
POV Rara
Ukh..astaga kepalaku berputar-putar..perlu ku akui tadi itu makanan terburuk yg pernah ada
''konyolnya aku .harusnya aku tak membuatnya sejak awal''gumamku sambil bangun dan memeganggi kepalaku yg sakit
''oh!.kau sudah siuman?''tanya erwin yg baru saja masuk sambil membawakan ku segelas air
''kau...kelihatannya kau sehat-sehat saja. kau pasti tak memakannya ya''tebakku sambil menatapnya sinis
''menuduh itu tak baik loh. Asal kau tau saja ini sudah kesekian kalinya aku bulak-balik kamar mandi'' balasnya sambil memberikan ku segelas air
''eh!?..kau benar-benar menghabisakannya?''tanyaku tak percaya
Dia pasti sudah gila kalau benar-benar melakukannya..
''laki-laki tak pernah mengingkari perkataannya''balasnya sambil tersenyum bangga
''idiot''gumamku lalu meminum air yg ia berikan
''apa kau mengatakan sesuatu?''tanyanya
''tidak bukan apa-apa'' balasku sambil mengalihkan pandanganku
''ngomong-ngomong apa mereka sudah kembali?''tanyaku
''belum. Dan lagi di luar sudah badai. Kurasa mereka berteduh di suatu tempat''balasnya
!!?. kakak!
Mendegar kakakku belum kembali aku pun berniat pergi mencarinya namun karena tubuhku yg masih belum sepenuhnya kuat alhasil aku malah terjatuh. Beruntung erwin langsung menangkapku dengan sigap.
''kau..tenang saja. mereka pasti baik-baik saja''katanya
''ukh!.memang kau tau apa!?.''seruku sambil mendorongnya
''kaki kakak ku itu__''
''kaki mesin kan. Aku tau itu''potongnya yg membuatku tersentak
''kau tau?''tanyaku yg di balas anggukan olehnya
''aku juga tau apa yg terjadi dengan wajahmu''katanya sambil menyentuh pipiku lalu perlahan mencoba menyingkirkan poni yg menutup wajah sebelah kiriku .menyadari hal itu sontak aku langsung menepis tangannya dan mengaja jarak darinya
'' kalau kau tau harusnya kau tak menghentikan ku''kataku sambil mengalihkan wajahku
''kau ini ya... saat ku bilang tenang saja. ya tenang saja. toh dokter rei bersamanya juga''katanya dengan santainya
Enak sekali bicaranya..kalau kakak sampai kenapa-napa bagaimana?...
''aku paham kau mencemaskannya. Tapi kalau kau pergi sekarang pun itu mustahil''katanya
''aku tetap akan pergi''kataku yg sudah bertekad
''keras kepala'' balasnya yg tak ku dengarkan
__ADS_1
Aku pun langsung mengambil matel hujan dan payung lalu berniat mencari kakak namun begitu ku buka pintu......
Aku sama sekali tak bisa keluar karena palang besi yg jatuh dan menutupi jalan keluar
''ku bilang juga apa. Gak bisa keluar kan''katanya dengan santainya dan mendegar hal itu jelas aku menjadi sangat geram padanya. Aku pun langsung berjalan cepat kearahnya dan menarik kerah bajunya
''kau gak bilang kalau kita terkunci di sini sialan'katanya sambil menatapnya penuh emosi
''intinya kan saja saja. kau tak bisa mencarinya''balasnya sambil mengalihkan pandangannya
Ku bunuh orang ini di sini sekarang boleh gak sih?. nanti mayatnya tinggal ku lempar dari atas gunung pasti gak akan ketahuan.
''huh~...apa ada yg lebih buruk dari ini''kataku sambil merebahkan diri ku sofa dan benar saja tak lama setelah aku mengatakan itu tiba-tiba saja terdengar gemuru petir yg begitu kencang di ikuti mati lampu yg jelas membuat tempat ini kini menjadi gelap gulita
A______
''huwaa..luar biasa.hal yg lebih buruk langsung terjadi''katanya
Sialan!...
''dimana kau meletakan lentera?,atau lilin gitu?''tanya erwin yg kini entah ada dimana karena tak terlihat olehku
''mana ku tau. Kakak yg membereskan tempat ini''balasku
''kau benar-benar tak guna ya''katanya yg langsung ku lempari barang yg ada di dekatku dan ajaibnya itu kena kepalanya
*Tak! ''WOI!.''serunya
Pfft..
Kepalanya ada magnet kali ya..gak nyangka loh bisa kena..
''huh~...'' *ctak!
Karena tak bisa menemukan penerangan aku pun menjentikan jariku untuk mengunakan sihir cahaya ku sebagai penerangan sementara
''hoo~..kau bisa mengunakan sihir rupanya''kata erwin yg tiba-tiba ada di sebelahku dan sontak itu membuatku kaget hingga menamparnya
*PLAK!
''JANGAN MENGAGETKAN KU!'' seruku sambil mengelus-ngelus dadaku
''aw..aw..udah di lempar ,di tamar juga gak tuh''katanya sambil mengelus-elus pipinya
''siapa suruh ngagetin''
''iya..iya.maaf..'' ''jadi kau bisa mengunakan sihir?.''tanyanya
''begitulah... hanya sihir cahaya level rendah''balasku
''hee~..itu saja sudah bagus. Setahuku sihir cahaya itu spesialis pengobatan.enaknya''katanya
''kau sendiri bagaimana?''tanyaku
''aku?. Aku sihir bumi''
__ADS_1
''hee~..spesialis pertahanan kah''balasku
''benar''
''pfft..kalau itu spesialmu kenapa kau bisa sampai lumpuh begini''kataku yg bermaksud meledeknya namun ekspresinya malah di luar dugaan ku
''itu dia yg tak ku mengerti''katanya
''aku sama sekali tak ingat apa yg terjadi . saat ku buka mataku kondisiku sudah begini.dan lagi aku sama sekali tak ingat apapun tentang adikku''jelasnya murung
''amnesia?''tanyaku
''tidak..ini sedikit berbeda. 'balasnya
''seakan-akan hanya ingatan ku tentang adikku yg terhapus''sambungnya
Bisa begitu ya?...tapi..kasihan sekali adiknya. Kakaknya tak ingat apapun tentangnya. Kalau kakak sampai melupakan ku aku pasti akan syok berat.
''mau ku bantu?''tanyaku yg membuatnya tersentak
''kau bisa membantu!?''serunya
''sudah ku bilang bukan.aku ini penguna sihir cahaya. Kalau hanya memulihkan ingatan yg hilang mungkin aku bisa melakukannya. Amnesia itu kan terjadi karena adanya kerusakan pada bagian limbik yg ada di otak.aku mungkin bisa melakukan sesuatu dengan itu''jelasku
*grep! ''huwaaa.. aku akan sangat berterima kasih kalau kau mau melakukannya!"'serunya sambil mengenggam erat kedua tangan ku
''aku pikir awalnya kau mau memukul kepalaku hingga aku ingat..ternyata kau bersungguh-sungguh aku terharu''sambungnya yg membuatku geram
''itu boleh juga. Mau ku gunakan cara itu''balasku geram
''tidak!..tidak!.. tolong gunakan cara yg aman saja''katanya
Hmph..padahal aku suka cara itu.sekalian saja ku lampiaskan semua kekesalan ku padanya (mati woi anak orang nanti -_-)
''ku mohon''sambungnya yg membuatku tersentak
''aku merasa tak enak pada adikku. Dia terlihat sangat terpukul saat aku tak bisa mengingatnya.dan aku tak mau dia seperti itu terus.bagaimana pun juga aku ingin mengingatnya kembali''jelasnya
'' tenang saja. aku juga seorang adik. Aku paham perasaan adikmu itu''balasku
Dia ini..ternyata sangat menyayangi adiknya ya.. itu sedikit mengejutkan bagiku..dan lagi..aku kasihan pada adiknya yg punya kakak sepertinya
''mendekatlah. Aku akan memeriksanya dulu''kataku. Setelah itu erwin pun mendekat kearahku dan aku pun langsung menaruh tangan ku di keningnya dan mencoba berkonsentrasi
''mollis lux''
Dengan sihir ini aku dapat memeriksa kerusakan / penyakit yg ada di dalam tubuh . aku pun mencoba berkonsentrasi pada bagian otak namun...
''loh?.''
''um?..ada apa?''tanya erwin
Ini aneh.... ada ada kerusakan di bagian limbik. Kalau begitu kenapa ia bisa amnesia?..
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...