Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 230


__ADS_3

Bukan hanya binggung karena tak tau arah.aku juga di buat binggung dengan keadaan hutan ini. Bagaimana bilangnya ya. tempat ini tak terlihat seperti hutan pada umumnya. Banyak tumbuhan-tumbuhan aneh yg tak pernah ku lihat ada di tempat ini dan aku juga tak merasakan adanya keberadaan makhluk-makhluk kecil di tempat ini


''benar-benar hutan yg aneh'' ucapku sambil memeriksa tumbuhan aneh di dekatku


Cahaya mataharipun tak ada disini. Apa hari sudah malam makanya tak ada cahaya matahari?..


Ku terus langkahkan kaki ku .meski aku tak yakin kemana aku pergi. Hingga


''oh?'' tanpa sengaja aku menginjak sesuatu yg lengket. Aku pun mencoba memeriksanya dan rupanya itu.


''Jaring laba-laba?'' ucapku lalu melihat seitar dan banyak sekali jaring laba-laba di tempat ini tapi yg membuatku heran ialah ukuranya yg bisa di bilang cukup besar untuk ukuran laba-laba pada umumnya. Karena penasaran aku pun mencoba mengikuti jejak jaring ini hingga jaring-jaring tersebut mengarah ke sebuah gua besar


....... gua?... ''besar sekali.''ucapku di depan pintu gua


Kelihatannya ini goa yg cukup dalam.


Ku coba tutup mataku dan mendengarkan isi gua dengan seksama hingga


'' ada sungai dalam'' kataku begitu mendengar ada suara gemercik alir dari dalam sana


Kalau ada sungai pasti ada jalan keluar '' ucapku lalu masuk kedalam gua.


Gua yg gelap membuatku kesulitan melihat tapi untungnya aku adalah penguna elemen api jadi kegelapan bukanlah masalah bagiku.


Ku jentikan jariku dan sebuah bola api keluar. Aku pun mengunakan nya untuk peneranganku saat ini


Setelah itu aku pun melanjutkan perjalananku menelusuri gua panjang ini. Semakin aku masuk kedalam semakin banyak sarang laba-laba yg ku temukan hingga...


''oh!.ha...hai.. kita bertemu lagi ya'' ucap gadis yg terkurung bersama ku tadi


''kuharap kita tak bertemu lagi. karena selanjutnya aku akan membunuhmu jika kita bertemu''


.....dia bilang akan membunuhku jika kami bertemu lagi tapi.... bagaimana ia melakukannya kalau dirinya sendiri terlilit sarang laba-laba begitu?


''a..ahaha..aku tau kau akan datang..aku sudah menunggumu'' ucapnya di iringi tawa kecil


..... aku pun mencoba tak menghiraukannya dan berniat meninggalkannya namun


''WOI!. KENAPA MAIN PERGI AJA!. TOLONG AKU!'' teriaknya


'' kau bilang akan membunuhku di pertemuan selanjutnya kan?.kalau begitu untuk apa aku menolong orang yg mau membunuhku?''tanyaku sambil meliriknya


''aku hanya bercanda!. Apa kau tak paham candaan!. Mana mungkin aku membunuhmu !.kita ini teman kan!'' serunya


Sejak kapan kita menjadi teman?.dan lagi bagaimana bisa ia terjerat seperti itu?.seperti kepompong saja..

__ADS_1


''hei! Jangan hanya melihat dan keluarkan aku dari sini!''serunya


''berisik'' gumamku lalu mengarahkan bola apiku yg langsung membakar jaring laba-laba tersebut dan membebaskannya


''fyuh..akhirnya aku bebas''ucapnya sambil merapihkan bajunya


Karena urusanku dengannya sudah selesai aku pun langsung pergi meninggalkannya namun ternyata ia malah mengikutiku


''hei..hei..terima kasih,sudah menolongku. Kau itu ternyata orang baik ya.maaf karena menilaimu seenaknya '' ucapnya sambil berjalan di sampingku


''senang kau menyadarinya''


'' selanjutnya kau mau kemana?''tanyanya


''pulang''


''ah~..pulang kah...um?...pulang?'' ucapnya yg langsung berhenti


''kau..mau pulang ke sisi dewa?'' tanyanya yg langsung membuatku berhenti saking kagetnya dengan pertanyaannya barusan


''apa maksud...''


*GRAAWW!.. belum sempat aku selesai bicara tiba-tiba terdengar raungan yg begitu kencang dari depan ku dan begitu ku lihat apa itu . ribuan mata merah menyala langsung tertuju padaku dan jelas itu membuatku kehabisan kata-kata


'' habisnya..tempat yg sedang kau tuju itu sarang tarantula beracun loh'' ucapnya sambil menunjuk kawanan monster laba-laba besar di depan sana


Aku sadar diri,tak mungkin aku bisa mengalahkan monster sebanyak ini hanya dengan sebilah pedang.karena itu aku pun memutuskan untuk kabur tapi tentu saja begitu aku melakukan itu para monster langsung mengejar kami


''woi, kenapa kau malah kabur?.katanya mau pulang?"tanyanya sambil lari mengikutiku


Apa ia tak mengerti?.aku mau pulang kerumah dan bukannya ke akhirat. Haruskah aku menjabarkan hal itu di situasi begini?.tidak..itu merepotkan.


ku terus berlari keluar dari gua ini tapi tentu para monster tak membiarkan kami keluar begitu saja. beberapa kali mereka menyemburkan cairan beracun dan juga jaring lengket mereka. karena itu mau tak mau aku harus menghadapi beberapa di antara mereka. begitu pun gadis tersebut yg kelihatannya kegirangan melawan mereka.


***


Setelah 15 menit berlalu kami masih belum berhasil keluar dari gua. Tidak, jangankan keluar kami malah masuk lebih dalam. Tapi beruntungnya gadis itu menemukan sebuah lubang kecil yg muat untuk kami dan mengarah ke ruanggan lain yg tak ter jabah oleh monster laba-laba tersebut. berkat hal itu pula kami berhasil beristirahat sejenak


''wah...wah.. coba lihat ini. Apa kau lelah hanya karena hal tadi?''tanyanya yg sedang mencoba meledekku


Jujur .aku benar-benar tak mau menanggapinya saat ini.selain mencoba untuk menyimpan tenaga aku juga harus tetap waspada karena tak tau kapan monster itu akan datang lagi.


Aku yg mencoba tak menghiraukannya pun pergi mencoba menelusuri gua ini


''setidaknya jawab dong''ucap gadis itu lalu mengikutiku

__ADS_1


''kau pendiam sekali ya. membosan kan'' ucapnya yg tak ingin ku tanggapi


''ngomong-ngomong. Teknik berpedangmu boleh juga. Apa kau punya guru pribadi?.oh atau kau belajar sendiri?''tanyanya


Dan ia terus saja mengoceh di sebelahku dan membuatku muak mendenarnya.


''hei.. ngomong-ngomong kita belum kenalan kan?. Mau kenalan dulu gak?''tanyanya yg tak ku pedulikan


''ukh..woi!. aku bertanya padamu!, jangan mengabaikan ku terus!'' marahnya sambil menghadang jalan ku


'' bukannya kau bilang tak percaya padaku?.kalau begitu tak ada gunanya kita berkenalan sekalipun'' balasku lalu melewatinya


'' kalau hanya tau nama tak masalah kan'' katanya lalu kembali mengikutiku


''aku audelina, panggil saja lina'' ucapnya sambil mengulurkan tangannya padaku lalu tersenyum


Aku pun hanya melirik tangan yg terulurkan padaku.


''woi... cepat balas uluran tangan ku pegal tau. Dan berhenti bersikap sok dingin.itu tak keren sama sekali'' ucapnya sambil cemberut


''huh~.leandro'' balasku sambil membalas uluran tangannya


''ah!.kalau begitu lean ya'' ucapnya yg entah kenapa membuatku kesal. Lean adalah panggilan akrab ku dan itu hanya di gunakan oleh anggota keluargaku .aku tak suka ada orang yg baru ku kenal langsung memanggilku dengan panggilan itu


''leandro''ucapku


''iya..iya..lean''


''leandro ''


................ '' kau ingin memperdebatkan hal ini terus?''tanyanya jengkel


''apa salahnya ku panggil lean?.dan lagi leandro itu kepanjangan'' ucapnya


''aku tak suka orang yg baru ku kenal langsung sok akrab dengan ku'' balasku lalu meningalkannya


..... '' dingin sekali. Padahal sudah ku bilang itu gak keren'' ucapnya lalu kembali mengikutiku


***


Kami pun terus melangkah menelusuri gua ini. Meski begitu kami masih tak menemukan jalan keluar dari sini


Kalau di lihat-lihat ini seperti sarang semut saja. apa ada jalan keluar dari sini ya?.


''hei..lean...'' katanya yg terhenti begitu aku memberinya tatapan tajam.

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2