
POV Duke
''hee~...ternyata kisah kalian cukup menarik''kata lina setelah mendegar kisah ku dan harry
''tapi lean..kau kejam sekali,kalau saat itu harry tak datang bagaimana?''balas kata lina
''yah...ku rasa aku akan ke hilangan satu-satunya tangan kananku''balasku santai
*BLAR!....
Suara dentuman kuat dari gemuru petir pun tiba-tiba mengejutkan kami berdua dan menghentikan obrolan ini
''wah...sepertinya akan ada badai.''kata lina sambil berjalan kearah jendela
''harry dan elissa belum kembali juga?''tanyaku sambil melirik boneka milik elissa
'' astaga harry..kalau putriku sampai kena flu awas saja'' kata lina yg ku balas dengan tawa kecil
''benar juga. Sebaiknya aku menyuruh ksatria untuk menjemput mereka''kataku lalu berniat pergi memanggil ksatria sampai..
''tuan..''
''leon?''
''loh?..leon?..kenapa kau disini dan bukannya istirahat?''tanya lina saat hendak keluar bersamaku
''saya merasa tak nyaman karena belum melihat nona kembali''balas leon
''ah~..kami baru saja mau meminta ksatria untuk menjemput mereka. Kau tenang saja''balas lina
''begitu ya..''
''TUAN!''seru harry yg tiba-tiba muncul dengan nafas terengah-engah
''harry''
''baru saja mau di cari, udah muncul duluan orangnya''kata lina sambil tersenyum
''sudah ku duga tak ada'' kata harry yg ketar-ketir
''apa yg kau cari?''tanya lina
!? '' harry dimana elissa?'' tanyaku yg menyadari elissa tak bersamanya
''itu dia masalahnya tuan..nona..'' ''nona menghilang'' balasnya yg jelas membuat kami semua syok
''MENGHILANG KATAMU!'' seru leon sambil berjalan kearahnya
''BAGAIMANA NONA BISA HILANG!'' sambungnya sambil menarik kerah baju harry
Harry pun akhirnya menjelaskan apa yg terjadi pada kami dan kami sama-sama di buat sangat cemas begitu mendengar harry bertemu dengan tuan putri tepat setelah ia meninggalkan elissa di makam mama leon
''kenapa kau malah mengajak nona kesana!?''seru leon kesal
''aku hanya ingin mengenalkan nona. Mana ku tahu kalau tuan putri bakal ada di sana juga''balas harry
''lalu aku menemukan bunga ini juga di makam mama mu. Padahal aku yakin tak ada yg membawa bunga ini tadi''kata harry sambil menunjukan setangkai bunga anyelir putih
''anyelir?''gumamku sambil mengambil bunga tersebut
*BLAR!.
!!?...elissa!...
''PERINTAHKAN SELURUH KSATRIA UNTUK MENCARINYA DI AREA PEMAKAMAN!'' perintahku
'' kita juga harus segera kepemakaman, kalau hanya tersesat harusnya ia tak jauh'' sambungku sambil menatap lina ini pun mengangguk setuju
''saya ikut. Saya juga akan membantu mencari nona''kata leon
''bukannya kau sedang sakit?''kataku sambil menatapnya
__ADS_1
''luka ini tak seberapa''balas leon
''baiklah semakin banyak orang semakin baik'' kataku
Setelah itu kami pun langsung bergegas menuju makam. Dan mulai pencarian elissa ke sekitar area pemakaman.
Sayangnya karena cuaca yg mulai memburuk semakin sulit melakukan pencarian di sini
***
Elissa.. dimana kau ?...
''tuan..saya sudah menelusuri area ini tapi tak menemukannya juga''kata leon
''lean.aku sudah mencarinya ke luar area pemakaman tapi tak juga menemukannya'' kata lina
''harry ,dimana lagi area yg belum kita cari?''tanyaku sambil menatap harry
''saya yakin kita sudah mencari kesemua tempat, saya juga sudah mencari nona ke seluruh area pemakaman tadi tapi tak juga menemukannya''balas harry
Kalau tak ada di area pemakaman lalu dimana?....
''oh!.. bagaimana dengan rumah pemakaman?"tanya lina yg membuat kami semua tersentak
Saya juga sudah mencarinya di sana ..oh!?..sebentar ada satu tempat di sana yg belum saya periksa'' kata harry
''dimana itu!?''seruku
''tapi tempat itu....''
***
''ruangan ini...'' ''dewa anubis'' kataku begitu tiba di depan pintu besar berlambangkan griffin yg ada di rumah pemakaman.
Ini bukan ruangan biasa melainkan tempat eksekusi mati bagi para narapinada terutama bagi seorang penyihir. Karena di dalam sana terdapat roh kejam yg akan memakan tubuh serta jiwa mereka tanpa tersisa. Ini merupakan eksekusi paling kejam bagi seoarang narapinada yg sudah melakukan tindak kejahatan yg sudah kelewat batas dan tak dapat diampuni lagi.
''tak mungkin eli ada di dalam. Pintu ini tak bisa di buka kecuali atas izin keluarga kaisar'' kata lina
''sebaiknya kita mencarinya ke tempat lain'' kataku lalu berniat pergi mencarinya lagi sampai.....
''AAAAAAAKH!''
!!!?...
''ELISSA!?'' seruku sambil berbalik badan begitu mendengar teriakannya dari dalam pintu tersebut
Elissa benar-benar di dalam sana?!..
''barusan itu ...apa itu eli?''tanya lina yg sama-sama syok saat mendengar teriakan barusan
''NONA!''teriak leon lalu mengedor-ngedor pintu tersebut
''bagaimana ini lean...eli di dalam dan pintu ini tak mungkin bisa kita buka''kata lina yg mulai takut
''ELISSA!.. ELISSA!. KAU DENGAR AYAH ..ELISSA!'' teriakku sambil ikut mengedor pintu tersebut namun tetap tak ada balasan
Elissa...jangan bilang...ukh!..tidak!..jangan berfikir yg tidak-tidak dulu lean
''kalian mundur lah. Aku akan coba menghancurkan pintu ini'' kataku sambil mengeluarkan bola apiku
'' saya akan membantu'' kata leon
''eh!...tu..tunggu dulu tuan!...'' seru harry *DUAAAAARH!....namun terlambat kami berdua sudah ke buru mengerahkan sihir kami untuk menghancurkan pintu tersebut tapi sayangnya pintu itu tak hancur bahkan tak tergores sedikitpun
''tak hancur''gumamku
''tentu saja!. kalau pintu ini bisa hancur semudah itu . dewa anubis di dalam sana pasti sudah keluar sejak lama!''seru harry
'' pintu ini di lapisi sihir pelindung kuat. Serangan sekuat apapun tak akan bisa mengoresnya.''sambungnya
''terus kita harus bagaimana!?. Nona ada di dalam sana!'' seru leon kesal
__ADS_1
''WOI APA YG KALIAN LAKUKAN DISANA!'' seru seseorang yg sepertinya penjaga rumah pemakaman ini dan tanpa pikir panjang aku langsung berlari kearahnya dan mengancamnya
'' bagaimana caranya membuka pintu itu?''tanyaku sambil menodongkan pedang sihir kelehernya
''tu..tuan duke?..."
''cepat katakan bagaimana cara membuka pintu tersebut?''tanyaku lagi sambil menatapnya tajam
''pi.pintu?..''
''ah!..pintu itu...tak bisa..pintu itu tak bisa di buka kalau bukan atas izin kaisar'' katanya gemetar
''pasti ada cara lain untuk membukanya'' kataku
''sa.saya tak tau apa-apa..dari dulu hanya keluarga dengan darah kaisar yg bisa membuka pintu tersebut''balasnya
''JANGAN BERNCADA!, PUTRIKU TERKUNCI DI DALAM SANA!''teriakku
''putri?... apa dia narapidana?''tanyanya yg jelas membuat tatapan kami semua semakin tajam
''apa kau bercanda dia hanya anak kecil berusia 10 tahun''balas harry
''lalu kenapa ia bisa masuk?.dan lagi..kalau dia sudah berada di dalam sana maka...maaf saja tapi saat ini pasti sudah tak ada yg tersisa darinya''katanya yg jelas membuat darahku mendidih . aku pun langsung meninjunya dan membuatnya terbading cukup keras hingga jatuh pingsan ( mancing-macing singa sih . ngamuk kan tuh -_-)
''cari cara untuk menghancurkan pintu ini. Aku tak mau tau bagaimana pun caranya . pintu ini harus bisa terbuka!''seruku
''tu..tuan.tapi..kalau pintu ini hancur , dewa anubis di dalam sana bisa keluar''kata seorang ksatria
''jadi maksudmu kita harus merelakan putriku begitu saja!?''seruku yg membuatnya diam mematung
''tuan maaf. Tapi kalau dewa anubis keluar kita semua akan mati.bukan kita saja akan banyak orang yg tewas nantinya'' kata ksatria ku yg lain yg jelas membuat semua ksatria lainnya menjadi ragu
''karena itu.sebaiknya kita merelakannya saja''katanya gemetar dan jelas itu membuat ku semakin kesal aku pun berniat menebas orang ini sampai harry tiba-tiba menahanku
''TUAN TENANG LAH!'' serunya sambil menahanku
''yg dia katakan ada benarnya. Apa anda mau mengorban kan banyak nyawa hanya untuk menyelamatkan satu nyawa saja?!''seru harry
*grep! '' kau pikir karena ulah siapa elissa ada di dalam sana!'' seruku sambil mencengkram kerah bajunya
'' saya tau .saya akan menembusnya dengan nyawa saya''
''kematianmu tak akan ada artinya bagiku!"
''KALAU BEGITU ANDA MAU APA!?'' balasnya
''pintu itu tak mungkin terbuka!. Kalau pun terbuka apa anda yakin nona masih hidup di dalam sana!?. Kalau semisalnya anda hanya melepaskan dewa anubis saja bagaimana!?. Pikirkan baik-baik sekitar anda!.apa anda mau mengorbankan semua orang hanya untuk satu orang yg tak pasti masih hidup atau tidak'' seru harry
'' elissa belum mati''balasku sambil menatapnya tajam
''itu yg kita semua harapkan..tapi coba pikir sudah berapa lama nona di dalam sana? Terlebih tak ada suaranya lagi sejak tadi'' kata harry yg membuatku hampir rubuh.
Elissa...
Apa yg harus ku lakukan?...ayah macam apa aku yg membiarkan putrinya dalam bahaya..
''elissa'' gumamku sambil mengepalkan tangan ku
***
Elissa
*BRUK!
*NONA!!*
*selamat makan*.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1