
''Di sana tadi tak ada boneka kan?''tanya lenlen dengan santainya
''AKU TAK TAU LAGI AYO PERGI DARI SINI!''seruku sambil bersembunyi di balik badannya
'' kau benar-benar ketakutan ya'' katanya sambil melirikku
''IYA! . AKU TAKUT!, MEMANG APA SALAHNYA!. SITUASINYA AJA ANGKER GINI!'' teriakku yg malah di balas tawa kecil olehnya
Orang ini.. dia situasi ini sempat-sempatnya dia ketawa ya..situ masih waras?
''akhirnya kau mengakuinya juga'' katanya
Orang ini ya... dia sedang menunggu ku mengakuinya sejak awal ya!?
''um?..oh!.. boneka itu... lengannya robek'' kata lenlen dengan santainya sambil menunjuk boneka di depan sana
''jangan bilang ini kapas dari lengannya tadi?''sambungnya sambil melirik kapas di tangannya
*grep! '' DARI PADA ITU MENDING KITA LARI !'' teriakku sambil menarik tangannya lalu membawanya kabur.
''larimu boleh juga'' katanya
''kau sedang mengujiku ya!?''seruku
Aku pun terus membawanya pergi dari tempat seram ini tapi...
''aneh.. aku yakin pintu keluar nya dari sini'' kataku
''apa kau tak salah saat ambil belokan?''tanyanya yg jleb banget
Tapi..aku yakin tadi kita lewat sini..kenapa malah tak ada pintu satupun disini...
'' bagaimana ini..aku tak mau lama-lama di tempat aneh ini''kataku
''hm.. harry.. apa kau tau sesuatu tentang pangeran kedua?''tanya lenlen tiba-tiba
''mana ku tahu!. Dan lagi emang aku peduli!?. Saat ini kita sedang terjebak loh. Pikirkan jalan keluar kek!'' omelku
'' setahuku pangeran kedua tak pandai dalam berpedang ''katanya
'' sudah ku bilang aku gak peduli!'' balasku
'' padahal ia terlahir dengan mana yg sangat besar tapi anehnya ia tak bisa mengunakan elemen apapun''
''KAU SAMA SEKALI TAK MENDENGARKAN KU YA!'' seruku yg lagi-lagi di abaikan olehnya
*PUK! '' dengar , aku sama sekali tak peduli soal pangeran kedua. Yang ku pikirkan saat ini adalah bagaimana kita keluar dari tempat aneh ini!, kalau kau mau berasumsi soal pangeran kedua nanti saja saat kita di luar!'' seruku sambil mencengkram pundaknya
''sebentar.. saat ini kita di istana pangeran kedua loh. Kita harus tau dulu tentang kekuatannya untuk bisa pergi dari sini''balasnya
'' apa maksudmu?''
'' kemungkinan besar saat ini kita ada dalam pengaruh sihir pangeran kedua. Karena itu mau lari bagaimana pun percuma saja. coba tenang lah dan pikirkan ini baik-baik'' jelasnya
__ADS_1
Sihir pangeran kedua...apa ya?..sejujurnya tak banyak info yg ku tahu soal keluarga kaisar. Atau lebih tepatnya aku tak peduli sama sekali...
''ku dengar setelah sepeninggalan ratu. Pangeran kedua selalu mengurung diri di kamarnya dan enggan bertemu seseorang'' kataku
Yah.. ini hanya info yg ku tahu saja sih. karena hal ini sempat heboh dulu.
Karena ratu meninggal setelah melahirkan tuan putri , pangeran kedua yg katanya begitu erat dengan sang ratu mengalami pukulan yg begitu berat hingga tak mau menunjukan wajahnya lagi dan mengurung diri di kamarnya. Bahkan sudah banyak orang yg lupa bagaimana rupa pangeran perkedua.
'' kalau itu aku juga tau. Tapi...kalau tak salah ada rumor mengenai kekuatan pangeran kedua...apa ya...''kata lenlen sambil memikirkannya dengan sangat serius
''bukannya tadi kau bilang ia tak bisa mengunakan elemen apapun?. Lalu setahuku pangeran kedua memiliki hobi yang aneh''kataku
''hobi..'' gumamnya lalu melihat kapas yg ternyata masih ia bawa dari dapur tadi
''ah!.. benar juga kekuatan pangeran kedua itu kan___''
*SRAK!.... belum sempat lenlen menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja ada sebuah pisau yg melayang kearah kami dan memotong sedikit rambut lenlen dan menggores pipiku. Sontak hal ini membuat kita berdua terkejut dan langsung menoleh kearah lemparan pisau tadi dan benar saja..aku langsung kehabisan kata-kata begitu melihat bokena yg tadi kembali muncul namun kali ini matanya berubah merah dan ia menggenggam sebilah pisau
''HUWAAAA!.. APA-APAAN ITU SERAM BANGET WOI!'' teriak ku
'' ada yg aneh dengan boneka itu'' kata lenlen
''kau masih bisa bercanda ya di saat begini!?.sekali lihat pun siapapun bisa tau kalau boneka itu aneh!'' seruku sambil menunjuk boneka itu dan makin seramnya lagi tiba-tiba saja boneka itu mulai bergerak dan langsung berlari kearah kami
''HUWAAAA...DI BISA GERAK DAN LAGI DIA KEMARI!!!'' teriakku
Tadinya aku ingin langsung lari darinya namun lenlen sepertinya tak begitu. Ia dengan sigap membakar boneka tersebut dengan sihir apinya yg membuat boneka itu hangus terbakar dan pergerakannya pun terhenti
'' a..api?...'' '' jadi kau penguna elemen api'' kataku sambil meliriknya
'' pengeran levi tak bisa mengunakan elemen tapi sebagai gantinya ia memiliki sihir pengendali boneka. Kelihatannya boneka ini di gerakan olehnya'' jelasnya
''kalau begitu dari awal kita masuk kemari , pangeran sudah mengawasi kita ya'' kataku yg di balas anggukan olehnya
'' kalau kau tau harusnya kau bilang dari awal dong..''kataku yg mulai sedikit kesal
'' aku lupa.. aku baru ingat saat kau bilang hobi..''
''pangeraan kedua kan memiliki hobi dengan boneka. Itu sempat menjadi pembicaraan di pergaulan kelas atas.karena hobinya yg mirip dengan perempuan'' jelasnya
''benar juga..''
Eh!?..dia tau soal pergaulan kelas atas?..jangan-jangan ia anak bangsawan juga?
*krak..krak...
Belum sempat aku berfikir lebih jauh tiba-tiba saja dari kobaran api itu boneka tersebut bangkit kembali dengan kondisi terbakar dan wajah yg sudah hancur karena terbakar. Sontak hal itu membuat wujudnya lebih serah di banding sebelumnya
'' MASIH BISA BERGERAK!?'' teriakku takut
''apa api tak bekerja padanya?''tanya lenlen.
*GREP! '' kalau begitu ya lari lah bego!'' seruku sambil menarik tangannya lalu kembali membawanya lari.
__ADS_1
''wah~...luar biasa meski sudah rusak begitu larinya cepat juga. Meski terlihat seram''kata lenlen sambil melirik boneka yg mengejar kami di belakang
''KAU SAMA SEKALI TAK PUNYA RASA TAKUT APA!?'' teriakku
'' apa yg kau bicarakan aku cukup takut loh ini''balasnya dengan ekspresi yg tak berubah sama sekali
Pembohong!...kau sama sekali tak terlihat takut ya!...aaakh!..nyali orang ini sebesar apa sih sebenarnya?. Bisa-bisanya ia masih santai saja menghadapi hal seram begini..
'' sampai kapan makhluk kecil itu mau mengejar kita sih!?.''seruku
''um...oh!... '' ''harry.. kelihatanya bukan yg kecil aja yg ngejar kita'' katanya yg langsung membuatku menoleh kebelakang
''ada yg gede juga tuh'' katanya sambil menunjuk boneka yg ukurannya jauh lebih besar dan lebih seram dari yg kecil.
A_________
'' KALAU BEGITU CEPETAN LARINYA G*BLOK DAN LAGI KENAPA KAU MASIH BISA SESANTAI ITU!!'' teriakku lalu berlari semakin cepat
'' berani sekali kau memanggilku g*blok. Akan ku buat kau menyesal nanti''
''sempat-sempatnya kau menaruh dendam padaku!'' seruku dan tak lama kemudian.
*SRAK!...boneka besar tadi langsung mengayunkan kapak besar yg hampir saja mengenai kami. Dan tak sampai di sana boneka yg kecil malah melempari kami dengan pisau-pisau kecil yg bisa saja membuat kami tercincang .
Tentu saja kami berdua terus berusaha menghindari serangannya dan sepertinya karena beruntung kami berhasil kabur dari mereka dan bersembunyi di salah satu ruangan.
''hosh...hosh..hosh.. astaga...aku tak kuat lagi...aku mau pulang saja..'' kataku yg langsung bersender di pintu
'' pangeran levi ternyata sangat hebat. Aku kagum dengan kekuatannya''kata lenlen
''kau..'' ''huh~..kau sama sekali tak ada takutnya ya. apa kau tak takut pada hantu atau semacamnya?''tanyaku
''tidak dan lagi aku tak percaya hantu. soalnya aku tak pernah melihatnya''balasnya percaya diri
Kalau di samperin aja baru tau rasa...
'' lalu..apa boneka-boneka tadi tak membuatmu berfikir kalau itu bisa saja hantu?''tanyaku
''tidak . sedari awal aku sudah menebak kalau itu ulah pangeran kedua. Karena itu aku tak takut. Tapi yah... perlu ku akui wajah boneka tadi cukup seram''
Bisa-bisanya dia bilang seram dengan ekspresi sedatar itu...
''hah~... sudah cukup..aku tak kuat lagi... yang mulia pangeran..aku minta maaf karena masuk seenaknya, aku menyesal jadi tolong biarkan kami pergi'' pintaku yg sudah tak tahan lagi.
''kau ini sebagai laki-laki nyali mu kecil seka...'' katanya yg tiba-tiba saja berhenti
''um?..ada apa?''tanyaku sambil meliriknya
''gawat.sepertinya kita salah masuk ruangan'' katanya yg membuatku binggung sekalius takut . aku pun mencoba memberanikan diri melihat apa yg ia lihat dan benar saja..lagi-lagi jantung ku berasa mau copot begitu melihat ternyata ruangan yg kami masuki penuh dengan boneka-boneka dengan berbagai ukuran dan kini semua mata boneka itu mengarah kearah kami.
Ya tuhan...hidup kok gini amat ya...
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...