Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
217


__ADS_3

Aydin sangat khawatir ketika memasuki rumahnya dengan suasana yang gelap dan hening seperti tidak ada orang di dalamnya.


Namun detik kemudian Aydin melonjak kaget ketika lampu ruangan tersebut tiba-tiba menyala dan terdapat konferti yang diarahkan padanya, serta suara banyak orang yang berteriak padanya.


"Surprise....!!!"


"Yeee....!!!"


Aydin membulatkan matanya dan mulutnya terbuka, dia tidak bisa berkata apa-apa. Keterkejutannya itu membuatnya seperti orang bodoh yang hanya bisa berdiri tanpa bereaksi apapun. Aydin tidak menyangka jika istri tercintanya itu akan menyiapkan ini semua untuk dirinya setelah membuatnya khawatir seharian ini padanya.


Kiki mendekat pada Aydin dan memeluknya serta berbisik padanya,


"Happy anniversary Sayang."


Bibir Aydin mengembang, dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat ini. Aydin segera membalas pelukan istrinya itu dengan erat dan membalas ucapan selamat dari istrinya.


"Happy anniversary my lovely wife," ucapnya di telinga Kiki.


Diurainya sedikit pelukannya dan dia mencium kening istrinya itu lama sekali, sehingga membuat semua orang yang hadir disitu memprotes Aydin yang tidak juga menyudahi ciumannya meskipun sudah beberapa menit.


"Udahan ciumannya. Kalau mau terus-terusan ciuman di kamar noh bebas mau ngapain aja," ucap Kevin memperingatkan Aydin.


"Bisa kayang juga kan Bro?" sahut Kenan yang berada di belakang Aydin.


"Bisa lah, roll depan, roll belakang, ngangkang juga bisa," jawab Kevin sambil terkekeh.


"Apaan sih kalian ini. Udah yuk kita ke sana. Semuanya sudah siap. Tinggal nunggu tamu undangannya saja yang sebentar lagi pasti akan datang," Mama menyahuti candaan Kenan dan Kevin yang membuat Aydin dan Kiki tersipu malu.


"Yuk Pi ganti bajunya dulu. Mami udah siapin baju buat Papi di kamar," ucap Kiki sambil menarik tangan Aydin yang sedari tadi tersenyum padanya.


"Jangan lama-lama, sepuluh menit aja dan gak usah main. Nanti malam aja kalau mau main," Kevin kembali mengingatkan Aydin dan Kiki yang sedang berjalan menaiki tangga dan hal itu disambut tawa oleh orang-orang yang masih berada di sana.

__ADS_1


Raditya yang sedari tadi berada di sana tersenyum melihat Aydin dan Kiki yang masih saling mencintai di usia pernikahan mereka saat ini.


Memang ada rasa iri dalam Raditya. Bukan iru karena dia ingin memiliki Kiki, dia sudah mengikhlaskan Kiki dengan kebahagiaannya, hanya saja Raditya iri terhadap kebahagiaan mereka.


Kadang ingin sekali rasanya dia memiliki istri yang seperti Kiki. Memang tidak ada manusia yang sama, oleh karena itu dia tidak berani mengambil resiko untuk menikah lagi. Dan yang terpenting adalah, Raditya belum menjatuhkan hatinya pada wanita manapun.


Menurutnya wanita yang bisa menjadi ibu sambung bagi Raline haruslah wanita yang bisa menjadi ibu yang baik bagi Raline, seperti Kiki yang memperlakukan Raline seperti anaknya sendiri.


Aku senang Ki kalau kamu senang, dan aku turut bahagia jika kamu berbahagia. Jangan lah bersedih karena itu sangat menyakitkanku melihat air mata kesedihanmu. Tetaplah menjadi sumber kebahagiaan kami semua Ki. Biarlah rasa cintaku tetap ada bersamaku hingga kapanpun itu, Raditya berkata dalam hatinya sambil tersenyum getir yang sebenarnya merasakan sedikit sakit meskipun dia sudah mengatakan jika dia telah mengikhlaskan perasaannya pada Kiki.


Tidak berapa lama Aydin dan Kiki turun ke bawah. Mereka menuju taman belakang untuk bergabung dengan semuanya merayakan pesta yang telah dipersiapkan oleh Kiki jauh-jauh hari yang lalu bersama dengan Raditya.


Aydin dan Kiki seperti raja dan ratu dalam pestanya sendiri. Mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang berada dalam pesta tersebut.


Raline selalu berada bersama dengan Kenshin. Sedangkan Miyuki selalu bersama dengan Max dan Lucas.


Kenshin tidak mengijinkan Raline ke mana pun tanpa dirinya. Hingga hanya untuk sekedar mengambil makan dan minum pun selalu dikawal olehnya.


"Ken, aku mau ke toilet," ucap Raline berbisik pada Kenshin.


"Yuk aku antar," jawaban Kenshin ini membuat maya Raline terbelalak.


Raline tidak menyangka jika Kenshin juga akan mengantarkannya ke toilet.


"Ken, aku bisa sendiri. Kamu gak perlu ngantar aku. Lepaskan tanganmu Ken, aku akan kembali secepatnya. Lagi pula ini rumah kita, aku gak akan nyasar," ucap Raline sambil terkekeh.


"Gak akan ku lepaskan. Kalau perlu akan ku bantu juga pada saat kamu ke toilet," jawab Kenshin sambil terkekeh dan menaik turunkan kedua alisnya.


"Ken! Iiih... gak lucu tau gak? Udah lepasin tangannya, aku udah kebelet banget ini," Raline merengek pada Kenshin agar melepaskan genggaman tangannya.


Namun tangan Raline bukannya dilepaskan oleh Kenshin, malah Kenshin menarik tangannya agar Raline mau mengikutinya berjalan menuju toilet rumahnya.

__ADS_1


Raline tidak bisa menolak ataupun memberontak, dia hanya bisa menuruti apa kemauan Kenshin.


Raline berhenti di depan pintu toilet. Dia menatap Kenshin dengan tatapan menyelidik.


"Apa?" tanya Kenshin yang tahu maksud dari tatapan Raline padanya.


"Kamu gak beneran mau masuk ke dalam kan?" tanya Raline pada Kenshin.


Seketika Kenshin tertawa terbahak-bahak. Dia tidak mengira jika gadis yang lebih tua usianya dari dia ini masih terlalu polos. Dia tidak mengira jika Raline mengira apa yang diucapkannya tadi benar-benar akan dilakukan Kenshin padanya.


"Kenapa? Kamu mau?" tanya Kenshin pada Raline yang disambut langsung gelengan kepala dari Raline.


"Atau sebenarnya kamu menginginkannya?" tanya Kenshin padanya dengan melangkahkan kakinya satu langkah menuju depan tubuh Raline sehingga tubuh mereka saling berhadap-hadapan sangat dekat.


Sontak saja Raline menjauhkan tubuh Kenshin darinya dengan sedikit mendorong tubuh Kenshin sehingga Kenshin selangkah mundur ke belakang.


"Aku bisa ke dalam sendirian," jawab Raline seraya masuk ke dalam toilet dan menutup pintunya.


Terdengar dari dalam toilet suara tawa Kenshin yang menertawakan Raline.


"Huffft... Kenapa Ken bisa seperti itu hari ini? Dia benar-benar mengobrak-abrik hatiku," ucap Raline setelah menghela nafasnya dan memegang dadanya yang terasa jantungnya berdegup sangat kencang.


Di saat Raline dan Kenshin berada di toilet, Tristan datang bersama dengan kedua orang tuanya. Mereka menemui Aydin dan Kiki sebagai tuan rumah pemilik acara pesta tersebut serta mengucapkan selamat pada Aydin dan Kiki.


Mata Tristan berkelana mencari sosok Raline di seluruh area pesta tersebut. Selama berkali-kali dia mencari Raline namun tidak mendapatkannya.


Namun mata Tristan terkunci pada seseorang yang tampil dengan sangat anggun dan mempesona. Gadis itu sedang berjalan bergandengan tangan dengan laki-laki yang sangat dia benci akhir-akhir ini.


Tristan mendekati Raline dan Kenshin yang kini sudah kembali ke tempat mereka.


"Hai Ra!" Tristan menyapa Raline.

__ADS_1


Raline sangat kaget mendapati Tristan berada di sana dan dia merasakan suasana yang terasa mencengangkan karena saat ini genggaman tangan Kenshin padanya terasa lebih erat dan juga tatapan mata Kenshin dan Tristan saling beradu menyatakan peperangan.


__ADS_2