
POV Elissa
(beberapa menit yg lalu)
*DUAAAARH!
Tak peduli sekeras apapun usaha kami menghindarinya. Pergerakan anubis sangatlah cepat . bukan itu saja ia juga di untungkan di sini mengingat ia yg paling menguasahi ruangan ini. Meski aku dan pururu mencoba menahan serangannya dengan tembok es tapi ia bisa dengan mudah menghancurkannya dan membuat kami berdua cukup kewalahan
*nona...kita tak bisa terus menghindar..*
*kita harus menyerangnya* sambung pururu
Menyerang?..tapi aku tak biasanya menyerang
*BRAK!
Belum sempat kami menyerangnya anuis keburu melancarkan serangan pada kami dan menghempaskan kami dengan begitu kencang hingga membuat kami membentur tembok
"AAAAAAKH!'' teriakku saat punggungku membentur tembok dengan begitu kuat
Rasa sakit dan nyeri di punggung yg luar biasa ini membuat ku ingin menangis. Aku bahkan bisa merasakan ada darah yg membasahi rambutku. Pandangan ku pun mulai sedikit memudar akibatnya
*hiks..*hiks.... ''sakit..sakit" rintihku dengan badan yg gemetar
Tapi tak ksampai di sana saja rasa takutku semakin menjadi-jadi begitu melihat di hadapan ku anubis dengan mata yg terlihat kelaparan dan air liurnya yg mulai menetes.
*NONA!* teriak pururu dengan wajah panik
*selamat makan* kata anubis tersebut sambil membuka mulutnya lebar lebar. Dan jelas melihat hal ini aku merasa susah tak punya harapan lagi.
''lancang sekali kau mengambil mangsaku''
!!?.suara ini!?
Mendengar hal itu tiba-tiba saja pergerakan anubis terhenti lalu ia nampak terkejut lalu perlahan mundur berapa langkah dariku
Suara ini... aku pernah mendengar nya tapi dimana?..
*mang...sa?....* * kau...mangsa...nya?*
Eh?...apa maksudnya?
*grrr!.. nona !* seru pururu sambil berlari kearahku dan mencoba melindungiku
* begitu ya...kau...sudah bertemu...dengannya...* *kau..miliknya..* *jadi..aku tak ...bisa..makan?* *tak...boleh...makan..* *aku..tak boleh..memakannya..*
*apa yg ia bicarakan nona?,sebenarnya ada apa ini?* tanya pururu sambil mendekat kearahku
Apa pururu tak mendegar suara barusan ?.
Suara itu terdengar tak asing bagiku..tapi dimana aku mendengarnya ya?
''ukh!'' *bruk!..
*NONA!* seru pururu begitu aku tiba-tiba terjatuh
Ah~..gawat...kesadaran ku mulai...menghilang........
***
''wah..wah..coba lihat siapa yg datang berkunjung''
Suara ini!
''KAKAK ROH!'' seruku sambil menoleh kebelakang dan menemukan kakak roh sedang tersenyum kearahku
Tanpa pikir panjang Aku langsung menghampirinya dan meminta penjelasan padanya
''kakak roh..suara tadi itu kakak kan?''tanyaku memastikan suara yg ku dengar saat anubis hampir memakan ku tadi
''memangnya ada orang lain yg bisa?''balasnya dengan bangganya
''kalau begitu kenapa kakak bilang aku mangsa kakak?.aku bukan mangsa kakak'' kataku sambil cemberut
''pffft..kau malah mempermasalahkan hal itu''
''astaga kau ini imut sekali sih"sambungnya sambil mencubit pipiku
''kakak roh!'' seruku sambil menepis tangannya
Um..kelihatanya dia sedang senang saat ini. Apa terjadi sesuatu?.biasanya dia tak bersikap seperti ini padaku
''tapi yg ku katakan tak salah '' katanya yg membuatku tersentak
''kau itu mangsaku. Apa kau lupa dengan perjanjian kita?''sambungnya sambil mendekatkan wajahya kewajah ku lalu tersenyum
Ah~..apa perjanjian soal jangan menganggu dewa kematian itu?.aku hampir saja melupakan hal itu karena banyak haal yg terjadi belakangan ini.
''nyawamu itu adalah milikku ,sampai saat itu tiba tak akan ku biarkan siapapun mengambilnya'' sambungnya sambil menunjuk jantungku
''hmph..kalau begitu kakak akan melindungiku,selama aku belum melanggar janji itu kan?''balasku sambil tersenyum
__ADS_1
''hmph!..entahlah.., tergantung siatuasinya sih'' katanya sambil tersenyum meledek
''kali ini aku hanya tak terima kalau mangsaku di ambil oleh anak anjing itu. rasanya menjengkelkan'' sambungnya
''anak anjing?''
''benar. Dia anak anjing yg ku besarkan dengan penuh cinta dan kasih sayang '' balas kakak roh dengan bangganya
Jadi dia yg membesarkan makhluk mengerikan itu!?..aku tak bisa berkomentar
''dia memang sedikit rakus tapi ,dia anak yg baik dan penurut.''sambungnya
Aku sedikit meragukan itu..
''kalau begitu ia akan melepaskan ku kan setelah ini?''tanyaku
''yah... tapi dia tak memegang alih tempat itu sih''balasnya yg membuatku syok
''kalau begitu bagaimana aku keluar dari sana?''tanyaku syok
''tenang lah.kenapa panik begitu?.''
''ya panik lah!. Aku gak bisa keluar dari sana!''balasku
''kata siapa gak bisa keluar?'' balasnya sambil tersenyum jail
''eh?...jadi bisa?''
''pintu itu hanya bisa terbuka atas seizin keluarga kaisar'' katanya dengan bangganya
''KALAU BEGITU AKU GAK AKAN KELUAR SAMPAI KELUARGA KAISAR MEMBUKAKAN PINTU ITU DONG!''seruku
''yah.. seharusnya begitu tapi...'' ''bukannya kau bisa membuka pintu itu sendiri dengan tangan mu tadi?'' sambungnya sambil mendekatkan wajahnya
''kalau itu...''
Saat itu pintunya teruka sendiri saat aku menyentuhnya. Tapi hal itu tak terjadi lagi saat aku hendak keluar dari sana
''coba saja buka pintu itu dengan darahmu'' sambungnya yg membuatku tersentak
''darah?''
'' ya. coba saja kau lakukan itu nanti.'' '' pintu itu hanya akan merespon darah dari pewaris sah. Singkatnya ia hanya bisa di buka oleh pemilik mata merah sepertimu'' sambungnya
''tapi kenapa saat aku ingin keluar pintu itu tak terbuka?''tanyaku
''karena syarat masuk dan keluarnya berbeda. Saat hendak masuk kau hanya perlu menyentuhnya tapi saat keluar kau harus memberikan darahmu padanya. Itulah sebabnya keluar kaisar tak pernah masuk kesana dan hanya mengantar hingga depan pintu'' jelas kakak roh
Begitu rupanya.. kalau itu masuk akal
''yah..anggap saja ini hadiah karena suasana hatiku sedang bagus'' balasnya sambil tersenyum senang
Kelihatannya kakak roh memang baru saja mengalami hal menyenangkan. Yah apapun itu ini hal bagus bagiku.
''sudah. Mau sampai kapan kau disini?. Apa kau lupa kalau waktu di sini dan di sana berbeda jauh'' katanya yg langsung membuatku terkejut
''BENAR JUGA!. Sudah berapa lama aku pergi!?'' seruku panik
''hmph..sebaiknya kau segera pergi keluargamu sedang mencemaskanmu sekarang'' balas kakak roh sambil tersenyum lembut
''iya.. kalau begitu sampai jumpa lagi. Dan terima kasih untk segalanya'' kataku sambil tersenyum senang lalu perlahan aku pun menghilang
***
Begitu kesadaranku perlahan kembali aku langsung merasakan sesuatu yg lembut dan hangat sedang menyelimutiku.
Perlahan aku pun mencoba membuka mataku.
*NONA!* seru pururu yg langsung muncul di hadapan ku dengan wujud kucingnya yg dulu
''pururu..''
*syukurlah..akhirnya anda sadar juga. Saya sempat cemas karena nona tak kunjung sadar* kata pururu yg terlihat hampir menangis
''aku tak apa..ngomong-ngomong dimana anubis itu?''tanyaku yg masih lemas
*itu..yg sedang nona tiduri* kata pururu sambil mengalihkan pandangannya
Mendengar hal tersebut mataku pun langsung terbuka lebar dan langsung melihat ke sekelilingku dan benar saja sesuatu yg lembut dan hangat itu ternyata adalah bulnya . menyadari hal itu aku pun buru-buru bangkit dan menjauh darinya
''i...itu...''
A__..aku kehabisan kata-kata...kenapa aku malah tertidur di tubuhnnya?. sebenarnya apa yg terjadi selama aku pingsan tadi?
*syu..kur.lah...* *a..pa kau..sudah ..mem..baik?*tanyanya
''eh?..um!..sekarang sudah mendingan''balasku
*ma..af..su..dah..menye..rangmu* katanya yg langsung terlihat menyesal
*jangan maafkan dia nona, gara-gara dia nona jadi terluka seperti ini.* marah pururu sambil naik ke pundakku
__ADS_1
*ma..af...aku..hanya.la..par...* *ma..kanan..su..dah..jarang..datang*
Jarang datang?...ah..benar juga pururu bilang ini tempat eksekusi narapidana ya?. apa sekarang sudah jarang ada naraidanayg di eksekusi disini?
*kau itu kan spirit!. Tak makan selama seratus tahun pun harusnya bukan masalah besar bagimu!* marah pururu
*ma..af* balasnya yg langsung meringkuk layaknya anak anjing yg ketakutan saat di marahi
Ah~... dia beneran mirip anak anjing kalau begini...
''tak apa..''kataku lalu mencoba mendekatinya dan mengelus kepalanya
'' semua sudah berlalu ini'' sambungku
*NONA!?. Bukanya anda terlalu baik!?, dia tak pantas mendapatkan maafmu nona!* seru pururu
''pururu..anubis kan sudah menyesal juga tak ada gunanya menyimpan dendam padanya'' balasku
*nona anda benar-benar terlalu baik.*kata pururu yg langsung lemas
''kau pasti kesepian ya di tempat ini sendirian?''tanyaku
*se..pi...aku..ke..sepian..*
* ta..pi..sekarang..sudah..tidak..kesepian* *karena..ada ..kau .disini* sambungnya sambil mengeluskan kepalanya
''ah~..kalau soal itu maaf..tapi aku harus segera pergi dari sini'' kataku yg jadi tak enak
*kalau..begitu..bawa..aku..ber..sama..mu*
''EH!?,membawamu!?''
*jangan gila deh. Kalau kau keluar dari sini akan banyak orang yg akan mati* kata pururu
*tak..boleh?* tanya anubis sambil menatapku dengan tatapan memelas ala anak anjing
Ukh!...ini sih sulit...tapi...
''maaf ya. kau tak bisa ikut dengan ku'' kataku sambil mengusap kepalanya dan tampak sekali raut wajah kesepian darinya
Aaaaakh!...imut banget...aku jadi gak tega meninggalkannya sendirian disini. Kalau saja dia tak membawa kematian aku pasti akan membawanya bersamaku
''tapi aku akan datang berkunjung sewaktu-waktu'' kataku yg mencoba membuatnya kembali bersemangat
*benar..kah?''tanyanya dengan mata berbinar-binar
LUCU BANGET ASTAGA!.
''benar'' ''soalnya aku bisa membuka pintu ini. Jadi aku akan mampir dan bermain denganmu. Ah!. Aku juga akan bawakan banyak makanan lezat untukmu'' kataku semangat
*MAU!...aku .mau!* serunya sambil bangkit dan mengibaskan ekornya layaknya anak anjing yg kegirangan saat ingin di ajak main
*nona..anda paham dengan apa yg anda katakan kan?, bisa-bisanya anda semudah itu bilang mau bermain dengan roh yg jelas-jelas hampir memakan anda tadi* kata pururu sambil geleng-geleng kepala
''pururu..kau masih saja membahas itu. sudah lah''
*iya..iya..* *kalau begitu aku pamit duluan. Tadi aku memaksakan diri kemari .sekarang kekuatanku tak tersisa banyak, jadi aku pergi dulu* kata pururu yg mulai terlihat lemas
''iya. Terima kasih karena sudah datang menolongku pururu'' kataku sambil mengangkatnya lalu mencium pipinya
*bukan masalah. Saya adalah spirit anda sudah tugas saya melindungi anda* kata pururu sambil tersenyum
*kalau begitu segera lah kembali dan obati luka anda nona. Saya pergi dulu* kata pururu lalu perlahan menghilang
Hmph..syukurlah semuanya berakhir baik..baiklah sekarang aku harus kembali......
Ah!..aku lupa..aku kan tak tau arah pulang..aku juga masih belum menemukan harry..
''bagaimana ini!?'' seruku panik
''um?..a..da..apa?''tanya anubis
''eh?..tidak..bukan apa-apa'' balasku
Tak mungkin aku bilang padanya aku tak tau arah pulang kan?.yah..sebaiknya aku keluar dulu. Masalah pulang mari pikirkan itu setelah keluar
''kalau begitu aku pergi dulu ya'' kataku
*ah!.. tunggu..dulu..* katanya yg langsung menghentikan langkahku
''ada apa?''tanyaku sambil menoleh kearahnya
*a..ku..masih..merasa..tak ..enak..pada..mu*
''tak usah dipikirkan anubis'
*tidak... biar..bagai..manapun..aku..tetap...ber..salah*
*ka..rena..itu...biarkan..aku...menembusnya..* katanya sambil menatapku lekat-lekat
???...
__ADS_1
...****************...
...NEXT...