Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
9


__ADS_3

Di kampus,Kevin sedang mempersiapkan untuk kegiatan yang sempat tertunda kemarin.Hari ini dia tidak bisa menjemput adik kesayangannya itu.Kevin sudah memberi tahu Kiki untuk pulang menggunakan taksi,agar tidak ada kejadian lama menunggu angkot seperti kemarin.


Meskipun baru satu tahun Kevin pindah ke kampus ini,namun Kevin sudah menjadi salah satu cowok most wanted disini.


Banyak cewek yang menaruh harapan ingin menjadi pacarnya,namun dari mereka semua tidak ada yang Kevin pilih,karena di kota asalnya dia sudah mempunyai pacar.


LDR kata kerennya.Berat sih menjalaninya,tapi gimana lagi,mending mengikuti keluarga dari pada mengikuti pacar yang belum tentu menjadi istri.Lagian mana boleh dia tinggal sendiri jauh dari keluarganya.


Mama dan papanya tidak mengijinkan mereka tinggal berpisah dari keluarga kecuali jika mereka sudah berumah tangga.


Hari ini hari sabtu.Raditya,Aldo,Kiki dan Riri sepakat untuk melakukan tugas yang diberikan Bu Rani pada hari sabtu.Mereka janjian untuk berkumpul di rumah Raditya,karena setelah pembahasan yang panjang,maka mereka memutuskan untuk melakukan pengamatan di sawah dan empang milik keluarga Raditya.


Jadi mereka ini nanti akan mengamati sawah,empang lele,gurame,udang windu,dan nila.Jika masih kurang mereka bisa pergi ke kebun teh dan peternakan sapi perah yang ada di daerah puncak milik abah juga.


Orang yang tergolong kaya tapi biasa saja,tidak pernah menyombongkan kekayaannya,apa lagi pamer.Mereka lebih suka tinggal di perkampungan karena suasananya yang rame tidak seperti di perumahan yang tetangganya pada sibuk semua.


Karena Riri dan Kiki belum pernah ke rumah Raditya,jadinya sudah menjadi tugas para lelaki untuk menjemput para gadis.


Raditya bertugas menjemput Kiki,dan Aldo yang menjemput Riri.


Karena mereka pernah mengantar pulang gadis-gadis itu,jadi mereka yang tau rumah gadis itu ya yang bagian menjemput gadis yang pernah mereka antar itu.


Tadinya Kiki tidak mau dijemput Raditya karena takutnya jadi bahan ledekan Kevin.


Tapi karena Raditya mengancam tidak mau memberikan alamat rumahnya,maka Kiki pun setuju dijemput Raditya di rumahnya.


Sekarang Raditya sudah berada di depan rumah Kiki.Katanya Kiki akan menunggu Raditya di depan,nyatanya nihil.Tidak ada satu manusia pun di teras rumah Kiki.


Dengan PD nya Raditya memencet bel rumah Kiki.Selang beberapa menit pintu terbuka dan menampilkan sosok seorang laki-laki muda,bisa dibilang tampan,ya memang tampan sih,berperawakan tinggi,badan atletis akibat suka berolahraga dan kadang-kadang ngegym juga,dan tentunya berkulit putih.


"Nyari siapa?" tanya Kevin dengan nada datarnya dan menelisik penampilan Raditya dari atas sampai bawah.


"Pagi bang,Kiki nya ada? Saya Raditya teman sekelasnya Kiki,mau jemput Kiki untuk mengerjakan tugas kelompok",jawab Raditya dengan tenang,padahal geroginya Masya Allah banget.Maklum baru keluar dari pondok malah bertamu ke rumah cewek.Amazing kan.Biasanya juga namunya ke rumah Aldo saja,tidak ada tujuan lain.


"Oh temannya Kiki ya.Bentar,anaknya masih di dalam.Kamu masuk aja gapapa",ajak Kevin masuk ke dalam rumah.Ternyata keluarga Kiki sedang berada di meja makan.


Mama,Papa dan Kevin sudah di meja makan.


Kiki yang baru saja turun dari tangga langsung saja menuju ke meja makan,karena dia tidak mengetahui jika di ruang tamu ada Raditya.


"Dek,di ruang tamu ada teman kamu tuh,cowok,mau jemput kamu mau ngerjain tugas kelompok katanya",ucap Kevin tanpa menoleh ke arah Kiki karena dia sedang mengambil nasi goreng ke piringnya.


"Udah datang kak? Masih jam segini loh",tanya Kiki pada Kevin.


Kevin hanya mengangguk sambil mengunyah makanannya dan menunjuk ke arah ruang tamu dengan dagunya.


"Sayang,ajak sarapan dulu sekalian sini.Ini kebetulan mama masaknya banyak",ucap mama.


"Emang mau ma dia?" tanya Kiki.


"Coba aja dulu,siapa tau dia belum sarapan",jawab mama.


"Udah,tanya dulu terus bawa kesini anaknya",kali ini papa yang berbicara.


"Iya...iya...Kiki panggil dulu anaknya",ucap Kiki sambil berjalan menuju ruang tamu.


Mata Raditya terpaku menatap objek dihadapannya.Sesosok gadis cantik berkulit putih,bermata almond,tidak begitu tinggi dan tidak begitu pendek,berambut kecoklatan yang kini dicepol dengan poni yang berjajar rapi.


Satu kata dalam hati Raditya untuk gadis dihadapannya,imut.Karena Kiki saat ini memakai celana overall jeans pendek dengan kaos lilacnya.Begitu cantik dan imut khas penampilan remaja.


"Hai Di,udah lama?" tanya Kiki menyadarkan lamunan Raditya yang sedari tadi menatapnya.


"Barusan kok,kamu sudah siap?" jawab Raditya dan sekalian bertanya pada Kiki.


"Udah sih,cuma masih mau sarapan dulu.Kamu udah sarapan?Gabung yuk sarapan dulu,udah ditungguin mama papa disana.Ada kakakku juga.Nih tadi aku disuruh manggil kamu buat sarapan bareng mereka",jawab Kiki dengan panjangnya.


"Gak usah deh,aku temuin mama papa kamu aja setelah itu aku tunggu disini lagi.Kamu aja yang sarapan",ucap Raditya.


"Ya udah deh terserah kamu.Yuk ke sana",ajak Kiki sambil berjalan menuju ke meja makan.


"Pagi Om,Tante,Bang",sapa Raditya kepada semuanya.


"Eh pagi,kamu temannya Kiki di sekolah ya?" jawab Papa sambil meminum kopinya,kemudian menoleh ke arah Raditya.


"Iya om,perkenalkan saya Raditya,teman sekelas Kiki yang kebetulan kita juga teman sebangku,tujuan saya kemari mau menjemput Kiki untuk mengerjakan tugas kelompok",jawab Raditya sambil berjalan menghampiri Ferdian,Shinta dan Kevin untuk bersalaman dengan mereka.


"Oh ini teman sebangkunya Kiki ya?yang pernah nganter Kiki pulang karena kelamaan Kiki gak dapat angkot?" tanya mama kepada Raditya yang masih berdiri di samping meja makan.


Sedangkan Kiki sudah duduk dan meminum susu coklat yang sudah disediakan mama di depan kursinya.

__ADS_1


"Eh duduk dulu bro,jangan berdiri,kan gak lagi disetrap",ucap Kevin melihat ke arah Raditya sambil memakan nasi goreng yang ada di piringnya.


Raditya hanya tersenyum malu mendengar perkataan Kevin,namun dia bimbang,mau duduk tapi sungkan,tetap berdiri juga gak mungkin kan gak lagi upacara, capek juga.Dilema kan jadinya si Aa'.


"Eh iya tante,waktu itu kebetulan saya belum pulang dan melihat Kiki kepanasan nunggu angkot,jadi saya berinisiatif mengantar Kiki pulang",jawab Raditya masih sambil berdiri.


"Duduk dong,masa' dari tadi berdiri?gak capek apa?" mama mempersilahkan Raditya duduk sambil menaruh nasi goreng ke dalam piring lalu memberikannya pada Raditya.


sedangkan Kiki sekarang sedang mengambil nasi goreng ke dalam piringnya setelah mama mengambilkan nasi goreng untuk Raditya.


"Eh gak usah tan,jadi gak enak ngerepotin",ucap Raditya yang masih belum menerima piring dari tangan mama.


"Udah makan aja,kasihan tante tangannya udah pegel tuh,piringnya gak kamu terima-terima dari tadi",sahut papa.


Mendengar ucapan Ferdian,seketika itu juga Raditya mengambil piring dari tangan mama sambil berkata,


"Makasih tante".


"Udah makan aja bro gak usah malu-malu",ucap Kevin sambil mengunyah makanannya.


"Yuk ah Di buruan dimakan,keburu ditungguin Riri sama Aldo",ucap Kiki sambil memisahkan kuning telur ceplok dari putihnya.


Kiki dan Raditya duduk bersebelahan.


Raditya melihat Kiki yang memisahkan kuning telur ceplok dari putihnya,kemudian mulai memakan kuning telurnya bersama nasi gorengnya.


"Kamu gak suka putih telur Ki?"tanya Raditya menghadap ke Kiki.


Kiki yang sedang mengunyah makanan masih berusaha menelan makanannya sebelum berbicara.


"Gak mau dia,biasanya juga putih telurnya diungsiin ke piringku",sahut Kevin mendengar pertanyaan Raditya yang ditujukan kepada Kiki.


Mendengar perkataan dari Kevin sontak saja Raditya memisahkan kuning telur ceploknya dan ditaruh di piring Kiki.


"Nih buat kamu,aku gak suka kuningnya",ucap Raditya sambil menaruh kuning telurnya ke piring Kiki.


"Eh kok... kamu gak suka kuning telur?" tanya Kiki kaget.


"Gak suka,aku cuma makan putih telur aja",jawab Raditya sambil makan dan tersenyum ke arah Kiki.


"Kok bisa? Kok ada ya orang yang gak suka kuning telur?" tanya Kiki sambil mengerjap-ngerjapkan matanya menghadap Raditya.


Imut banget sih Kiki hari ini,batin Raditya.


Mama dan papa saling pandang dan tersenyum melihat interaksi Kiki dan Raditya.Kevin tersenyum penuh arti melihat ke arah Kiki dan Raditya.


"Ya adalah,buktinya aku gak suka kuning telur,bikin seret tau gak",jawab Raditya sambil menyendokkan nasi goreng dan putih telur ke mulutnya.


"Nih buat kamu",ucap Kiki sambil menaruh putih telur ceploknya ke piring Raditya.


"Makasih",jawab Raditya sambil tersenyum ke arah Kiki.


Demi apa,jantung Kiki serasa berdegup kencang melihat senyum manis Raditya.


"Wah...wah...waaaah....kalian berdua saling melengkapi,satunya gak suka putih telur yang satunya gak suka kuning telur.Serasi kalian",ucap Kevin sambil tertawa.


Mama dan Papa tersenyum malu mendengar ucapan Kevin.


"Gak kayak kakak pemakan segala",ketus Kiki sambil melirik Kevin.


"Gak kayak kamu Dek milih-milih makanan",sahut Kevin sambil mengacak-acak puncak kepala Kiki yang rambutnya dicepol ala-ala gadis Korea.


"Ish....jadi berantakan kan rambut Kiki",ucap Kiki sambil merapikan rambutnya dan seperti biasa,bibirnya manyun tanpa ia sadari.


Raditya yang melihat kakak beradik itu hanya tersenyum,dia jadi teringat Renita,adiknya.Hubungan Renita dan Raditya pun sama persis dengan Kiki dan Kevin.Suka bertengkar,jahil,namun saling perhatian.


"Udah ah Kevin jangan dijahilin terus adeknya,malu tuh ada Raditya",ucap mama sambil menuangkan susu coklat untuk Raditya.


"Ini diminum dulu,suka susu coklat kan?" tanya mama sambil memberikan segelas susu coklat pada Raditya.


"Makasih tan,suka kok", jawab Raditya sambil menerima gelas yang berisi susu coklat tersebut


"Kalian mau kerja kelompok di mana?" tanya papa.


"Kami ditugaskan untuk mengamati ekosistem,jadi kami sepakat untuk mengantarkan ekosistem di sawah dan empang om",jawan Raditya.


"Dimana itu?" kini giliran Kevin yang bertanya.


"Ngapain sih tanya-tanya?" sahut Kiki.

__ADS_1


"Yeee....cuma pengen tau doang,sapa tau kamu gak ada yang ngantar pulang,jadi aku kan yang pastinya disuruh jemput kamu",pungkas Kevin kemudian.


"Nanti pasti saya antar pulang Bang,masa' iya saya yang jemput tapi gak ngantar pulang",jawab Raditya menanggapi perkataan Kevin.


"Good,cowok bertanggung jawab tuh",puji Kevin kemudian.


Mama dan Papa tertawa kecil mendengar percakapan mereka.Kiki hanya sibuk menghabiskan makanannya.


"Oh iya,jadi di mana sawah sama empangnya?" tanya papa.


"Kebetulan sawah dan empangnya milik Raditya pa",jawab Kiki sambil meminum susu coklatnya.


"Milik Abah bukan milik saya",sambung Raditya.


"Masih di daerah sini?",tanya mama.


"Iya tan,di daerah rumah saya",jawab Raditya.


"Empang apa?" tanya papa kemudian.


"Empang lele,gurame,udang windu sama nila om",jawab Raditya.


"Wah bisa dong tante kerja sama.Tante lagi cari supplier untuk restoran",ucap mama.


"Silahkan bicarakan sama Abah aja tan,saya masih belum berhak memutuskan masalah itu.Biasanya saya hanya membantu hal-hal yang kecil saja",jawab Raditya.


"Baik,nanti tolong kamu tanyakan sama Abah ya",pinta mama pada Raditya.


"Baik Tan,nanti saya tanyakan dulu pada Abah",jawab Raditya.


"Udah selesai? Yuk ah berangkat,nanti keburu siang",ajak Kiki sambil menoleh ke arah Raditya.


"Udah,yuk berangkat",jawab Raditya setelah meminum susu yang ada di gelasnya.


"Ma,Pa,Kak,Kiki berangkat dulu ya",pamit Kiki sambil memakai jaket dan sling bag nya yang dia taruh tadi di kursi di dekat meja telepon.


Raditya menghampiri Ferdian dan Shinta,kemudian bersalaman dan mencium punggung tangan mereka.


"Om,tante saya sama Kiki berangkat dulu mau mengerjakan tugas di rumah saya",pamit Raditya pada Ferdian dan Shinta sambil mencium punggung tangan mereka.


"Bang kita berangkat dulu",pamit Raditya pada Kevin dan melakukan hal yang sama seperti berpamitan pada mama dan papa Kiki.


"Berasa tua banget aku pake disalimi gini",ucap Kevin sambil terkekeh.


"Oke,hati-hati ya bawa Pricess boncel kesayangan kita",sambung Kevin kemudian.


"Boncel...boncel....dasar tiang listrik berjalan",sahut Kiki yang baru saja berada disitu dan mendengar perkataan Kevin.


"Emang kamu boncel sih,gagal tumbuh",ledek Kevin sambil tertawa.


"Mana ada,kakak tuh yang ketinggian",jawab Kiki sambil memeletkan lidahnya mengejek Kevin.


Raditya hanya tersenyum melihat perseteruan Kevin dan Kiki.Raditya senang berada di tengah-tengah keluarga ini,begitu menyenangkan dan harmonis,pikirnya.


"Yuk ah Di berangkat",ajak Kiki sambil menggeret lengan baju Raditya.


"Bentar Ki,Kamu salim dulu sama mama papa kamu",ucap Raditya yang masih tetap tidak beranjak dari tempatnya.


"Oh iya lupa,gara-gara kak Kevin nih Kiki jadi lupa belum salim",gerutu Kiki sambil melepaskan lengan baju Raditya dan berjalan menuju mama papanya untuk pamit dan salim pada mereka.


"Dih nyalahin orang,dasar.Sendirinya yang pelupa",jawab Kevin yang mendengar gerutuan Kiki.


"Udah ah masih pagi udah ribut aja dari tadi",lerai mama kemudian.


Setelah Kiki pamit dan menyalimi mama dan papa,dia juga tak lupa menyalimi kakaknya meskipun baru saja ribut.


Kemudian Raditya dan Kiki berangkat menggunakan motor sport Raditya yang berada di halaman rumah Kiki.


Mama,papa dan Kevin mengantar mereka sampai teras rumah,melihat sampai mereka berangkat.


Setelah motor yang ditumpangi Raditya dan Kiki tidak terlihat,barulah mereka bertiga masuk ke dalam rumah.


Entah mengapa Ferdian,Shita dan Kevin percaya begitu saja kepada Raditya.


Entah sihir apa yang dipakai Raditya sehingga mereka bertiga seolah terhipnotis mempercayakan anak gadis kesayangan mereka pada Raditya yang baru mereka kenal.


Entah karena sifat Raditya yang sopan atau karena penampilan Raditya yang menawan.


Entahlah.

__ADS_1


Di rumah Raditya........


__ADS_2