
''Kalau adik kecil tak bisa kesana kenapa tak undang saja dia kerumah kita?''
''dengan begitu kita bisa mengawasinya lebih baik dan lagi mereka juga tak mungkin melakukan hal aneh-aneh '' jelas kakak
''tapi belum tentu dia bisa di undang semudah itu'' kata ibu
''apa susahnya. Bilang saja kalau adik kecil mengundangnya untuk main kerumah. Di lihat dari usia adik kecil saat ini Tak akan ada yg curiga,mereka hanya berfikir adik kecil ingin bermain dengan temannya . ini kan hal yg biasa''jelas kakak
''erwin... otak mu ada gunannya juga ya'' kata putra mahkota yg terlihat kagum
''WOI! MAKSUD PERKATAANMU BARUSAN ITU APA!" seru kakak tak terima
''ajakkan main kerumah ya. kurasa itu kan ide yg buruk, tuan putri juga tak mungkin akan datang kesanakan?. Palingan hanya salah satu dari 3 ksatrianya yg datang''kata ayah
''benar, kalau begitu kalian harus bersiap kalau misalnya sir flash yg datang'' kata putra mahkota yg di balas anggukan oleh kami
''kalau begitu sudah sepakat ya, elissa kau bisa mengirim undangannya nanti. Sebelum itu apa kau yakin bisa memancingnya?''tanya putra mahkota
Um...memancing lina ya...aku rasa akan sulit kalau aku sendiri...leon juga pasti tak akan bisa membantu karena akan terlihat mencurigakan...kalau begitu...
''kurasa aku tau siapa orang yg cocok ''kataku
***
............ ''lisa.... aku memang bilang panggil namaku kalau kau ingin bertemu...tapi.... BUKANNYA INI TERLALU CEPAT!'' seru luz
''yg benar saja!, kita baru berpisah 2 hari yg lalu dan kau sudah memanggilku!?..terlebih sebelumya aku bilang aku akan jadi lebih kuat saat kita bertemu lagi.... sial mana mungkin aku jadi lebih kuat hanya dalam 2 hari'' kata luz yg langsung meringkuk menahan malu
''aha~ha~... maaf luz''kataku yg jadi tak enak
''ukh..padahal aku sudah mengatakan perkataan keren begitu...''
''ta..tapi kau beneran datang saat ku panggil , luar biasa. Luz hebat'' kataku sambil memberinya tepuk tangan
''huh~..yasudahlah.. jadi ada apa?"tanya luz lalu aku pun langsung menjelaskan semua yg kami bicarakan dengan putra mahkota kemarin
''begitu ya. jadi kau ingin aku membantumu membuat lina bicara?''
''benar. lina juga sepertinya ingin bertemu dengan mu''balasku
''tak masalah sih tapi kenapa aku?''
''karena aku yakin luz bisa mengendalikan topik dengan baik''balasku semangat
''maksudmu aku pandai bicara begitu?'' kata luz yg entah kenapa terlihat kesal
''eh?..bu..bukan begitu juga maksudku...''
''tapi yah... kurasa kalau lisa sendirian akan sulit ya. baiklah akan ku bantu'' kata luz
''benarkah!?, terima kasih luz!'' seruku sambil memeluknya
''iya ...iya..tapi aku akan bilang mama dulu. Kurasa perjalanan kami akan terdunda dulu ya''kata luz
''eh!?..kalian belum berangkat?''tanyaku sambil melepaskan pelukanku
''ya belum lah.. aku saja masih mengemas barangku. Kami rencananya berangkat besok tau''kata luz sambil mencubit pipiku
''aw..aw..maaf''
''huh~... yasudahlah. Jadi kapan lina akan datang?''tanya luz sambil melepaskan cubitannya
''kalau soal itu...''
***
( Istana tuan putri marcella )
*tok...*tok...*tok... ''tuan putri saya izin masuk, saya membawakan...eh?...anu.. apa kalian baik-baik saja?'' kata pelayan yg baru masuk dan langsung di buat syok saat memasuki ruang kerja tuan putri yg sudah seperti kapal pecah dengan banyak dokumen berserahan dimana-mana
''oh?..maya kah..ada apa?''tanya marcella tak bertenaga.
''i..ini... saya datang ada un...''
''AAAAAAKH! JANGAN DOKUMEN LAGI!'' seru marcella yg sudah sangat muak dengan pekerjaannya belakangan ini
'' tu..tuan putri tenanglah'' kata pelayan itu panik
''marcella tenanglah.bukan kau saya yg lelah disini'' kata silver sambil memijat-mijat kepanya yg sudah pening di tambah kantong mata yg sudah menghitam tanda ia belum istirahat sama sekali sejak kemarin
''benar, tenang lah, kami akan tetap membantu'' kata flash sambil mencoba membangunkan harley yg sudah tertidur saking lelahnya
__ADS_1
''ke..kelihatannya tugas anda masih sangat banyak ya tuan putri'' kata pelayan tersebut sambil melihat sekelilingnya
''di lihat pun kau sudah tau bukan?...'' aaaakh!?...kapan dokumen ini selesai sih!.. pak tua sialan!, bisa-bisanya memberiku tugas sebanyak ini! Emang aku babunya!'' seru marcella kesal
''marcella orang yg kau ejek itu kaisar loh tolong perhatikan ucapanmu, dan harley cepat bangun masih banyak yg harus di kerjakan disini!" seru silver
''semuanya sebaiknya kalian istirahat dulu sejenak'' kata pelayan tersebut
''aku juga maunya begitu. Ngomong-ngomong ada urusan apa kau kemari?''tanya marcella
''kalau itu dokumen baru dari kaisar ,tolong kau bakar saja''sambung marcella yg kelihatannya sudah sangt kesal
''tidak tuan putri ini ada surat'' kata pelayan tersebut sambil memberikan suruat tersebut
''surat?, untukku?''tanya marcella sambil menerima surat tersebut
''bukan itu untuk nona lina'' kata pelayan tersebut
''hah?..lina?... memang dia punya kenalan orang luar ya?'' kata marcella sambil mengamati surat tersebut
''lina'' panggil marcella dan lina pun langsung muncul dengan wajah riang
'' ada apa nona?''tanya lina
''ada surat untukmu'' balasnya sambil memberikan surat tersebut pada lina
''surat?, dari siapa?''tanya lina lalu membuka surat tersebut dan mulai membacanya
''KYAAAAA.. INI DARI TEMAN KU!'' seru lina girang
''kau punya teman ya?''tanya marcella
''iya aku punya, loh?..aku belum pernah cerita ya?''tanyanya balik yg langsung di balas gelengan oleh marcella
''lalu teman mu itu bilang apa?''tanya marcella
''dia menundangku untuk main kerumahnya'' balas lina semangat
''main!?'' *wush!.....tiba-tiba saja angin langsung bertiup kencag di ruangan tersebut dan membuat dokumen yg sudah tersusun ikut tercampur dan bertebaran kemana-mana. Dan dari kumpulan angin itu sosok anak laki-laki muda dengan rambut ****** dan mata hitam pun muncul..
''AKU JUGA MAU IKUT!'' seru anak laki-laki itu semangat
''ukh!... KATEN!. Apa-apaan kau ini.. dia hanya mengajakku kenapa kau juga harus ikut!" seru lina sambil mendorongnya menjauh
''tak masalah kan!?, teman lina bearti teman ku juga.. pokoknya aku mau ikut!'' seru katen sambil terus memeluk lina
''katen kau tak boleh ikut'' kata marcella yg langsung membuat katen diam membeku
''lihat, nona marcella saja melarangmu , kalau kau ikut kau hanya akan menimbulkan badai'' kata lina
''lina kau juga tak akan pergi'' kata marcella yg langsung memuat lina diam mematung juga
''EH!?... KENAPA!?'' seru lina
''aku mau pergi..pergi..pergi.... temanku mengundangku kerumahnya.. ini pertama kalinya seumur hidupku aku harus pergi!" seru lina sambil guling-gulingan di lantai
'' aku juga mau ikut!..mau main.main..main!'' seru katen yg ikut-ikutan lina guling-gulingan di lantai
'''ukh..kalian berdua...''
''AKU MAU PERGI!'' seru mereka berdua kompak
''huh~...flash,silver,harley..di antara kalian bertiga siapa yg mau pergi menemani mereka?''tanya marcella
''huh?...katen pergi juga?...kalau begitu aku pass... aku sedang tak ada tenaga untuk mengatasi kerusakan yg kan ia buat'' kata silver
'' maaf ya, tapi ada banyak pekerjaan yg harus ku kerjakan jadi aku tak bisa menemani kalian'' kata flash
''kalau harley?''tanya marcella
''kok aku lagi sih?...aku udah menemin mereka terus ya belakangan ini, aku ini bukan pengasuh anak tau. Dan lagi dari pada menemani mereka lebih baik aku istirahat hoam~....'' kata harley yg masih mengantuk
'' kalian dengar itu?, tak ada yg akan mengawal kalian''kata marcella
'' tak apa, tak perlu di kawal, aku bisa menjaga diriku sendiri'' balas lina
''benar, kami akan baik-baik saja''timpal katen
''bukan kalian yg ku cemaskan tapi orang-orang disana nanti'' kata marcella yg membuat mereka berdua tersentak
''terlebih katen, kau yg paling bermasalah, aku tak mau mendengar ada berita angin topan di ke kaisaran ini, tugasku sudah banyak jadi jangan nambahin pekerjaan ku''kata marcella
__ADS_1
''aku janji aku akan menahan kekuatanku.boleh ya..''pinta katen
''tetap tak boleh, ''balas marcella
''.HUWAAAAA.. TAPI KAMI MAU PERGI!'' rengek mereka berdua dan akhirnya mereka pun terus membuat keributan di ruang kerja marcella hingga akhirnya...........
*BRAK!... ''SUDAH CUKUP!'' teriak marcella yg akhirnya naik pitam
'' KALAU MAU PERGI ,PERGI SANA! GAK USAH BALIK LAGI!, AKU CAPE BELUM ISTIRAHAT DARI KEMARIN!, DAN KALIAN MALAH BERISIK DARI TADI!. KEPALA KU SAKIT TAU!. KALAU MAU PERGI YAUDAH SANA PERGI! .'' Teriak marcella yg langsung membuat merinding seisi ruangan
''ka..kalau begitu kami pergi dulu'' kata katen lalu langsung menghilang di ikuti lina
''AAAAKH!.. BISA GILA AKU!'' seru marcella lalu bangkit dan berniat keluar
''marcella kau mau kemana?''tanya silver
''MAU TIDUR!, NGAPA MASALAH!?. AKU UDAH CAPE !'' balasnya lalu langsung keluar sambil membanting pintu dengan kencang dan jelas itu membuat semua yg masih ada di ruangan itu langsung diam saking syoknya
......... ''huh~.. yasudahlah, ku rasa kita biarkan dia mendinginkan kepalanya dulu'' kata flash sambil memungut dokumen yg berserahkan di lantai
''lalu...dokumennya tercampur semua ku rasa kita harus mulai dari awal lagi'' kata flash
''HAH!?.. KAU BENCANDA YA!?'' seru harley dan silver kompak
''ya mau bagaimana lagi?. Dokumennya tercampur semua karena angin katen tadi'' kata flash
''anjing sialan itu...'' kata silver yg terlihat sudah sangat geram
''jangan bercanda, kami mengerjakannya 2 hari 2 malam dia malah menghancurkannya hanya dalam 2 detik'' timpal harley yg sudah kelelahan
''sudah, sudah.. mengeluh tak akan menyelesaikan apapun'' kata flash
''kita selesaikan semuanya hari ini, kalau tak selesai tak akan ada makan malam''sambung flash
''LU IBLIS YA!?'' seru mereka berdua kompak
***
Sementara itu di saat para ksatria sedang sibuk dengan urusan mereka ,marcella....
''ah~..akhirnya aku bisa istirahat...pokoknya aku harus tidur dulu lalu....''
''sepertinya kau sibuk sekali belakangan ini''
!?... '' ah... lagi -lagi kau ya'' kata marcella sambil berbalik badan dan melirik siapa yg baru saja bicara
''berani juga kau menginjakan kaki di istanaku, apa kau cari mati?'' sambungnya sambil tersenyum kecil
''hmph.. siapa juga yg mau berlama-lama disini. Aku datang hanya untuk mengingatkan mu soal kesepakatan kita. Kau tak lupa kan?'' katanya sambil menatap marcella tajam
'' jadi kau datang kemari hanya untuk memastikan itu?.kurang kerjaan sekali kau ya'' balas marcella sambil menatapnya tajam
''hmph..tapi tenang saja, sesuai janji akan ku bawa putri elf itu padamu jadi tunggu saja''sambung marcella sambil berbalik badan
''sampai kapan kau mau membuatku menunggu?. Biar ku tegaskan lagi. Kau harus sudah membawanya sebelum ritual itu selesai'' tegasnya
''iya, iya aku paham. Toh ritualnya masih setahun lagi.ngapain buru-buru, aku banyak kerjaan jadi selamat tinggal''balas marcella lalu berniat pergi
''HUH!, kau bercanda ya!?. ritualnya tinggal 2 bulan lagi!" serunya yg langsung membuat marcella berhenti saking syoknya
!?...'' DUA BULAN!?'' ''woi!...woi! kau bercandakan!?. Terakhir kau bilang masih setahun lagi!, kenapa sekarang malah jadi 2 bulan!?'' seru marcella sambil berjalan kearahnya lalu menarik kerah bajunya
''lebih cepat lebih baik'' balasnya dengan wajah tak berdosa
........ '' kau minta di bacok ya?'' tanya marcella sambil mengeluarkan aura membunuh yg begitu kuat
''lebih cepat lebih baik?..ya gak salah sih tapi bagaimana aku bisa membawanya dalam waktu 2 bulan bego!?...kau punya otak gak sih?. Kalau kita sudah menemukannya mah tak masalah lah ini, ketemu aja belum!''seru marcella kesal
*pats ....'' memang itu urusan ku?. Aku tak peduli bagaimana caramu melakukannya , yg penting putri elf sudah ada sebelum ritual selesai''balasnya sambil menepis tangan marcella
''ku harap kau tak gagal marcella, kau tau betul apa yg akan terjadi kalau sampai kau gagal membawanya'' sambungnya sambil menatap marcella tajam
''jangan menyuruhku sialan. Kau juga tau betul aku bisa saja mengingkari perjanjian itu kalau aku mau. Dan yg akan di rugikan itu kalian bukan aku.jadi jangan buat aku kesal''balas marcella sambil membalas tatapannya
''saat ini aku sedang tak mau cari ribut , aku lelah jadi pergilah'' kata marcella lalu pergi meninggalkannya
''Tsk...ini lah kenapa aku membenci manusia, mereka selalu seenaknya'' gumam orang misterius tersebut lalu menghilang begitu saja.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1