
''Aku tanya apa kau menyukaiku?''
a.....AKU HARUS JAWAB APA ASTAGA!?
Kenapa dia tiba-tiba bertanya pertanyaan paling tak bisa ku jawab!?.
''elissa''panggilnya yg membuatku tersentak
''e..i..itu..saya tak membenci anda'' balasku sambil membuang mukaku
''bukan itu yg ku tanyakan. Aku tanya apa kau menyukaiku. Bukan membenciku'' katanya
Ya aku harus jawab gimana!?...jujur gitu!?. tapi nanti dia malah marah!. Terus kalau aku malah di tinggal disini gimana!?
Tapi kalau aku bilang suka lagi nanti ada masalah baru lagi ( sudah kapok bilang suka sembarang).
''anu...apa saya harus menjawabnya sekarang?''tanyaku ragu
''apa sesulit itu untuk menjawabnya sekarang?''tanyanya balik
''huh~...yasudahlah. tak perlu di jawab juga tak apa'' sambungnya yg membuatku menciut
''kenapa anda tiba-tiba menanyakan hal itu?''tanyaku memberanikan diri
''karena aku merasa kau masih tak menyukaiku''balasnya
''kita sudah lama saling mengenal. Tapi sampai sekarang aku merasa kau masih saja menjaga jarak dariku. Itu membuatku tak nyaman'' sambungnya
Lah!?...dari awal kan dia sendiri yg membatasi hubungan kami!...kenapa malah tiba-tiba merasa gak nyaman!?
''kenapa anda berfikir demikian?''
'' dari cara bicaramu sudah terlihat''balasnya sambil menunjukku
Eh?...
''kau masih mengunakan bahasa formal padaku. Terlebih kau tak pernah sekalipun memanggil namaku'' sambungnya
Anda kan putra mahkota. Bukannya anda sendiri yg selalu membanggakan hal itu!?...
''anda kan putra mahkota, tentu saja saya harus menjaga bicara saya''balasku
''lalu yg di lakukan kakak mu itu?'tanyanya yg membuatku ke habisan kata-kata
''dulu aku memang lebih suka seseorang bicara formal padaku tapi... belakangan ini aku jadi tak menyukainya, terlebih jika kau yg bicara begitu'' katanya
???....entah kenapa..aku merasa putra mahkota mulai sedikit terbuka di banding dulu.dia juga terlihat lebih bersahabat...entah kenapa perubahannya yg tiba-tiba ini membuatku sedikit takut..
''eto...apa itu artinya anda ingin saya bicara non formal saja?''tanyaku yg di balas anggukan olehnya
''dan juga aku ingin kau lebih terbuka pada ku''
Eh?..
*grep... ''kau ada yg kau tak suka dariku . katakan saja. jangan di pendam. Kau bisa berterus terang padaku mulai sekarang'' sambungnya sambil mengenggam kedua tangan ku
''tapi...nanti anda marah''kataku ragu
''tergantung perkataan mu, tapi kalau semisalnya aku marah tolong jangan di masukan ke hati. Kalau bisa contoh saja kakakmu itu, meski ku omelin berkali-kali ia tetap saja begitu. Menurutku dengan begitu kita bisa lebih terbuka''balasnya
Yah...yg di bilangnya tak salah sih....lagi pula dia juga tak akan marah setiap ketemu kan?...kan?...
''baiklah yg mulia''
''ah!.. panggilan yg mulia juga di ganti saja''katanya
''eh?...kalau begitu harus panggil apa?''
''aku seumuran dengan kakakmu jadi...'' katanya yg terhenti dan wajahnya pun mendadak memerah
???....AH!..jangan bilang....
__ADS_1
''kak eric?'' panggilku yg membuatnya tersentak dan wajahnya semakin memerah. Ia pun langsung membuang mukanya
Melihatnya yg malu -malu begini entah kenapa membuat hasrat ku untuk mengodanya tiba-tiba keluar
Dia bilang ingin akrabkan kalau begitu...
''kak eric~'' ''kak..kakak~'' ''kakak eric~'' godaku sambi mencoba melihat wajahnya namun ia terus saja memalingkan wajahnya dariku
Pffft... ini menarik..
''kak eric..lihat sini dong'' kataku sambil menyentuh pipinya lalu
*grep! '' sudah cukup. Panggil aku putra mahkota saja'' katanya sambil menahan tangan ku
''hee~...tadikan kau sendiri yg minta ..hmph...kenapa tiba-tiba berubah pikiran?''ledekku yg membuat wajahnya semakin memerah
Pffft...astaga ini pertama kalinya dalam hidupku aku bisa sepuas ini menganggunya tanpa rasa takut sedikit pun..
''ayo kembali orang-orang pasti akan segera sadar kau hilang''katanya sambil bangkit
''kau mau melarikan diri ya?. kak eric ternyata pengecut ya'' ledekku yg membuatnya diam sesaat lalu tiba-tiba menatapku tajam dan jelas itu membuatku tersentak takut
a...apa aku sudah kelewatan?..gawat...
''huh~....ampuni aku dong...'' katanya tiba-tiba sambil menutup wajahnya
''aku memang ingin akrab denganmu tapi kalau tiba-tiba begini aku belum siap''sambungnya sambil mengalihkan pandangannya
???...pfft...imutnya...kalau begini sih aku tambah pangen menggodanya
'' seharusnya kakak sudah siap dong saat mengajakku untuk akrab'' kataku sambil bangkit dan mendekatkan diriku padanya
''tapi aku tetap tak mau mengubah panggilan baru ini , meski begitu aku akan berhenti meledek kakak'' sambungku
''kau ini..sejak kapan kau jadi berani padaku begini?''tanyanya
''kan kak eric sendiri yg minta aku berterus terang tadi. Kalau kakak tak suka harusnya jangan minta begitu'' balasku
''mulai ngelawan ya'' katanya yg ku balas senyum kecil
***
Tak perlu waktu lama kami pun sudah tiba di balkon kamarku
'' terima kasih banyak sudah mengajak ku ke tempat tadi '' kataku begitu ia menurunkan ku
'' tak masalah''
*tok.*tok..*tok'' nona apa anda sudah bangun?''
''ah!.. itu marry'' kataku begitu mendengar mary sudah datang
''sebaiknya aku segera pergi'' katanya lalu tiba-tiba mendekatkan wajahnya kearahku dan...
*cup.. tiba-tiba saja sebuah ciuman lembut ia berikan ke keningku .jelas hal ini membuaku syok . setelah ia menciumku ia pun langsung tersenyum lalu pergi meninggalkanku
''oh!?..nona..anda sudah bangun''kata marry begitu membuka pintuku
''kenapa nona berdiri di balkon?''tanya marry
''um?..nona?''panggil marry karena aku terus aja diam
''ah!...iya..aku sedang menikmati angin pagi''balasku sambil menoleh kearahnya
''begitu ya...'' um?... '' nona jubah siapa yg nona pakai?''tanya marry
''ah!?..ini?..''
''tadi terbawa angin'' sambungku
***
__ADS_1
POV Erwin
''huwaaaa...ini serius mau pergi sekarang?. Aku baru kembali loh!. Aku bahkan belum main dengan adikku'' seruku sambil memeluk elissa dan berharap kami bisa menunda ke berangkatan kami
''astaga erwin!, kau benar-benar membuang waktu!''marah eric
''biarin!. Emang sengaja!''seruku
Aku tak mau pergi..apa lagi setelah aku memberikan harapan palsu padanya. Kalau pergi setidaknya aku ingin mengajaknya.tapi si eric br*ngsek malah tak memperbolehkannya
''erwin pergi lah. Kau akan terlambat nanti'' kata ayah sambil memegang keningnya
''ayah juga!?''
''kakak pergilah, setelah kakak bisa jalan lagi .kita akan main sepuasnya''kata elissa yg membuatku semakin tak mau pergi
ukh!....'' aku kan segera kembali!. Beri aku waktu sebulan, aku pasti akan pulang!''seruku sambil memeluknya erat
''sebulan?.memang kau manusia super?''timpal eric
''aku akan berusaha!''balasku
''iya..iya.. sekarang pergilah'' kata eric lalu membantuku naik ke kerata kuda
''elissa..tunggu aku ya..''kataku
''iya.akan selalu ku tunggu''balasnya sambil melambaikan tangan
''eli , ibu pergi dulu ya''kata ibu sambil mencium pipi elissa lalu naik ke kereta kuda
''hati-hati di jalan ya'' kata elissa sambil tersenyum
Setelah pintu di tutup kereta kuda pun langsung melaju dan kami pun khirnya meningalkan kediaman everon
''huh~...aku harus segera kembali'' gumamku
'' baru juga berangkat masa sudah ngomongin pulang'' ledek ibu
''habisnya!. Aku baru pulang masa harus pergi lagi!. Aku kan pingin main sama elissa lebih lama''kataku
''benar juga .ibu juga belakangan ini jarang menghabiskan waktu dengannya''balas ibu
''tapi ada hal lain yg membuat ibu cemas''kata ibu tiba-tiba
''eh?..ada apa?''
''ayahmu..kelihatanya kurang sehat'' balasnya
''eh?..ah~..benar juga..tadi mukanya terlihat cukup pucat'' timpalku
Meski aku baru sadar setelah ibu bilang sih.habisnya tadi aku fokus ke elissa saja
''ibu sudah titip pada harry dan para pelayan sih, tapi kau tau sendiri ayahmu seberapa keras kepalanya'' kata ibu sambil memeganggi pipinya
''yg kita bicarakan ayah sih, pasti tak apa. Demam atau flu tak akan bisa membunuh nya''kataku
''ahahaha..benar juga. Paling hanya sehari 2 hari '' kata ibu setuju
''benar, tapi bisa gawat kalau elissa dekat-dekat dengannya. Nanti elissa bisa kena flu juga''kataku yg membuat suasana senyam untuk sementara
....!!?
'' PERLU KAH KITA KEMBALI!?!'' seru kami berdua kompak
(wanjir yg sakit siapa yg di khawatirin siapa)
''pa...pasti tak apa. Lean juga pasti tak mau eli tertular jadi dia pasti akan menjaga jarak darinya''kata ibu yg mencoba berfikir positif
''benar..pasti tak apa...''
Um.... entah kenapa hal ini membuatku semakin tak mau pergi.
__ADS_1
...****************...
...NEXT...