
...POV Elissa...
CTAK!!.....arghhh!!!..
''tu..tuan, bukannya saya sudah bilang untuk tak menyerahkan tugas ini pada nyonya''kata williyam
'' kenapa?,kalau lina yg melakukannya kan lebih cepat''balasku
''ya..itu..''
''pagi-pagi aku sudah melihat hal mengerikan begini,nyonya memang sesuatu'' batin williyam sambil mengalihkan pandangannya
''ngomong-ngomong williyam bagaimana dengan elissa?, apa dia sudah bangun?''tanyaku
''ini masih terlalu pagi tuan, nona pasti masih tidur''
''begitu ya.''
''lean~, dia akhirya mau buka mulut loh..''kata audelina sambil melambai-lambaikan tangannya
''hmph...sudah ku duga kalau lina yg melakukannya pasti jadi jauh lebih cepat''kataku lalu berjalan untuk mengintrogasinya.
******
Hoam~...apa sudah pagi ya?
Aku yg baru saja bangun langsung turun dari kasur dan berjalan kearah balkon
Ku buka pintu balkon dan ku hirup perlahan udara pagi yg menyegarkan
''sepertinya aku bangun terlalu dini''kataku saat melihat matahari belum menampakan dirinya
Hmm... aku pun melangkahkan kaki kecilku keluar dari kamar dan berkeliling rumah sejenak.
Sudah lumayan lama aku tinggal disini tapi belum sekalipun aku benar-benar menjelajahi rumah ini.
Saat sedang asik berjalan-jalan di koridor tiba-tiba perhatianku teralihkan pada sebuah ruangan pintunya di biarkan terbuka sedikit
Ku intip perlahan ruangan tersebut dari sela sela pintu . hanya ruangan gelap dengan banyak barang-barang bekas yg sepertinya sudah tak terpakai
Ku buka perlahan pintu tersebut, dan maju satu langkah memasuki ruangan tersebut . bau barang-barang lama dan debu langsung menyambutku begitu memasuki ruangan.
''apa ini gudang?''tanyaku sambil melihat sekitar. Lalu perhatianku langsung teralihkan begitu melihat sesuatu yg bercahaya , karena penasaran aku pun berjalan menuju cahaya tersebut dan melihat apa itu
''buku?''kataku sambil mengambil buku tersebut. Ternyata itu Sebuah buku tua berlapiskan permata, cahaya yg ku lihat tadi pasti pantulan dari permata-permata ini
Ku buka perlahan buku tersebut dan ku lihat isinya
''tulisan ini kan?..''kataku saat melihat isinya
Tulisan kuno yg pernah ku pelajari saat menjadi putri elf. Walaupun aku tak bisa membaca semuanya tapi aku mengerti sebagian .
perlahan ku baca tulisan tersebut tanpa mengerti artinya,aku bisa membacanya tapi tak bisa mengerti apa yg baru ku baca. Setelah aku selesai membacanya angin di ruangan ini tiba-tiba bertiup kencang . barang –barang mulai berjatuhan. Dan pintu yg tadinya terbuka langsung tertutup.
''tidak!'' seruku lalu langsung berlari kearah pintu. Tapi angin itu membuat barang-barang besar jatuh dan menutup jalan keluar. Aku yg menyadari barang tersebut langsung menghindar . dan beruntung aku tak tertimpa barang-barang tersebut.
Seketika ruangan menjadi sangat gelap. Badanku mulai gemetar hebat.ku cengkram kedua pundakku kuat kuat lalu meringkuk ketakutan
__ADS_1
Situasi ini membuat claustrophobia( fobia pada ruangan sempit )dan nyctophobia (fobia pada gelap)ku kambuh
Nafasku mulai terasa berat dan tak beraturan, air mata langsung keluar begitu deras, bayang-bayang kematian orang terdekatku langsung menghantuiku begitu saja
''tidak....kumohon...seseorang tolong...aku..'' kataku sembari gemetar.
Ini salahku...harusnya aku tak masuk kesini tadi...
Hiks... ''seseorang...tolong..aku...''kataku dengan air mata yg sudah mengalir
Sriing..... tiba-tiba di depanku muncul sebuah gumpalan cahaya
Dari cahaya itu lalu berlahan berubah menjadi makhluk bulat kecil berwarna kuning keorenan
''puru?...puru?''
''puru?'' tanyaku yg tak mengerti bahasanya
Apa ini?roh?..
Aku pun perlahan membuka telapak tanganku dan roh tersebut langsung hinggap di keduat tepak tanganku
''puru?...''
Hangatnya...begitu makhluk itu hingap di telapak tanganku aku langsung merasa baikan, rasa hangat dari makhluk itu juga langsung menghangatkanku
''apa kau roh?''tanyaku
''puru!..puru!''
''ahaha..aku tak paham''tawaku yg membuat roh itu cemberut
''puru!..'' balasnya sambil menunjukku
''hah?...apa kau ingin aku yg memberimu nama? Tanyaku yg dibalas anggukan cepat olehnya
''hmm...puru?.... kalau pururu bagaimana?''tanyaku
''pururu?...pururu!'' dia pun langsung bersemangat
''kau suka?''tanyaku yg di balas anggukan olehnya
Dia pun langsung terbang perlahan mendekati wajahku lalu dengan tangan kecilnya menghapus air mataku
''puru...'' katanya lalu menghilang begitu saja
''tu...tunggu!..pururu!''teriakku sambil bangkit dan mencarinya kesegala arah
Ruangan yg sempat terang karena kehadirannya kini kembali gelap gulita
''pururu!...pururu!, kau dimana!?.jangan tinggalkan aku!'' teriakku
Brak!...tiba-tiba suara dari pintu yg di dobrak mengagetkanku dan seketika saja perhatian ku langsung teralihkan kearah pintu
''NONA!, APA NONA DI DALAM!'' teriak orang tersebut dari balik pintu dan dari suaranya aku sudah bisa menebak siapa itu
''leon!, aku disini!''teriakku
__ADS_1
''bertahanlah nona, saya akan segera mengeluarkan nona dari sana''serunya lalu mencoba mendobrak pintu sekali lagi
Leon datang...syukurlah..menyadari kehadiran leon aku langsung terduduk lemas..
Tapi...bagaimana ini. Barang –barang besar menghalangi pintu.aku harus memberitahunya
''leon!, ada barang-barang yg menghalangi pintu!''seruku
''apa nona bisa menyingkirkannya?''tanya leon
''tidak..itu terlalu besar''
Aku benar –benar tak berguna. Kalau saja tubuhku lebih besar..
''kalau begitu menjauhlah dari pintu nona!''teriak leon, dan aku pun langsung menurutinya dan bersembunyi di balik meja yg letaknya cukup jauh dari pintu
Beberapa saat kemudian aku mendengar leon membacakan sebuah matra dan...
BRAAKK!....pintu langsung terbuka dan barang-barang yg menghalangi langsung terbelah menjadi potongan-potongan kecil. Angin pun langsung bertiup dengan sangat kuat
''nona!?"
''leon!''aku pun langsung berlari karahnya lalu memeluknya erat-erat
''anda sudah aman nona''kata leon sambil membalas pelukanku
''iya..''balasku sambil tersenyum bahagia
''ada keributan apa ini!?"'tanya ayah yg tiba-tiba muncul diikuti ibu dan williyam serta beberapa pelayan yg penasaran dengan suara gaduh tadi
''ayah!...''aku pun langsung melepas pelukanku dan berlari kearah ayah,ayahpun langsung menyambut dengan pelukannya
''apa yg terjadi?''tanya duke
''nona tadi terkunci di dalam tuan''balas leon
''hah?, bagimana bisa?, ruangan itu kan selalu terkun...''kata duke yg terhenti lalu melirik istrinya
''audelina...apa kau masuk kesana tadi?''tanya duke dengan tatapan mengintimidasi
''eh~...ah~....se.sepertinya aku lupa menutupnya tadi''balas duchess sambil mengalihkan pandangannya
''lina...''
''maaf eli...'' kata duchess dengan tatapan menyesal
''huh~...tapi kau baik-baik saja kan elissa?''tanya duke
''iya...aku sudah tak apa-apa''kataku lalu mencoba tersenyum
Akhirnya peristiwa inipun berlalu begitu saja, yah...walaupun ibu selalu meminta maaf padaku dengan tatapan memelas ala anak kucing
Padahal aku sudah bilang tak apa tapi beliau masih saja mempermasalahkannya.
...****************...
...**Bersambung...
__ADS_1
...Makasih semuanya yang mesih setia membaca Novel ini mohon dukunganya ya Like Vote add favorit, komen, share dan gift ya biar aku semangat**...