Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 165


__ADS_3

POV Liana


''TUAN PUTRI KATAMU!''seruku yg langsung membuatnya tersentak


''e..eh?...tuan putri?..''


''hei!. Apa kau yakin dia menyebut dirinya marcella?''tanya luz memastikan


''iya..aku tak mungkin salah dengar karena dia meneriakannya dengan begitu lantang''balasnya


Yang benar saja...kenapa tuan putri kemari terlebih bersama seorang elf?.apa tujuannya sebenarnya. Ini benar-benar membingungkan. Elf yg anak ini lihat katanya sedang mencari adiknya, itu bisa saja elissa karena ciri-ciri mereka mirip apa itu artinya tuan putri juga sedang mencari elissa untuk alasan yg sama?..


Ukh.. ini membingungkan.. kalau tuan putri adalah musuh tindakannya dalam membantu elf itu menemukan elissa sangat bertolak belakang. Tapi jika tuan putri adalah sekutu apa itu artinya yg menyerang para elf bukan dia?..aaaakh!!..ini benar-benar membingungkan. Semua info ini sangat absrak dan apa tak ada titik terang untuk masalah ini?.


''mama...sepertinya kita harus menyelidiki tuan putri jika ingin mendapatkan titik terangnya''kata luz


''benar, masalahnya tak mudah untuk masuk ke istananya atau bahkan mendapatkan info tentangnya''balasku


''huh~..benar juga..saat lisa mengundang spiritnya saja tak ada petunjuk apapun soal elf yg bisa kami dapat kan darinya. Kami malah mendapatkan fakta kalau tuan putri adalah musuh yg harus di hindari''jelas luz


Luz benar. Terlalu beresiko jika menghadapi tuan putri ,di banding menghadapi lari darinya adalah pilihan terbaik.


''huh~.. aku sudah mengatakan semua info yg ku tahu. Tentang urusan kalian dengan tuan putri itu bukan urusan ku'' kata pencopet tadi


''terima kasih atas infonya. Itu sangat membantu''


''ini.. ku kembali uangmu'' kataku sambil memberinya 3 keping uang emas


''wah..kau memberiku i....eh?..sebentar...mengembalikan?..''katanya yg lemot untuk sesaat


''JANGAN BILANG INI UANG YG KAU BERIKAN SEBELUMNYA!?. KAU MENGAMBILNYA LAGI!?..KAPAN!?'' serunya syok


''hmph.. bukannya sudah ku bilang trik seperti ini siapapun bisa melakukannya''balasku sambil tersenyum puas


''aaaakh!...jadi kau sengaja mengambilnya kembali untuk memaksaku bicara ya!?''serunya kesal


''ahahaha..anggap saja aku sedikit menjahilimu tadi''tawaku


''sialan..ternyata kau lebih licik dari yg terlihat''


''terima kasih untuk pujiannya''balasku sambil tersenyum


''lalu...ku rasa kau memang harus ikut dengan kami'' sambungku


''ada seseorang yg ingin ku pertemukan denganmu''


''!?....apa elf bernama lisa itu?...maaf saja tapi seperti yg ku bilang aku hanya half elf. Aku tak punya muka untuk bertemu elf asli sepertinya terlebih aku mantan budak''balasnya


''tenang saja. anak itu tak memikirkan status orang lain. Dia anak yg manis dan sangat baik. Soalnya diakan putri dari para elf'' kataku


''!!!?...TUAN PUTRI!?''serunya syok


''ya kali aku bertemu dengan putri dari para elf. Dengan elf biasa saja aku tak punya muka apa lagi dengan calon pemimpin mereka!"serunya


''sudah di bilang lisa bukan orang yg memandang status seperti itu. dia saja langsung menerima ku yg asal-usulnya gak jelas gini''balas luz yg langsung terlihat muram


''bagaimana?. Apa kau mau ikut dengan kami?''tanyaku sambil mengulurkan tangan padanya


''.....aku bukanlah elf..aku tak mau menghancurkan harapannya dengan berpura-pura sebagai keluarganya''katanya murung


''meski begitu aku ingin kalian bertemu. Anak itu sudah lama tak melihat teman sejenisnya.meski half elf sekalipun masih ada darah elf dalam dirimu karena itu kumohon..ikutlah dengan kami ''balasku lalu tersenyum lembut


Ia pun melirik tangan ku seperti masih memikirkan nya baik-baik lalu..


*grep.. '' baik lah..tapi hanya bertemu saja , jangan minta hal lain''balasnya sambil menjabat tangan ku. Melihat hal itu senyum di wajah ku pun tak bisa ku sembunyikan lagi. Meski info yg kami dapat masih abstrak tapi aku cukup puas karena berhasil membawa seorang yg mungkin akan membuat elissa merasa tak sendirian.


''terima kasih''


''ah!?..ngomong-ngomong siapa namamu?''tanyaku yg lupa menanyakan namanya sejak awal.

__ADS_1


''si brengsek'' jawab nya dan luz berbarengan


''eh?...APA-APAAN NAMA ITU!?'' seruku ku syok


''tanya kan pada putramu yg memberiku nama itu''balasnya sambil melirik luz


''habisnya dia sangat menyebalkan dan lagi dia bilang ia tak punya nama yg pantas untuk di sebut''balas luz


''dan nama yg kau berikan juga tak pantas luz''katanya yg langsung membuatnya membuang muka


''huh~...tapi begitu ya... apa kau tak ingat nama yg di berikan orang tuamu?''tanyaku


''tidak. Aku bahkan sudah tak ingat wajah mereka''balasnya


''hmm.. kalau begitu mau aku saja yg memberimu nama?''tanyaku


''eh?...yah.. tak jadi masalah sih''balasnya


Um..kira-kira nama apa ya yg cocok untuknya..aku payah dalam memilih nama sih..um....


''ah!...achilles?'' kata ku sambil menatapnya


''achilles?...''


''mama kurasa nama itu terlalu bagus untuknya''balas luz dengan wajah cemberut


'' tak masalah kan. Dia kan sudah di panggil dengan sebutan buruk sejak lama. Kali ini biarkan dia mendapatkan nama yg bagus''kataku lalu merangkulnya


''jadi bagaimana?.kau suka?''tanyaku


''...achilles...hmph... boleh juga.aku menyukainya'' katanya sambil tersenyum


''yosh!. Kalau begitu mulai sekarang namamu achilles ya''kataku sambil tersenyum


''ya..''balasnya sambil tersenyum senang.


*****


Wush~.....


''um?... ''


Kenapa ya..aku merasa akan segera ada badai yg datang. Badai yg begitu besar dan mengerikan..


Apa aku yg terlalu berlebihan?. Belakangan ini suasana kediaman ini juga lebih sunyi dari biasanya.


Sejak kakak menghilang dan penyerangan waktu itu semua orang menjadi sangat waspada. Beberapa pelayan bahkan mulai takut saat berada di dekatku karena takut akan terkena imbasnya. Tapi aku juga tak bisa menyalahkan mereka. Itu hal yg wajar. Leon dan kakak yg hebat saja sampai seperti itu apa lagi mereka yg tak bisa bertarung.


''apa sedari awal keberadaan ku ini memang sebuah kesialan?'' gumamku sambil menggenggam erat gaun ku


''nona.. ternyata anda disini'' sapa harry sambil berjalan menghampiriku


''harry''


'' sedang apa anda di luar sini?. Jalan-jalan kah?''tanyanya


''um, begitu lah. Aku ingin sedikit cari angin''balasku


''kalau disini tak akan ada yg menarik untuk di lihat nona''


''bagaimana kalau nona ikut saja saya kesuatu tempat?''tawarnya


''eh?.. tapi..ayah bilang sebaiknya aku tak keluar dulu dari rumah'' balasku ragu


''tenang saja. lokasinya masih di kediaman ini kok''balas harry sambil tersenyum


''memang kita mau kemana?''


''hmph.. ikuti saya nona'' balasnya sambil tersenyum lembut

__ADS_1


***


Karena penasaran dengan tempat yg harry maksud aku pun menurut dan pada akhirnya aku mengikutinya hingga...


''hutan?..tempatnya di dalam hutan?''tanyaku sambil meliriknya


''ssst.. nona akan segera tau begitu tiba''balasnya sambil tersenyum


Karena dia bilang begitu aku pun tak berniat bertanya lebih jauh dan tak lama kemudian


''nona.lewat sini bawah sini'' katanya sambil membuka sebuah tamanan rambat yg menutupi sebuah lubang berukuran cukup besar


''eh!?...kebawah?''tanyaku ragu


''iya. Tenang saja. perjalanan kebawah menyenangkan kok. Hanya hanya perlu meluncur'' kata harry riang


Menyenangkan?...


Meski sedikit ragu aku pun mengikutinya dan benar saja begitu aku mulai meluncur kebawah ini benar-benar menyenangkan. Dan begitu aku tiba di bawah.....


''wah!....'' aku langsung di sambut oleh ratusan bunga mayar kuning yg menghiasi tempat ini.


''tempat apa ini!?, aku tak pernah mengetahuinya''seruku terpukau


''tentu saja anda tak tau. Ini kan tempat rahasia saya''balas harry


''tempat rahasia ?''


''benar. Karena itu tak ada seorang pun yg tau tempat ini. Nona adalah orang pertama yg saya beritahu'' katanya sambil mengedipkan sebelah matanya


Wah... orang pertama ...um..kenapa ya.. rasanya benar-benar mendebarkan..


'' kalau di sini kita tak akan terlihat oleh orang luar karena tertutup semak mawar. Meski begitu kita tetap bisa memantau keadaan di luar. Benar-benar seperti markas rahasia kan'' sambungnya sambil menunjukan teleskop untuk memantau keadaan di luar


''luar biasa..'' ''bagaimana harry bisa menemukan tempat ini?''tanyaku


'' kalau itu... dulu saya terperosok ke dalam lubang ini..ahaha...payah sekali ya'' tawanya


Bearti tempat ini tak sengaja di temukan?..


''tapi saat berada di sini saya merasa sangat nyaman jadi saya putuskan untuk menjadikannya tempat rahasia saya. Saya juga yg menanam bunga-bunga mawar ini. Tapi siapa sangka mereka akan merambat sampai menutupi tempat ini''jelasnya


''begitu ya. tapi.. kenapa mawar ?. terlebih warna kuning?, bukannya ini terlalu mencolok?''tanyaku


''tidak kok. Nona saja tak menyadari tempat ini kan?. Itu karena di luar saja tempat ini sudah di tutupi semak-semak sehingga tak terlalu menunjol .dan ya kenapa saya memilih mawar kuning. Karena itu mirip leon'' jelasnya lalu tersenyum gembira


Eh?...leon?...


''pfft..benar juga...warnanya seperti rambut leon''balasnya sambil mencoba menahan tawa


''iya kan?..leon itu mirip dengan bunga mawar. Begitu mempesona namun berbahaya.''


''hmph..benar-benar seperti harry''


''Ya?"


''setiap kali membicarakan leon mata harry pasti langsung bersinar. Harry sangat menyanyangi leon ya''


''....... ya... saya sangat menyanyanginya lebih dari apapun'' jawabnya dengan wajah murung


Loh?..apa aku salah bicara ya?. tapi itukan bukan pertanyaan yg berat. Um.. apa karena leon bersikap sangat dingin pada harry makanya harry berekspresi begitu?.


''nona. Saat pertama kali bertemu leon,apa nona takut padanya?''tanya harry tiba-tiba


''eh?..takut?..um..tidak kok..dari pada di bilang takut...aku malah merasa marah padanya..''


''marah?'' ''ah~... benar juga.. saat itu leon yg menangkap nona yg mencoba bunuh diri ya'' kata harry yg ku balas dengan anggukan.


...****************...

__ADS_1


...NEXT...


__ADS_2