Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 231


__ADS_3

''Dro...'' ''ih! Serius nih harus banget manggil leandro?!'' serunya yg ku balas dengan anggukan


''cih.. merepotkan''


''kalau kau tak suka ,gak usah manggil'' balasku


''terus maunya mangggil aku kamu terus!?.ih gak asik banget'' ocehnya


''gak usah manggil ,gak usah ngomong'' balasku


''ukh...emang kenapa sih?!.kayaknya gak suka banget ngomong dengan ku.''


Bukanya gak suka,aku hanya tak mau membuang-buang tenagaku dengan menanggapinya.


''oh!''


''kalau gak suka yaudah ,aku gak akan ngo..''*HUP!... belum sempat dia selesai ngomong aku langsung menutup mulutnya dan menariknya ke belakangku


''ssst... kecilkan suaramu atau kau akan membuat kita ketahuan'' bisikku


''huh?..memangnya ada apa?''tanyanya sambil melepaskan tangan ku lalu mengintip apa yg ada di depan sana


''?!!!...wah...luar biasa... kita malah masuk ke sarang mereka kah'' ucapnya lalu di iringi tawa kecil darinya


Yaps, benar seperti yg ia katakan di depan sana ada lebih banyak tarantula beracun dan parahnya sepertinya ini sarang utama mereka karena disini kami bisa melihat adanya telur-telur yg masih belum menetas dan para tarantula dengan berbagai ukuran


'' kita cari jalan lain'' ucapku lalu mencoba putar balik namun


*grep '' tunggu dulu''ucapnya sambil menahan tanganku


''disana pintu keluarnya'' sambungnya sambil menunjuk lorong kecil di depan sana. Tapi untuk sampai kesana kami harus melewati kerumunan tarantula ini dulu


''kalau kita putar balik itu akan memakan waktu. Kalau ada jalan di depan kenapa harus mencari jalan lainnya'' ucapnya sambil menarik pedangnya


'' apa kau bisa mengalahkan monster sebanyak ini?''tanyaku ragu


'' tentu saja. apa kau sedang meremehkan ku?. Mengalahkan mereka itu mudah, toh mereka tetap saja serangga.ukurannya saja yg berbeda'' katanya dengan congkaknya


''hoo...jadi bisa nih?''


''tentu'' balasnya percaya diri


Karena dia begitu yakin dengan kemampuannya itu .maka


''kalau begitu...'' kataku lalu*SYUT... aku pun mendorongnya ke kumpulan monster tersebut *GUBRAAAK!


''a.aw..sakit. WOI! Apa yg kau lakukan !'' marahnya


'' berusahalah'' ucapku sambil melihatnya dari atas sini


''huh?!..berusaha buat ap...'' katanya yg langsung terhenti lalu melihat kebelakangnya dan ya di belakangnya para monster tarantula sudah melirik kearahnya dan bersiap menyerangnya


''tu...tunggu dulu...kau bercandakan?...kau ingin aku mengalahkan mereka semua sendirian?''tanyanya sambil mundur beberapa langkah


''bukannya tadi kau bilang kau bisa menanganinya?. Mereka kan hanya serangga''ucapku sambil tersenyum menyindirnya


''ukh!... kurang ajar....'' '' AKAN KU BUNUH KAU NANTI LEAN!'' teriaknya dan teriakannya barusan menjadi pembuka dari penyerangan para tarantula. Ratusan tarantula pun langsung berlari kearahnya dan menyerangnya. Dan ya sama seperti sebelumnya ia langsung menebas setiap tarantula yg mendekat .


***


3 jam pun akhirnya berlalu dan hanya dengan kekuatannya seorang diri ia berhasil membunuh ratusan tarantula beracun.


*syut... '' woah.. kau benar-benar melakukannya luar biasa'' kataku sambil turun dan menghampirinya dan ya, aku tau tindakan ku yg membiarkannya bertarung sendirian benar-benar membuatnya marah.


Tanpa aba-aba ia langsung mengarahkan pedangnya kearahku dan mencoba membunuhku.tentu saja aku tak tinggal diam dan langsung menarik pedangku. Pedang kami pun saling beradu satu sama lain.ia terus saja memberiku serangan bertubi-tubi Tanpa memberiku sedikit celah untuk menyerang balik. Gerakannya juga sangat gesit. Aku kagum padanya yg masih memiliki tenaga seperti ini bahkan setelah melawan ratusan tarantula dalam waktu berjam-jam.


''kenapa kau marah?.kan kau sendiri yg bilang bisa'' tanyaku sambil terus mencoba menghindari serangannya.


Um?..dia tak membalasku sama sekali?.


Aku pun mencoba mengajaknya bicara lagi namun ia sama sekali tak mendengarkan ku dan terus saja menyerangku. Hingga..

__ADS_1


!!!?....''woi..woi... serius nih''


''dia pingsan?!'' batinku yg kaget saat melihatnya sudah tak sadarkan diri meski begitu tubuhnya masih saja bergerak menyerangku.


Sebenarnya anak ini makhluk apa?.dalam keadaan tak sadarkan diri sekalipun ia masih bisa menyerang?...dasar monster..


*tuk!...saat ia berusaha menyerangku lagi tanpa sengaja ia tersandung salah satu kaki tarantula yg ia bunuh akibatnya ia langsung terjatuh.


''um?...audelina?''panggilku lalu perlahan mencoba mendekatinya


Dan kali ia benar-benar pingsan.


''gadis yg unik'' ucapku lalu mencoba mengendongnya hingga


*GRAAAA.... tiba-tiba dari belakang muncul tarantula yg jauh lebih besar dan sekali lihat pun aku langsung tau kalau ia adalah induk dari para tarantula disini


Wah... luar biasa...bos terakirnya baru muncul.jadi aku harus melawan bos terakhir nih?


''kelihatannya dia sudah tak bisa bertarung ya'' gumamku sambil melirik audelina yg sudah tak berdaya


Aku sudah melibatkannya dalam pertarungan panjang sih ya.


''yah... baiklah sekarang giliranku'' ucapku sambil mengeluarkan pedangku lalu berlari kearahnya dan mulai melancarkan serangan


Mungkin karena badannya yg besar ,gerakan monster ini menjadi agak lambat .harusnya hal ini memudahkan ku tapi masalahnya .


*KRAK!..


!!!? *Syut.... '' keras'' gumamku setelah mencoba menebas salah satu kakinya. Bahkan saking kerasnya pedang yg ku gunakan sampai retak


''Kalau begini bagaimana cara melawannya?'' gumamku namun belum aku memikirkan cara melawannya tiba-tiba monster itu menyemburkan cairan beracun kearahku. Karena begitu tiba-tiba aku gagal menghindarinya secara sempurna dan mengenai tangan kananku.


Rasa nyeri seperti terbakarpun langsung menghampiriku. Dengan cepat aku langsung merobek lengan bajuku yg terkena cairan tersebut agar racun tersebut tak menyebar .


''ukh..sial''


*BWOOOSH!... ''sekarang kita coba cara ini'' gumamku sambil mengeluarkan puluhan bola api .yg siap memanggangnya.


Kalau api tak berhasil juga satu-satunya jalan keluar ialah kabur darinya.


''Loh!?...dia kemana!?'' seruku yg menyadari audelina tak ada di tempat aku meninggalkannya aku pun melirik sekitarku mencarinya hingga...


"GRAAAA!!''


!!?.... aku tau gadis itu memang tak waras tapi aku tak menyangka ia akan segila ini. Padahal tubuh kecilnnya sudah compang-camping. Ia juga seharusnya sudah kehabisan tenaga dan yg paling parah.. IA KAN GAK SADARKAN DIRI!. Tapi bisa-bisanya ia masih melawan monster itu.


Dan yg membuatku semakin tak percaya ialah. Saat monster itu membuka mulutnya. Bukannya menghindar audelina malah membiarkan dirinya di makan oleh monster tersebut. sontak hal itu membuatku syok parah.


Dengan seluruh tenaga yg ku miliki aku mencoba menolongnya dengan memotong kepala tarantula tersebut namun..


*SRAK!..*GRAAAAAAA....


Sebilah pedang muncur dari dalam tubuh tarantula itu sendiri dan menebas kepalanya. Cipratan darah yg keluar dari tubuh tarantula itu pun langsung menghujani daerah sekitarnya. Dan dari dalam tubuh tarantula tersebut sesosok gadis kecil yg berlumuran darah terlihat berdiri tegap dengan mengenggam pedangnya..


''..a.ahaha.. siapa monster sebenarnya disini?.''


*Bruk!...


!!?..


Mungkin karena sudah kelelahan audelina pun akhirnya tumbang. Perlahan ku langkahkan kakiku mendekatinya. Terlihat sekali kini ia benar-benar sudah kehabisan tenaga


''kau benar-benar seperti monster'' ucapku seraya tersenyum kecil memandang tubuh kecilnya yg kini tengah terbaring lemas.


***


Setelah berhasil keluar dari sarang tarantula beracun .aku pun kembali di sambut oleh hutan yg lebat. Dan kurasa aku masih berada di hutan yg sama seperti sebelumnnya. Ku terus langkahkan kakiku menelusuri dalamnya hutan hingga akhirnya ku putuskan untuk istirahat sejenak di pinggir sungai yg ku temukan.


Karena kebetulan aku menemukan sungai aku pun sekalian membersihkan.


''ukh!...'' ''wah...yg benar saja'' ucapku saat melihat tangan kananku. Yg mulai membengkak akibat racun tarantula tadi

__ADS_1


Ku robek bajuku sedikit dan mengikat lenganku untuk menhentikan penyebaran racun untuk sesaat. Aku juga mencoba mengeluarkan racunnya.


''racun tarantula kah..'' gumamku sambil merendam lengan ku di sungai


Meski aku sudah kebal terhadap racun tapi kalau racun dari monster begini...


Apa aku akan baik-baik saja?


''ah! Benar juga..kalau di lihat-lihat dia jauh lebih kotor dari ku. Haruskah ku bersihkan juga?''gumamku sambil melirik audelina yg masih tak sadarkan diri


***


''um..ukh...ah?...''


''astaga..badanku sakit semua,dan lagi ini dingin'' ucap audelina yg baru sadarkan diri


''ah?.kau sudah bangun'' kataku sambil menoleh kearahnya


''um?....kenapa kau melepas ba...ah!..''


*BLUSH!.. '' tu...DIMANA BAJUKU!'' serunya yg baru sadar ia hanya di tutupi oleh baju luaran ku saat ini


''ah... bajumu belumuran darah jadi aku mencu..''*PLAK!


''DASAR MESUM!'' teriaknya sambil melempariku batu


''huh!?... apa yg kau bicarakan?!. Aku mencoba memban..'' kataku yg takbisa ku lanjutkan karena ia terus melempariku batu di sekitarnya


*grep! '' HENTIKAN!'' bentakku sambil menahan tangannya


'' aku hanya mencoba membantu , tubuhmu benar-benar kotor tadi'' ucapku sambil menahan tangannya


''ka..kau ...ukh...''


Astaga apa yg ia pikirkan?.aku kan tak mungkin macam-macam dengannya dia juga masih kecil


''kau melihatnya??''tanyanya dengan wajah merah padam


''huh?''


''hiks..aku tanya apa kau melihat punyaku?''tanya lagi dengan mata yg berkaca-kaca


Woi..woi..tunggu dulu..kenapa jadi begini? Lihat?..liat apa woi!?.aku sama sekali tak melihat apapun ! ( hanya membuka baju luaran tapi sambil menutup matanya demi menjaga sopan santun :v) ...kok aku malah jadi kayak penjahat disini?!.


''hiks..huwaaa..mama..papa...anakmu tak bisa menikah huwaaaa'' tanggisnya yg tiba-tiba pecah


''huh!?.TUNGGU KAU SALAH PAHAM!'' seruku


''aku benar-benar tak melihat apapun!''


''huwaaaa..bagaimana ini...dia pasti juga sudah menyentuhku,huwaaaaa...papa... mama...''


Ukh!... tunggu sebentar. Kenapa jadi begini.niatku sama sekali tak buruk ,maksudku aku hanya mencoba membantunya membersihkan diri. Aku bahkan berusaha keras tak melihat kearahnya saat itu.dan lagi..kenapa anak-anak sekarang sensitif sekali? ( dimana lean saat ini lina itu bagaikan anak kecil)


''dengar aku minta maaf,aku sungguh tak melakukan apapun'' uacapku yg mencoba menenangkannya


Tunggu kenapa aku malah minta maaf?.ini terkesan aku benar-benar bersalah dong?


''dimataku kau sudah seperti anak kec...''


''ANAK KECIL!?'' potongnya


'' AKU SUDAH 18 TAHUN TAU!''teriaknya .dan untuk sesaat aku di buat terdiam mendengarnya


..............'' huh?..''


''hiks..hiks..tubuhku mungkin kecil tapi aku sudah 18 tahun.aku sudah remaja..''katanya sambil mengusap air matanya


.........*BLAR!....


!!?. DIA LEBIH TUA DARIKU!?

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2