Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 222


__ADS_3

''Bagaimana sudah siap?''tanya rara


''iya'' balas ku dan ibu kompak


'' kalau begitu kami pergi dulu. Dokter tolong jaga kaka...''


''Tunggu dulu rara!'' potonng luis yg rupanya sudah bangun dan langsung berlari kearah kami


''luis, kau sudah sadar?''


''kakak...kakak tak apa?''tanya rara yg langsung menghampiri kakaknya


''iya..kepalaku hanya sedikit pusing''balas luis sambil memegangi kepalanya


''luis..''panggilku sambil mencoba menghampirinya


Syukurlah.mukanya sudah tak sepucat tadi


''tuan erwin, jahat. Masa mau pergi saja tanpa berpamitan dengan saya''ucap luis sambil cemberut


''ahaha. Maaf, tapi aku tak ingin membangunkanmu''


''lalu...maaf juga karena sudah membuatku mengalami hal ini'' sambungku sambil tertunduk menyesal.


*puk! '' jangan di pikirkan. Lagi pula ini di luar kehendak anda juga'' balas luis sambil menepuk kepalaku lembut


''lalu...'' ''ambil ini''sambung luis sambil merogoh kantongnya dan memberiku sebuah kantong kecil


''apa ini?''tanya ku


''itu jimat keberuntungan'' balas luis sambil mengaruk-garuk pipinya


''oh!. Ini bukannya buatan ibumu ya?''kata dokter rei


''eh!?, benar kah?''


''iya. Ibu saya dulu memberikan ini pada saya dan sekarang saya berikan pada anda''balas luis sambil tersenyum lembut


''apa kau yakin?.ini peninggalan ibu mu loh?''


''tenang saja. lagu pula..saya rasa anda jauh lebih membutuhkannya di banding saya''balas luis sambil mengepalkan tanganku lalu tersenyum lembut


.... apa tak apa aku menerima ini?.


''terima kasih. Akan ku jaga baik-baik''kataku sambil mengepalkannya dan tersenyum lembut pada luis


'' baik!. Cukup sampai disini. Kita harus jalan sekarang'' kata rara yg tiba-tiba muncul di tengah-tengah kami


''ah!. Aku lupa. Kalian tidak bawa makan ya'' kata rara


''tak perlu khawatir sayang. Kami bisa beli makanan di jalan''balas ibu


''maaf ya. saya tak sempat mebuatkan kalian bekal''


''tak apa.jangan di pikirkan''kata ibu


''kalau begitu kami pergi dulu''


''dokter rei, luis. Terima kasih banyak atas bantuaan kalian selama ini'' ucapku sambil membungkuk hormat


''jangan di pikirkan,saya senang bisa membantu anda'' balas luis


'' kalau kau berfikir untuk mengganti kakimu datanglah lagi kesini''ucap dokter rei


''kalau itu tidak akan pernah'' balasku yg memecah tawa dokter rei


Hmph... hari -hari yg ku habiskan di tempat ini memang tak lama tapi ini sangat berharga bagiku


''woi!..cepat. kalau semakin gelap bisa berbahaya'' seru rara yg sudah jauh di depan


''sampai jumpa lagi. dokter rei ,luis'' kataku sambil melambaikan tangan lalu pergi menyusul rara


''sampai jumpa. Kapan-kapan berkunjunglah lagi''seru luis sambil melambaikan tangannya


Aku pun tersenyum lembut melihat hal tersebut lalu mengacungkan jempolku


''iya!. Aku pasti akan main lagi kesini!" seruku


***


''huh~..ini sedikit lucu ya''ucapku sambil berjalan mengikuti rara


''apanya?''tanya ibu


''yah.. kita datang kesini sebagai tamu tapi pulang malah seperti buronan''balasku


''pffft..benar juga.'' Balas ibu sambil tertawa kecil


''tapi.tenang saja. kalau menjadi buronan ibu sudah terbiasa''sambung ibu percaya diri

__ADS_1


''sebenarnya hidup anda itu seperti apa sih?''tanya rara


''oh?!.kau penasaran?'' tanya ibu sambil medekatinya


''tidak juga.''


''hee~..padahal aku tak keberatan menceritakan petualangan ku selama kita keluar dari negara ini'' kata ibu sambil cemberut


''itu malah membuat saya semakin tak mau mendengarnya''balas rara


''jahat''


''ahaha..ngomong-ngomong .rara. apa matamu baik-baik saja?. kau kan baru selesai oprasi'' tanyaku


''tenang saja. kata dokter perlu waktu untuk membuka dan terbiasa dengan ini tapi aku yakin semua akan baik-baik saja'' balasnya


''begitu ya''


''dari pada itu kakimu baik-baik saja?.maaf saja kita akan berjalan kaki dan bukan naik kereta kuda''


''jangan di pikirkan. Kalau aku sudah tak kuat aku akan bilang kok''balasku


''baguslah kalau begitu. Lagi pula ini tak akan terlalu jauh. Setelah kalian melewati perbatasan akan ada yg menyewa kereta kuda disana''


''senang mendengarnya''balas ibu


Setelah itu suasanpun menjadi hening. Atau lebih tepatnya tak ada yg tau harus membicarakan apa lagi


''anu.rara'' panggilku lalu berjalan lebih cepat agar sejajar dengannya


''aku benar-benar minta maaf ,atas kejadian yg menimpa luis'' ucapku


''untuk apa kau minta maaf padaku?.kakak saja sudah tak mempermasalahkan hal tersebut''balas rara yg terlihat tak peduli


''iya sih. lalu aku juga mau minta maaf atas semua berbuatan ku selama ini padamu''


''aku benar-benar tak ada maksud buruk. Aku hanya ingin akrab dengan mu. tapi aku sadar itu malah membuatmu tak nyaman. Maaf kan aku''


''.... tak perlu minta maaf'' balas rara yg membuatku tersentak


''aku tau itu.'' '' dari awal kau memang orang yg seperti itu.karena itu aku tak akan menyalahkanmu.'' ''lalu aku juga minta maaf'' sambungnya yg membuatku berhenti saking syoknya


''selama ini aku sering bersikap dingin padamu.meski itu bukan kesalahanmu sekalipun terkadang aku suka geram denganmu. Emosiku sering tak stabil hingga aku melampiaskannya padamu. Maaf'' sambungnya sambil tertunduk menyesal


!!!!?..... RARA MENGAKUI KESALAHNNYA!?


Astaga..astaga..apa dunia akan segera berakhir ya?..


Eh!?!..di memikirkan hal itu?


''hee... ini mengejutkan'' ucap ibu


''ku pikir alasanmu adalah karena tak ingin keluargamu terlibat dengan masalah kami'' sambung ibu


''itu juga merupakan alasan ku'' balas rara yg berhasil memecah tawa ibu


''yah. Intinya aku tak membenci kalian. Tapi aku juga tak mau mengambil resiko lebih. Mereka berdua keluargaku yg tersisa.aku tak mau kehilangan mereka. ku harap kalian memahami hal itu'' kata rara


*tap! '' tenang saja. kami paham kok. Kami juga tak mau keluarga yg tak tau apa-apa terlibat dengan masalah kami. Iya kan erwin?'' kata ibu sambil menepuk pundak rara lalu menatap kearahku


''iya. Itu benar. Karena itu jangan terlalu di pikirkan . kami mengerti kok'' balasku lalu mendekati mereka


''hmph..terima kasih''


***


Setelah itu perjalanan kami menuju perbatasan pun terasa lebih nyaman. kami bercerita tentang hari-hari yg kami lalu disini. sangat menyenangkan rasanya bisa akrab dengan rarar meski di akhir-akhir. dan akhirnya setelah berjalan cukup jauh kami pun tiba di perbatasan


'' sampai sini saja aku bisa mengantar kalian'' ucap rara


''hoo...jadi ini perbatasan. Luar biasa kita berhasil keluar dari sana tanpa sepengetahuan siapapun''kata ibu terpukau


''yah..ini jalan yg tak sengaja ku temukan.lalu..''


'' di sana ada desa kecil .kalian bisa menyewa kereta kuda disana'' ucap rara sambil menunjuk kearah kota kecil yg sudah terlihat di depan mata


'' terima kasih sudah mengantar kami sampai sini rara'' ucapku sambil tersenyum lembut padanya


''jangan di pikirkan.'' ''oh ya. dan ini''kata rara lalu merogoh kantongnya dan memberiku sebuah botol kecil beserta bingkisan kado yg sudah di bungkus rapih


''ini?''


''yg ini hadiah kecil dariku untuk adikmu yg akan segera ulang tahun. Aku akan tak bisa kesana dan memberikannya. Jadi ku titip padamu'' ucapnya sambil menunjuk bingkisan tersebut


''lalu botol ini?''tanyaku sambil mengangkatnya


''itu obat penawar yg ku janjikan'' kata rara yg membuat kami terkejut


''eh!?.. ini obat untuk mengembalikan ingatan ku!?'' tanyaku

__ADS_1


''iya. Meski aku tak tau itu akan bekerja atau tidak karena aku belum sempat mengujinya'' balas rara


''erwin.. kutukan yg ada di punggung mu itu adalah kutukan kuno . akan sangat sulit melepasnya secara sempurna tapi ku harap ini cukup untuk membantumu mengingat sesuatu''


''dan ya. karena aku belum mengujinya aku jadi tak tau efek sampingnya karena itu jangan minum ini sebelum seminggu ok'' jelasnya


''seminggu kah..''


''iya..aku yakin setelah seminggu efek sampingnya akan sedikit berkurang jadi tunggulah ''


Seminggu kah.. yah.. itu waktu yg singkat ini


''baik lah. terima kasih banyak rara''


'' rara terima kasih. Dan maaf sudah merepotkan mu selama ini''ucap ibu sambil mengulurkan tangannya


''tidak masalah. Datanglah lagi jika kalian ada waktu. Dan saya pastikan sambutannya akan jauh lebih baik'' balas rara sambil menjabat tangan ibu


''kami menantikan itu'' balas ibu sambil tersenyum


''nah. Ayo kita pergi erwin'' ucap ibu


''iya''


''oh!. Sebentar'' kataku yg baru menyadari sesuatu


Aku pun langsung membuka tas ku dan mencari benda itu.


''ini dia''


''apa itu?''tanya rara


''alat komunikasi'' balasku lalu memberikan itu padanya


''dengan alat ini kita bisa berkomunikasi lebih cepat ke timbang mengirim surat .dan lagi kita bisa melihat wajah kita masing-masing''sambungnya sambil tersenyum


''luar biasa. Ini pasti mahal''kata rara sambil menerimanya


''tenang saja itu gratis kok. Orang teman ku yg berikan'' balasku dengan santainya


''apa tak apa memberikannya padaku?''


''tak apa.aku yakin ia akan memberiku yg baru nanti'' balasku percaya dari


''HACHIM!!'' ''um?..seperti ada yg membicarakan ku barusan'' ucap eric yg ke bingungan


''lalu ku harap dengan ini kita masih bisa terus berhubungan. Maksudku aku tak mau putus kontak dengan kalian. Kalian sudah ku anggap seperti keluarga ku sendiri. Karena itu..aku akan sedih jika kontak kita terputus'' jelasku dengan wajah murung


''.......... huh~... dasar.''


*puk! '' aku mengerti jadi jangan pasang wajah seperti anak anjing yg kesepian'' balas rara sambil menepuk lembut kepalaku


''ehehe...terima kasih''


''erwin!'' panggil ibu yg sudah jauh di depan


''iya!''


''kalau begitu aku pergi dulu ya''kataku lalu berlari menyusul ibu


''iya'' balas rara sambil melambaikan tangannya


'' aku akan sering menghubungi kalian loh ya!. karena aku juga mau melihat mu dengan mengunakan kedua matamu!'' seruku yg membuatnya tersentak


''aku yakin kau akan jadi lebih cantik nantinya!'' seruku sambil tersenyum gembira lalu melambaikan tangan


***


POV Rara


''aku yakin kau akan jadi lebih cantik nantinya''


!!!?..cantik!?...


Aku ?


*blush!...


Aaaakh!....lagi-lagi ia mengatakan hal yg membuatku merasa aneh!


Ku tutup wajahku dengan kedua tangan ku.lalu memikirkan kembali perkataannya barusan .dan memikirkan itu membuatku semakin malu


''ah~..sampai akhirpun ia selalu mengusikku'' gumamku sambil memandangi mereka yg mulai menjauh


*wush.. angin malam pun menerpa lembut rambutku. Membawa perasaan sejuk yg lembut


''cantik kah''gumamku sambil memainkan rambutku


..... ''hmph....kurasa aku akan mencoba memanjangkan rambutku mulai sekarang'' ucapku seraya tersenyum lembut memandangi rembulan yg mulai bersinar terang di atas sana.

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2