
...POV Elissa...
Sudah 2 hari sejak 13 berada disini,ibu bilang 13 boleh tinggal disini sementara, dan karena usia kami terlihat sama kami jadi cepat akrab.
''13 !~.kau ada di da...''kataku yg terhenti begitu membuka pintu dan melihat 13 sedang telanjang bulat.
''E ... ELISSA!, JANGAN LIHAT KESINI!''seru 13 sambil membalikkan badannya
''Mm?...kenapa kau malu?'' tanyaku
''Tentu saja malu!, aku kan cowo! Mana mungkin aku membiarkan perempuan melihatku telanjang begini!''serunya
''Eh!?..13 ..kau itu laki-laki?''
''SUDAH CEPAT KELUAR!''teriaknya
''O..oh~ oke..''kataku lalu langsung keluar dan menutup pintu
''Nona, tadi kenapa 13 berteriak?''tanya leon
''Mm... aku melihatnya telanjang dan dia malu''balasku dengan polosnya
''No...Nona melihatnya!?''seru leon syok
''Melihat apa?''
''I..itu..anu....'' ''lupakan saja'' kata leon yg langsung tertunduk malu
''Leon..tadi ada ada ngegantung di ************13 itu apa ya?''
''Ternyata nona lihat!?"seru leon yg dengan wajah sangat merah seperti rambut 13
''No.Nona...dengar, nona harus melupakannya, nona mengerti,anggaplah nona tak pernah melihatnya''kata leon sambil menepuk pundakku
???....aku yg tak begitu mengertipun akhirnya mengangguk pelan
Tak lama kemudian 13 keluar dengan wajah yg juga memerah
''Kau melihatnya?''tanyanya malu
???... "Um... tidak kok''balasku sambil tersenyum
''Dari pada itu 13 ayo pergi keluar''kataku sambil menarik tangannya dan membawanya pergi ketaman
Sesampainya di taman ku ajak 13 ke bawah pohon besar tempat biasa aku dan leon menngobrol
''Hei...bukannya nama 13 itu terdengar aneh?,bagaimana kalau kau ganti nama saja?''tawarku
''Ganti nama?...memang nama apa yg cocok untukku?''tanyanya
''Um.. apa ya?''tanyaku sambil melirik leon
''Eh!?...sa..saya juga tak tau nona, saya tak begitu pandai memilih nama''balas leon saat menyadari tatapanku
''Umm...aku yg beri nama tak apa?''tanyaku memastikan. 13 pun mengangguk dan menunggu nama yg ku berikan
Um...apa ya?..rambut merah...cahaya fajar...eh?...cahaya?...
''Luz?...bagaimana?''tanyaku
''Luz?''
''Artinya terang, kau itu bagaikan cahaya yg sangat terang bagiku,rambut merahmu juga berkilauan bagai kobaran api..dan lagi itu mudah di sebut''
''Um..bagaimana menurutmu?''tanyaku yg jadi gugup
''Luz?..luz... boleh juga''balasnya
''Benarkah!?..syukurlah..''kataku senang
''Bagaimana menurut leon?''tanyaku sambil meliriknya
''Nama yg bagus nona,menurut saya itu sesuai untuknya''balas leon sambil tersenyum
Grep!... "Kalau begitu mulai sekarang namamu luz ya," kataku sambil menggenggam kedua tangannya
''Iya," balasnya sambil tersenyum lembut
***
...POV Luz...
''Um?...sudah malam rupanya''
Ku langkahkan kakiku menuju jendela terbuka, sinar bulan yg lembut langsung menyapaku begitu ku keluarkan kepalaku
''Luz...terang...''
''Artinya terang, kau itu bagaikan cahaya yg sangat terang bagiku.''
Apa aku terlihat seperti itu di mata elissa?.
''Dia bahkan memuji rambutku ''gumamku sambil memainkan rambutku
''Monster..'' ''dasar monster..'' ''13 , kau adalah monster yg terlahir dari malam yg terkutuk'' ''rambut merahmu membuktikan hal itu, kekuatanmu adalah ancaman bagi dunia ini.''
Ingatan-ingatan saat di kurung di istana itu pun langsung menghantuiku, sebutan monster, bunyi dari rantai yg dingin, pisau-pisau tajam, warna darah segar..
__ADS_1
''Aaakh!...hentikan..hentikan!..''seruku sambil meringkuk mencoba menghilangkan ingatan buruk akan menara itu.
Aku tak mau mengingatnya, aku membencinya..rasa sakit itu, warna merah itu, aku tak suka,aku benci.
Bukan salahku terlahir seperti ini.bukan keinginanku untuk terlahir dengan darah terkutuk ini.aku tak menginginkannya, aku membencinya
''Luz?..''panggil seseorang yg tiba-tiba masuk kekamarku
Aku pun langsung menoleh kearah sumber suara, tubuh kecil dengan rambut violet dan mata merah menyala, suara lembut bagaikan hembusan angin
''Kau baik-baik saja?''tanyanya sambil membelai kepalaku dengan tangan kecilnya yg lembut.
''Ugh..tidak..aku tak baik-baik saja'' rintihku, air mata langsung turun membasahi pipiku, badanku gemetaran. Meski ku tau aku sudah keluar dari neraka tersebut tapi bayang-bayang akan tempat itu masih membekas di pikiranku
Grep!..''Tak apa. tenang saja, kau aman disini," kata Elissa sambil menarikku kepelukannya
Tubuh elissa begitu hangat seperti sinar mentari di pagi hari, hangat dan nyaman. Tanpa sadar aku membalas pelukannya dan menanggis di pundak kecilnya.
''Kau pasti sangat menderita ya luz," katanya sambil membelaiku.
''Luz, kalau kau mau, kau bisa menceritakannya padaku, kata leon lebih baik mengatakannya dari pada memendamnya seorang diri,aku mungkin bisa membantumu," katanya sambil melepaskan pelukannya dan tersenyum lembut padaku.
Mendengar itu rasanya aku ingin mempercayainya, ku ingin mengatakan segalanya, aku....
''E..elissa...aku...bukan manusia'' kututup mataku saat mengatakan hal tersebut, aku terlalu takut untuk melihat ekpresi elissa saat mengetahuinya.
''Kalau bukan manusia lalu apa?" tanya elissa. Ku coba buka mataku perlahan dan melihat ekpresinya dan aku di buat kaget saat melhat ekpresinya, bukannya jiji ataupun takut, Elissa masih menatapku seperti biasa dengan mata polosnya itu.
''Kau..tak takut?'' tanyaku
''Um?.tidak kok'' ''dari pada itu kalau kau bukan manusia lalu apa?'' tanyanya penasaran.
Serius?..dia benar -benar tak takut? ...ah~..matanya tak menunjukan rasa takut sama sekali,apa,tak apa aku mengatakannya?
''Luz?'' sahut Elisa.
''Aku, tak tau...'' ''makhluk apa aku sebenarnya aku tak tau...''
''Aku lahir tanpa ibu dan ayah'' ''orang –orang bilang aku terlahir dari cahaya bulan merah'' ''aku juga terlahir dengan darah terkutuk..''
''Sebenarnya aku ini apa?''tanyaku sambil memandangi tanganku yg gemetar
''Darah terkutuk?, apa maksudnya?''
''Mm...mungkin menunjukannya akan lebih cepat'' kataku lalu bangkit dan berjalan ke arah vas bunga mawar,aku ambil setangkai mawar lalu, ku genggam duri-duri mawar itu hingga tanganku berdarah
''Luz!?..apa yang kau lakukan!?" tanya elissa yg terkejut dengan tindakanku.
''Tenang elissa dan lihat ini'' kataku lalu menunjukan kekuatan dari darah terkutuk ini.
''Wow~...keren~'' kata elissa terpukau.
Eh?..keren?...bukannya seram?
''Luz..apa saja yg bisa di bentuk oleh darah itu?'' tanyanya.
''Eh?..macam-macam, misalnya..'' ''bunga, pedang, sabit,kucing,tiara," kataku sambil membentuk apa yg ku sebut tadi.
''luar biasa!.itu keren sekali~, apanya yg terkutuk dari kekuatan keren begini?''
....kenapa?....elissa..apa dia benar-benar....
''Karena kekuatan ini, setiap harinya, ada orang jahat yg menusukan benda tajam,aku juga .terus di kurung dan di biarkan kelaparan...''
''Hiks..untuk bernafas saja hiks..terkadang sangat sulit..hiks.'' tanpa ku sadari air mataku mengalir begitu deras, perasaan yg selama ini ku tahan meluap begitu saja, aku tak tau lagi, ini begitu menyakitkan untukku, aku tak bisa menahannya lagi.
Pada akhirnya ku ceritakan semuanya pada elissa.dan elissa hanya diam mendengar ceritaku lalu di akhir cerita. Tes...tetesan air mata mulai mengalir dari kedua matanya.
''hiks..hiks...kau..benar-benar menderita ya..hiks..hiks.''
Dia mengerti?.dia mengerti perasaan ku ini?..kenapa?,bagaimana bisa?.bukannya dia tinggal disini bagaikan seorang putri?.selalu makan enak, tidur di kasur yg empuk.
''Luz..aku benar-benar mengerti perasaanmu''katanya sambil mengelap air matanya
''Karena aku juga mengalaminya dulu''sambungnya yg membuat ku tersentak
Apa?....bagaimana mungkin
Perlahan elissa mengerakan tangannya dan membuka kalung yg selalu ia pakai,dan saat kalung di buka alahkah terkejutnya aku saat melihat telinga elissa yg tiba-tiba memanjang.
Setelah melepaskan kalungnya elissa pun langsung menatapku dengan mata merahnya lalu tersenyum
''Aku juga bukan manusia'' katanya sambil tersenyum !!?...
''Luz, aku ini Elf, dulu keluarga ku di bantai habis-habisan di depanku, keluarga yg tersisa di jual di pasar gelap, bahkan orang yg merupakan ibu keduaku pun mati mengenaskan di depanku.aku pun banyak mengalami hal buruk sebelum akhirnya aku bertemu keluarga ini, hidupku benar-benar berubah saat ayah mengulurkan tangannya padaku''
''Makanya aku sangat mengerti perasaanmu itu, rantai yg dingin,perut yg kroncongan, rasa sakit yg tak pernah bisa hilang, aku sangat mengerti itu semua''
''Luz..ku harap kau juga bisa sepertiku'' grep.. ''ku harap kau menemukan keluarga yg bisa memberikan kehangatan dan cinta bagimu,sama sepertiku saat ini''sambung elissa sambil menggengam tanganku
Perlahan ia mengangkat tanganku lalu mendekatkannya ke wajahnya
''Aku akan berdoa pada dewa semoga kau cepat di pertemukan dengan keluarga yg seperti itu'' katanya sambil menutup kedua matanya dan menempelkan tanganku di bibir kecilnya
Blush!....untuk sesaat aku di buat malu parah dengan kelakukaannya terlebih setelah ia mengatakan itu ia langsung tersenyum lembut dan itu membuat jatungku berdebar lebih cepat dari biasanya
''A..aku....''
__ADS_1
Aku pikir aku sudah menemukannya,keluarga baru yg ku inginkan, ku pikir aku sudah menemukannya.
''E..elissa...'' grep!... '' izinkan aku tetap di dekatmu!''seruku sambil menggenggam balik tangannya
''???....Apa maksudnya?''
''E..eto...aku ingin selalu di dekatmu dan melindungimu''balasku sambil memalingkan wajahku yg memerah karena malu
''Melindungi?.ah!~,luz kau tak perlu melakukannya''balasnya yg membuat ku tersentak
''Aku sudah punya leon disisiku, aku tak memerlukan perlindungan dari orang lain,leon saja sudah cukup bagiku''sambungnya sambil tersenyum ceria
Mendengar itu tubuhku langsung diam mematung rasa nya seperti tersambar petir di siang bolong, rasa sakitnya bahkan melebihi pisau yg menusuk kulitku
''Dan lagi, aku tak begitu suka dengan senjata, itu membuatku takut''katanya lagi dengan wajah muram
!!?..Ah~ benar juga, keluarga elissa kan di bunuh di depan matanya tentu saja dia takut dengan senjata, sama halnya sepertiku yg takut pada pisau bedah
Um!?...tunggu dulu
''Ka..kalau begitu penyihir?!'' seruku yg langsung kembali semangat.
''eh?, penyihir?''
''Kalau elissa tak suka senjata bagaimana kalau aku menjadi penyihir bagi elissa?''
''Um...penyihirkah....''
Apa dia tak mau juga?, kalau tak bisa juga jadi pelayan pun tak masalah, asal aku bisa tetap di dekat elissa jadi bungapun aku tak keberatan
''Aku perlu tanya ibu dulu untuk itu, tapi kurasa itu ide yg luar biasa, aku juga masih ingin melihat sihir darah milik luz lagi''katanya yg membuatku sangat senang
''Benarkah!?''
''Um!... aku akan coba bicarakan dengan ibu ''balasnya
''Yahoi!, terima kasih elissa, aku janji tak akan mengecewakanmu''
''Eh?...tapi kan belum tentu ibu memperbolehkan''
''Yang pentingkan kau sudah mengizinkan''balasku sambil tersenyum gembira
''Hmh...akhirnya kau tersenyum''kata elissa tiba-tiba,aku pun langsung menutup mulutku karena malu
''Hei, Luz, aku tak bisa tidur bagaimana kalau kita bercerita semalaman ini?,aku juga ingin mengenal luz lebih dalam''kata elissa lalu berbaring di kasur
''Ada juga aku yg mau mengenal elissa lebih dalam, lagi pula ceritaku di menara itu tak ada bagus-bagusnya sama sekali," kataku sambil tidur di sebelahnya
''Kalau begitu aku yg cerita ya," kata elissa dengan gembira.
Setelah itu elissa menceritakan banyak hal padaku hingga akhirnya kami tertidur dengan lelap
******
...POV AUDELINA...
Hoam...malam-malam begini kok aku malah kelaparan sih?.pengen ngemil deh..
Um?..loh!?,kok leon ada di pintu kamar tamu?
''Leon sedang apa kau disini?.bukannya kau harusnya berjaga di depan kamar eli?''tanyaku sambil menghampirinya
''Eh!?..'' ''nona sedang ada di dalam nyonya," balas leon ssambil memberi hormat
''Eh!?, malam-malam begini?!, bukannya ini sudah terlalu larut untuk berkunjung ke kamar pria?''kataku lalu perlahan membuka pintu kamar dan melihat dua anak kecil yg sedang tertidur lelap di atas kasur yg sama sambil berpeganggan tangan
''Hee~...apa maksudnya ini leon?.kenapa anak itu berani sekali tidur satu kasur dengan eli dan lagi apa maksudnya dia memegang tangan putriku?'' tanyaku geram
''E.eh?..i..itu...nyo..nyonya sepertinya mereka habis bermain ,hingga akhirnya tertidur''
''Meski begitu itu bukan alasan untuk tidur di sebelahnya bukan?''kataku sambil mengepalkan tanganku saking geramnya
Dengan cepat aku langsung berjalan mendekati kasur dan berniat menyeret anak yg berani tidur satu kasur dengan eli
Tapi niat ku itu terhenti begitu melihat wajah mereka berdua yg terlihat begitu bahagia.
''Nyonya?'' ucap serentak Elisa dan Lus.
''Imutnya," kataku sambil tersenyum
''Eh?... '' mm...nyonya benar, mereka sangat imut," balas leon saat melihat kearah mereka berdua.
Perlahan ku tarik selimut lalu menyelimuti mereka berdua
''um....nyonya, apa anda berniat mengangkat anak itu juga?'' tanya leon
''Hmm... tidak'' ''lagi pula ku rasa dia tak akan suka kalau menjadi kakaknya Eli,"
Anak ini, sepertinya dia ingin menjadi sosok yg lebih dekat dengan Eli lebih dekat dari sekedar kakak.
''Meski begitu aku tetap tak akan memberikan Eli dengan mudah, dan itu juga berlaku untukmu leon ...!" kataku sambil memberi tatapan super tajam padanya.
''Eh?...maaf?'' kata leon berekspresi seakan kebinggungan.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1