Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
113


__ADS_3

"Apa maksudmu?" terdengar suara Aydin yang keluar dari dalam ruangan dengan menyibak tirai yang menghalanginya.


Linda melotot kaget, jujur dia takut pada Aydin, apalagi jika Aydin seperti sekarang ini, tatapannya benar-benar menyeramkan.


Ceklek!


Pintu ruangan Kiki terbuka, menampakkan sosok Raditya, Kenan dan Kevin masuk dengan smirk yang menakutkan.


Linda melihat mereka satu persatu, kemudian dia melihat Riko yang juga kaget, sama seperti Linda.


"Ada apa ini? Kenapa kalian semua ada di sini?" tanya Linda bingung, karena merasa seperti terciduk melakukan sesuatu.


Aydin berada di samping Kiki dan memeluk pinggangnya dari samping, sedangkan Raditya, Kenan dan Kevin berdiri dengan posisi melingkar membentengi Riko dan Linda untuk menghalau mereka jika mereka kabur.


"Kita ke sini hanya untuk menyaksikan kebusukan kalian dalam menjalankan hidup kalian," jawab Kenan yang memang lebih banyak bicara daripada yang lain.


"Maksud kalian apa?" Riko menantang mereka semua dengan perkataannya.


"Kita akan menjadi saksi keterpurukan kalian agar kalian bisa merasa jera dan menyesali hidup kalian yang kata kalian indah ini," Kenan sangat antusias sekali menjawab pertanyaan sepasang kekasih yang kata mereka hina ini.


"Sombong sekali kalian bisa menghina kami," Linda mengatakannya dengan emosi karena memang harinya sedang buruk sekali.


Raditya tersenyum meremehkan tidak percaya dengan jawaban dari mantan istrinya. Sedangkan Kenan dan Kevin tertawa geli mendengar jawaban dari Linda yang tidak pernah menyadari kekeliruannya dengan berada di sisi Riko dan meninggalkan Raditya beserta Raline demi seorang Riko yang malah membuatnya sengsara.


"Bukannya sombong, kita merasa benar," jawab Raditya dengan menyeringai meremehkan Linda dan Riko.


"Benar? Sejak kapan kamu benar? Mengejar cintamu dan menelantarkan anak dan istrimu? Padahal kamu tau jika cintamu itu tidak akan pernah tersampaikan padanya karena dia sudah bersuami, tapi kamu tetap saja tidak berhenti untuk berusaha mendapatkannya," Linda mengatakannya untuk menyindir Raditya.


Tangan Raditya mengepal dan rahangnya mengeras karena marah, namun sebisa mungkin wajahnya tidak menampakkan kemarahan agar Linda dan Riko tidak mengetahui jika dia marah.


Kevin, Kenan, Aydin dan Kiki mengerti jika Raditya marah, namun mereka menggelengkan kepalanya pada Raditya agar Raditya tidak mendengarkan perkataan Linda.


"Lalu apa bedanya denganmu?" sahut Aydin tentunya dengan senyuman meremehkan Linda dan Riko.


"Bener Bro, mana pernah Raditya selingkuh? Kalau kamu kan bukannya selingkuh lagi, tiap hari malah dijamah sama curut ini, hiiiii...," Kenan bergidik ngeri mengucapkannya.

__ADS_1


"Sialan. Kalian hanya bisa keroyokan aja. Banci Lu semua," Riko sengaja menyulut kemarahan mereka semua.


"Udah Rik, ayo pergi," Linda berdiri dan menarik tangan Riko.


Kenan dan Kevin menghadang jalan Linda, kali ini mereka benar-benar tidak akan melepaskan Linda begitu saja.


"Eits, mau kemana kalian? Enak aja mau pergi," ucap Kenan ketika menghadang Linda dan Riko ketika akan pergi dari ruangan Kiki.


"Buat apa kami di sini?" Linda emosi dan akan menerobos melewati Kenan dan Kevin.


"Ya pengecut mau keluar," tawa Raditya menyertai ucapannya.


Sontak saja Linda dan Riko menoleh pada Raditya dan menatap bengis padanya.


"Sialan Lu, beraninya ngatain kita pengecut?" seru Riko emosi.


Perawat yang ada di ruangan Kiki tegang, dia takut dalam situasi yang dipenuhi emosi dan amarah seperi ini. Kiki yang mengerti wajah ketakutan susternya memberinya kode untuk keluar dari ruangan ketika suster tersebut menoleh ke arah Kiki.


Bersamaan dengan suster yang keluar, masuklah empat orang laki-laki dengan berbadan kekar yang langsung menangkap tubuh Linda dan Riko dan mengikat tangan mereka dengan borgol.


"Diam! Kami akan membawamu ke kantor polisi, jadi kalian bersiap-siap untuk mendekam di penjara!" salah satu dari mereka membentak Riko dengan tegas, sehingga membuat nyali Riko dan Linda ciut.


Tadinya Linda pun ikut memberontak, tidak mau diperlakukan seperti seorang penjahat, sama seperti Riko karena mereka tidak merasa melakukan kejahatan.


Riko dan Linda digiring ke kantor polisi dengan empat orang laki-laki berbadan kekar tadi dan juga Aydin, Kiki, Raditya, Kenan dan Kevin pun ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.


Ternyata empat orang tadi adalah polisi kenalan dari Ayah Aydin yang juga kenal dekat dengan Aydin.


Laporan yang dibuat Aydin dan Kiki serta barang bukti yang mereka berikan membuat Linda dan Riko bermalam di penjara. Linda merenung melihat nasibnya yang ternyata tidak seindah dibayangkannya. Padahal harapannya setelah pisah dari Raditya dia bisa hidup bahagia dengan Riko.


"Selamat bermalam di sini deh. Bye..," Kenan melambaikan tangannya disertai senyum manisnya.


"Aku harap Raline lupa sama ibunya," kini Raditya yang berjalan dan mengatakan dengan smirk yang membuat Linda malu pada dirinya sendiri.


Sedangkan Kevin, Aydin dan Kiki hanya melewati Linda dan Riko saja tanpa melihat ataupun menyapa mereka.

__ADS_1


"Sayang, gimana ini? Aku gak mau dipenjara. Ayo sayang cepetan keluarin kita dari sini," Linda merengek pada Riko dengan menggerak-gerakkan tangan Riko.


"Tenang dong, tenang! Aku lagi berpikir ini," Riko menggertak Linda karena pikirannya sedang kacau.


Baru kali ini Linda mendapatkan bentakan dari Riko. Padahal selama bersama Raditya dia tidak pernah dibentak sama sekali, hanya sekali dan itupun karena dia ketahuan selingkuh pada saat itu.


"Kamu jahat Riko, kamu tidak seperti Riko yang aku kenal," Linda menjauh dari Riko dan bulir air matanya mengalir, lama kelamaan menjadi deras, sudah tak bisa terbendung lagi air matanya.


"Tenanglah sayang, aku masih berpikir. Aku pasti akan mendapatkan jalan keluar agar kita bisa cepat keluar dari tempat ini," Riko mulai merayu Linda dengan memegang tangan Linda dan mengecupnya.


Linda masih diam tak bergeming meskipun hatinya senang karena Riko tetap berlaku manis dan sayang padanya.


"Kita pasti akan keluar sayang, tenanglah," Riko menenangkan Linda dengan kata-katanya dan memeluknya.


"Mari saya tunjukkan tempat kalian," seorang petugas polisi membuat kegiatan mesra-mesraan mereka menjadi terganggu.


"Maaf Pak, apa saya boleh menghubungi seseorang?" Riko bertanya pada petugas polisi yang akan membawa mereka ke sel tahanan mereka.


"Baiklah, silahkan Pak, tapi tidak diperkenankan untuk berlama-lama," petugas Polisi tersebut memperingatkan Riko.


Riko menghubungi seseorang di seberang sana untuk menolongnya agar terbebas dari kurungan penjara meskipun hanya sebentar.


Aydin dan Raditya tidak akan membiarkan Riko dan Linda untuk hidup bebas karena mereka tidak ingin jika Riko dan Linda kembali mengganggu hidup mereka.


Riko memang hanya sebentar menghubungi orang tersebut, namun senyumnya merekah ketika dia selesai menghubungi orang tersebut.


"Gimana sayang?" tanya Linda penasaran.


"Tenang aja sayang, kita kan tidak melakukan kejahatan yang berat, pasti kita akan cepat keluar dari tempat ini," Riko menyeringai menampakkan kelicikannya.


Linda benar-benar takut, malu, tidak nyaman dan dia benar-benar merindukan hidupnya yang dulu nyaman, bahagia dan tidak penuh kejutan seperti sekarang.


Apa aku salah mengambil keputusan ya? Aku ingin bahagia, tapi apa aku harus mengalami hal semacam ini dulu untuk merasakan bahagia bersama Riko? Linda membatin sambil menatap wajah Riko yang berada di depannya.


"Ada apa sayang?" Riko bertanya karena melihat Linda yang sepertinya bengong menatapnya.

__ADS_1


Linda menggeleng dan tersenyum, namun hatinya getir karena merasa ragu.


__ADS_2