Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
139


__ADS_3

Orang yang dirindukan oleh Raline adalah ibu kandungnya. Linda masih saja dengan kehidupannya yang kini malah membuatnya menurunkan harga dirinya demi orang yang dicintainya, uang dan pekerjaan.


Entah sampai kapan Linda akan tetap menjalankan hari-harinya seperti itu. Yang dirasakannya kini dia sangat senang dan nyaman tidak kekurangan uang dan tidak memikirkan akan dipecat dari pekerjaannya karena adanya Pak Gunawan yang akan melindunginya sebagai HRD di perusahaan tempat dia bekerja.


Sedangkan Riko, dia juga masih dengan pekerjaannya di bidang yang sama dengan Linda, namun dia juga masih mempertahankan hubungannya dengan wanita-wanita yang masih memliki suami.


Selama bertahun-tahun Linda dan Riko berhubungan dan memiliki hubungan juga dengan orang lain. Mereka berdua sama-sama pintar bisa mengelabuhi satu sama lain. Bedanya, Riko sudah mengetahui hubungan Linda dengan Pak Gunawan karena Riko sendirilah yang memberikan Linda pada Pak Gunawan tanpa sepengetahuan Linda.


Pak Gunawan pun pintar menyimpan hubungannya dengan Linda. Tidak ada seorang pun di kantor yang mengetahui hubungannya dengan Linda karena sikap Pak Gunawan yang tegas pada siapapun dan berwajah datar mampu membuat semua orang terkelabuhi, tak terkecuali istrinya.


Istri Pak Gunawan pun tidak pernah mencurigai suaminya karena tidak ada yang mencurigakan darinya. Semuanya sama seperti biasanya. Sungguh pintar sekali bukan mereka?


Sejak terakhir kalinya Linda bertemu dengan Raline, Raditya, Kiki, Aydin dan Ken waktu dia sedang membeli makan dengan Pak Gunawan malam itu, Linda tidak pernah lagi bertemu dengan mereka. Linda juga sudah sangat sibuk dengan Riko dan Pak Gunawan sehingga dia tidak ada waktu untuk memikirkan Raline.


Dengan berjalannya waktu, Raline bisa lupa akan Linda. Ibu kandung yang telah meninggalkannya dan lebih memilih orang yang dicintainya dan pekerjaannya.


Raline tidak kurang kasih sayang karena adanya semua orang disekitarnya yang selalu memberikannya kasih sayang, cinta dan semua yang dia inginkan.


Weekend ini Kiki dan Aydin mengajak sahabat-sahabatnya untuk menginap di Villa mereka. Dan tentunya Raditya, Raline, Renita dan Kenan menginap di villa milik keluarga Raditya.


"Mami, Mami.... itu ngapain Mi?" tanya Ken yang sedang menonton tayangan acara TV bersama semua orang.


"Mereka sedang menikah Ken," jawab Raline.


"Menikah? Menikah itu apa?" tanya Ken bingung.


"Menikah itu nantinya akan selalu bersama-sama seperti Mami dan Papi," kini suara Aydin yang menjelaskan pada Ken.


"Berarti Ken nanti menikah sama Kakak cantik ya. Yeee... biar kita sama-sama terus. Iya kan Kakak cantik?" ucap Ken kegirangan.


"Iya Ken, biar kita bisa sama-sama terus ya," ucap Raline menyetujui.


"Janji?" tanya Ken menyodorkan jari kelingkingnya pada Raline.


"Janji," jawab Raline sambil mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Ken.


"Yeeee... kita menikah...," sorak Raline dan Ken.


Semua sahabat Kiki dan sahabat Aydin yang berada di situ terperangah oleh obrolan dan janji yang mereka buat. Namun setelah itu mereka tertawa melihat tingkah dua bocah yang berbeda jenis kelamin itu.


"Wah Bro, kalian bakalan besanan nih," ucap Aldo yang berbisik di sebelah Raditya.

__ADS_1


Raditya hanya memberikan senyumnya dan menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan sahabatnya itu.


"Gak dapat ibunya, anaknya aja yang dijadiin mantu Bro," Aldo kembali berbisik di telinga Raditya.


"Ngomong aja. Noh si Riri udah lama menanti, gak pengen halalin?" tanya Raditya pada Aldo yang bermaksud mengejeknya dan menyindirnya.


"Masih belum direstui Bro," ucap Aldo lirih.


"Sabar, nanti kita semua cari solusinya bareng-bareng. Gimana?" Raditya mengatakan idenya.


Aldo tersenyum sambil menepuk pundak Raditya seraya berkata,


"Lu memang sahabat terbaik gua Bro."


Raditya pun terkekeh menanggapi candaan dari sahabat baiknya itu.


Kini saatnya mereka menuruti kemauan Ken yang ingin berkemah di taman depan villa. Ada beberapa tenda yang mereka pasang. Aydin satu tenda bersama Kiki, Kenan satu tenda bersama dengan Renita, Kevin satu tenda bersama Vina, Aldo satu tenda bersama Dion, Sofyan, dan Raditya. Sedangkan Riri satu tenda bersama dengan Raline, namun Ken tidak memperbolehkannya. Ken mengajak Raline untuk satu tenda bersamanya di tenda sepesial milik Ken. Sehingga Riri dengan sangat terpaksa tidur di tenda sendirian.


"Do, harusnya kamu tuh satu tenda sama Riri biar gak nyempit-nyempitin di sini," Dion meledek Aldo yang belum juga menikahi Riri.


"Tau nih Bang, gak berani kayaknya dia," Raditya menimpali ledekan Dion.


"Ck, belum direstui Bang sampai sekarang," jawab Aldo lesu.


"Loh kok bisa? Bukannya kalian udah lama barengan terus ya?" tanya Dion heran.


"Kita berempat kan selalu barengan, tapi orang tuanya Riri lebih srek Riri sama Raditya daripada sama aku," jawab Aldo lemah.


"Hah, kok bisa jadi aku yang kena?" ucap Raditya kaget.


"Sejak mereka tau kamu bercerai, orang tua Riri menyuruh Riri untuk mendekatimu. Padahal Riri udah bilang sama mereka kalau kamu gak bakalan nikah lagi dan dia udah pacaran sama aku, tapi orang tuanya tetap tidak menyetujui hubungan kami," jawab Aldo sambil tertunduk lesu.


"Bukannya ini kesempatan buat Lu Bro. Tuh buat dia tekdung biar kalian direstui," ucap Sofyan yang bermaksud bercanda namun mendapat toyoran di kepalanya oleh Dion.


"Ck, mulutnya itu loh," sekali lagi Dion memukul Sofyan, namun kini mulutnya yang dipukul oleh Dion.


"Bang, kita bantuin Aldo yuk. Mereka berdua kan saling mencintai sejak dulu, sayang banget kalau mereka harus pisah. Pasti sulit sekali melupakan nantinya jika mereka harus berpisah," ucap Raditya yang mengenang kisah percintaannya dengan Kiki.


Raditya memang menyayangkan sekali percintaannya dengan Kiki yang harus berpisah sebelum mereka memulainya. Mereka saling mencintai namun perjodohannya lah yang memisahkannya bersama Kiki, dan lebih parahnya lagi, istri dari perjodohan itu kini mengkhianatinya.


"Kita pasti akan bantu, tapi gimana caranya?" Dion bertanya sambil berpikir mencari jalan keluarnya.

__ADS_1


"Gimana kalau setujui aja permintaan mereka untuk menikah dengan Raditya, tapi pas ijab kabul yang ngomong dia nih, Aldo. Gimana?" Sofyan kembali memberikan ide konyolnya.


"Hahahaha.... konyol Lu!" Dion kembali menoyor kepala Sofyan.


Raditya dan Aldo terkekeh mendengar usulan-usulan dari Sofyan yang tidak membantu sama sekali.


"Susah Bro kalau dibandingin sama orang lain, apalagi bandinginnya masalah harta. Lebih baik kamu tunjukkan saja pada kedua irang tuanya bahwa kamu pantas menjadi menantu mereka," ucap Dion memberitahukan petuah pada Aldo.


"Tapi aku gak lebih baik dari Aldo Bang. Harta? Aku gak punya Bang, bahkan aku aja jadi duda karena ditinggal istriku yang gak puas denganku, entah dalam hal apa dia gak puas," ucap Raditya sambil tersenyum getir mengingat kisah pernikahannya.


"Asal Lu tau Bro, bini orang lebih menantang sensasinya daripada gang halal," ucap Dion.


"Bener Bang, aku dulu udah bilang gitu sama dia, sampai aku mengalah dan dia aku suruh untuk memilih. Dan ternyata dia lebih memilih kebebasannya," Raditya kembali tersenyum getir.


"Sabar Bro, nanti pasti bakal dapat ganti yang lebih baik dari dia," Dion kembali memberikan semangat pada Raditya.


"Eh tapi ngomong-ngomong, apa mereka udah nikah?" tanya Sofyan yang penasaran dengan kelanjutan kisah Linda dengan Riko.


"Gak ngerti Bang dan gak mau tau lagi. Males aku liat wajahnya, jijik, najis," ucap Raditya yang memang tidak mengharapkan bertemu dengan Linda.


"Ya udah sekarang kita cari cara untuk membantu Aldo dan Riri bisa bersama aja," ucap Dion.


Dan semuanya mengangguk setuju. Malam itu mereka membuat rencana agar kedua orang tua Riri bisa menyetujui hubungan Riri dengan Aldo.


Di tenda lain, Kenan sangat bersyukur Ken mengajak Raline tidur di tendanya. Karena jujur saja Kenan tidak mau diganggu untuk malam ini, karena saat-saat seperti ini jarang sekali terjadi.


Di tenda lainnya, Kevin dan Vina masih berusaha untuk mendapatkan keturunan. Mereka memang selama ini belum mendapatkan keturunan, tapi mereka dan keluarga mereka tidak pernah mempermasalahkannya, yang terpenting mereka berdua bahagia.


Sebenarnya mereka berdua sudah seringkali memeriksakan diri mereka dan hasilnya mereka berdua sama-sama sehat dan tidak bermasalah. Jadi tinggal menunggu Allah memberikan mereka kepercayaan untuk menjadikan mereka orang tua.


Di tenda lainnya, Aydin dan Kiki masih saja merasa seperti masih pertama kali mereka menikah. Mereka tidak berpacaran dan setiap hari setelah menikah menjadi hari mereka untuk berpacaran. Sampai sekarang pun mereka masih melakukan hal yang sama. Sampai kadang-kadang membuat Ken menjadi iri karena mereka berdua terlalu dekat.


Di tenda yang paling spesial, tenda yang bergambarkan foto Ken dan ukiran nama Kenshin di tenda tesebut berisikan Ken dan Raline yang belum bisa tidur karena masih saling bercerita seperti biasanya. Dan Ken pun mengeluarkan banyak mainan dari dalam tas mainannya yang berada di dalam tendanya. Setelah mereka mengantuk, mereka pun tidur saling berpelukan seperti layaknya kakak beradik.


Raditya memeriksa tenda Ken pada saat tengah malam, karena dia takut jika terjadi sesuatu dengan Ken dan Raline. Senyum terbit di bibir Raditya ketika membuka pintu tenda Ken dan menemukan Ken dam Raline sudah tertidur. Raditya sempat mengabadikan foto Raline dan Ken ketika tidur saling berpelukan.


Kemudian dia mengirimkannya ke grup mereka dan seperti dugaannya, semuanya berkomentar bahwa mereka sudah berjodoh dari kecil.


Kiki dan Raditya memposting foto tersebut pada media sosial dan story aplikasi chat mereka. Sedangkan Aydin, dari dulu dia tidak pernah suka bermain media sosial. Dari dulu sampai sekarang dia hanya membuka media sosial untuk melihat media sosial milik Kiki. Dan komentar pun banyak berdatangan karena postingan Kiki dan Raditya sama. Namun mereka hanya tertawa tanpa mengambil pusing semua komentar yang ada.


"Apa ini? Apa mereka berdua memang bersama? Apa yang tidur di sebelah Raline itu anak mereka? Lalu bagaimana dengan Kak Aydin?"

__ADS_1


__ADS_2