
POV Luz
*jadi?. Bagaimana hasilnya?''tanya pururu
''hasil apa?'' tanyaku balik
*ara..ara..mau menghindar nih, aku tau apa yg terjadi antara kau dan nona malam itu* ucap pururu yg membuatku tersentak
"PURURU!?''
*berani sekali kau mencuri ciuman pertama nonaku*ucapnya sambil menatapku tajam
''KENAPA KAU MALAH MEMBAHAS ITU SEKARANG!, HENTIKAN ITU!'' seruku malu parah
*mau bagaimana lagi, kan baru sekarang waktu yg tepat untuk menanyakan itu*
Ukh.. ga salah sih, tapi aku tak mau ia membahas hal memalukan itu. rasanya aku ingin mati saja!
''hee.. emang ada kejadian apa?''tanya achilles yg tiba-tib amasuk kamarku bahkan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
''ACHILLES!'' ''KAU KALAU MASUK KETUK DULU!''seruku kesal
''maaf..maaf, jadi kalian sedang membicarakan apa?''tanya achilles sambil melirik pururu
''Bukan urusan mu dan pergi la_''
*menanyakan bagaimana hasil dari ciumannya pada nona* potong pururu yg membuatku tersentak
''Ci_!... ASTAGA LUZ! KAU!''
''DIAM LAH KALIAN BERDUA!'' seruku lalu langsung berlari dan menutup pintu kamarku takut-takut ada yg dengar percakapan ini
''kalian tak bisa kah tinggalkan aku sendiri sekarang?.''ucapku sambil menahan malu
''tak bisa* ucap pururu dan achilles kompak
Ukh!, mereka ini...
''jadi bagaimana hasilnya?. Aku memang membantumu untuk mengutarakan persaanmu tapi aku tak meyangka kau akan sampai menciumnya juga. Melihat hal ini harusnya hasilnya bagus dong'' ucap achilles
''apanya?. Eli masih saja tak sadar'' balasku
''eh!?!.. masih?!" '' bahkan setelah kau menciumnya?''tanya achilles yg membuatku malu parah
''huwaaa.. aku jadi kau sih udah nangis.'' Ucapnya
*aku juga * timpal pururu
''BERISIK!. KALIAN GA ADA KERJAAN APA!?. PERGI SANA!'' usirku
''tapi memang nona sepolos itu ya?. maksudku setelah di cium loh, tak mungkin nona tak sadar sama sekali'' ucap achilles sambil melirik pururu
*yah.. nona ku memang sangat polos, tapi menurutku itu karena nona masih belum tau yg namanya cinta pada lawan jenis* jelas pururu
''begitu ya, kalau begitu sulit ya. karena masalahnya ada di bagian paling dasar'' ucap achilles
Kenapa mereka malah berdiskusi mengenai hal ini di hadapan ku?. Sial
'' kalau begitu kita harus ajarkan hal itu dulu pada nona, baru setelah itu kau mencoba menembaknya lagi'' ucap achilles
''percuma!, aku sudah sempat menjelaskannya tapi dia menangkapnya kearah lain'' balasku
''begitu ya'' '' kalau begitu mau tak mau kau harus menunggu . hanya masalah waktu hingga nona paham mengenai hal itu''ucap achilles
''aku juga tau itu'' ucapku lalu berjalan ke kasurku
''tapi ini benar-benar mengejutkan ya. tindakan mu dan respon nona. Aku jadi sedih mendengarnya'' ucap achilles yg membuatku ingin meninjunya sekarang
''SEBENARNYA KAU ADA URUSAN APA KESINI!. PERGI LAH! AKU MAU TIDUR!'' usirku
__ADS_1
''hee~..,aku kan masih penasaran ''balasnya lalu malah berjalan ke arah kasurku dan duduk di pinggirnya
''jadi ciuman itu rasanya bagaimana?''tanyanya
''ACHILLES PERGI LAH!'' seruku yg sudah tak bisa menyembunyikan rasa maluku
*aku juga ingin tau*ucap pururu sambil lompat ke kasurku
*GREP!.
''KALIAN SEMUA PERGILAH DAN JANGAN GANGGU AKU!''Teriakku sambil melempari mereka bantal dan bersembunyi di balik selimut
*ayo lah, ceritakan pada kami*ucap luz
''aaaaakh!!!''
''pffft!.....BUAHAHAHA.. INI LUCU BANGET ASTAGA!* tawa mereka berdua kompak
Ukh!.... aku ingin mati!, mati!.
''tapi perlu ku akui nyalimu besar juga sampai melakukan itu. aku saja tak pernah melakukannya'' ucap achilles
''bagaimana dengan mu kucing kecil?''tanya achilles
*aku ini spirit, spirit itu tak memiliki rasa suka pada lawan jenis* * lagi pula dari awal kami juga tak memiliki gender* sambung pururu
''loh!?..kau bukannya laki-laki?. Suaramu terdengar seperti anak laki-laki''ucap achilles sambil menunjuk pururu
*aku bisa menjadi apa saja, anak perempuan, wanita dewasa,pria dewasa,bahkan nenek-nenek sekali pun. Karena spirit tak memiliki wujud tetap dan juga abadi* jelas pururu
''hee, begitu rupanya''
''jadi kau tak pernah memiliki rasa suka ?''tanyaku hitung -hitung untuk mengalihkan pembicaraan mereka terkait diriku
*rasa suka tentu saja pernah, tapi bukan suka pada lawan jenis. Aku menyukai nona sebagai tuan ku, begitupun dengan tuan erwin.tapi Rasa suka kami hanya sebatas rasa hormat dan tak mungkin bisa lebih dari itu.* *karena tuan kami tidaklah abadi jadi rasa suka yg berlebihan tak baik bagi kami.setelah tuan kami meninggal kami akan kembali ke alam roh dan ingatan kami akan di reset ulang*jelas pururu
*woi!, spirit itu bukan hewan!. Kami di lahirkan oleh alam bukan dari perkawinan. Kami lahir dari perasaan kuat manusia yg bercampur dengan mana yg ada di alam.*
"begitu rupanya. Aku baru tau'' ucap achilles
'' jadi spirit tak bisa jatuh cinta ya''ucapku
Aku sudah takut dia akan merebut lisa kalau-kalau dia punya wujud manusia nanti
*tapi tidak semua spirit sepertiku*ucap pururu
''eh!?, apa maksudmu?''tanyaku
*ada satu spirit, ah tidak beliau bukan spirit melainkan penguasa para roh, bagi kami beliau adalah dewa kami* ucap pururu yg membuat kami tersentak
''ah!. Jangan bilang dia itu yg kau sebut beliau waktu itu?''ucapku yg di balas anggukan olehnya
*beliau memiliki perasaan layaknya manusia dan juga memiliki rasa suka pada lawan jenis*
''tunggu bukannya kau bilang tadi spirit tak memiliki gender?. Jadi penguasa kalian saja yg memiliki gender?''
*iya, lagi pula beliau awalnya adalah manusia*ucap pururu yg lagi-lagi membuat kami syok
''PENGUASA ROH DULUNYA MANUSIA!?''seru kami berdua kompak
*iya, aku tak tau apa yg terjadi karena itu sudah ribuan bahkan jutaan tahun yg lalu,aku belum lahir saat itu. tapi dari roh -roh yg ku dengar . beliau dulunya adalah manusia yg sangat kuat dengan kemampuan pengendali semua elemen bahkan beliau memiliki kemampuan mengendalikan waktu*
''gila! Ada manusia sehebat itu!?''
*aku pun tak bisa mempercayainya karena tak pernah melihatnya secara langsung*
''dengan kemampuannya itu dia seperti dewa. Atau dia memang menjadi dewa karena itu?''tanya achilles
''benar juga, hidupnya pasti enak banget'' ucap luz
__ADS_1
*tidak, dari cerita yg ku dengar tak seperti itu. katanya beliau memiliki kehidupan yg buruk saat menjadi manusia.beliau juga mati dengan mengenaskan* ucap pururu
''eh!!?.. dengan kemampuannya yg seperti itu ?!''seruku tak percaya
*kekuatan tak mejamin kebahagian dan lagi beliau bukan lah dewa dan tak bisa lepas dari yg namanya kematian*
''tapi aku tak menyangka orang sehebat itu memiliki takdir yg buruk'' ucap achilles lalu rebahan di kasur ku
''hmph.. aku jadi penasaran siapa beliau saat menjadi manusia dulu'' ucap achilles sambil tersenyum tipis
***
POV Elissa
''nah kita sampai'' ucap lina begitu kami tiba di hadapan sebuah pohon besar dengan seluruh daunya berwarna merah muda
''eh?...disini?''
Apa aku harus menunggu tuan putri disini ya?
''elissa apa kau bisa memanjat?''tanya lina
''eh?..ah~.. bisa kok ,tapi kenapa?''tanyaku
''karena pintu masuknya ada diatas'' ucap lina sambil tersenyum
''pintu masuk!?''
Lina pun tak membalasku dan langsung naik keatas pohon. Aku pun tak mau banyak bertanya lagi dan mengikutinya hingga tiba lah kami di dahan yg cukup besar. Dan setelah kami semua naik lina pun menyentuh batang pohon tersebut dan tiba-tiba muncul lah sebuah portal disana
''nah ayo masuk, nona marcella sudah menunggu disana'' ucap lina lalu langsung masuk kedalam portal di ikuti katen
''di sana sana ada tuan putri'' ucapku sambil memandangi portal tersebut
Ku tarik nafas panjang dan mencoba memberanikan diriku untuk masuk kedalam. Dan begitu tekadku siap aku pun langsung masuk kedalam sana.
Ku pikir aku akan langsung sampai di sebuah ruangan rupanya aku malah terperosok kedalam lubang besar yg tak terlihat dasarnya
''AAAAAAAKH!!'' teriakku. Aku pun sontak menutup mataku namun tak lama kemudian angin mulai berhembus dan sebuah daun besar yg empuk menahan jatuh ku . aku pun perlahan mencoba membuka mataku dan begitu aku membuka mata aku di kejutkan dengan ruangan yg ada di hadapan ku
Sebuah ruang tamu yg terbuat dari kayu dan terlihat sangat estetik serta hiasan-hiasan sederhana. Sepintas ini seperi berada di dalam sebuah villa kecil
''ahahaha selamat datang di rumah kami elissa'' ucap lina sambil membentangkan tangannya
''rumah?''
''benar . ini adalah rumah dari spiritnya nona marcella'' timpal katen
Begitu ya,ini memang seperti rumah yg nyaman untuk di tinggali.
''wah..wah sudah datang ya'' ucap seseorang yg langsung membuatku tersentak
Dengan gugup aku mencoba melihat kearah sumber suara tersebut dan aku langsung di buat diam seribu bahasa begitu melihat sosoknya
Rambut merah muda panjang dengan mata permata yg juga bewarna merah muda cantik. Parasnya memang membuatku terkejut tapi yg lebih membuatku terkejut adalah...
''elissa, perkenalkan ini nona marcella'' ucap lina sambil memperkenalkan tuan putri
'' akhirnya aku bisa menemukanmu, elissa''
...............................
''eh...'' ''EEEEEEH!!!!?!!!''
Ka....KAKAK ROH!?!??!!!?!
...****************...
...To Be Continue...
__ADS_1