
...PERINGATAN!!!...
...CHAPTER INI MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN!!. JADI MOHON KESADARAN DAN PENGERTIANNYA BAGI PARA PEMBACA SEKALIAN...
...----------------...
''Apa kau tau? Saat seseorang ketakutan otak akan mengirimkan sinyal kepada jantung untuk membuatnya berdetak lebih cepat.karena itu aliran darah menjadi tak beraturan. Karena itu pula rasa daging akan menjadi tak enak''jelasnya
''tapi..aku tak makan daging,terlebih daging manusia. Aku lebih suka menghisap darahnya hingga kering. Dan darah orang yg ketakutan itu sangatlah enak..karena itu...tolong lebih takut lagi'' sambungnya sambil menatapku penuh nafsu
Seram...wanita ini pasti sudah gila. Tapi sepertinya sebagian besar vampir memang begitu ya.
Ukh...''aku gemetar''gumamku sambil memeganggi tangan kananku yg patah
Saat menghadapi musuh yg tak mungkin bisa di kalahkan lari darinya adalah pilihan terbaik. Tapi masalahnya aku juga tak bisa lari darinya.karena itu aku harus menghadapinya
Hmph..dari pada mati olehnya. Mati bersamanya kelihatannya akan lebih baik
Sebenarnya aku tak mau melakukan ini...tapi vampire ini berbahaya. Kalau aku tak membunuhnya disini ia pasti akan jadi ancaman bagi keluarga everon. Elissa bisa dalam bahaya.aku tak bisa membiarkan hal itu terjadi.
Hah~aneh..kenapa aku harus sejauh ini demi gadis itu?..
*syut!...*Jleb! ''apa yg kau pikirkan sejak tadi?''tanyanya sambil menusukkan pedangnya ke dadaku
''hmph...aku berfikir bagaimana kalau kita pergi ke neraka bersama''balasku sambil tersenyum . menyadari hal itu vampire itu pun mencoba menjaga jarak dariku namun tentu saja aku tak membiarkan hal itu .ku ikat ia dengan sihir kegelapan ku yg berbentuk seperti rantai. hal hasil ia tak mungkin bisa kabur
Setelah itu aku pun mulai mengucapkan matra terlarang yg pernah ku pelajari
'' tenebris lucem. Permissu meo te perdam omnia. ianuam tenebrarum aeternarum aperi metu claude. '' (jika anda mencari tau artinya bearti anda gabut :v)
''kau!...apa yg kau katakan!''serunya yg terlihat panik
''aeternum carcerem'' ucapku sambil menatapnya tajam
Setelah ku ucapkan muncullah lingkaran sihir hitam yg mengelilingi kami.setelah itu mulai munculah tangan-tangan hitam yg menarik kami untuk masuk
Vampire itu pun terlihat berusaha untuk kabur tapi tak bisa.dan aku..yah..aku mulai kehilangan kesadaran ku akibat kehabisan banyak sekali darah dan lagi nafasku terasa akan segera berhenti karena dadaku sudah tertusuk oleh pedangnya.
''Berakhir sudah''ucapku yg mulai hilang kesadaran
''OBLITTERO!''
*PRANG!!!!........
!!!!!?....apa!?
Tiba-tiba saja entah dari mana ada suara teriakan yg langsung membatalkan sihirku barusan dan membuat kami berdua sama -sama terpental
__ADS_1
a..apa yg terjadi?...sihirku di batalkan?
Aku pun mencoba menguatkan diri untuk kembali sadar dan melihat siapa itu.
Meski tak begitu jelas tapi ku lihat ada perempuan rambut merah menyala dengan sabit yg begitu besar kini berdiri di hadapan ku
!?!......gadis rambut merah?!...dia ini..jangan bilang....
Aku tak bisa melihat dengan jelas wajahnya .suara bahkan terdengar samar-samar olehku . wanita itu hanya berdiri di depanku sambil menatap tajam kearah vampire tersebut dan mereka seperti berbincang sesuatu
Meski aku tak tau apa yg ia bicarakan dan apa gadis ini mencoba menolongku atau malah membunuhku. Yah.apapun itu sepertinya tak akan ada bedanya karena aku akan segera mati disini.
Pandangan ku pun semakin memudar dan tepat sebelum aku benar-benar jatuh pingsan ku melihat ada satu orang lagi yg datang. Seorang dengan rambut violet dengan telinga elf!?..... dan saat melihat orang itu yg terfikir di benakku hanya...
Elissa?...
***
Kesadaran ku hilang sepenuhnya. Tapi masih terbesit jelas olehku sosok orang yg datang bersama dengan gadis berambut merah itu.rambut violet yg terasa tak asing bagiku...
Yah..apapun itu apa gunanya sekarang?...aku sudah tewas..mau ku kabarin ke keluarga everon pun sudah tak ada gunanya..haruskah aku menjadi hantu gentayangan untuk memberitahu mereka?
''mulia...yang mulia..''
Um?... ada yg memanggil?...
''dan saat aku sadar aku benar benar di buat kebinggungan bukan main
???...
''yang mulia. Kalau anda lelah istirahatlah di kamar bukan di ruang kerja''kata sekertarisku . sontak hal itu membuatku melihat sekelilingku
Aku pun mendapati kini aku berada tepat di meja ruang kerjaku.
''apa yg terjadi?''tanyaku sambil memandangi telapak tangan ku
''apa di akhirat pun aku tetap bekerja?''kataku binggung
''eh?..yang mulia apa anda masih mengigau?''tanyanya binggung. Aku pun tak memperdulikannya dan memeriksa seluruh tubuhku
Tak ada bekas luka apapun padaku. Tangan kananku pun tak patah sama sekali. Apa yg terjadi?...
Ah! Benar juga '' dimana surat dari tuan putri?''tanyaku
''eh?..surat?...apa yg anda bicarakan?''tanyanya balik
Loh?...sebentar..aku binggung sekarang...apa yg sebenarnya terjadi?..aku yakin tadi aku sudah mau mati.tapi kenapa tiba-tiba aku kembali ke sini dan lagi tanpa luka sedikitpun.
__ADS_1
Apa itu tadi hanya mimpi?...tapi kalau di bilang mimpi itu terlalu nyata
Aaaakh!...aku tak paham lagi....
''hei..apa tadi aku meninggalkan tempat ini?''tanyaku sambil memijat-mijat keningku
''eh?...kalau itu saya tak tau yang mulia..anda kan menyuruh saya pergi ke istana untuk mengambil dokumen''balasnya
''ah~..begitu ya...''
Kalau itu hanya mimpi aku tak perlu terlalu memikirkannya tapi.....kalau hal tadi benar terjadi lalu bagaimana aku bisa kembali kesini? Dan lagi...
Gadis rambut merah itu dan elf berambut violet yg ku lihat sebelum jatuh pingsan itu..
Saat melihat elf itu aku langsung terbayang elissa tapi sekarang setelah ku pikir lagi itu tak mungkin ia. Orang itu lebih tinggi dariku dan lagi dari posturnya....tak salah lagi dia laki-laki
Elf,berambut violet,hmm..jangan bilang ayahnya elissa?...tapi bukannya dia sudah mati?.atau yg ku lihat itu orang lain yg mirip?
Ah!..benar juga aku hampir lupa. Kalau mereka juga yg membatalkan matraku tadi. Kalau begitu mana mereka pasti sangat besar. karena membatalkan sihir jauh lebih banyak memakan mana ketimbang membuat sihirnya.
''anu..yang mulia?.anda terlihat lelah, apa mau saya ambilkan teh?''tanya sekertarisku
''tidak..aku ingin istirahat dulu''kataku sambil bangkit dari kursi
Ini membuatku pusing. Aku jadi tak tau mana yg kenyataan dan mana yg hanya mimpi.
''huh~..ku rasa aku harus istirahat selama beberapa hari.aku pasti kelelahan belakangan ini''ucapku sambil berjalan menuju kamar ku
***
(sementara itu di kandang kuda)
''loh?...ada 2 kuda yg hilang''
''bukan itu saja. satu kereta kuda juga menghilang''
''aneh sekali..apa ada yg memakai kereta kuda tadi?''
''tidak,tak ada catatan soal itu''
''huh~..ku rasa kita harus memesan kereta kuda baru''
Para staf yg ke binggungan dengan kasus hilangnya kereta kuda ini pun hanya bisa diam dan tak pernah membahasnya . hingga hal ini tak pernah sampai ke telinga eric.
...****************...
...NEXT...
__ADS_1