
''Aku pernah bertarung dengan salah satunya'' katanya percaya diri.
....yah...kurasa aku tak akan terkejut mengingat seberapa gilanya gadis ini.
''kau menang?''tanyaku yg langsung membuatnya tersentak
''nah setelah melewati ini...''
''woi..aku tanya ''kataku yg langsung membuatnya terdiam
''a..aku seharusnya menang saat itu tapi..''
''bearti kau kalah'' potongku
''ukh!. Habisnya ,dia itu naga loh. Kau pikir akan mudah menang darinya!?. Mana regenerasi mereka cepat banget!'' katanya yg mencoba membela dirinya sendiri
''kalau kalah ya bilang aja kalah'' ucapku
''ukh...berikutnya aku pasti menang! Lihat saja!'' serunya
''sssst.. katanya jangan teriak?. Kau mau mengundang para monster?''ucapku yg langsung membuatnya diam
''baiklah. Jadi intinya setelah melewati ini barulah kita keluar dari benua hitam?''tanyaku
''iya. Kita akan melawati laut sih tapi jangan pikirkan itu karena kau tinggal membuat rakit saja. lagi pula gak terlalu jauh kok'' ucapnya
''aku?.bukan kita?''
'' aku hanya akan mengantarmu hingga kawasan suci .aku kan masih punya urusan disini. tenang saja.setelah kau memasuki kawasan suci asal kau tak macam-macam kau akan baik-baik saja, lebih bagus lagi jika kau bisa pakai teleport'' jelasnya
''aku tak bisa teleport''
''aku juga gak'' balasnya sambil tersenyum
''pokoknya untuk saat ini kita keluar dulu dari hutan ini dan pergi ke hutan para peri'' ucapnya sambil bangkit
'' ah!. Tapi mungkin akan lebih aman jika bergerak saat siang hari''sambungnya
''bagaimana caranya kau tau ini sudah siang?''tanyaku
''ehehe..mau tau?'' tanyanya yg membuatku binggung
Setelah itu uadelina pun mengajakku ke suatu tempat. Lalu memintaku bersembunyi di antara semak-semak.
''saat siang hari para monster akan tidur.akan lebih aman jika kita pergi saat itu''ucapnya sambil membuka sedikit semak dan terlihat masih ada beberapa monster yg berkeliaran disana.
''itu artinya kita hanya perlu menunggu?''
''iya''
Yah..ini akan jadi perjalanan panjang jadi kurasa ada baiknya menyiapkan tenaga terlebih dahulu.
Setelah itu kami pun menunggu waktu yg tepat untuk bergerak. Selama kami menunggu audelina pun menceritakan banyak hal padaku tentang benua hitam ini
''kau tau banyak rupanya ya.terlebih bagian -bagian disini. Apa kau pernah ke bagian paling dalam?''tanyaku
''um..yah...pernah sekali tak sengaja itu juga.aku tersesat dan akhirnya malah terperosok lebih dalam''ucapnya
''Meski begitu aku tak benar-benar masuk ke kawasan iblisnya. Tapi aku pernah melihat istananya''
Istana. Bearti lokasi dia saat itu dekat sekali dong
''tapi yah.. aura tempat itu benar-benar mengerikan.gak lagi-lagi aku kesana.terlebih saat di kawasan vampire.brrr.mengingatnya saja membuatku merinding''ucapnya sambil memeluk dirinya sendiri
''yah..yg kau masuki itu memang kawasan berbahaya. Membayangkan kau masih hidup setelah menginjakan kaki disana saja sudah di luar nalar'' ucapku
Kalau aku di posisinya saat itu, apa kau masih bisa kembali hidup-hidup?.saat ini saja aku masih ada disini berkat bantuannya
__ADS_1
*DEG! ''ukh!''
''Sial..racunnya mulai menyebar''batinku sambil mencengkram erat tangan kananku yg kini mati rasa. Bukan itu saja kini aku merasa mulai mual dan tubuhku terasa terbakar.
''hoh!. Mereka mulai terlelap''ucap audelina. Mendengar itu aku pun buru-buru menyembunyikan tangan kananku
'' kalau begitu ayo jalan''ucapku sambil bangkit
Audelina pun menganti bajunya dulu mengingat bajunya sudah kering dan setelah semua persiapan selesai kami pun mulai melanjutkan perjalanan.
tak apa,di hutan peri harusnya ada tumbuhan obat untuk penawar racun ini
***
Berkat bantuan audelina dan pemahamannya mengenai tempat ini melawati hutan monster terasa begitu mudah di tambah lagi kini para monster sedang terlelap .berkat hal itu kami tak perlu membuang-buang tenaga kami untuk sampai ke hutan peri. Meski begitu bukan bearti kami bisa langsung keluar dari hutan ini.
''loh?...aneh...apa kita salah jalan ya?''ucap audelina sambil melirik sekitarnya
''yang benar saja. tau begitu tadi kita tetap ikuti aliran sungai'' kataku sambil menghela nafas berat
Yah...begitulah. beberapa jam yg lalu ia bilang ia tau jalan pintas sehingga kami tak mengikuti aliran sungai lagi tapi...sekarang kami malah tersesat di dalam hutan
''um?...'' itu, kalau naik kesana mungkin kita bisa menemukan jalan keluar'' ucapku sambil menunjuk sebuah pohon besar nan tinggi di depan sana
Kami pun mendekati pohon tersebut dan benar saja kalau mencari jalan keluar dari atas sana pasti akan mudah hanya saja.. dengan kondisi lengan ku yg sekarang.....
''oh!. Aku bisa naik keatas dan mencari jalan keluar'' ucapnya
''huh?''
''tunggu sebentar'' katanya lalu dengan cepat memanjat pohon besar tersebut
....... '' dia kayak monyet'' batinku sambil melihatnya dari bawah
Hanya dalam waktu singkat audelina sudah sampai di atas pohon
''WOAH!. SUDAH KU DUGA KITA SUDAH DEKAT. AKU BISA MELIHAT HUTAN PERI DARI SINI!'' teriaknya dari atas
*nyut... ''ukh.. aku harus segera melakukan sesuatu dengan lengan ini'' ucapku sambil melihat tangan kananku yg mulai membiru
''LEAN TANGKAP AKU!'' teriaknya
''APA!?'' seruku sambil menoleh keatas dan benar saja ia tanpa ragu langsung melompat dari atas sana dan terjun bebas
Tentu saja melihatnya melompat secara reflek aku langsung berusaha menangkapnya dan begitu aku menangkapnya .tangan ku benar-benar terasa sangat sakit sekarang.
''a..''
''waoh!..tangkapan yg bagus'' ucapnya sambil menepuk pundakku lalu berjalan pergi
''ukh!..gadis gila'' gumamku lalu mengkutinya
***
Beberapa jam pun berlalu dan kini sinar mentari mulai terlihat menandakan kami sudah dekat dengan hutan peri hanya saja
*nyut.*nyut..
''uhuk!..uhuk!..hah...'' sial..pandangan ku mulai kabur..
''lean!. Lihat itu dia hutan para peri!'' ucapnya sambil menunjuk sebuah hutan di sebrang sungai besar yg berbanding terbalik dengan hutan saat ini. Hutan itu terlihat sangat hijau dan cantik.
Perlahan ku coba sembunyikan kondisiku saat ini lalu berjalan mendekatinya
'' benar-benar tempat yg berbeda ''ucapku
''iya kan..''
__ADS_1
''ngomong-ngomong bagaimana menyebrangi sungai ini?''tanyaku
''um?.. tinggal berenang'' balasnya dengan santainya
''dengan arus sederas ini?''
''hmm.. kalau begitu..'' ''mau ku buatkan jembatan?''tanyanya
''kau bisa?''
''tentu saja '' ucapnya dengan begitu bangga
Setelah itu gadis itupun meengunakan sihirnya untuk pertama kalinya di hadapanku
Bagaikan peri dengan sihirnya cahaya hijau berkumpul di dekatnya dan perlahan tapi pasti tumbuhan pun mulai tumbuh dan membentuk jembatan.
''lihat.sudah selesai'' ucapnya sambil menoleh kearahku dan tersenyum
Dan meski hanya sesaat sosoknya yg tersenyum seperti itu sempat membuat dadaku berdekup kencang
''nah ayo jalan''katanya lalu berjalan melewati jembatan yg baru ia bangun
*deg. !?!..ukh!..
*uhuk!.*uhuk ''ah~..gawat..'' gumamku saat melihat batukku barusan mulai berdarah.
Badan ku semakin mati rasa dan kini tengorokanku terasa tercekik
Kondisiku semakin memburuk. Aku harus segera mencari penawar racunnya
''um?..kau sedang apa disana lean!. Cepat kemari'' ucap lina sambil melambaikan tangannya
Perlahan aku mulai menghampirinya dan mencoba tetap menyembunyikan keadaan ku saat ini. Meski begitu kini kepalaku mulai terasa pusing bukan main
'' nah lean selamat datang di hutan para peri'' ucapnya sambil membentangkan tangannya
'' sebelum kita masuk aku akan memberi tahumu satu hal yakni tentang penjaga hutan ini..''
''yaitu...'' *GROAAAAR!!!!!!...
Belum sempat lina selesai bicara tiba-tiba terdengar auman yg begitu nyari dari depan sana.
''wah~..baru ingin di bicarakan.'' Ucap lina sambil menatap kedepan
''lean...beri hormat kepada pelindung hutan , nemea '' ucap lina sambil sedikit membungkuk.
Kini di depan kami berdiri Seekor singa besar bertaring tajam dengan mata merah menyala yg mengerikan.aura yg di keluarnya pun tak main-main serammnya.
''tenang saja.selama kau tak berniat buruk dan memperlihatkan darah ia tak akan menyerang'' bisik lina
Meski begitu perkataan lina tak begitu jelas ku dengar sekarang. kepalaku semakin sakit,badan ku mati rasa dan...
*UHUK!..*UHUK
''lean?.... ada ap..''
*HUWEEE........
Aku tak bisa menahannya lagi tengorokanku terasa terbakar,batuk tiada henti dan akhirnya aku pun muntah darah.
Dan begitu hal itu terjadi muka lina langsung mendadak pucat.
*GOOOAAAAAR!!!!
Aku tak tau apa yg terjadi tapi begitu auman tadi terdengar lina langsung menarikku. Dan sebuah guncangan besar sempat terjadi.
Sayangnya aku tak bisa melihatnya dengan jelas karena penglihatanku yg mulai memudar.tapi sesaat ku lihat lina mulai menarik pedangnya dan sepertinya ia mencoba menghadapi singa tersebut.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...