Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 205


__ADS_3

...PERINGATAN!!!...


... ...


...CHAPTER INI MENGANDUNG ADEGAN KEKERASAN MOHON PENGERTIAN DAN KESADARANNYA BAGI PARA PEMBACA SEKALIAN....


...----------------...


POV Harley


''aku ingin kau membatalkan pembantaian keluarga itu'' ucapku


Ukh..ini benar-benar terdengar menjengkelkan. Pasalnya semua persiapan sudah selesai hanya tinggal menentukan waktu yg sesuai saja. dan sekarang aku malah minta di batalakan. Benar-benar tak tau diri.


Tapi...setelah bertemu elissa hari itu dan datang ketempat ini aku jadi semakin merasa bersalah jika pembantaian itu tetap terlaksana


''alasannya?''tanya lily sambil fokus pada lukisannya


''seperti yg ku katakan sebelumnya.aku tak mau merenggut masa depan dari anak tersebut'' balasku


''hmph..harley..kau terlalu baik''ucap lily lalu bangkit perlahan dan


*syut!.. !!!?...


Seakan mengayunkan pedang ke arahku. Lily mengarahkan kuasnya tepat ke leherku. Kalau saja kuas itu adalah pedang aku yakin leherku akan tergores tadi..


''kalau ini adalah medan perang kau pasti sudah mati harley'' sambungnya sambil menatap tajam ku


''aku tau niat mu baik tapi dalam perang hal itu hanya akan membunuhmu.harley sekarang coba keluarkan pedangmu'' ucapnya yg membuatku tersentak


''apa?..untuk apa?''tanyaku


''keluarkan saja dulu'' balasnya.


Meski tak begitu paham aku pun megeluarkan pedangku seperti yg ia minta


''pedang mu itu kau gunakan untuk apa?''tanyanya


''eh?..untuk melindungimu''balasku


''jika ada orang yg akan menyatiku apa kau akan mengunakan pedang itu untuk membunuhnya?''tanyanya yg membuatku kehilangan kata-kata


''kalau itu...''


*grep! ''harley.dengarkan aku baik-baik'' ucapnya sambil mengenggam tangan ku yg memegang pedang


''kalau kau mau melindungi sesuatu maka kau harus siap merenggut sesuatu'' sambungnya sambil menatapku tajam


'' kau tak bisa melindungi sesuatu kalau tak merenggut sesuatu.itulah kenyataannya''


''itu tak benar.tanpa merenggut sesuatu aku bisa melindungi..''


''apa kau pikir kau sanggup dengan itu?'' potong lily yg membuatku tersentak


''melindungi tanpa merenggut sesuatu itu sulit harley. Untuk bisa melakukan itu kau harus menjadi sangat kuat, tapi kita tak punya waktu untuk itu.semakin lama kita bergerak semakin sulit mengatasi mereka nantinya '' sambungnya


''tuan putri!..apa gambarnya sudah siap?.kami sudah pegal''ucap anak-anak yg tadi berpose untuk di lukis oleh lily


''iya.sudah siap kok''balas lily sambil tersenyum


''aku mau lihat'' aku juga..'' kata anak-anak tersebut lalu berlari melihat hasil lukisan lily


''wah!~...cantiknya~''


''eh!?..tuan putri kenapa gambarku seper...''*SRAK!....


Belum sempat anak itu selesai bicara hanya dalam sekejap lily mengambil pedangku dan menebas kepala bocah tersebut. Layaknya memotong kertas kepala bocah tersebut langsung terpisah dari tubuhnya.


Warna darah merah darah yg muncul dari anak itu pun langsung bercucuran mengenai wajah serta sekitarnya.


''a......AAAAAAAKH!!!'' teriak anak-anak yg berada di dekat kami


Mereka pun langsung berlari sambil menangis. Meski ada beberapa yg malah terjatuh saking syoknya


'' li..lily..apa yg...''


''KYAAAA!...'' *SRAKK!


Dan bukan hanya lily saja rupanya flash dan silver pun mulai bergerak. Terlebih flash yg langsung menebas anak-anak tersebut tanpa rasa bersalah sama sekali

__ADS_1


Tempat yg tadinya penuh dengan tawa anak-anak kini hanya terdengar teriakan serta isak tangis mereka. rumput-rumput yg tadinya hijau pun mulai berubah warna menjadi merah darah.


*hiks..*hiks...'' tu.tuan putri...''ucap seorang gadis kecil yg rupanya masih berada di dekat kami dengan air mata yg sudah berlinang.badannya pun gemetaran hebat.


Melihat hal itu badan ku pun reflek berlari kearahya lalu mendekapnya dalam pelukanku.gadis itu pun langsung memelukku dengan sangat erat dengan badannya yg gemetaran.


''harley menyingkir darinya'' ucap lily yg jelas membuatku tersentak


!!?...''lily...''


*grep!.. *syut!


Tiba-tiba saja lily menarikku menjauhi gadis tersebut dan di waktu yg begitu singkat lily langsung menebas gadis tersebut .warna darah yg keluar dari tubuh gadis itu pun langsung mewarnai tubuhku.


Untuk beberapa saat badanku gemetar hebat. Pupil mataku terus saja gemetar.warna merah dari tubuh anak di hadapan ku serta keadaan tubuhnya yg sudah terbelah 2 ini membuatku mual dalam sesaat


''marcella...sebelah sini sudah beres'' kata silver sambil melambaikan tangannya dan berjalan mendekati kami


''aku juga sudah selesai''kata flash


''kerja bagus kalian berdua''balas lily sambil tersenyum


''aku pun selesai nona marcella''ucap calope sambil melompat kemari. bulunya yg tadinya hitam pekat ini bercampur warna merah dari darah orang yg ia bunuh.


''loh?...harley ngapain kau duduk di situ?''tanya silver


Mendengar itu aku pun langsung melirik mereka berdua dan mereka berdua pun sama sama berlumuran darah


"harley kau tak apa?'' tanya calope sambil mendekatiku dengan tubuhnya yg belumuran darah. tentu saja aku tak membalas apapun karena masih syok dengan apa yg terjadi


''bagaimana dengan anak-anak yg tersisa?''tanya lily


''mereka bersembunyi disana.aku bisa mencium bau mereka ''kata silver sambil menunjuk kearah gudang belakang


''begitu ya. kalau begitu serahkan saja padaku''kata lily lalu berniat pergi namun.


*grep ''tunggu dulu''kataku sambil menahan tangannya


''kalian semua...apa kalian tak merasa berdosa sudah membunuh anak-anak ini?''tanyaku gemetar


''tidak sama sekali'' balas mereka berempat kompak


''dan lagi kenapa kita harus merasa berdosa?'' tanya silver


''lagian mereka kan ghoul.''sambung silver yg membuatku tersentak


''ghoul!?''seruku lalu langsung melirik jasat gadis yg ku peluk tadi serta anak-anak yg mereka bunuh dan benar saja .tubuh mereka langsung kembali ke bentuk semula mereka yakni ghoul


''lho?..harley kau apa kau tak baca perintahnya dengan baik?''tanya silver


''perintah?''


''sering ada anak-anak yg menghilang secara tiba-tiba di waktu malam. Dan semakin hari semakin banyak jumlahnya. Dan kaisar mengira ini ulah makhluk benua hitam .karena itu kaisar megutus marcella kemari untuk memeriksanya . dan benar saja ternyata tempat ini adalah sarang para ghoul''jelas flash


''mereka berbaur dengan anak-anak panti asuhan dengan begitu mau jumlah mereka berkembang sekalipun hal itu tak akan di curigai''timpal lily


''harley kurasa kau harus membiasakan membaca hingga akhir'' kata calope sambil naik ke pundakku


''kalau begitu...semua anak-anak disini.ghoul?''tanyaku syok


''tidak. Tak semua. Harusnya anak-anak yg bersembunyi di gudang itu adalah manusia asli''kata silver


''kalau begitu!. Lily apa kau beniat membunuh mereka juga!?''seruku


''tidak. untuk apa aku membunuh mereka?''


''aku hanya berniat menemui mereka dan...''


''APA KALIAN SADAR KALAU APA YG KALIAN LAKUKAN INI HANYA MEMBUAT MEREKA TRAUMA!'' potongku yg membuat mereka tersentak


Meski yg mereka bunuh adalah ghoul tapi hal ini pasti menjadi trauma bagi anak-anak tersebut. Mengingat mereka tak tau kalau teman mereka adalah ghoul. Dan mereka bertiga malah membunuh nya di hadapan anak-anak itu. jelas itu akan membuat trauma bagi anak-anak


''ha..harley tenang.kenapa kau marah semarah ini?''tanya silver


''JELAS AKU MARAH!'' seruku


''tindakan kalian ini membuat anak-anak yg tak tau apa-apa menjadi trauma.apa kalian tak memikirkan perkembangan mereka nantinya!?''


''ingatan anak-anak itu kuat loh!''seruku

__ADS_1


''karena itu aku hanya harus menghapusnya'' balas lily dengan santainya


Huh?


''dengan menghapus ingatan mereka soal kejadian ini maka kita tak perlu khawatir mereka akan memiliki trauma kedepannya. Aku sudah memikirkan hal ini dari awal harley jadi tenang saja'' sambungnya


''jadi bagimu menghapus ingatan mereka akan meyelesaikan masalah ini?''gumamku geram


Aku tak paham lagi. aku tak tau apa yg membuatku sekesal ini. Aku merasa ini tak benar. Menghapus ingatan mereka dan masalah selesai?.tidak..itu salah..kalau cara penyelesaiannya begini kedepannya ia juga akan membunuh sembarangan dan menghapus semua bukti.


Lily...entah kenapa kau mulai berubah. Kau tak sama lagi dengan lily yg ku kenal.aku merasa..kau mulai kembali kesifat mu yg dulu..dan itu membuatku takut lily.


''huh~'' *puk '' harley dengar kan aku''kata lily sambil menepuk pundakku


''aku tau ini cara yg kasar tapi kita tak punya pilihan. Seperti yg ku bilang tadi. Kalau kau mau melindungi sesuatu kau harus siap merenggut sesuatu''sambungnya


''silver,flash .tolong kalian urus anak-anak di gudang itu dulu.masih ada yg ingin aku dan harley bicarakan disini''kata lily


''baiklah''balas mereka berdua kompak


*puk *puk ''jangan di ambil serius kawan. ''kata silver sambil memepuk-nepuk punggungku


''saat hatimu terlalu rapuh saat itulah kau akan mati.ingat itu harley'' bisik silver lalu pergi menyusul flash ke gudang tempat anak-anak itu berada


Itu..ancaman?.peringatan?.atau saran?.yah apapun itu .itu tetap membuatku takut


''calope juga. kembalilah dan bersihkan dirimu'' sambung lily sambil melirik calope


''baik . kalau begiu aku pergi dulu ya'' kata calope lalu menghilang


''jadi harley. Kembali ke topik awal tadi. Kau ingin aku membatalkan pembantaian keluarga itu?''tanya lily begitu mereka pergi


Pertanyaan lily ini membuat tenggorokan ku tercekik. Sebelum kejadian ini aku pasti akan membalasnya dengan lantang tapi...kenapa kini itu terasa sangat sulit?.


''li...lily..aku..''kataku gemetar. Ku kepalku tangan ku erat-reta demi menahan diri agar tak lihat gemetar di hadapannya


''baiklah''kata lily yg membuatku tersentak


''ya?''


''kalau kau ingin aku tak membantai keluarga itu maka akan ku hentikan''katanya sambil tersenyum lembut


''serius?''


''tentu saja'' *set ''ini kan keinginan sahabatku. Kenapa aku harus menolaknya?''sambungnya sambil mengelap darah di wajahku


''sebenarnya aku tak peduli mau keluarga itu mati atau tidak. Incaran ku hanya makhluk benua hitam itu saja. jika kau bisa membawa makhluk itu tanpa melukai keluarga itu maka tak ada alasan bagiku untuk membantai mereka'' jelasnya


''tapi tentu saja kau sudah tau pasti resikonya .jika gagal maka makhluk itu akan melarikan diri dan menjadi semakin waspada terlebih semua persiapan kita saat ini akan sia-sia saja.''kata lily


Perkataan lily itu tak salah.kalau penyerangan itu ku hentikan maka semua usaha kami akan sia-sia.tapi....


''aku tak paham lagi''balasku


''aku tak ingin merepotkan kalian, tapi aku juga tak mau merenggut sesuatu.aku tak tau harus apa''sambungku


...............


*syut *grep! '' kalau begitu begini saja'' kata lily yg tiba-tiba menarikku ke pelukannya


''akan ku buat barrier'' ''dengan begitu meskipun rencananya gagal ia tetap tak bisa lari kemana-mana dan kita punya kesempatan kedua untuk menangkapnya''kata lily


''cara ini mungkin akan memakan banyak tenaga dan waktu tapi kalau kau merasa ini yg terbaik akan ku lakukan''sambuungnya sambil melepaskan pelukannya


Lily.....


''terima kasih'' ''akan ku pastikan rencana ini tak akan gagal''kataku


''bagus'' balasnya sambil tersenyum


''selanjutnya kau bisa jelaskan hal ini pada flash dan silver. Meski aku yakin mereka akan marah karena mendengar rencananya berubah lagi''sambung lily


Ukh!... ''itu..boleh aku minta tolong untuk membantuku menjelaskannya lily?''tanyaku takut


''ahaha..baiklah..akanku bantu''tawa lily sambil menepuk-nepuk punggungku


''terima kasih''


.....ini yg terbaik bukan?.pilihan ku ini tak salah kan?

__ADS_1


...****************...


...NEXT...


__ADS_2