
POV Erwin
'' apanya yg orang lain?'' tanya rara sambil menatapku tajam
''sifatmu belakangan ini.kau terlihat seperti orang lain''balasku
''dulu kau selalu bar-bar di dekatku.tapi belakangan ini kau jadi lebih kalem.kau seperti orang lain saja.apa kau demam?''tanyaku sambil mencoba mengecek suhu badannya namun ia langsung memukul kepalaku dengan kencang
''kau ini..apa tak ada kerjaan?.latihan sana atau ngapain kek jangan menggangguku'' kata rara jengkel
''aku gak bisa latihan kalau gak ada partner tau.karena itu jadi partnerku yuk''ajakku yg di balas tatapan jengkel olehnya
''apa kau tak lihat aku sedang sibuk mencari tau soal segelmu itu''
*grep '' itu kan bisa nanti.sekarang temani aku latihan jalan dulu''kataku sambil mengenggam tangannya
*past! ''kenapa tidak dengan kakak saja sih?.biasanya kau juga bersamanya''kata rara sambil menepis tangan ku
''luis sedang sibuk ,kalau dokter malah lebih tak bisa di harapkan.ibuku juga sedang sibuk mencari barang-barang.selain kau emang ada orang lain yg senggang'' jelasku
''apa aku terlihat senggang di matamu?''tanyanya yg ku balas dengan anggukan
Rara pun akhirnya bangkit lalu berdiri di hadapan ku tapi....entah kenapa aku merasakan aura membunuh yg begitu kuat muncul darinya..
''a...anu..setelah ku pikir-pikir kau terlihat sibuk,jadi lupakan saja''kataku yg ingin cari aman saja
''apa maksudmu?.aku sama sekali tak sibuk kok. Kan kau sendiri yg bilang''ucapnya sambil tersenyum(kesal)
''ra..rara...serius gak usah...aku mau tidur aja..maaf menanggumu'' kataku namun sepertinya aku sudah membangunkan macam yg sedang tidur. Meski aku berusaha kabur nyatanya rara tak melepaskan ku begitu saja hingga akhirnya seperti yg ku minta ia benar-benar menemaniku latihan.meski latihan kali ini terasa seperti neraka
***
''cukup sampai disini dulu''kata rara dan aku pun langsung tepar di buatnya
''se..seram..lain kali ingatkan aku untuk tak memintamu menjadi partnerku''kataku yg di abaikan olehnya lalu langsung pergi kembali mengerjakan tugasnya tadi.
Dia itu..benar-benar serius mau menyembuhkan ingatan ku ya?.
Meski ia terlihat cuek dan benci padaku nyatanya ia sangat serius menemukan cara untuk mengembalikan ingatanku.padahal ia tak punya hubungan apapun dengan hal ini.
Seharusnya ia tak berusaha sekeras itu. aku juga tak berharap banyak dari awal. Kalau memang ingatan ku bisa kembali itu bagus,tidak itu sangat bagus.tapi kalau pun tak bisa aku juga tak mau menyesalinya.
Meski begitu rara kelihatannya tak begitu.ia benar-benar ingin aku mendapatkan ingatan ku kembali.
Apa ada yg bisa ku bantu ya?
Perlahan ku dorong kursi rodaku dan pergi mendekatinya yg sedang sibuk dengan kertas-kertas di mejanya
''ada apa lagi?''tanyanya yg tetap fokus pada pekerjaannya
''tidak,aku hanya berfikir mungkin ada yg bisaku bantu''balasku
__ADS_1
''apa kau bisa baca ini?''tanyanya sambil menyodorkan kertas berisikan tulisan kuno yg tak ku mengerti sama sekali
''tidak..tidak sama sekali. Dan lagi tulisannya berantakan banget ,ini gimana bacanya?''balasku
''kalau begitu tak ada yg bisa kau bantu. Jadi pergilah'' katanya sambil menarik kertas tersebut lalu kembali fokus
Tapi bukannya pergi aku malah terus berada di sampingnya sambil melihatnya bekerja.
''aku penasaran'' kataku tiba-tiba
''kenapa kau berusaha sekeras ini ?''tanyaku
''meski kau sudah berjanji padaku ,bukan bearti kau harus memaksakan diri seperti ini''kataku
''aku tak memaksakan diri''
''bohong..'' kataku lalu tanpa sadar menyibak poninnya yg membuatnya terkejut
''sampai ada kantung mata gitu kok. Kau pati kurang tidur'' sambungku
*Blush! '' ja...jangan main pegang-pegang!'' *plak! Serunya sambil menamparku
''aku melakukan ini bukan untukmu tapi untuk adikmu!'' serunya sambil bangkit
''untuk elissa?''tanyaku sambil memeganggi pipiku yg merah akibat tamparannya
'' aku merasa kasihan dengannya. Aku juga seorang adik.kalau kakakku melupakan ku itu pasti akan sangat menyakitkan.''balasnya dengan nada sendu
''hmph...kalau kau bicara begitu kau jadi terlihat seperti wanita''kataku
''aku memang wanita. Kau ngajak ribut ya'' balasnya geram
''ahaha oh iya aku lupa''tawaku yg membuatnya cemberut
''kau..tak pernah memandangku sebagai wanita ya''katanya tiba-tiba
''um?...kau mau aku pandang seperti wanita?''tanyaku sambil mendekatkan wajahku kearahnya
Dan saat aku melakukan itu aku bisa melihat dengan jelas pipinya yg sedikit merona. Dan saat aku menyadari itu aku jadi benar-benar sadar kalau ia memang seorang wanita. Karena menyadari itu refleks aku langsung mundur dan memalingkan wajahku
'' ternyata beneran wanita''gumamku pelan
'' tidak perlu'' balas rara yg membuatku tersentak
''mau di pandang cewe atau cowo itu bukan masalah bagiku. Lagi pula ini bukan pertama kalinya seseorang memandangiku sebagai laki-laki'' katanya
''eh?''
'' bagi ku gender itu tak penting. Aku juga tak mau terlihat lemah seperti wanita''sambungnya
......... ini..apa dia sedang curhat padaku?.jarang sekali.
__ADS_1
''kau kayaknya sudah pasrah banget ya. jangan bilang kau sudah menyerah menjadi wanita?..pfft..kalau begitu bagaimana kau bisa dapat pacar nanti''ledekku
''pacar?..hmph..aku gak butuh tuh. Toh aku bisa hidup sendiri tanpa pendamping seumur hidupku''katanya sambil mendekatkan wajahnya kearahku
''wah...apes banget bearti hidupmu '' katanya ke ceplosan dan rara pun langsung menjambak rambutku saking geramnya
''aaaakh!..sakit-sakit..rara sakit!''rintihku
''kau juga gak punya pacara kan!. Jangan sombong ya!''serunya
''ya aku gak punya pacar karena emang gak pernah nyari. Lagian banyak kok cewe yg mau sama aku juga''kataku samil mencoba melepaskan jambakannya
''huwaa..pede sekali anda'' katanya sambil melepaskan ku
''mana ada orang yg mau sama orang cacat sepertimu''katanya yg nyelekit banget dan jelas perkataannya itu membuatku geram
''aku gak cacat ya!. ini hanya lumpuh sementara. Sebentar lagi aku juga bisa jalan!''
''dan lagi. orang dengan wajah tampan sepertiku siapa sih yg mau nolak''kataku sambil tebar pesona dan reaksi rara yg menatapku jijik benar-enar membuatku mati kutu
''pliss gak usah ngeliatin begitu juga dong.hati ku sakit loh''kataku
''huh~..kalau kau sepercaya diri itu. coba kau buktikan padaku''katanya
''huh?..buktikan?''
''iya katanya kau bisa dapat pacar dengan mudah kan?. Kalau begitu buktikan''
'' kenapa aku harus melakukannya?.soal dapat atau tidaknya itu kan tergantung pilihan cewenya. Tapi yg jelas aku bisa membuatnya berdebar-bedar di hadapanku''kataku percaya diri
''hoo..sombong sekali anda''
''gak percaya?..biar ku buktikan'' kata ku
''coba bukti..." *grep!.. !!!?
Sebelum ia menyelesaikan perkataannya aku langsung menariknya medekatiku lalu begitu ia jatuh kepelukan ku tanpa banyak bicara aku langsung mengodanya
*cup. Kecupan lembut ku berikan di tengkuknya lalu dengan lembut aku berbisik
''bagaimana?.apa kau berdebar?''
Dan benar saja .saat ini aku bisa merasakan jatung rara yg berdebar begitu kencang serta kupingnya yg mulai memerah.
''bu...BUKAN AKU YG HARUS KAU BUAT BERDEBAR SIALAN!'' *BUAAAKH! Seru rara sambil meninjuku lalu kabur begitu saja
lah...tadi katanya suruh buktikan?.ya kalau mau percaya ya harus ke orangnya langsung dong. Tapi sakit banget pukulannya .dia beneran cewe?.dan lagi kenapa jadi bahas beginian ya tadi?
...****************...
...NEXT...
__ADS_1