
''Ya mau gimana?. Sekarang kalian berdua adalah tuan dari spirit ini. Jadi akur-akur saja dalam membaginya'' ucap putra mahkota
''membagi?..'' *sring '' kalau begitu boleh ku potong dia sama rata?''tanya kakak sambil mengeluarkan pedangnya dan saat kakak melakukan itu pururu maksudku ifrit langsung tersentak dan bersembunyi di belakangku
*Slap! '' KAU PIKIR SPIRIT ITU KUE APA!?'' seru putra mahkota sambil menampar kakak ku
''maksudku membagi itu bukan seperti itu. maksudku kalian membagi waktu kalian saat mengunakannya'' sambungnya
''begitu ya. baiklah aku paham'' ucap kakak
''kalau begitu bawa saja ia bersama mu adik kecil. saat aku butuh aku juga tinggal memanggil namanya, jadi tak perlu mempermasalahkan hal ini kan'' ucap kakak
''kakak..'' ''terima kasih tapi...kalau dalam wujud ini jelas akan menarik perhatian ya''ucap ku sambil melirik pururu
pururu pun menatap kearah ku lalu tersenyum lembut dan setelah itu tubuhnya mulai bersinar dan perlahan mengecil hingga seukuran dengan kucing
dan saat melihat itu ia benar-benar kembali menjadi pururuku yg dulu
''PURURU!'' seruku lalu memeluknya erat
'' hee~, ternyata bisa begitu . syukurlah ''ucap kakak yg ku balas dengan senyuman
''jadi karena urusan ini sudah selesai, sekarang kau bisa jelaskan padaku. Kenapa kau bisa ada di sini jam segini terlebih bersama adikku?'' ucap kakak sambil melirk tajam kearah putra mahkota
Putra mahkota pun langsung tersentak lalu
''ah~ sudah semalam ini ya.. kalau begitu aku permisi dulu'' ucap putra mahkota lalu langsung teleport
''WOI TUNGGU DULU ! ERIC!'' seru kakak namun sudah terlambat karena putra mahkota sudah pergi
''anak itu...awas saja nanti'' ucap kakak geram
''kakak'' panggilku yg membuat kakak langsung menoleh kearahku
''apa benar tak apa. Aku membawa pururu bersamaku?''tanyaku
''tentu saja. Aku juga tak akan sering mengunakannya. Terlebih sejak awal dia milikmu bukan?'' ucap kakak lalu mengusap-usap kepalaku
''bawa saja bersama mu''sambung kakak sambil tersenyum
***
Setelah kejadian itu aku pun kembali ke kamar sambil mengendong pururu
*nona, maaf membuat anda cemas ya* ucap pururu melalui telepati
'' tidak apa. Aku senang karena kau tak menghilang''balasku
*yah . saya memang hampir menghilang saat itu. tapi beruntung kekuatan tuan erwin cukup besar saat itu dan lagi ia juga memenuhi syarat untuk membuat kontrak dengan spirit*
''syarat?''
*keinginan serta perasaan yg kuat.*
*pada dasarnya kami para spirit terlahir dari perasaan makhluk hidup. Semakin kuat perasaan tersebut semakin besar kekuatan yg di miliki spirit. Saat itu tuan erwin memiliki keinginan untuk melindungi seseorang .keinginan kuat tersebut akhirnya sampai padaku dan membuatku bisa mengikat kontrak dengannya* jelas pururu
*dan hebatnya lagi kini, nona tak perlu bersusah payah meningkatkan kemampuan nona untukku karena sekarang ada tuan erwin juga jadi kekuatan ku meningkat tajam dan lagi akhirnya bukan hanya nona dan luz saja yg bisa melihatku lalu aku juga bisa bertahan lebih lama disini. hebat bukan* ucap pururu semangat
''begitu ya.''
Mungkin memang ada hal baik di setiap kejadian
*tapi aku merasa bersalah karena jadi menduakan anda. Maaf ya*ucap pururu yg langsung murung
__ADS_1
''ahaha tak apa , jangan di pikirkan. Dari pada itu coba nanti kau temui luz , dia sangat mencemaskanmu'' ucapku
*ah bocah itu.. oh ya bicara soal bocah itu, apa terjadi sesuatu di antara kalian saat itu?*tanya pururu yg membuatku tersentak
''ti..tidak..itu..''
DEG! !!!?...tiba-tiba saja ada perasaan tak asing muncul dan perasaan ini sama seperti saat putra mahkota datang tadi
''Ada seseorang di kamar ku''pikirku begitu merasakan kehadiran seseorang dari balik pintu kamarku
''pururu..''
*ya, saya juga merasakannya.* ucap pururu lalu turun dari pelukan ku dan berubah wujud menjadi singa api kembali
*bau kelinci..* ucap pururu
''kelinci?''
Aku pun perlahan memberanikan diri membuka pintu kamarku dan begitu pintu kamar terbuka
!!!?
''oh?!. Elissa'' panggil orang tersebut sambil tersenyum lembut
!!! '' lina!?''
Seorang gadis kecil berambut pink lebat sedang duduk di pinggir balkonku dengan cahaya bulan yg menyinarinya.
''lama tak bertemu eli, bagaimana kabarmu?"tanya lina sambil melambaikan tangannya
''li_'' *WUSH!!
Belum selesai aku bicara tiba-tiba pururu langsung melesat dan mencoba menerkam lina , melihat hal itu sontak lina langsung mengunakan sihir tamanannya guna membuat barier untuk mengamankannya
*GRRR!!...
*nona, menjauhlah dia berbahaya*ucap pururu yg mencoba melindungiku
''berbahaya!?..aku!?..ngaca woi! Yg bahaya disini kan kau!''seru lina kesal
''eli lakukan sesuatu padanya!, secara biologis aku sudah jelas kalah darinya di tambah elemen kami juga berlawanan''ucap lina
''pururu tenanglah, lina itu teman ku'' ucapku sambil mengelus kepala pururu
''benar! Aku teman eli tau!''seru lina
*hmph..kau sebut dirimu teman setelah masuk diam-diam seperti pencuri?*balas pururu
'' SIAPA YG KAU SEBUT PENCURI!. DAN LAGI AKU BELUM MASUK YA !'' teriak lina kesal
''tenang lah kalian berdua''
*drap! *drap!
!!! eh!?
Mungkin karena kami terlalu berisik mulai terdengar langkah kaki yg menuju kemari dan mendengar itu
''cih.. menyebalkan. Padahal aku belum bilang apa-apa''ucap lina lalu langsung naik keatas pagar pembatas balkon
''aku akan datang lagi nanti.'' Sambungnya lalu langsung menghilang begitu saja
''ELISSA !'' seru ayah yg baru datang bersama yg lain
__ADS_1
''ayah''
''ada apa? Kami dengar ada keributan dan_''ucap ayah yg terpotong begitu melihat pururu dalam wujud singa apinya
''itu bukannya singa yg waktu itu'' ''kenapa dia ada disini?'' ucap ibu sambil menunjuk pururu.
Pururu pun cuman melirik sekilas lalu *sring!.. berubah ke bentuk kucing lalu melompat ke pelukanku
''AH! PURURU!'' seru luz
''kau tak hilang rupanya'' ucap luz sambil menghampiri kami
''kau mengenalnya luz?''tanya bunda liana
''eh!?..itu..'' ucap luz yg jadi kebinggunga harus bilang apa
''elissa sebenarnya ada apa ini?''tanya ayah
''itu...''
Aku sendiri juga binggung bagaimana menjelaskannya, semuanya terjadi begitu saja . hingga aku tak mengerti lagi
''bu, bukan apa-apa...aku hanya...''kataku yg benar-benar binggung harus bilang apa
Aaaaaaaakh! Aku ga tau lagi.
*puk! '' kau tak mau cerita?''tanya ayah sambil menepuk lembut kepalaku
Bukannya gak mau cerita aku cuman binggung bagaimana ceritanya!
''huft~.. yasudah, kalau tak mau cerita tak apa. Sekarang tidur lah karena sudah larut'' ucap ayah yg ku balas dengan anggukan
Setelah itu mereka semua pun mulai pergi dan sebelum pergi luz sempat berbisik
''kau harus cerita padaku besok pagi ya''
Aku pun hanya mengangguk pelan. Dan setelah semua pergi aku pun langsung naik ke tempat tidur di temani pururu di sampingku
*kenapa nona tak cerita kalau ada penyusup tadi?* tanya pururu
''aku tak tau harus cerita apa''
Dan lagi kenapa lina kemari ya?. kelihatannya ada yg ingin ia bicarakan.
*padahal tinggal cerita apa adanya saja*ucap pururu lalu mulai memejamkan matanya
''Benar juga, seharusnya begitu''gumam ku lalu mencoba menutup mataku dan tidur
***
Lina (spirit bumi marcella)
Tsk.. kucing sialan. Karena dia aku jadi gagal mengajak elissa kan. Sekarang bagimana aku memberitahukan ini pada nona marcella
''padahal waktunya sudah tak banyak'' gumam lina sambil memadangi kamar elissa dari balik pepohonan
''Huft... yah.. kalau tak bisa malam ini apa boleh buat. Aku kembali saja besok bersama katen''ucap ku lalu berniat pergi sampai
'' siapa disana!'' seru seseorang dari bawah sana dan sepertinya ia ksatria yg sedang berpatroli
!!!.. ah~... kesialan double kah...
''Yah aku tak mau nyari gara-gara sekarang dan lagi itu bisa membuat nona marcella repot jadi..... selamat tinggal'' ucapku lalu langsung teleport kembali ke istana.
__ADS_1
...****************...
...To Be Continue...