
"Jadi?. Anda masih belum bisa tidur?''tanya achilles yg kebetulan sedang mampir ke kamar Erwin
''Be..begitulah...'' ''padahal aku sudah memakai sihir mu dan juga membeli dreamcatcher. Tapi masih belum bisa tidur nyenyak juga'' keluh Erwin
''Hmm...seperti yg ku duga. Kalau begini terus anda bisa sakit tuan erwin''ucap achilles
''Aku akan coba cari cara untuk membantu anda pulih. Tapi jangan lupa semua ini kembali kediri anda sendiri''
''Terima kasih achilles''
*sring! *tuan Erwin!* seru pururu yg tiba-tiba muncul
''ifrit?!..eh maksudku pururu''
*tuan anda bisa memanggil saya ifrit.lagi pula itu nama yg anda berikan*balas pururu
*tapi bukan saatnya membahas ini. Begini tuan ada sedikit masalah*ucap pururu
Setelah itu pururu pun menjelaskan bahwa luz dan elissa sedang bertengkar dan keduanya kini sedang menangis.pururu yg binggung menenangkan keduapun akhirnya menyerah dan meminta bantuan
''begitu ya. Baiklah aku akan langsung mencari adik kecil''ucap Erwin
''kalau begitu saya akan membantu menenangkan luz. ''ucap achilles
*saya juga akan ke tempat luz. Habisnya nona sama sekali tak mau bertemu saya* ucap pururu
''baiklah''balas Irwin
Dan setelah semua setuju mereka pun langsung pergi ke tujuan mereka masing-masing
***
POV Achilles
''kali ini kenapa lagi bocah itu?'' tanyaku
Bertengkar dengan elissa?.tak biasanya?. Ku pikir bocah itu akan selalu menuruti keinginan elissa
*anda akan langsung tau begitu bertemu dengannya*ucap pururu
Setelah itu kucing kecil ini pun langsung mengantarku ke tempat luz berada dan begitu kami sampai seperti yg ia bilang luz sedang menangis di bawah pohon .
*itu dia. Dia sama sekali tak mau mendengarkan saya.saya tak tau bagaimana mengatasinya* ucap pururu
''kau tunggu sini saja biar aku yg urus'' ucap ku lalu berjalan mendekati luz
''kau tau ,wajahmu semakin jelek saat menangis''ucapku yg langsung membuat luz menoleh kearahku
'' PERGILAH AKU SEDANG TAK MAU BICARA DENGANMU!'' usir luz dengan kasar
''tak mau~~''balasku lalu duduk di sampingnya dan ia pun langsung bergeser beberapa langkah dariku guna menjaga jarak
'' aku dengar kau bertengkar?.''
''bukan urusanmu''balas luz yg tak mau melihat kearahku
''tapi aku tertarik mendengarnya''ucapku dan luz yg mendengar itu pun langsung bangkit lalu menatapku geram
__ADS_1
''Bisa tidak jangan menggangguku sekarang!?. Aku sedang tak mau berdebat dengamu!''serunya
''apa kau tak bisa membaca situasi!?.aku sedang kesal sekarang!,pergilah!'' teriaknya dengan air mata yg masih mengalir
Aku tau itu...karena itu aku ingin ikut campur.
'' payah ''ucapku yg membuatnya tersentak
''apa?!!''
*set '' kalau kau lelaki kau tak akan menangis saat kesal,memang kau wanita?''ucapku sambil bangkit
''BERISIK!!. laki-laki juga manusia yg punya perasaan!'' ''kenapa aku tak boleh menangis!?.aku punya hak untuk menangis!,aku diberikan air mata untuk menangis!''
''kau juga di berikan akal untuk berfikir''potongku yg membuatnya tersentak
''memang benar apa yg kau katakan tadi. Meski lelaki bukan bearti kita tak boleh nangis. Kita boleh menangis tapi dengan situasi yg tepat''ucapku
''huh?''
''sekarang aku tanya padamu.kenapa kau menangis?.apa karena bertengkar dengan nona kau menangis?. '' ucapku dan luz langsung membuang wajahnya seakan tak mau menjawabnya
''apa itu hal yg perlu di tangisi?''sambungku yg tak bisa ia jawab
'' bukannya ada hal yg lebih penting yg harus kau lakukan dari pada menangis sendirian disini?. Kalau kau bertengkar maka cari cara untuk berbaikan dan bukannya menangis. Menangis tak akan menyelesaikan apapun''jelasku
.... '' aku tau itu..'' gumamnya sambil menggenggam ujung bajunya
''tapi *hiks... air mataku keluar begitu saja *hiks...hatiku terasa sakit *hiks...aku tak tau caranya berhenti *hiks menangis''ucapnya dan mulai meneteskan air mata lagi
Huh~... karena itu aku benci anak-anak seusianya
''baiklah..khusus saat ini saja. Menangislah sepuasmu'' ucapa ku sambil menarikku kedalam dekapanku
!!?.'' apa yg kau__''
''sudahlah. Kau tak ingin di lihat siapapun kan saat ini?''ucapku lalu luz pun tak membalasnya dan perlaham menggenggam bajuku dan air mata pun mulai berjatuhan mengenai bajuku
'' huwaaa...''tanggisnya yg pecah dalam dekapanku
***
Setelah beberapa menit akhirnya luz pun tenang juga .
'' ini. Ingusmu meler tuh'' ucap ku sambil memberikannya sapu tangan
*set! '' berisik!'' serunya sambil merebut sapu tangan tersebut lalu mengelap hidungnya
''aah~.. bajuku jadi basah kena ingus dan air matamu''ucapku sambil melihat bajuku
''salah sendiri . aku kan ga minta kau memelukku''balas luz
''iya deh aku yg salah''
''jadi gimana?.udah tenang?''tanya ku yg di balas anggukan olehnya
''kalau kau mau cerita aku akan mendengarnya''ucapku sambil bersandar di pohon
__ADS_1
..... luz pun terdiam sesaat lalu _
'' berjanjilah kau akan merahasiakan ini''ucapnya yg ku balas dengan mengangkat jari kelingkingku
Melihat hal itu luz pun langsung tertunduk dan berkata
''elissa bilang ia bertemu dengan tuan putri marcella''
Mendengar hal itu jelas membuatku tersentak.
Tuan putri?. Kalau tak salah keluarga ini memiliki sedikit masalah dengannya bukan?. Dan lagi bukannya keluarga ini juga sangat melindungi nona agar tak bertemu dengannya?. Yah aku hanya tau sampai situ sih aku tak tau detailnya.
'' aku bertengkar karena aku mencemaskannya. Padahl tuan putri bisa saja dalang yg membuat elissa hampir mati kemarin. Tapi elissa dengan cerobohnya malah pergi menemui orang itu dengan kakinya sendiri terlebih seorang diri'' jelas luz
'' coba kau jadi aku. Kau kesal gak!?. Padahal semua orang berusaha mati-matian melindunginya dari tuan putri tapi malah ia sendiri yg menghampiri tuan putri''ucap luz yg terlihat geram
''dia pikir nyawanya ada seribu!?. Kalau ia sampai kenapa-napa lagi bagaimana!?. Kan bukan dia saja yg akan menderita'' sambungnya yg malah ingin menangis lagi
''baiklah. Singkatnya. Kau marah karena kau khawatir padanya tapi elissa malah tak terima dengan itu?''tanyaku memastikan
''benar''
Aku tak menyangka nona akan sekeras kepala itu. Yah disisi ini aku tak bisa menyalahkan luz,maksud dia baik ia hanya ingin nona tetap aman dan juga menghargai usaha keluarga ini melindungi nona. Tapi nona...
Meski ku yakin ia tau ia tak boleh bertemu tuan putri tapi ia tetap pergi terlebih seorang diri. Di lihat dari situasi ini jelas ada sesuatu yg membuat nona nekat pergi kesana. Tapi apa?.
'' aku paham. Tapi apa yg membuatmu menangis?''tanyaku
''kalau kau merasa kau benar terus kenapa kau nangis?''
''aku tak tau'' balasnya sambil menundukkan wajahnya
*puk ''luz ,aku mengerti kau mencemaskan elissa.aku tau kau kesal karena ia bersikap seenaknya. Tapi apa kau sudah mendengarkan alasannya?.apa kau bertanya padanya kenapa ia melakukan itu?. Atau kau hanya marah begitu saja tanpa mendengar alasannya?''tanyaku yg membuat luz tersentak
Dan melihat reaksinya aku langsung tau kalau ia langsung marah tanpa mendengar penjelasan dari nona...
''aku tak sempat dengar karena terlanjur kebawa emosi..''ucapku
''lihat?. Padahal nona sudah percaya padamu dengan menceritakan itu hanya kepadamu tapi kau langsung marah tanpa mendengarkan penjelasan darinya''sambungku yg membuat luz tak bisa berkata-kata
'' hmph... kedepannya coba dengarkan dulu hingga akhir setelah itu bicarakan baik-baik dan jangan sampai terbawa emosi. Kalau kau emosi yg ada masalah semakin menyebar dan bukannya selesai'' ucap ku lalu mengusap-usap kepalanya
''aku mengerti''
Hmph..kalau dia bersikap begini ia benar-benar terlihat seperti anak kecil.seharusnya ia selalu bersikap seperti ini saat bersamaku.
''apa sekarang kau tau kau harus apa?''tanyaku
''iya. Aku tau'' ucapnya lalu bangkit
''aku akan mencari lisa dan membicarakan ini dengannya'' ucapnya lalu berlari pergi
''ah! Benar juga'' ucapnya sambil berhenti sejenak lalu menoleh kearahku
''aku tak percaya akan mengatakan ini padamu tapi... terima kasih'' ucapnya yg membuatku syok
''Aku belajar beberapa hal darimu hari ini''sambungnya lalu langsung berlari menjauh.
__ADS_1
...****************...
...To Be Continue...