
''Tu...tunggu dulu tuan putri...mu..musuh?..rekan?...apa yg anda bicarakan?''tanyaku
''jangan pura-pura bodoh, aku tau kau orangnya''balasnya
MAKANYA AKU TANYA AKU SALAH APA!? SEBENARNYA APA YG IA BICARAKAN!?
''tu..tuan putri...to..tolong tenang lah dulu dan coba jelaskan pada saya apa maksud anda, saya sama sekali tak paham apa yg terjadi''pintaku
''...... rupanya kau masih mau berpura-pura ya''katanya sambil menghela nafas
ANAK INI!...APANYA YG PURA-PURA!? ,AKU BENARAN GAK TAU APA YG TERJADI!
'' john '' ucap tuan putri yg membuatku tersentak
Mendegar nama john aku jadi langsung teringat dengan nama guru nona dulu yakni tuan arzan mahavir alister.
Kenapa tuan putri tiba-tiba menyebut nama itu?
''hmm...melihat reaksimu ternyata kau memang kenal padanya'' katanya yg membuatku panas dingin
''ternyata memang kau yg mendatangi rumahnya saat itu''sambungnya yg makin membuatku takut
''aku sudah mencarimu sejak dulu. Ku dengar dari kesaksian warga sekitar kalau ada pria dengan rambut orange datang ke kediamannya tepat sebelum rumah itu terbakar'' jelasnya sambil menatapku tajam
'' tapi aku tak akan mempermasalahkan itu kalau kau mau bekerja sama dengan kami .tentu saja kalau kau menolak aku tak punya pilihan lain selain menghabisimu disini'' ancamnya
Tsk...bagaimana ini?...apa tak ada cara untuk lolos dari situasi ini...
Kalau aku terus menyangkalnya mungkin aku akan ke hilangan salah satu bagian tubuhku..aaaakh!...itu tak bisa di biarkan. Kalau aku teleport ke tempat nona dan segera kembali ke kediaman .satu keluarga everon bisa dalam bahaya.
Jadi bagaimana?...
''berfikirmu lama sekali'' ucapnya sambil tersenyum kearahku yg membuat bulu kudukku berdiri
''tuan putri...saya rasa ada kesalah pahaman disini.''
''saya tak mungkin menjadi musuh anda.anda adalah putri kekaisaran ini mejadi musuh anda bearti menjadi musuh ke kaisaran.hanya orang gila yg mau menjadi musuh anda''
''dan mengenai orang bernama john itu. saya tak mengerti apa maksud anda,saya tak kenal dengan orang yg bermana john.''
''jadi maksudmu aku salah orang?''tanyanya
'' saya harap anda mau mempercayai saya jika saya bicara begitu'' balasku
Tuan putri pun terdiam sesaat lalu menarik pedangnya yg membuatku bisa bernafas lega untuk sesaat
'' di dunia ini ada banyak sekali kebetulan yg tak masuk akal . orang yg berbeda di saat yg bersamaan .ada pula seseorang yg tak bersalah tiba-tiba terlibat dan menjadi kambing hitam. ''
''Sebagai pemimpin ini merupakan kesalahan fatal kalau semisalnya aku menjadikan mu kambing hitam . ''katanya tiba-tiba
'' aku tak ingin orang tak bersalah terlibat hal ini. Karena itu. aku mohon kerja sama mu. Itu pun kalau kau benar-benar merasa tak bersalah'' sambungnya sambil mengulurkan tangannya padaku lalu menatapku tajam
***
POV Elissa
__ADS_1
Ukh...harry benar-benar menghilang..bagaimana ini .aku pulangnya bagaimana?.aku sama sekali tak tau arah .
Aku pun terus menelusuri area pemakaman berharap akan bertemu dengan harry di suatu tempat. Sampai langkahku berhenti begitu ku lihat sebuah bangunan besar berwarna putih berada tepat di tengah area pemakaman.
Karena penasaran aku pun pergi menelusuri bagunan tersebut.
''tempat apa ini?''gumamku sambil melusuri bangunan besar tersebut.
Tak ada seorang pun di sini dan hanya ada ruangan-ruangan kosong dan satu tempat seperti ruang pengadilan dan yang paling membuat ku penasaran ialah sebuah pintu besar bercorak makhluk legendaris griffin dengan batu merah terang di tengah-tegahnya
''pintu apa ini?..''
Kelihatanya seperti ruangan khusus. Dia antara semua pintu yg ada hanya ini satu-satunya pintu yg paling besar
Apa harry ada di dalam sana?.
''pintu ini bisa ku buka gak ya?''gumamku lalu mencoba menyentuh pintu tersebut baru saja ku sentuh pintu tersebut tiba-tiba batu merah itu menyala dan pintu terbuka dengan sendirinya. Sontak itu membuatku binggung sekaligus takut
Di tambah lagi di dalam sana sangat lah gelap
''ha...harry..apa kau didalam?''panggilku sambil sedikit masuk kedalam.
Dan tak lama setelah ku bilang begitu tiba-tiba saja semua obor menyala seakan menuntunku untuk masuk lebih dalam
''e..eh?....ruangan macam apa ini?...''kataku yg mulai takut
Aku pun mencoba masuk sedikit lebih dalam namun baru beberapa langkah saat aku masuk tiba-tiba saja pintu di belakangku pun mulai tertutup
Menyadari hal itu aku pun buru-buru kembali namun sayangnya aku terlambat dan pintu pun sudah tertutup rapat
''siapapun...kumohon..keluarkan aku dari sini''katau yg sudah hampir menangis
Bagaimana ini...sekarang aku malah terkunci di ruangan aneh ini
''harry...kau dimana''gumamku sambil berusaha menahan tanggis ku
''elissa~''
Tiba-tiba saja ada seseorang yg memanggil namaku tentu saja mendegar hal itu aku langsung menoleh kearah sumber suara tersebut.
''elissa'' panggilnya lagi .
Suara itu terdengar tak asing bagiku. Karena penasaran aku pun mencoba memberanikan diri mendatangi sumber suara tersebut.
Ku telusuri ruangan ini dan selama itu pula suara itu terus saja memanggil-manggil namaku. Semakin dekat aku dengan suara tersebut semakin jelas pula suara tersebut .
Meski aku tak mau berharap banyak dari suara ini namun..semakin dekat semakin aku berharap dan benar saja begitu sampai di sumber suara seperti melihat mimpi menjadi kenyataan . hati ku langsung berdebar kencang.air mataku pun tak bisa ke bendung lagi.
''tak mungkin..ini tak mungkin''gumamku tak percaya dengan apa yg ku lihat ini
Rambut panjang violet yg tergerai, mata merah yg menatap lembut kearahku dan senyum hangat yg terukir di wajahnya membuat hatiku terasa tercabik-cabik meski begitu aku sangat senang.
''elissa~'' panggilnya lagi sambil merentangkan tangannya seakan menyuruhku datang ke pelukannya.
*ukh...*hiks...*hiks...'' ''PA..pa'' panggilku dengan air mata yg sudah berlinang
__ADS_1
setelah itu kaki ku pulang berlari menghampiri sosok yg paling ku rindukan ini sampai .....
*NONA MENJAUH DARINYA!*
Eh?
*SRAK!!
***
POV Leon
*prang!
''ah!...maaf '' kataku yg tak sengaja memecahkan gelas saat hendak mengambil minum
''yaampun sir leon. Kalau anda mau minum bilang saja pada saya biar saya yg ambilkan''kata laura sambil memunggut pecahan kaca di lantai
''maafkan aku ''
''tangan anda kan belum sembuh ,jadi biarkan saya membantu anda kalau mau mengambil sesuatu''sambungnya sambil tersenyum lembut
''terima kasih dan maaf karena menambah pekerjaanmu''kataku yg jadi tak enak
''tidak.tidak..ini sudah tugas saya sebagai pelayan'' balasnya
.....tapi entah kenapa perasaanku mendadak tak enak begini.kalau kata orang gelas pecah pertanda hal buruk , meski aku tak mau mempercayainya tapi....
''ngomong-ngomong apa kau melihat nona?''tanyaku
''um?..ah~..kalau tak salah nona pergi dengan sir harry tadi. Ada yg bilang mereka ke hutan''balas laura
''hutan?'' gumamku sambil melihat ke luar jendela dan mendapati langit yg mulai mendung
Kelihatanya akan segera hujan. Sebaiknya mereka kembali sebelum hujan.nona bisa kena flu nanti
''oh!?..anda sudah mau pergi?.minumnya?''tanya laura saat melihatku hendak pergi
''ah~..nanti saja. aku harus menjemput nona dulu''balasku
''astaga sir leon.anda kan sedang cuti sakit. Seharusnya anda istirahat dan tak memikirkan nona'' balas laura sambil menghadang jalan ku
''aku hanya...''
''serahkan saja nona pada kakak anda. Apa anda tak percaya padanya?''potongnya
Bukan masalah tak percaya aku hanya merasa tak nyaman saja.
''sebentar lagi mereka juga kembali. Anda tunggu saja disini''sambungnya sambil tersenyum
Yah...semoga saja firasat burukku ini salah.
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1