
...(Beberapa saat yg lalu) ...
...Pov Alroy...
''Dengar tak peduli kau spesial atau tidak yg namanya membeli sesuatu itu harus bayar''
Ukh!....apa-apaan bocah itu!,bikin mood ku ancur aja, aku ini kan spesial,aku bisa mendapatkan apapun yg ku mau.menyebalkan sekali.
..... ''dia bahkan membuatku meminta maaf untuk pertama kalinya'' pikirku sambil mengingat kejadiaan barusan
Dia masih menangis tidak ya?.ukh...siapa peduli !, mau dia nangis kek emang apa urusannya dengan ku...
Tapi.....tak ada salahnya juga kalau aku mengeceknya dulu...
Aku pun berniat kembali kesana namun langkah ku langsung terhenti begitu melihat sosok yg tak asing di sana sedang mengendongnya
......eric....
Niat ku yg awalnya mau kesana untuk melihatnya lah berganti perasaan kesal begitu melihat eric disana , terlihat eric yg sedang kesal pada penjual tadi,aku tak atau apa yg terjadi tapi yg jelas aku kesal
''apa-apaan raut wajahya itu'' gumamku
Aku tak pernah melihatnya berekspresi begitu sebelumnya... gadis itu...jangan bilang....
Hoo~...begitu ya.... menarik...
''hosh..hosh...ternyata anda ada disini..saya mencari anda sejak tadi yg mulia'' kata pengawalku yg baru saja menemukanku
''anda tak boleh berkeliaran sendiri seperti itu ,akan bahaya kalau ada yg tau anda ini pangeran''sambungnya sambil mengatur nafasnya
''oi...aku ingin itu''kataku
''um?...apa?,anda ingin permen itu?''tanyanya yg salah menangkap arah yg ku tunjukan
''BUKAN BODOH!'' '' aku ingin gadis yg sedang di gendong pangeran eric''kataku yg langsung membuatnya syok parah
''eh!?....apa?...''
'' tsk...kau punya kuping tidak sih?,ku bilang aku ingin gadis itu,aku tak mau tau pokoknya kalian harus mendapat kan gadis itu untuk ku''
''ta..tapi..mendadak begini....dan lagi siapa itu?...''
''tak tau...bukannya itu tugas kalian untuk mencari tau?. Aku akan minta ayah menyiap kan segalanya.pokoknya aku harus mendapatkannya''
Dan setelah aku mendapatkannya eric pasti akan sangat kesal,hmph...tak sabarnya aku melihat wajah kesalnya itu...
***
POV Elissa
Um....karena takut pada gelap tanpa sadar aku memeluknya dengan begitu erat... dia tak akan marah kan?...
''ah!...lampunya sudah menyala''katanya yg membuat ku langsung membuka mataku
''benar'' syukurlah....tadi aku benar-benar ketakutan...
Um?..!!!?...ukh..kesampingkan soal itu dulu aku harus segera turun darinya
''a..anu...sekarang sudah tak apa..aku bisa jalan sendiri''kataku yg jadi tak enak
''tak apa,lagi pula sudah dekat''balasnya
Anda bilang tak apa, tapi aku yg tak mau!. Ini benar-benar tak nyaman tau!
''um?...ada apa lagi itu,kenapa gaduh sekali?''kata putra mahkota yg langsung berhenti . karena penasaran aku pun melihat apa yg ia maksud dan tampak sekali rumah yg tampak gaduh
''kelihatannya mereka benar-benar panik saat menyadari kau menghilang''katanya lalu melanjutkan jalannya dan begitu kami sampai di gerbang rumah
__ADS_1
'' ah!...nona!'' '' nona ketemu!?'' ''apa!?,nona sudah ketemu!?''
Begitu melihat aku kembali para pelayan yg mencari di taman langsung menjadi gaduh .
Ah...sepertinya aku sudah membuat seisi rumah cemas deh..
''ERIC!'' teriak kakak langsung berlari begitu cepat kearah kami dan berusaha memukul putra mahkota namun tentu saja putra mahkota berhasil menghindar dengan begitu mudah meski sedang mengendongku
''JADI KAU YG MENCULIK ADIK KECILKU!, APA KAU TAK PUNYA MALU!''teriak kakak lalu langsung merebutku
''kalau ngomong di jaga ya...siapa juga yg nyu.....'' Katanya yg langsung terhenti begitu mengingat kalau spiritnya lah yg membawa ku ke desa
''sialan...aku tak bisa menyangkalnya..''gumamnya sambil menutupi wajahnya
'' ternyata benar kau ya!''seru kakak
''bukan begitu...aku bisa jelaskan'' balas putra mahkota
''eli!'' ''elissa!'' panggil ayah dan ibu yg membuat ku langsung menoleh kearah mereka
''ibu, ayah...''
Grep!.... ''syukurlah!,kami benar-benar khawatir saat luz bilang kau menghilang''kata ayah sambil memelukku erat
''eli~...kau tak tau seberapa takutnya ibu tadi''timpal ibu sambil memelukku
''maaf...aku tak bermaksud membuat kalian cemas''kataku sambil tertunduk menyesal
''tidak, itu bukan salah adik kecil, itu salah eric yg membawamu tanpa sepengertahuan kami,eric..aku tak akan memaafkan mu karena sudah menculik adik kecil''kata kakak sambil menatap putra mahkota tajam
''Huh~...aku bisa menjelaskannya ...''
''putra mahkota,meski anda orang yg kami hormati tapi prilaku anda sudah keterlaluan''kata ayah sambil menatap putra mahkota tajam
''ukh...sebentar...tolong dengar kan....''
''sumpah!, gak ada yg mau dengerin pembelaan ku dulu apa!?'' seru putra mahkota yg tak di tanggapi oleh keluargaku
.......kasihan sekali...aku akan menjelaskan pada mereka nanti ,maaf ya....
***
POV Eric
''huh!~..serius nih!?....'' ''padahal aku putra mahkota di sini tapi aku sama sekali tak punya harga diri di keluarga ini'' gumamku sambil menepuk keningku
''yasudahlah...aku sudah terbiasa juga....''
''dari pada itu,coba jelaskan padaku apa alasan mu membawanya kedesa''kata putra mahkota sambil melirik spiritnya yg sudah berdiri di belakangnya
''jangan bilang hanya karena aku tak bisa akur dengannya kau langsung bertindak seenaknya seperti ini''tebakku yg malah di balas dengan sikap yg seakan tak tau apa-apa
''yaampun...gak keluarga ini gak spirit,semuanya gak ada yg menghargaiku''kata ku yg membuatnya langsung memasang tampang anak anjing yg sedih
''huh~...yasudahlah..ayo pulang''
***
Keesokan harinya
POV Elissa
''lisa kau benar tak apa-apa kan?''tanya luz cemas
''iya,aku baik-baik saja kok,maaf membuat mu cemas luz''balasku sambil tersenyum
''syukurlah..''
__ADS_1
''woi!.kucing sialan!, karena omong kosongmu aku jadi berfikir yg enggak-enggak kan!''seru luz sambil menatap pururu kesal
*kenapa malah menyalahkan ku?.mana ku tau kalau akan ada kejadian seperti itu* balas pururu yg terlihat tak mau salah
''memangnya ada apa?''tanyaku binggung
''dia bilang kalau kau...'' hup! * bukan apa-apa nona , nona tak perlu khawatir*potong pururu sambil menutup mulut luz dengan kedua kaki depannya
Jelas sekali ada yg mereka sembunyikan dariku...
''woi..kenapa tak boleh ku beri tahu?,itu kan menyangkut nyawanya''bisik luz pada pururu
*kau bego ya!?, kalau kau bilang begitu ada juga nona jadi kepikirankan!,pokoknya untuk sekarang kau jaga saja dia*
''spiritnya kan kau...dan lagi kemana kau kemarin?,seenaknya saja menghilang''bisik luz
*kekuatanku sudah habis berada di dunia ini memakan banyak mana ku tau*balas pururu
''kerjaannya cuman ngedumel doang makan banyak mana?''
*berisik kau bocah!* marah pururu lalu mencakar luz
''ada apa?''tanyaku yg melihat mereka bisik-bisik tak jelas
''tidak bukan apa-apa''balas luz sambil tersenyum
Um...mereka kelihatannya jauh lebih akrab ya. syukurlah....
Tok..tok..tok... ''nona..apa saya boleh masuk?''tanya williyam sambil mengetuk pintu
''silahkan,masuklah williyam''
''nona maaf mengganggu tapi anda mendapatkan sebuah surat'' kata williyam sambil membungkuk hormat
''surat?''tanyaku sambil menghampirinya dan mengambil surat yg ia bawa
''saya sudah menyampaikan pesannya, kalau begitu saya permisi nona''
''iya,terima kasih ya'' kataku yg di balas senyuman oleh williyam lalu pergi keluar
''surat?.jarang sekali ada yg mengirimimu surat''kata luz
*dari siapa nona?*tanya pururu
Aku pun mencoba melihat tanda pengirimnya dan aku di buat syok saat melihat nama pengirim yg tertera di sana
Alroy!?....dia..kenapa mengirimi ku surat?,dan lagi dari mana dia tau alamatku?.
''apa dia ingin minta maaf untuk yg kemarin ya?''pikirku lalu mencoba membuka suratnya dan membaca isinya
Begitu selesai membaca aku langsung di buat binggung dengan isi dari surat tersebut
???.....
''luz''panggilku
''ya ?'' jawabnya
'' lamaran itu apa?''
''eh!?''
''APA!!?* sahut luz dan pururu kompak.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1