Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 140


__ADS_3

Setelah meninggalkan kediaman everon aku mulai menjelajahi daerah pinggiran ibu kota mengingat di dalam ibu kota pastinya para prajurit sudah menelusurinya. Jadi aku muali menjadinya di pinggir-pinggir ibu kota


''astaga dari mana aku harus mulai ya?'' pikirku sambil menghentikan laju kudaku


Pertama-tama aku harus mendapatkan sebuah informasi. Tempat dimana aku bisa menemukan segala macam informasi....


!?...''ah...hanya tempat itu pastinya ya'' kataku lalu melajukan kudaku ke tempat yg ku maksud


Tempat itu ialah sebuar bar sekaligus casino, tempat dimana info-info gelappun pasti tersedia disana.


Setelah sampai disana aku langsung meletakan kudaku lalu mengenakan tudung hitam untuk menutupi kepalaku dan perlahan mulai memasuki tempat kotor tersebut. Yah di lihat sekali pun sudah jelas ini bukan tempat yg bersahabat. Bau asap rokok dan minuman keras bisa sangsung tercium begitu aku menginjakan kaki disini terlebih suara-suara dari orang-orang bodoh yg mempertaruhakn segalanya dalam sebuah game hanya untuk mendapatkan kekayaan instan.


Sejujurya aku benci dengan tempat ini namun aku perlu informasi disini.


Perlahan ku coba mendekati bartendernya.karena tak mungkin aku datang kemari tanpa memesan apapun jadi ku pesanlah alkohol yg paling rendah agar aku tak mabuk di saat seperti ini.


Sembaring menunggu pesananku aku mencobba mendengarkan suara di sekitarku barang kali ada seseorang yg bisa menjadi petunjukku. Ku pasang telingaku tajam-tajam namun hal itu langsung terhenti begitu seseorang tiba-tiba menepuk pundakku. Reflek aku pun menoleh kearahnya dan mendapati pria besar berotot dengan banyak tatto di badannya


''wah..wah..ada pendatang baru nih''katanya dengan congkaknya


Ah...ini lah kenapa aku malas datang ketempat ini.selalu saja ada orang bodoh yg minta di hajar.


''woi..woi..dari mana asalmu?...kenapa mengunakan tudung?...apa kau seorang kriminal?''tanyanya yg jelas tak ingin ku tanggapin


Um..sekarang bagaimana enaknya ya?.perlu kah ku tanyakan pada mereka?.yah... kurasa mereka tak akan memberiku jawaban dengan mudah sih..


''woi!... kau mengabaikan ku ya sialan!'' serunya sambil mencoba memukul kepalaku namun langsung ku tahan tanggannya lalu memberinya tatapan tajam yg langsung membuatnya tersentak


''a..apa?...apa-apaan tatapan mu itu?, ngajak ribut?!''serunya


Um...hanya keronco ternyata. Kalau begitu tak akan memakan waktu lama , ya sudahlah aku juga tak punya banyak waktu sekarang


Aku pun langsung mempererat cengkraman ku lalu bangkit dari kursi dan belum apa-apa pria sok kuat ini sudah gemetar ketakutan


''maaf tapi aku tak punya banyak waktu untuk bermain dengan mu''kataku sambil menatapnya tajam


''aku sedang mencari seseorang, kalau kau hanya ingin menganggu lebih baik kau hentikan sekarang sebelum ku buat kau pulang tanpa kaki'' sambungku yg membuatnya langsung keringat panas dingin. Dan begitu ku lepaskan cengkraman ku orang tersebut langsung lari begitu saja.


''huh~..belum juga ku tanya sudah kabur duluan'' kataku sambil menghela nafas berat lalu kembali duduk di kursiku


'' kelihatannya anda bukan orang biasa ya tuan'' kata bartender tersebut sambil memberikan pesananku


''apa anda seorang pembunuh bayaran atau semacamnya?''tanyanya


''ku rasa aku tak perlu memberi tahumu soal itu'' balasku


''ahahah benar juga'' ''hmph...lalu...apa tujuan anda ke tempat kotor ini?,saya yakin bukan hanya untuk minum''tanyanya


''ku rasa kau sudah mendengarnya tadi. Aku sedang mencari seseorang.''


''seorang pria muda dengan rambut dan mata hijau cerah.apa kau pernah mendengar ciri-ciri seperti itu?''tanyaku

__ADS_1


''um?....ciri-ciri orang itu bukannya mirip dengan...''


*puk!.... belum sempat bartender itu selesai bicara tiba-tiba ada orang yg menepuk pundakku kembali dan begitu aku menoleh kebelakang sudah ramai orang-orang bertubuh besar yg membawa senjata tajam.


''woi..kau..coba ikut kami kebelakang sekarang'' katanya yg bertingkah sok seram


Ah~...sial..aku malah mengundang kerumunan keronco sekarang..


***


Sejak awal mereka mengajakku ke belakang aku sudah tau ini akan merepotkan mengingat jumlah mereka yg cukup banyak tapi ternyata....


''da...dasar monster''kata orang yg mengajakku kebelakang tadi yg kini sudah berlumuran darah


Mereka jauh lebih lemah dari yg ku pikirkan... ini sih cuman ngotorin baju doang.


*grep!... '' woi...aku sudah menemani kalian bermain sekarang jawab pertanyaanku. Apa kalian pernah melihat pria berambut dan bermata hijau cerah belakangan ini?''tanyaku sambil menarik kerah bajunya


''ta...tak tau...aku tak tau apa-apa''katanya gemetaran


*krak!... ''AAAAAAAKH!!!''


''jangan bercanda kalian sudah membuang-buang waktuku. Dan sekarang kau malah bilang tak tau?''katanya setelah mematahkan tangan kanannya


''aku benar-benar tak tau'' katanya yg sudah berlinangan air mata


''ah..begitu ya'' kataku lalu melepaskannya lalu....


Aku pun berniat mengakhiri pertarungan konyol ini sampai..


''TUNGGU DULU!'' seru seorang dari mereka yg langsung membuatku berhenti sesaat..


''a..apa maksudmu pria muda yg bertarung di gang itu?''


Bertarung?


''jelaskan padaku'' kataku sambil menatapnya tajam


Orang itu pun langsung menceritakan padaku kalau 3 hari yg lalu ia melihat ada pria muda yg berkelahi di sebuah gang kecil dengan seorang pria berambut coklat tapi menurut ceritanya pertarungan itu berat sebelah karena pria berambut hijau bukanlah tandingannya. Tapi di saat pertarungan di kira sudah berakhir tiba-tiba muncul orang misterius


'' lalu apa yg terjadi?''tanyaku


''sa..saya tak tau apa yg terjadi setelahnya. Pria aneh itu memiliki aura yg sangat mengerikan hingga saya tak berani melihatnya lebih lama lagi''katanya gemetar


''apa kau lihat kemana mereka pergi?''


''tidak ...aku tak lihat'' balasnya sambil mengelengkan kepala


Um...orang misterius...siapa itu?...tidak dari pada itu apa yg terjadi pada tuan muda?...apa dia baik-baik saja?.


''seperti apa ciri-ciri orang misterius tersebut?''tanyaku

__ADS_1


''i..itu...saya tak lihat dengan jelas tapi...dia memiliki rambut hitam pekat''


'' kau pikir ada berapa banyak orang dengan rambut hitam di dunia ini huh!?''kataku jengkel


''maaf!..saya tak atau apa-apa lagi. Tolong ampuni nyawa saya''katanya sambil bersujud


Baiklah sekarang bagaimana?...ini sama sekali tak membantu.


''orang berambut coklat itu. Apa kau mengenalnya?''tanyaku


''i..itu...ti..tidak tau...'' ''ta.tapi aku pernah melihatnya sebelumnya''


''dimana?''tanyaku


***


Setelah pria tadi memberikan ku sebuah alamat aku pun langsung melepaskan mereka dan pergi menuju lokasi yg ada dalam alamat tersebut namun.........


''kau pasti bercanda kan....masa aku harus masuk ke tempat begini''kataku sambil menatap jijik tempat di depan mataku ini..


Awalnya aku tak percaya tapi begitu aku masuk aku langsung yakin kalau ini memang benar tempat prostitusi


Astaga kalau mama masih hidup aku pasti akan mendapat masalah besar setelah ini...apapun yg terjadi tak ada yg boleh tau aku pernah mengingajakkan kaki di tempat seperti ini.


''selamat datang~. Silahkan pilih wanita yg anda inginkan''sambut wanita dewasa yg sepertinya penjaga tempat ini


Aku tak tertarik sama sekali!.


Ukh..kuatkan dirimu leon, cepat tanya soal orang itu lalu pergi dari sini


''maaf...tapi aku kesini untuk...''


*grep! ''um... lengan mu cukup kuat, badan mu juga bagus...hmph..meski memakai jubah sekalipun saya bisa langsng tau kalau anda pria tampan''potongnya sambil mengenggam tangan lalu memperpendek jarak di antara kami


''hei...apa kau tak tertarik denganku saja?''katanya yg mencoba mengodaku


ASTAGA! SEHARUSNYA AKU TAK PERNAH DATANG KESINI!


orang itu , kalau ketemu lagi akan ku bunuh dia...


''hei..kenapa kau malah mengabaikan ku?''tanyanya sambil menyentuh pipiku


*grep... ''maaf tapi aku sama sekali tak tertarik'' balasku sambil menahan tangannya


''aku datang mencari seseorang. Ku dengar ada seorang pria berambut coklat yg suka datang kemari. Aku ingin tau lebih banyak soalnya'' sambungku


''um...rambut coklat?...tuan, ada banyak sekali laki-laki seperti itu yg suka datang kemari.apa tak ada ciri yg lebih spesifik?''tanyanya


...****************...


...NEXT...

__ADS_1


__ADS_2