Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 173


__ADS_3

''Sir harley!?''


Loh?..kenapa sir harry ada disini?.gawat...lagi-lagi aku malah bertemu dengan ksatria tuan putri tanpa di sengaja. Sepertinya aku memang tak di perbolehkan keluar rumah ya..


Um?...


''bunga''gumamku saat melihat sir harley yg datang sambil membawa sebuket bunga anyelir putih di tangannya


'' ah!..ini... ini untuk ayahku'' kata sir harley yg ternyata mendengar perkataan ku barusan


''ayah?..''


Ah~..benar juga.kalau tak salah sir harley pernha bilang kalau ayahnya sudah wafat dan kakaknya yg mengantikan posisi kepala keluarga saat ini.


''benar, tapi siapa sangka saya akan bertemu dengan anda di tempat seperti ini'' balasnya sambil berjalan mendekat


''apa orang ini keluarga anda?''tanya sir harley sambil menatap makan ibunya leon


''bukan. Ini mamanya leon. ''balasku


''ah~..begitu ya..leonkah..'' katanya lalu mengambil setangkai bunga anyelir miliknya dan meletakannya di makan ibu leon lalu menempelkan kedua tangannya layaknya sedang mendoakan ibu leon


''ngomong-ngomong anda sendirian nona?''tanyanya sambil melirikku


''eh?..tidak.. aku bersama harry. Dia menunggu di sana'' balasku sambil menunjuk arah tempat harry berada


''hoo~..kebetulan. makam ayah saya juga berada di sekitar sana. Mari saya antar'' ajaknya sambil tersenyum lembut dan mengulurkan tangannya padaku


Perlahan ku lirik tangan sir harley yg terulur kearahku.meski ada sedikit keraguan pada akhirnya aku tetap menerima ajakannya dan pergi menuju tempat harry bersama tapi....


''loh?..harry tak ada'' kataku begitu sampai di tempat seharusnya ia berada


''mungkin ia mengunjungi makam yg lain'' kata harley lalu perhalan berjalan kesalah satu makam dan meletakan bunga di makam tersebut.


Karena penasaran aku pun mencoba mendekatinya dan sesuai dugaan ku itu memang makam ayahnya karena ada tulisan nama keluarga sperado disana


Saat melihat itu tanpa sadar aku langsung menempelkan tanganku dan berniat mendoakan ayah sir harley.


''oh?...hmph..terima kasih'' kata sir harley sambil tersenyum setelah melihat aksiku


''bukan apa-apa.''balasku sambil membalas senyumnya


''aku hanya merasa tak enak jika datang tapi tak menyapa beliau''sambungku


''anda baik sekali nona'' ''ayahku pasti senang bisa bertemu gadis baik dan manis seperti anda''sambungnya sambil tersenyum menantap makam ayahnya


'' anu..kalau boleh tau sudah berapa lama beliau pergi?''tanyaku


''baru beberapa bulan yg lalu. Meski begitu sampai sekarang saya masih tak percaya beliau sudah tiada''balasnya sambil tersenyum sendu


''karena sakit?''tanyaku


''tidak , beliau di bunuh... oleh makhluk dari benua hitam'' balasnya yg langsung membuatku syok


'' tepatnya saat pesta ulang tahun tuan putri.sampai sekarang pun saya masih tak bisa melupakan pemandangan mengerikan itu''sambungnya dengan kerutan di wajahnya

__ADS_1


Ma..makhluk benua hitam?...yg dia bicarakan pasti bukan klan elf kan ya?..


''meski lily ah!..maksud saya tuan putri sudah menghabisin makhluk yg membunuh ayah saya rasanya saya masih belum bisa memaafkan klan makhluk tersebut. Karena itu...sampai mereka semua musnah saya rasa saya tak akan bisa tenang'' jelasnya dengan tatapan yg begitu tajam. Dan mendengar hal itu secara reflek aku mundur beberapa langkah.


Meski sekilas tapi aku merasa kan ada aura membunuh yg cukup kuat darinya barusan.


Apa ini semacam ancaman?...kalau benar begitu kurasa aku tak boleh bersamanya lebih lama lagi


''oh?..nona?''


''sir...harley...maaf.. tapi aku harus segera kembali.harry mungkin sudah menungguku di pintu masuk'' kataku sambil mundur perlahan


''begitu ya. mau saya antar?''tawarnya


''tidak,tidak usah..anda di sini saja.''


''saya permisi dulu'' kataku sambil membungkuk lalu pergi meninggalkannya


***


POV Harley


..... um...dia langsung pergi...ku rasa aku tak seharusnya bicara begitu ya..


''kau ini,tak bisa kah kau menyaring omonganmu dulu''


''calope?'' ''sejak kapan kau disini?''


''aku selalu di dekatmu tau. Dari pada itu kenapa wajahmu terlihat muram begitu?'' tanyanya sambil melirikku


''um?...apa ini soal misi penyerangan itu?,kau masih tak setuju?,bukannya kalian sudah sepakat?''tanyanya yg tak ku balas


''benar juga,tapi saat itu kalau aku melawan pun aku tetap akan kalah suarakan?.flash dan silver kan kau tau sendiri mereka bagaimana''


''benar juga''


''aku hanya merasa tak enak harus merebut keluarga dari anak kecil seperti elissa.karena aku tau bagaimana rasanya kehilangan keluarga secara tak adil'' kataku sambil melirik makam ayahku


*HUP!... '' sifatmu yg lembek beginilah yg membuatmu lemah harley. Kau harus membuang perasaan itu'' kata calope sambil melompat ke pundakku


''karena nanti bukan satu dua nyawa saya yg akan kau ambil''sambungnya


''kau tau itu..''


''hmph...tenang saja kalau kau mau gunakan saja aku dengan begitu yg akan membunuh mereka nanti itu aku,bukan kau,biarkan aku yg menanggung semua dosa itu.''


''bicaramu pintar sekali ya. padahal jelas-jelas aku yg akan menebas mereka nanti''


''ahahaha..tak apa kan?. Biar kau tak merasa terlalu bersalah'' balasnya sambil tertawa


''iya..iya...terima kasih calope.aku mengandalkanmu''


''iya!.serahkan padaku''


***

__ADS_1


POV Elissa


''Astaga harry. Kau dimana?''gumamku sambil mencari harry kesegala tempat


Dia tak mungkin meninggalkan ku disini kan?


Harry kau tak akan meninggalkan ku kan?..kan!?..aku sama sekali tak tau arah pulang dari sini loh!


''huh~..harusnya aku belajar sihir teleport pada luz dulu''gumamku


Sekarang bagaimana?...ungh...


''HARRY!''


***


(Sementara itu kondisi harry saat ini)


POV Harry


''nah...jadi... apa kau mau menjadi rekanku?.atau menjadi musuhku?.tergantung jawabnmu aku mungkin akan mengampuni nyawamu'' kata tuan putri marcella sambil menodongkan pedangnya ke leherku


''ugh...''


Kenapa malah jadi begini...


gawat..bagaimana ini?....nona pasti sedang mencariku saat ini...


Nona..maaf tapi bisa kah anda menunggu sebentar lagi...


Karena saat ini saya sedang berada dalam masalah besar.


ELF PRINCESS - Chapter 171 (S2) - Halaman 3


Beberapa menit yg lalu


Harry


Ah~...akhirnya aku mengatakannya juga. Hmph..entah kenapa aku merasa sedikit lega setelah menceritakan ini ke nona.


''ngomong-ngomong apa yg nona mau bicarakan ya?''pikirku sambil berjalan kearah pohon besar yg ada di daerah pemakanan dan tadinya berniat menunggu nona di sana sampai langkahku terhenti begitu tanpa sengaja melihat sosok seorang gadis muda berambut merah muda panjang sedang berada tak jauh dari pohon tersebut


TU...TUAN PUTRI!?


Ga..gawat....kenapa tuan putri ada disini...kalau nona sampai bertemu dengannya.....aaaaaaakh!...gawat..aku harus langsung menemui nona dan pergi sebelum keadaan memburuk


Aku pun berniat putar balik namun.....


''tunggu dulu'' kata tuan putri yg langsung membuatku tersentak. Tak sampai di sana saja tuan putri pun perlahan datang mendekat dan jelas itu membuatku panas dingin


''nah...jadi... apa kau mau menjadi rekanku?.atau menjadi musuhku?.tergantung jawabnmu aku mungkin akan mengampuni nyawamu'' kata tuan putri sambil menodongkan pedangnya ke leherku


...****************...


...NEXT...

__ADS_1


__ADS_2