Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 248


__ADS_3

''Aku lelah,'' ucapku sambil menyingkir dari kerumunan.


Ini bahaya.aku terus menginjak kakinya .tidak dari pada itu dia akan memberikan hukuman apa padaku?..


''lagian kok aku bisa segugup itu sih di hadapannya?''gumamku geram


Kelihatannya ayah dan ibu sedang sibuk menerima tamu ya. oh ya kakak dan bunda kemana ya?.aku belum melihat mereka dari tadi.


***


POV Liana de everon


*Wush~...


''anda tak mau bergabung masuk nyonya liana?'' tanya achilles sambil menghampiriku yg sedang menikmati angin malam


''achilles''


''apa anda tak dingin di sini?''tanya achilles sambil menghampiriku


''ahaha..gak juga.''balasku lalu menatap kearah rembulan


''aku tak terlalu suka berkerumun dengan bangsawan.itu melelahkan dan membosankan''sambungku


''dari pada itu .achilles. kau terlihat sangat cocok dengan baju itu.sudah ku duga pilihanku tak salah ''ucapku sambil tersenyum puas


''terima kasih. Anda juga terlihat mempesona dengan pakaian itu''


''tapi..sudah saya duga anda tetap akan memakai baju laki-laki ya'' sambungnya


''habisnya.aku lebih cocok dengan ini kan?'' ucapku sambil memamerkan bajuku


''tidak juga'' ucap achilles lalu memperpendek jarak di antara kami dan berbisik dengan lembutnya


'' saya pikir anda akan selalu mempesona dengan baju apapun'' ucapnya sambil menyibak rambutku yg jelas membuatku malu untuk sesaat


*BLUSH!..''ka..kau bisa saja'' balasku sambil mendorongnya mejauh lalu memalingkan wajahku saking malunya


''tapi saya mengatakannya dengan sungguh-sungguh nyonya'' ucap achilles yg langsung membuatku menoleh kearahnya


''anda terlihat mempesona bagaimanapun penampilan anda''


'' Aku yakin kau juga akan bersinar bahkan lebih terang di banding saudara mu itu''


*DEG!...


''nyonya?''


Apa-apaan itu tadi?..


Meski sepintas tapi ingatan raja elf bodoh itu langsung terngiang di pikiranku . seakan bertemu orang yg sama....


''a...'' tidak.. tak boleh begini .aku harus segera bisa mengikhlaskannya.


''terima kasih achilles'' balasku sambil mencoba tersenyum lembut padanya


''...apa kata-kata saya barusan membuat anda terluka?''tanya achilles


''eh?''


''anda terlihat kesakitan sekarang'' sambungnya yg membuatku tersentak


..... anak ini..kenapa dia peka sekali sih..seram..


***


POV Achilles


Padahal aku tak bermaksud membuatnya begitu. Ia tersenyum tapi wajahnya terlihat kesakitan Apa seharusnya aku tak memujinya ya?.


''aku baik-baik saja.maaf membuatmu cemas'' balasnya yg lagi-lagi tersenyum seperti itu.seakan ada yg ia tutupi dariku


Um?...musiknya terdengar hingga sini ya.. kalau begitu..


*set.. '' nyonya liana. Apa anda berkenan berdansa satu lagu dengan saya?'' ucapku sambil berlutut di hadapannya

__ADS_1


''eh!?'' ''a..ah..tentu'' balasnya sambil membalas uluran tangan ku


Setelah itu kami pun berdansa di bawah sinar rembulan yg lembut


''woah! Di luar dugaan kau bisa berdansa ya achilles'' ucapnya


''ahaha..diam diam saya memperhatikan saat anda mengajar ksatria nona elissa''balasku


''eh!?. Kau ada disana?..aku tak sadar'' ucanya kaget


''yah..kalau anda sadar saya tak bisa memberi kejutan dong''balasku


''ahaha..kau ini bisa saja''


........ ''nyonya''


''ya?''


''selama ini saya selalu memperhatikan anda''ucapku


''apa?''


''maaf kalau tindakan saya ini membuat anda tak nyaman tapi...selama ini saya perhatikan anda selalu melamun di bawah rembulan.seakan memikirkan sesuatu dengan wajah anda yg selalu terlihat kesepian'' jelasku


''a..ah..sebenarnya sejak kapan kau memper__.''


''nyonya, kalau ada yg bisa saya bantu katakan saja.saya akan dengan senang hati membantu anda'' potongku yg membuatnya tersentak


''karena itu..jangan memendamnya sendirian'' sambungku sambil tersenyum lembut


....... ''terima kasih achilles...itu sangat berarti bagiku'' balasnya sambil tersenyum lembut kearahku


***


POV Erwin


(Beberapa saat yg lalu)


''maaf tadi lady bilang apa?''tanyaku


''saya terpana denga paras anda . maukah anda berdansa satu lagu dengan saya?'' ucap ladi violence


'' saya merasa terhormat lady ,tapi mohon maaf saya harus menemani adik saya di dansa keduanya'' tolakku lembut tapi bukannya menyerah lady ini malah semakin mendekat arahku lalu


*grep! ''saya akan merasa sangat sedih jika anda menolak ajakan saya.pasalnya saya sudah menunggu kesempatan ini sejak lama'' ucapnya sambil mengenggam tangan ku


Wah... ini sulit tapi..aku mau berdansa dengan adikku dan lagi...aku juga harus segera menemukan orang yg mengundang para bangsawan


''saya merasa bersalah karena harus menolak ajakan lady .tapi saya benar-benar harus pergi.maafkan saya.mungkin lain kali'' ucapku sambil melepaskan tangannya lalu pergi


''tidak akan ada lain kali'' gumamnya yg sempat terdengar olehku.aku pun langsung berbalik badan namun lady itu sudah tak ada di tempat


Loh!?..dia menghilang?.


Larinya cepat banget.


''apa dia semarah itu karena aku menolaknya?''gumamku


Aku pun berniat kembali kedalam tapi sebuah pantulan cahaya kecil di tanah menarik perhatianku. Pantulan cahaya itu datang dari sebuah bros kecil tepat di tempat lady tadi berdiri.


Dengan rasa penasaran aku pun memungutnya


''um?.. bunga anggrek?''gumamku saat melihat simbol di bros tersebut


''apa ini simbol keluarga....''


*DEG!


'' Kau pasti melihatnya!, bros dengan logo itu!..cepat kembalikan atau aku bisa dalam masalah'' ''aaaaakh!'' ''sudah ku duga ada yg melihat ya''


Ukh!...


Apa itu barusan?.aku seperti mengingat sesuatu tadi. Seseorang yg mati dan...


'' seharusnya kau tak ikut campur..''

__ADS_1


!!!?.. pria mata merah!?. Tunggu sebentar pria itu mirip dengan yg selalu ku impikan.. jangan bilang.


''dimana lady violence tadi?'' ucapku sambil mencarinya kesegala arah


Kalau ingin tau lebih banyak aku harus menemukannya


Setelah itu aku pun pergi mencari lady tadi


***


POV Elissa


''um?..tak ada dimana pun'' ucapku yg sedang berkeliling aula pesta tapi tak bisa menemukan kakak


Kakak kemana ya?.padahal ku pikir dia akan langsung ke aula dansa untuk berdansa dengan ku.


''nona''


''leon!''


''ada apa nona?.anda kelihatan kebingungan?''tanya leon sambil menghampiriku


''iya. itu apa leon melihat kak erwin?''tanyaku


''tuan muda seharusnya ada di luar saat ini'' ucap leon


''eh!?.kenapa?.apa kakak tak suka berada di pesta ini?''


''tidak nona.tuan tadi menyuruhnya mencari tau asal usul surat undangan para bangsawan ini itu sebabnya tuan erwin pergi menanyakan hal itu ''jelas leon


''begitu ya''


Yah asal muasal surat itu memang perlu di selidiki sih. bearti kakak sedang sibuk ya sekarang.


''anu..nona'' panggil leon


''ya?''


''begini..'' ucap leon yg terlihat ragu-ragu


???...''ada apa?''


*sruk '' nona mau kah anda...'' ucap leon sambil berlutut di hadapan ku namun


''salam tuan putri elissa'' seseorang yg tak ku kenal tiba-tiba muncul dan memotong ucapan leon tadi.


''eh?''


Menyadari ada orang lain leon pun langsung bangkit dan berbalik badan . dan begitu leon melihat orang itu tatapannya langsung berubah antara benci dan takut.


''maaf menanggu waktu anda yg mulia.saya datang karena ingin mengucapkan selamat pada anda'' ucapnya sambil membungkuk


''siapa?''tanyaku


***


*Drap... *drap!...''tu..tuan duke!'' seru harry sambil berlari menghampiri duke


''ada apa harry?''


''ternyata beliau datang kesini'' ucap harry


''siapa yg kau maksud?''


''.. pemimpin keluarga demetria.''


***


''Perkenalkan saya tyson george demetria. Pemimpin keluarga demetria saat ini'' ucapnya


Pemimpim keluarga Demetria?...demetria...


EH!? bearti orang ini!


AYAHNYA LEON!?.

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2