berdua mau lari kemana lagi huh?'' kata harley yg tiba-tiba sudah berada di belakang mereka sambil menahan pundak lina


''tu...tuan harley..'' kata lina sambil menoleh kebelakangnya dengan wajah ketakutan setengah mati


''apa kalian tau aku mencari kalian berdua seharian ini?.. kalau kalian hilang lagi, selanjutnya akan ku jadikan kalian berdua sate kelinci'' kata harley sambil memancarkan aura membunuh yg kuat


''HIK!... MAAF KAN KAMI!" seru mereka berdua kompak


***


...POV Elissa...


Hari ini benar-benar menyenangkan. Aku benar-benar menikmatinya. Ternyata kencan itu menyenangkan ya. ah benar juga, selanjutnya ajak leon kencan ah.. pasti akan menyenangkan. (jangan nyari gara-gara lagi deh)


***


Sementara itu di ruangan duke


!!!?


''Um?, ada apa tuan?'' tanya williyam


''mm..entahlah, tapi aku merasa harus membunuh leon sekarang juga''


''hah!?...kenapa?!''


Di saat bersamaan di tempat leon


Brrr... ada apa ini?. aku merasa bendera kematianku sudah hampir berkibar


'' sebenarnya apa yg terjadi?'' gumam leon yg masih belum mengetahui situasi buruk apa yg akan terjadi padanya nanti ....

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2