Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 164


__ADS_3

"Dimana kalian menyembunyikan adikku!''


''dia berkata begitu setelah itu langsung membunuh mereka yg tak bisa menjawab'' sambungnya


''adik?''tanyaku sambil melirik mama


''apa kau yakin dia bilang adik dan bukan anak atau putri?''tanya mama memastikan


''tidak ..aku dengar dengan begitu jelas ia bertanya mengenai keberadaan adiknya. Kemungkinan besar ia menyerang perlelangan karena menduga adiknya di lelang disana'' balasnya


''itu aneh...ciri-ciri orang itu mirip dengan lisa terlebih dia juga memiliki mata merah. Tapi lisa bilang dia tak punya saudara'' kataku yg tak paham lagi


''benar..mama juga sempat berfikir begitu.''


''huh ku pikir itu dia. Kurasa aku terlalu berharap banyak'' gumam mama yg terlihat murung


''mama ada apa?''tanyaku yg melihat raut wajah mama yg mendadak murung


''ah!..tidak bukan apa-apa. ''


''lalu apa kau tau apa yg terjadi selanjutnya?, apa elf itu seorang diri?"tanya mama


''tidak. Kalau tak salah ia bersama seorang wanita'' katanya yg jelas membuat kami tersentak kaget


''wanita itu!.. apa dia berambut merah dengan mata merah menyala!?'' seruku


''e..eh?...merah?...tidak..di banding merah..rambut dan matanya lebih berwarna pink'' balasnya


''pink?''


Gawat..aku makin tak paham lagi...yg di cari siapa tapi yg ketemu malah siapa...dan lagi siapa wanita itu?.kenapa dia bersama elf itu?.apa hubungan mereka?.


''apa wanita itu elf?''tanya mama


''tidak. Aku yakin wanita itu manusia'' balasnya yg membuat kami makin tak paham


Sebentar-sebentar..aku makin binggung disini... untuk apa manusia itu ada bersama elf pembunuh itu?. sebenarnya ada apa ini?.dan apakah adik yg di cari elf itu elissa?...aaaaakh!..petunjuknya kok absrak banget sih!!


''begitu ya... kalau begitu kenapa ia bekerja sama dengan elf?..apa tujuannya?''kata mama yg juga binggung


''kerja sama?.kurasa hubungan mereka tak sedekat itu'' balas nya yg lagi-lagi membuat teka-teki baru


''apa maksudmu?''tanya mama


''mereka memang datang bersama tapi kehilatannya elf itu dan wanita itu tak begitu dekat. Hal itu dapat ku pastikan saat mendengar mereka terus saja berdebat''


''berdebat?''


''benar. Mereka terus saja bertengkar aku tak ingat apa yg mereka ributkan tapi Kalau tak salah aku sempat dengar wanita itu kesal karena elf itu terus memanggilnya 'manusia' . dia bilang dia punya nama dan ia ingin elf itu memanggil namanya saja'' balasnya


''apa kau dengar siapa namanya ?''tanya mama


''um...namanya siapa ya... marcy?...mercy?....marcel?''


''AH!... MARCELLA!'' serunya yg jelas membuat kami berdua syok parah


''TUAN PUTRI!??'' seru kami berdua kompak


***

__ADS_1


Sementara itu di istana tuan putri marcella


''HACHIM!''


''oh?..marcella kau baik-baik saja?''tanya flash begitu mendegar marcella bersin


''ah~...tak apa ,tak apa. Hidungku hanya tiba-tiba terasa gatal''balasnya sambil memegangi hidungnya


''benar kah?. Apa kau punya alergi?''tanya harley


''tidak..tidak.. jangan di pikirkan .hidung gatal kan bisa terjadi kapan saja, gak harus karena alergi''balas marcella


''benar kah?..tapi hidungku selalu gatal kalau berdekatan dengan orang bodoh'' balas flash sambil melirik silver


''WOI!. APA MAKSUD TATAPAN MU ITU!?. maksudmu aku bodoh begitu!?''marah silver


''aku tak bilang itu kau.. oh..tapi kau merasa , bearti kau mengakuinya ya''balas flash sambil tersenyum meledek


''a...apa kata mu!. Ngajak gelut ya!'' seru silver sambil mengulung lengan bajunya


''ka..kalian berdua tenang lah. Tolong jangan berkelahi '' kata harley yg mencoba melerai mereka


''benar sekali. Padahal kita sedang pinik santai kan gak enak kalau acara ini hancur cuman gara-gara perkelahian kalian'' timpal marcella lalu menyumput tehnya


''hmph!..flash duluan yg mulai nyari gara-gara'' kata silver sambil memalingkan wajahnya


''siapa suruh di bawa perasaan'' balas flash


''huh!?... APA KATAMU!"


''silver!..tenanglah.. flash juga jangan mancing-mancing'' kata harley sambil menahan silver


''lihat.. langit biru cerah. Angin yang sepoi-sepoi..pemandangan hijau yg memanjakan mata. Sinar matahari yg lembut... huh~..tak bisakah kita bersantai sampai menikmati ketengangan ini?''sambungnya sambil merebahkan diri di tikar yg sudah di gelar


''lily(panggilan khusus harley untuk marcella) benar. Apa kalian tak lelah bertengkar terus. Sekali-kali cobalah untuk akrab. Dengan begitu umurku akan tambah panjang'' kata harley sambil mencoba ikut bersantai


''kenapa begitu?. Padahal kami tak pernah melibatkan mu dalam pertengkaran kami''balas silver sambil melirik harley


''woi!..woi!...dasar tak sadar diri!. Kalian pikir setiap kalian bertengkar siapa yg harus menengahi!?..aku kan!?. Memang ada yg lain!?. Lily aja selalu kabur setiap kalian bertengkar. Ujung-ujungnya aku juga yg turun tangan'' seru harley


''kalau begitu gak usah di tengahi''balas flash


''benar-benar. Biarkan saja kami bertarung hingga salah satu di antara kami mati'' timpal silver


''kalian ini.. apa kalian sadar kalau setiap kalian bertarung sekitar kalian juga ikut jadi korban?. Kalau tak ku hentikan yg ada istana bisa hancur oleh kalian'' balas harley sambil menepuk keningnya


*grep!..'' ahaha kau berlebihan harley...mana mungkin begitu , kami ini tau batasan kok''balas silver sambil merangkul harley


''oh ya?. kalau begitu jelaskan padaku tentang taman istana yg hancur parah saat itu''balas harley yg membat silver mati kutu


''a..apa yg kau katakan astaga.. kok kau makin lama makin pinter ngomong sih?. Kami ini seniormu loh.. jangan asal tuduh'' kata silver sambil mengacak-acak rambut harley


''kenapa tiba-tiba jadi senioritas?. Dan lagi kalau kalian merasa diri kalian senior mata tunjukan yg baik-baik pada juniornya. Bukannyanya begini''balas harley


''wah..wah...flash...coba lihat ini..junior kita mulai gak ada sopan santunya. Enaknya kita apain ya?''tanya silver sambil tersenyum penuh arti


''benar juga...hukuman mengayunkan pedang 10.000 kali juga kayaknya gak akan cukup''balas flash sambil ikut tersenyum penuh arti


''di tambahkan hukuman cambuk kayaknya boleh juga nih''timpal silver

__ADS_1


''ah..boleh juga tuh biar di jera sekalian''balas flash lalu mereka berdua langsung menatap harley dengan tatapan ingin melihatnya menderita


''ka..KALIAN BERDUA KOK MALAH KOMPAK DI SAAT BEGINI SIH!'' teriak harley


''pfft...''


''eh?''


''ahahahahaha... kalian ini...menarik sekali sih'' tawa marcella girang


''woi..apa maksudnya itu?. jadi penderitaan ku itu menarik buatmu?''balas harley


''ahaha...benar''tawanya


''JAHAT BANGET ASTAGA!'' seru harley


''ahahaha..maaf..maaf..tapi aku benar-benar suka melihatnya.rasanya seperti melihat senior yg sedang jail pada juniornya. Entah kenapa aku merasa terhibur''jelas marcella


''kau dengar itu harley. Penderitaanmu adalah hiburan bagi kami''kata silver


''woi!''


''ahaha...huh~..ku harap kita berempat bisa seperti ini terus selamanya''kata marcella


'' apa yg kau bicarakan marcella.kita memang akan selalu bersama.'' Balas flash sambil duduk di sampingnya


''benar, kami akan selalu mengikutimu bahkan ke neraka sekalipun'' timpal silver


''hmph...kalau itu cukup berlebihan ya. ''


'' apa kalian ingat apa yg pernah ku minta pada kalian?''


''aku ingin kalian menjalani hidup lebih lama dari siapapun. Bahkan kalau pun aku mati duluan aku ingin kalian tetap hidup dan kalau bisa menunggu hingga aku terlahir kembali.untuk itu akan ku lakukan apapun untuk melindungi kalian'' kata marcella sambil mengenggam kedua tangannya


''aku juga begitu marcella. Apapun akan ku lakukan asal kau bisa hidup lebih lama di banding siapapun''timpal flash sambil meletakan tangannya di tangan marcella


'' marcella aku sudah berjanji akan selalu bersamamu dan melindungimu. Tak peduli siapapun itu tak akan ku biarkan mereka melukaimu''kata silver yg ikut-ikutan menaruh tangannya


''aku berhutang banyak padamu lily. Demi mu aku rela melakukan apapun''sambung harley lalu meletakan tangannya juga


'' kami bersumpah dengan mempertaruhkan nyawa kami . kami akan melindungimu dan bersama dengan mu kapanpun dan dimanapun itu'' ucapa mereka bertiga kompak


''.....hmph.. terima kasih. Aku juga akan berusaha melindungi kalian apapun yg terjadi''balas marcella sambil tersenyum tipis


''ah!...kenapa jadi bicarain ini sih. Ayo ganti,ganti,ganti. Kita bahas yg lain saja'' sambungnya sambil menarik tangannya


''ah..benar juga soal misi yg waktu itu ku berikan pada kalian bagaimana?. Apa sudah beres?''tanya marcella yg langsung membuat mereka bertiga saling membuang muka


''woi...aku tanya bagaimana kabar misi itu?''tanyanya lagi yg malah di abaikan oleh mereka bertiga dengan mencoba menikmati makanan dan minuman yg ada


''masih belum selesai ya'' katanya begitu melihat sikap mereka bertiga


''huh~...mau bagaimana lagi.. kalau saja si bego ini membakar tempat itu sesuai jam yg ku katakan ini pasti tak akan terjadi''kata flash sambil melirik silver


''woi!..kok di bahas lagi sih!?.aku kan sudah mengaku salah,itu ketidaksengajaan''


''hmph..bilang saja kau ingin membakarku juga saat itu''.


...****************...

__ADS_1


...NEXT...


__ADS_2