
...PERINGATAN!!!...
...Chapter ini mengandung unsur kekerasan harap pengertiannya bagi ada pembaca sekalian...
...----------------...
POV Leon
''kita masih belum menemukan elissa'' ucap putra mahkota
Nona...ukh!.. kalau saja aku tak meninggalkan nona tadi..
*grep... ini salah ku.kalau nona sampai kenapa-napa..
''sebagai gantinya saya akan langsung bunuh diri''''nona tak boleh mati sebelum saya''
''kami sudah terlanjur berjanji'' batinku sambil melirik jari kelingkingku
Itu bukan sekedar janji biasa tapi sumpahku padanya. Kalau nona pergi aku juga akan melakukan hal yg sama. Padahal aku sengaja membuat janji ini agar hidupnya bisa lebih panjang di banding siapapun.
Dewa,tuhan,apapun itu. Saya tak keberatan kalau memang harus mati tapi jangan rebut nona dariku.
Nona.. saya harap nona mengingat janji ini.
''anda dimana nona'' gumamku
*sring .!!?.. cahaya?
'' luz ada sesuatu yg ku lihat lagi seperti tadi?'' tanya duke
''tidak.. cahaya itu tak terlihat lagi''ucap luz
''cahaya?'' tanya tuan duke
''itu..ada seperti cahaya redup yg bersinar dan menuntun ketempat ini'' jelas luz
Cahaya redup?. Apa itu...!!?
''kurasa kita harus menyelusu_'' *SET
''eh!?LEON KAU MAU KEMANA!?'' seru harry begitu aku berlari begitu saja meninggalkannya dan mengejar cahaya redup yg ku lihat
Perasaan ini.. tak salah lagi, aku pernah melihat ini sebelumnya. Di depan gudang saat pertama kali nona datang ke kediaman duke. Saat itu berkat cahaya itu aku bisa langsung menemukan nona yg terkunci di dalam sana kalau begitu saat ini juga...
Oh!?..
''jalan buntu?'' gumamku saat cahaya itu menghilang begitu menuntunku ke sebuah tebing tinggi
Tidak ini bukan tebing.
*set ku keluarkan pedang ku lalu merapalkan matra angin padanya
'' jangan menghalangi jalan ku'' ucapku lalu mengibaskan pedangku ke tebing tersebut dan dalam seketika saja... *Krak..*krak.. *PRAAAANG!
Tebing yg hanya ilusi ini langsung. hancur dan di balik itu ada sebuah gua dengan banyak bajingan di sana
.... '' kau bagaimana bisa!?'' seru mereka sambil bangkit dan mengeluarkan senjata mereka
.... UKh '' Minggir '' ucapku dengan aura membunuh yg begitu kuat
'' huh!?..jangan ha_'' *sraaaak!!
Belum sempat orang itu selesai bicara aku langsung menebas kepalanya. Dan membuat semua orang yg ada disini diam terpaku
'' bukannya aku sudah bilang minggir?. Kalian menghalangi'' ucapku seraya memberi mereka tatapan tajam
*SRAAAAAK! *AAAAAAAAAAKH!!!...*SRAAAK!..
***
*drap!..*drap!..
*hosh..*hosh...'' sialan!...''
''jangan pikir kau bisa lo_'' *SRAAAAK!..
'' AAAAAAAKH!!!!.''
*sring! '' dimana nonaku?'' tanyaku sambil mengarahkan pedangku ke lehernya
Aku sudah berhasil membantai sebagian besar para penjahat tadi saat masuk kesini dan sekarang hanya tersisa orang ini saja. tapi sampai sekarang belum terlihat tanda-tanda nona..
''i..itu...'' ucapnya sambil melirik ke samping. Refleks aku pun melakukan hal yg sama dan apa yg kulihat benar-benar membuat jantungku terasa berhenti berdetak
No...na...
*Tak!...saking syoknya aku bahkan menjatuh kan pedangku
Dan si bodoh ini yg berfikir mendapatkan kesempatan untuk kabur ini langsung merangkak menjauh layaknya semut
__ADS_1
*SYUT!!! *BRUUUUUK!. Tapi aku yg sudah mengetahui hal itu tentu tak tinggal diam. Emosiku terasa lepas kendali. Hingga dengan perasaan begitu kesal aku menarik tubuh orang yg mau kabur ini dan melemparnya hingga membentur beberapa lapis tembok
Lalu dengan pedangku ku tebas sel penjara di hadapan ku ini dan juga rantai yg mengikat nona
''NONA!..NONA!.. ANDA DENGAR SAYA?!'' seruku
Dingin sekali...dan apa ini darah?.
''ini pendarahan!?''
''leon!. Apa kau mene.. !!!?'' ucap duke yg langsung terdiam begitu melihat kondisi nona yg sudah dalam dekapan ku ini
''elissa...''ucap duke yg terlihat begitu syok
''lean apa kau menemukan e__ !!!?..'' ''eli..''gumam nyonya yg juga sama syoknya
''tuan duke..nona..''
''uhuk!..uhuk!.. sialan'' ucap pria yg sudah ku banting tadi yg ternyata masih saja bertahan
'' leon keluarlah dan bawa elissa ke dokter sekarang'' ucap duke
'' aku akan menyusul setelah membereskan nya'' ucap duke yg terlihat begitu marah saat ini bahkan iblis saja rasanya tak akan mau melawan tuan duke saat ini
Tanpa banyak bicara aku pun langsung berlari keluar
Jantung ku terasa berdebar, badan ku gemetar. Tubuh dingin nona menusuk kulitku. Ini pertama kalinya aku setakut ini dalam hidupku
''nona..ku mohon..bertahanlah sebentar lagi..'' gumamku sambil mempererat dekapan ku
Tolong jangan pergi nona...
***
POV Eric
Saat elissa di culik aku sudah menduga banyak hal.bahkan hingga kemungkinan terburuk sekalipun. Meskipun aku berharap itu tak terjadi tapi..
''leon! Apa eli_.!!?'' Ucapku yg terhenti begitu melihat leon yg sudah mengendong elissa yg kini berlumuran darah
Yang benar saja..kondisinya lebih buruk dari yg ku kira
''ADIK KECIL!'' seru erwin yg langsung berlari kearah leon dan mengambil elissa
''astaga dingin sekali'' ucap erwin ketakutan
Luka seperti itu. gawat kalau begini elissa bisa_
''Eric..'' potong erwin yg langsung membuatku tersentak
Badan erwin pun kini terlihat gemetar dan mukanya jadi begitu pucat . jelas hal ini membuatku ikut takut
''bagaimana ini..'' ucapnya sambil melirikku dengan mata yg gemetar
''adik kecil,tidak bernafas..'' ucapnya yg jelas membuat otakku seketika berhenti bekerja
...''apa?...''
***
elissa
um..apa ini?. Aku tak bisa melihat apapun. Apa ini akhirat?.
Gelap Tapi...kenapa ini terasa begitu hangat?..
''lia..''
Um?.. ada suara?..apa itu?..
*sring! UKH!?...cahaya!?.
Sebuah cahaya terang yg entah dari mana muncul dan menyilaukan mataku
Dan begitu ku buka mataku
''woah...selamat yang mulia. Putri anda sudah lahir'' ucap seorang kakak cantik yg sedang mengendong ku (?).lalu perlahan menaruh ku di ranjang
Eh?.lahir?..
Eh!?...jangan bilang!... AKU BEREINKARNASI?!
Tidak..tidak..itu tak mungkin aku kan baru saja mati masa langsung reinkarnasi...itu tak mungkin kan?
''syukurlah...'' ucap suara yg begitu lembut namun terdengar begitu kelelahan.
UM?...
''ibu sangat bahagia.'' ucap wanita itu sambil membelai lembut pipiku. Meski begitu entah kenapa aku tak bisa melihat wajah wanita ini dengan baik
__ADS_1
''kau harus hidup panjang ,maaf kan ibu yg tak bisa menemanimu''ucapnya dengan nada gemetar
Kenapa?..kenapa tak bisa ?...
Perlahan tangan wanita itu menjadi begitu dingin lalu.
*tuk...
!!!?... sesaat kemudian tangannya yg membelaiku berhenti bergerak nafasnya pun tak lagi terdengar dan kini hanya menyisakan air mata di pipinya
!!?.. jangan bilang..dia...mati?!?
*BRAK!
Hik!?..apa itu?
''ya..yang mulia !?''ucap para kakak yg berada di sini saat seorang pria dewasa masuk sambil membanting pintu.salah satu dari kakak itu pun langsung mendengdong ku dan pria yg baru masuk itu langsung berlari kearah kasur sambil melihat wanita yg sudah meninggal tersebut
Tak terlihat ada air mata yg jatuh dari kelopak mata pria itu. yg ada hanya raut wajah syok dan kesal. Lalu tanpa berkata apapun dengan mata merahnya yg menyala pria itu langsung menatapku tajam seakan ingin membunuhku
Apa-apaan tatapan itu?.
*tap..*tap...
*GREP!
UKH!. Pria itu tiba-tiba berjalan kearah ku lalu dengan tangannya ia langsung mencekikku
!!? '' ya..yang mulia!. Tolong hentikan!'' ucap kakak yg sedang mengendongku
''karena kau'' ucap pria itu yg nampak begitu marah
'' kalau saja kau tak lahir'' sambungnya sambil mempererat cengkramannya
Ugh!.sesak...aku tak bisa nafas....yg benar saja.. aku kan baru lahir, bagaimana bisa ia melakukan ini pada anak yg baru saja membuka matanya kedunia ini
''yang mulia tolong hentikan!, tuan putri bisa mati!'' ucap kakak tersebut
Masa aku langsung mati lagi!. aku kan baru saja mati!.
HENTIKAN! *BLAAAAR!
!!!?.
Entah dari mana tiba-tiba sebuah petir langsung menyambar tangan pria itu yg jelas membuatnya begitu syok dan melepaskan tangannya hingga aku bisa bernafas kembali
'' kau... .'' Ucap pria itu yg telihat syok
ukh...akhirnya aku bisa bernafas lagi....apa-apaan petir barusan?
''hmph.. menarik.. baru lahir saja sudah berani menyerangku. Bagaimana kalau sudah dewasa nanti'' sambungnya sambil menyeringai
Apa-apaan orang ini. Bukannya dia terlalu kejam pada anak yg baru lahir
'' baiklah'' gumamnya yg membuatku tersentak
Apa?apa dia berniat menebasku sekarang?..
'' mari kita lihat bisa sejauh mana kau berkembang nanti'' ucapnya sambil mengusap tangannya yg terkena petir tadi lalu tersenyum penuh arti padaku
'' apa nama yg di berikan ratu padanya?''tanya pria itu
''i..itu...'' ucap kakak yg mengendongku
''ma..marcella''
!!!?.
''marcella von albrecht''
Marcel....HAH!??!! ....APA !!!?...
Aku terlahir kembali sebagai marcella!?..
''ITU TAK MUNGKIN!''teriakku tak percaya
*apa -apaan kau ini baru datang saja sudah berteriak* ucap suara yg tak asing bagiku .sontak aku langsung membuka kembali mataku dan mendapati diriku sudah tak berada di kamar tadi. Aku bahkan kembali ke wujud awalku dan bukan seorang bayi lagi
???...e....eh?
*kenapa melamun disana?.kemarilah* ucap suara tersebut yg membuatku langsung menoleh kearahnya
''kakak roh!?'' seruku begitu melihat kakak roh sudah berada di depan sana
*hmph. Selamat datang di ether..elissa. aku sudah menunggumu* ucap kakak roh sambil tersenyum lalu mengulurkan tangannya padaku
e..EH!?.....
...****************...
__ADS_1
...To Be Continue...