
Memang benar kalau hanya rambut saja akan sulit mencari tau ya...huh~..lagi-lagi aku membuang waktu ku.
''sayang sekali kalau begitu'' kataku lalu berniat pergi sampai
''tapi...kalau tak salah pelangan tetap kami adalah seorang pria berambut coklat apa mungkin dia yg kau cari?''kata wanita tersebut langsung membuatku berhenti
''beritahu aku lebih banyak''
''ahaha..tak masalah... tapi....itu tak gratis..'' katanya sambil menatapku penuh arti
''berapa yg kau inginkan?..''
''ahaha...saya tak tertarik dengan uang anda. Saya lebih tertarik pada anda. Karena itu....sebagi bayarannya bagaimana kalau malam kita...''
''aku sama sekali tak tertarik'' potongku yg sudah paham jalan pikirnya
''JAHAT!. Saya bahkan belum selesai bicara!''
Ah....ini benar-benar membuang waktuku.aku harus segera pergi dari sini
''ayolah...sebentar saja tak masalah'' pintanya sambil menarik-narik ku
''sudah ku bilang aku tak tertarik...''tolakku
''ayolah...apa aku bukan type anda makanya anda menolak?'' ''ah!..atau jangan-jangan....'' ''anda masih perjaka?'' sambungnya yg langsung membuatku tersentak
''ahaha...ternyata memang begitu ya...''tawanya
''tenang saja. aku sudah berpengalaman, serahkan saja padaku'' sambungnya sambil merangkul lengan ku
Bukan itu masalahnya...
*pats!... '' sudah cukup, aku sedang buru-buru kalau kau tak mau mengatakannya setidaknya jangan halangi aku'' kataku sambil menepis tangannya yg jelas membuat wanita tersebut terkejut
Tapi aku tak peduli sama sekali dengannya dan langsung pergi meninggalkan tempat menjijikan ini.
''astaga sekarang kemana aku harus mencarinya?''pikirku setelah keluar dari tempat tersebut
Lagi pula pria berambut coklat itu juga bisa jadi tak tau apa-apa. Aaakh..ini membingungkan...apa tak ada petunjuk lain...
*tap..*tap.. saat aku hendak pergi mencari petunjuk lain tiba-tiba wanita tadi datang lagi menghampiriku
Astaga ni cewe ngotot banget sih. Padahal sudah ku tolak juga.
'' begini aku...''
''ini'' potongnya sambil memberikan ku secarik kertas
Eh?... ''apa ini?''tanyaku sambil menerima kertas yg ia berikan itu
''bukannya tadi kau minta info soal pelanggan itu?. Itu adalah alamatnya. Benar atau tidak aku tak tau tapi ia sering memintaku untuk pergi kesana'' balasnya
Um...lokasi ini...kekaisaran!?...astaga masa aku harus ke ibu kota kekaisaran!?..itu makan waktu berapa lama?!...
''terima kasih, tapi aku benar-benar tak membayarnya dengan...'' belum selesai aku berbicara wanita itu tiba-tiba memperpendek jarak di antara kami lalu dengan gesitnya membuka tudung kepalaku
''KYAAAA... sudah ku duga anda pria tampan'' serunya kegirangan
Huh?..
''tak apa..tak apa , memang sayang aku tak bisa tidur denganmu tapi setidaknya dengan melihat wajahmu saja itu sudah cukup untuk membayarnya'' katanya sambil memengangi pipinya yg merona
''ah~...malam-malam begini aku berhasil cuci mata...beruntungnya aku...''sambungnya
???.....wanita ini tak waras, sebaiknya aku segera pergi
''ka...kalau begitu terima kasih'' kataku lalu naik ke kudaku
''ah!. Benar juga, sebagi tambahan. Nama pria itu Fredric'' sambungnya yg jelas membuatku tersentak kaget
''FREDRIC!?''teriakku yg membuatnya kaget
''i.iya.. dia bilang aku bisa memanggilnya begitu''
Woi..woi... jangan bilang ini semua ulah shadow?...apa tuan muda menghilang karena ulahnya?....
__ADS_1
''aku harus memeriksa tempat ini'' batinku sambil melihat kembali alamat yg wanita tadi berikan
Ibu kota kah...dari sini ke diamond saja memakan waktu sekitar 3 jam. Kalau ke ibu kota.... apa aku bisa sampai kesana sebelum pagi?...
''terima kasih banyak. Anda sangat membantu'' kataku lalu pergi memacu kuda ku.
Sementara itu saat leon sudah pergi
''ah~..astaga dia benar-benar tampan'' kata wanita tadi yg masih terbayang-bayang wajah leon
''tapi apa benar tak apa mengirimnya kesana?. Itu kan salah satu tempat kesayangan anda'' kata wanita itu sambil melirik seseorang yg dari tadi bersembunyi di balik tembok
''tak apa...lagi pula di sana ada dia..lalu...dengan begini semuanya akan sempurna'' kata orang misterius tersebut sambil tersenyum licik
''ahahaha... anda kejam. Saya akan sangat sedih kalau kehilangannya loh. Habisnya dia kan sangat tampan~'' kata wanita tersebut sambil bermanja di pelukan orang misterius tersebut
''hoo~...apa menurut mu dia jauh lebih tampan dariku?''
''tentu saja tidak tuanku . anda tetap lah pria tertampan yg pernah saya temui ...''
''ngomong-ngomong bagaimana dengan fredric?...apa dia akan baik-baik saja?. anda tak berniat membuangnya kan?''tanya wanita itu
''hmph...belum...tapi segera...untuk saat ini biarlah ia yg menjadi kambing hitamnya'' balas orang tersebut sambil tersenyum kecil
''Anda benar-benar kejam tuan~...tapi itulah yg membuat saya suka~''
****
POV Leon
Setelah mendengar apa yg wanita tadi katakan soal fredric aku semakin yakin kalau hilangnya tuan muda ada hubungannya dengan shadow. Karena itu aku harus kesana secepatnya. Janjiku aku akan kembali sebelum pagi, tapi jarak dari sini ke kaisaran sangat lah jauh. Aku juga tak bisa mengunakan sihir teleport..sial...harusnya ku minta harry mengajarka.....aaakh!, lupakan saja aku tak mau belajar apapun darinya...
'' mengeluh pun tak ada gunanya, untuk sekarang lebih baik aku ke sana secepatnya''
''maaf ya, ku rasa aku akan memaksamu bekerja ekstra malam ini. Tapi aku janji akan ku tambahkan porsi mu setelah ini semua selesai'' kataku sambil mengusap-usap lehernya lalu memacunya lebih cepat.
***
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya aku berhasil tiba di lokasi yg di tunjukan.
''kau sudah berkerja keras. Istirahatlah dulu'' kataku sambil mengusap-usap kepalanya lalu pergi memeriksa alamat tersebut.
Tak ada yg istimewa disini. Kecuali lokasinya yg cukup mencurigakan. Pasalnya tempat ini di kelilingi pohon-pohon yg menjulang tinggi dan lagi penerangannya juga kurang memadai. Tempat ini terlalu mencurigakan kalau di buat markas rahasia.
Perlahan ku coba mendekati rumah tersebut dan memeriksanya. Terlihat pintu rumah yg tak terkunci dan ini jelas membuatku semakin curiga.
Kalau di bilang jebakan ini terlalu jelas.
''hmph....begitu rupanya'
Kurasa ini memang sengaja di buat ya karena mereka tau mau tak mau aku harus masuk kedalam. Kalau begitu tuan muda pasti ada disini.
Jadi mereka meremehkan ku huh!?...kita lihat saja siapa yg akan menyesal nanti.
Akhirnya ku putuskan untuk masuk kedalam.
Tak ada yg menarik disini hanya rumah kosong biasa yg di tinggali. Banyak barang-barang yg sudah rusak dan pecah juga.seolah-olah tempat ini di buat untuk membodohi siapapun yg datang. Mereka yg awam pasti berfikir ini hanya rumah yg di tinggali .
''baiklah...sekarang dimana pintu rahasianya''batin ku sambil melirik sekitar ku.
Aku pun mencoba mengunakan sihir anginku untuk memeriksa tempat ini sampai.....
!!!!.... ada seseorang disi....
Belum sempat aku menarik pedangku tiba-tiba saja orang tersebut sudah menyerahku duluan dan mencekikku.
''ternyata benar-benar muncul...tak bisa di percaya'' kata orang tersebut namun suara orang tersebut nampak tak asing bagiku . aku pun langsung mencoba melihat siapa itu dan yg benar saja....orang itu....
Rambut hitam pekat... mata merah menyala...orang yg paling mengerikan yg ku kenal...ksatria pribadi tuan putri marcella....
SIR FLASH!?
''hmph...ku rasa sampai sini saja. selamat tinggal'' katanya lalu langsung menghunuskan pedangnya
*SRAK!!
__ADS_1
***
POV Elissa
''aaakh!...'' teriakku yg tiba-tiba saja terbangun dari sebuah mimpi buruk
*hosh..hosh...''astaga mimpi apa itu barusan'' kataku sambil memeganggi jantungku yg masih saja berdebar kencang
Aku tak ingat mimpi apa itu tadi karena begitu aku bangun mimpi itu langsung lenyap dari ingatanku( hukum mimpi).
''um?...sekarang jam berapa?''pikir ku sambil melirik kearah jendela.
Rembulan masih bersinar terang di atas sana. Itu artinya ini masih malam
''ah!.. benar juga leon sudah kembali belum ya'' kataku lalu langsung turun dari kasur dan berlari keluar kamar berharap leon sudah kembali bersama kakak namun...
''oh!?... nona.. kenapa anda sudah bangun?''
Rupanya bukan leon yg berjaga di depan kamar ku melain kan harry
''harry....''
''ya?..''
''kenapa harry yg disini?. Leon masih belum kembali?''tanyaku
''masih belum nona, lalu saya di perintahkan untuk menjaga nona hingga ia kembali'' balas harry sambil menyamakan tinggi kami
Begitu ya...bearti leon belum menemukan kakak ya..
''nona kenapa anda bangun?. Apa anda bermimpi buruk?''tanya harry
''iya...tapi aku tak ingat mimpi apa itu'' kataku sambil memeganggi dadaku
''ahahaha pastinya . itu kan hukum mimpi'' tawa harry lalu bangkit
''sebaiknya anda kembali tidur nona, malam masih panjang''sambungnya sambil tersenyum kecil
''iya..''
''.....hmph.. apa nona mencemaskan leon?''tanya harry setelah melihat raut wajahku
''iya, aku juga mencemaskan kakak.entah kenapa dari tadi perasaan ku tak enak''kataku
''leon pasti akan kembali bersama kakak kak?''tanyaku
''iya. Bukannya dia sudah berjanji pada nona?''
''leon pasti akan menepati janjinya. Jadi sekarang nona tidur lah, besok pagi begitu nona bangun tuan muda dan leon pasti sudah kembali''sambung harry sambil tersenyum
''iya!. Aku akan kembali tidur'' kataku lalu masuk kekamar
''selamat malam harry'' sambungku sebelum menutup pintu kamarku
''selamat malam nona'' balas harry sambil tersenyum lembut
***
''huh~...siapa yg sudah ku bodohi'' gumam harry sambil bersender di pintu kamar elissa
''meski ku bilang tak perlu khawatir pada nona tapi sejujurnya aku juga sangat khawatir...''
''aaah~.. apa yg ku pikirkan..adikku pasti akan baik-baik saja, dia sangat kuat jadi pasti tak apa'' kata harry sambil menepuk-nepuk pipinya
''hmph...kau pasti akan pulang kan leon'' sambungnya sambil menatap rembulan yg sedang bersinar terang
***
Sementara itu...
''ah~.....apa-apaan ini..ku pikir akan sekuat apa ternyata hanya keronco '' kata sir flash sambil mengusap darah yg mengenai wajahnya
''ini sama sekali tak menantang, aku kecewa'' sambungnya sambil menatap orang yg sudah berlumuran darah di hadapannya.
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...