Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
13


__ADS_3

Di dalam mobil,Kiki sekuat tenaga menahan tangisnya agar tidak pecah.Agar air matanya tidak menetes.


Beberapa saat kemudian Kevin datang dan duduk di belakang kemudi.


"Kita kemana sekarang Dek?" Pulang?" tanya Kevin.


Kiki hanya mengangguk dan berpura-pura sibuk dengan ponselnya.


"Gak pengen mampir ke tempat lain? Mungkin kamu mau beli sesuatu?" tanya Kevin kembali,karena dia tahu pasti ada sesuatu yang terjadi pada Kiki,tidak biasanya dia bersikap seperti tadi di restauran dan sekarang hanya diam saja,biasanya dia ceria dan cerewet terutama kalau bersama dengan Kevin.


"Kamu gapapa Dek?" tanya Kevin dengan nada khawatir.


Kiki mengangguk dan berkata,"Aku capek Kak",


"Ok kita pulang biar kamu bisa cepat istirahat",jawab Kevin sambil melajukan mobilnya keluar dari parkiran Mall.


Karena Kiki tidak ingin terus terbayang dan kepikiran kejadian di restauran tadi,maka dia menyalakan radio di mobil itu.


Saat pertama ku mengenalmu


Ku rasa sesuatu yang berbeda


Ku ingin mendekatimu


Tapi ku takut kau menjauh


Semakin lama rasa ini terpendam


Semakin aku ingin mendekatimu


Dari kejauhan ku melihatmu


Ku berharap kau pun merasakan


Iman dan takwamu yang meluluhkan


Rasa ini menjadi cinta


Kekasih idaman yang ku harapkan


Semoga cinta ini menjadi nyata


Ana uhibbuka fillah


Ku mencintaimu karena allah


Jika dia yang terbaik untukku


Dekatkanlah hati kami ya allah


Semakin lama rasa ini terpendam


Semakin aku ingin mendekatimu


Dari kejauhan ku melihatmu


Ku berharap kau pun merasakan


Iman dan takwamu yang meluluhkan


Rasa ini menjadi cinta


Kekasih idaman yang ku harapkan


Semoga cinta ini menjadi nyata


Ana uhibbuka fillah


Ku mencintaimu karena allah


Jika dia yang terbaik untukku


Dekatkanlah hati kami ya allah


Pas sekali lagunya.Tak terasa air mata Kiki lolos membasahi pipinya.Lirik lagu itu sama persis dengan apa yang Kiki rasakan sekarang.

__ADS_1


Kevin bingung melihat adiknya menangis.


Dia ingin sekali tahu penyebab adik kesayangannya ini menangis,tapi sedari tadi dia menahan diri untuk bertanya penyebabnya,seolah-olah Kiki tidak mau membicarakannya.Mungkin belum,mungkin nanti Kiki akan cerita padanya.


Namun semakin lama rasa ingin tahu Kevin semakin besar karena dia melihat air mata Kiki yang mengalir seolah tak bisa dibendung.


Tadinya dia hanya ingin diam saja membiarkan Kiki sampai dia lebih tenang dan bercerita sendiri kepadanya,namun melihat dia menangis seperti itu,dia jadi tak kuasa menahan keingin tahuannya itu.


"Dek,kamu nangis? Dek ada apa? Cerita sama Kakak",tanya Kevin dengan nada cemas dan masih dalam posisi mengemudi,namun sesekali dia melihat ke arah Kiki.


Tangis Kiki malah menjadi-jadi.Runtuh sudah pertahan Kiki.Dia menahan tangisnya sedari tadi.Namun hanya dengan mendengar suatu lagu tangisnya pun pecah.


"Loh kok tambah nangis dek? Ada apa? Ayo cerita",ucap Kevin yang masih sambil menyetir.


Dia sengaja tidak memberhentikan mobilnya karena tadi Kiki menginginkan untuk cepat sampai rumah dan beristirahat karena capek.


"Gapapa kak,tiba-tiba Kiki ingat teman-teman Kiki di Surabaya.Kak,apa boleh Kiki kesana?" jawab Kiki yang masih terisak sambil mengelap ingusnya dengan tisu.


"Kok tiba-tiba? Ya boleh aja sih,nanti kamu bicarakan sama mama papa dulu.Mumpung Kakak juga lagi free,nanti Kakak anterin",ucap Kevin menanggapi perkataan Kiki.


Kiki tidak menjawab dan hanya mengangguk.


Di rumah,Raditya merasa gusar,cemas dan tidak tenang.Tidak biasanya mata Kiki terlihat sedih dan sikap Kiki yang tidak biasanya membuat Raditya serba salah.Biasanya jika Kiki bertemu dengan Raditya dimana pun pasti Kiki akan menyapa bahkan menghampirinya.Sedangkan tadi,Kiki malah lari setelah bertatap mata dengannya.


Ingin rasanya menelepon Kiki karena rindu suaranya dan ingin tahu keadaannya.Ingin juga video call Kiki karena ingin melihat senyum manis yang memperlihatkan lesung pipinya,dan juga ingin tahu apa yang ingin dia lakukan.


Namun semua itu dia urungkan,rasanya dia tidak punya keberanian untuk melakukannya.


Dia juga takut,akankah Kiki menjawab telepon atau video call darinya.


Tidak biasanya Raditya seperti ini.Hampir tiap hari dia dan Kiki saling mengirim pesan,bahkan mereka melakukan telepon dan video call.


Namun sekarang,entah mengapa ada rasa sungkan,takut atau apalah,bingung Raditya dengan apa yang dia rasakan sekarang.


Selama ini sosok seorang Raditya lah yang mampu membuat Kiki menjadi lebih baik,lebih dekat dengan sang penciptanya.


Raditya selalu mengingatkan Kiki akan shalat dan selalu mengajarkan dan menjawab keingin tahuan Kiki seputar agama.


Di sekolah juga dia selalu mengajak Kiki shalat jika waktunya tiba.


Kiki sangat trenyuh hatinya ketika mendengar lantunan adzan dan ayat-ayat Al-Qur'an yang disenandungkan oleh Raditya.Kesolehan dan perlakuan manis Raditya pada Kiki membuat Kiki jatuh hati padanya.


"Ma,Kiki boleh gak berlibur di Surabaya?kangen temen-temen Kiki",tanya Kiki mengikis keheningan dikarenakan Mama dan Papa yang sedang menonton acara TV dan Kevin yang sedang bermain game online di ponselnya.


Mama menoleh ke arah Kiki dan berkata,


"Boleh,tapi kamu mau tinggal dimana? Rumah di Surabaya sudah ada yang menyewa.Eh tunggu,apa ini ada hubungannya dengan mata kamu yang sembab?",tanya Mama pada Kiki.


"Kiki tadi abis nonton drama,ceritanya sedih,jadi ikut nangis.Emmm....kalau gitu Kiki ke Malang aja deh Ma,ke rumah Kakek Nenek sama kakak ya...ya...boleh ya.....pliiiiis...." rengek Kiki sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada dan menatap Mama dengan penuh harap dengan puppy eyesnya.


"Ya sudah lah Ma,kita antar Kiki kesana sekalian sowan ke Bapak Ibu",ucap Papa sambil tersenyum menatap Kiki.


"Makasih Pa....",ucap Kiki sambil berpindah duduk disebelah Papa kemudian memeluknya.


"Besok kita berangkat Pa? Mumpung Kevin free",celetuk Kevin.


"Boleh deh.Mama atur saja semuanya",ucap Papa.


"Ya sudah Mama beli tiketnya dulu.Mama ambil HP mama dulu di kamar",jawab Mama sambil beranjak berjalan ke kamar.


Kini mereka sudah sampai di Bandar Udara Abdul Rachman Saleh,setelah itu mereka menggunakan taksi untuk sampai ke rumah kakek nenek.


Mereka sudah sampai,namun yang ada hanya mbak Ratmi yang bekerja di rumah Kakek dan Nenek setiap hari untuk bersih-bersih dan membantu Nenek memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.Mbak Ratmi bekerja pagi dan pulang sore.


Ternyata Kakek sedang dirawat di Rumah Sakit,dan Nenek yang menjaganya di sana.


Setelah menurunkan barang-barang yang kami bawa,kami pergi ke Rumah Sakit dimana Kakek dirawat sekarang.


Mama merupakan anak tunggal Kakek dan Nenek.Mama lahir dan besar di Malang.Sedangkan Papa asli orang Surabaya.Namun orang tua Papa sudah meninggal dunia.


Mama memeluk erat tubuh Kakek setelah sampai disana.Mama merasa gagal menjadi seorang anak karena tidak mengetahui orang tuanya sedang sakit dan dia merasa tidak berguna karena ketika orang tuanya sedang sakit,dia tidak ada disisinya untuk menjaga dan merawatnya.


Kakek menenangkan Mama dalam pelukannya,mengatakan bahwa Kakek baik-baik saja dan akan segera sembuh.Nenek pun meyakinkan Mama bahwa ini bukan salahnya.


Kakek dan Nenek merahasiakan sakit Kakek dari Mama.

__ADS_1


Seketika Kiki mempunyai ide,dia meminta kepada mama dan papanya agar membiarkannya meneruskan sekolah disini dengan alasan ingin menemani Kakek dan Neneknya.Sebenarnya dia hanya ingin melupakan Raditya,sosok yang menyebabkan hatinya terluka.


Mama dan Papa pun menyetujui dan mereka juga memutuskan untuk tinggal di Malang,di rumah Kakek dan Nenek.Karena rumah mereka yang di Surabaya masih ada yang menyewa.


Keluarga Kiki memang bukan keluarga yang amat sangat kaya,namun juga mereka tidak juga digolongkan biasa-biasa saja.Mereka lebih suka disebut keluarga yang berkecukupan.


Kevin memutuskan untuk kembali ke Bandung seorang diri setelah beberapa hari dia di Malang.Sebenarnya Mama dan Papa tidak menginginkan Kevin berada di Bandung seorang diri,namun Kevin meyakinkan orang tuanya bahwa dia akan baik-baik saja meskipun sendiri,dan dia berjanji tidak akan melewati batas pergaulannya,serta dia beralasan untuk membantu mengelola bisnis Mama dan Papa di Bandung.Dan Kevin ingin kuliahnya cepat lulus,maka dari itu dia tidak mau pindah.


Dengan berat hati Mama dan Papa mengijinkannya.


Kevin pulang ke Bandung dengan membawa luka hatinya.Karena selama beberapa hari di Malang,Kevin memutuskan ke Surabaya untuk menemui Tania di kampusnya.Sayangnya pemandangan yang tidak diinginkan malah terlihat jelas oleh Kevin.Dia melihat Tania sedang bermesraan dan berciuman dengan seorang cowok di Taman belakang Kampus.


Kevin menghampiri mereka,dia ingin mengetahui apa yang terjadi.Betapa kagetnya Tania melihat kehadiran Kevin,Tania mematung tidak bisa berkata apa-apa sehingga suara si cowok yang bermesraan bersamanya mengagetkannya,"Sayang kamu kenal dia?"


Sontak saja mata Kevin membulat,telapak tangannya mengepal menahan amarah.


Dan ternyata kejadian itu terulang kembali,Tania selingkuh darinya,bahkan dia menjalin dengan lelaki lain disaat mereka sedang berstatus pacar.Sama seperti dulu.


Merasa dirinya sangat bodoh sehingga gampang dibodohi oleh Tania,maka Kevin memutuskan hubungan mereka dan dia kembali ke Bandung untuk melupakan Tania.


Raditya merasa gusar dan cemas,karena sejak kejadian di Mall itu,dia tidak bisa menghubungi Kiki.Sudah berkali-kali dia mendatangi rumah Kiki,namun hasilnya nihil,rumahnya kosong,sama sekali tidak ada orang.


Tidak tahu saja Raditya kalau keluarga Kiki sedang berada di Malang.Karena merasa usahanya selama beberapa hari ke rumah Kiki merasa gagal,maka Raditya meminta bantuan Abah untuk membiarkannya membantu mengantar ikan ke restauran Kiki.Ya,Abah menjadi supplier tetap di restauran Mama.


Ketika Raditya mengantar ikan ke restauran Mama Kiki,dia bertanya pada manager restauran apa akhir-akhir ini keluarga Kiki datang berkunjung ke restauran,namun manager restauran mengatakan bahwa beberapa hari ini mereka tidak datang dan hanya menanyakan keadaan restauran lewat telepon.Kemudian Raditya bertanya kembali,apa dia tahu mereka berada di mana sekarang,namun lagi-lagi Raditya tidak mendapatkan informasi apapun tentang keluarga Kiki.


Raditya pulang dengan lesu dan perasaan hampa.Biasanya hari-harinya dipenuhi dengan keceriaan Kiki,Namun Kiki seolah-olah menghilang,tidak ada kabar dan medsosnya pun tidak aktif.Banyak inbox,DM,chat yang dia kirim,namun tidak ada satu pun yang Kiki baca.


Pesan yang Raditya kirim setelah kejadian di Mall itu hanya dibaca tanpa di balas oleh Kiki,dan setelah itu Kiki tidak bisa dihubungi.


Raditya berpikir,mungkin ini yang terbaik untuk mereka,karena dia akan bertunangan dengan Linda,gadis yang dua tahun yang lalu dijodohkan oleh Kakeknya selama Raditya berada di Pondok Pesantren Kakeknya waktu itu.


Linda adalah cucu dari teman Kakek.Dulu mereka pernah berjanji untuk menjodohkan anak atau cucu mereka.Namun,anak mereka sudah memiliki tambatan hati masing-masing.Mereka tidak ingin memaksakan kehendak mereka.Jadi,mungkin saja kalau cucu mereka berjodoh,pasti mereka akan sangat senang.


Suatu hari Raditya dan Linda dipertemukan pada saat Raditya menjadi santri di Pondok Pesantren Kakeknya.Keluarga Linda datang berkunjung kesana.Ternyata Raditya dan Linda merasa cocok dan saling tertarik setelah beberapa kali mereka bertemu.Namun hubungan mereka dalam batas wajar,karena Raditya pada saat itu masih tinggal di Pondok Pesantren.Maka dari itu,Raditya memutuskan untuk menerima perjodohan tersebut.


Raditya tidak ingin menyakiti dan mengecewakan banyak orang karena perasaannya pada Kiki.Biarlah Kiki menjadi kisah masa lalunya,menjadi seorang yang pernah mengisi hari-hari indahnya,meskipun hanya beberapa bulan saja.


Kini tahun ajaran baru sudah dimulai.Kiki bersekolah di Malang.Untuk urusan kepindahan sekolahnya,Kevin yang mengurusnya.Namun tak pernah sekalipun Raditya bertemu dengan Kevin.Dan naasnya Raditya tidak memiliki nomer Kevin,jadi dia benar-benar kehilangan Kiki.Raditya benar-benar merasa tidak bersemangat ketika tidak melihat nama Kiki di papan pengumuman pembagian kelas.Dan dia bertanya pada Bu Rani,ternyata Bu Rani memberikan informasi yang tidak diinginkan oleh Raditya.BunRani mengatakan bahwa Kiki sudah tidak bersekolah disini lagi.Untuk alasan dan dimana kepindahannya pun Bu Rani tidak mengetahui.


Rasanya dia benar-benar kehilangan dunianya,sosok Kiki yang memberikan keceriaan dan warna dalam hari-harinya,meskipun Linda mengisi hari-harinya.Mereka memang berhungan jauh,karena Linda berada di kota lain.LDR cuy...


Kini Kiki menjalani hari-harinya di sekolah barunya.Dia mencoba sekuat tenaga untuk melupakan Raditya.Untuk itu dia tidak ingin lagi mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan cowok manapun untuk sekarang ini.Mungkin hanya berteman biasa saja dia mau.


Karena setiap dia mengingat Raditya,maka hatinya akan sangat sakit.


"Kenapa sesakit ini mencintai seseorang Ya Allah.....",keluh Kiki ketika teringat dan rindu pada Raditya.


Kiki hanya memerlukan waktu untuk melupakan perasaannya pada Raditya.Semoga waktu bisa menyembuhkan lukanya.


Sesekali dia membuka kembali medsosnya dan mengaktifkan kembali nomernya.


Kiki menggunakan nomer lain ketika berada di Malang.


Banyak sekali notifikasi inbox,dan Dm pada medsosnya dari teman-temannya di Bandung,terutama Raditya,Aldo dan Riri.


Namun Kiki tidak berani membacanya.


Dia menonaktifkan kembali medsosnya.


Begitupula ketika dia mengaktifkan nomernya yang dulu.Rentetan notifikasi pesan dan chat pada aplikasi WA dan Line,serta banyak sekali telepon dari Raditya setiap harinya.Aldo dan Riri pun juga turut mengirim pesan dan chat,bahkan menelepon juga,namun tak sebanyak Raditya.


Tanpa membaca semua pesan dan chat itu,Kiki menonaktifkan kembali nomernya.


Tak terasa air mata yang menggenang sedari tadi di ujung matanya,kini luruh,air mata itu jatuh membasahi pipi Kiki.Seolah lukanya kembali terbuka menyapa.


Kiki mengusap air matanya dan ia berjanji pada dirinya sendiri untuk kuat dan melupakan rasa sakit ini,melupakan perasaannya,cinta pertamanya,masa-masa indah dan berkesan di awal SMA nya.


Kini Kiki menjalani masa SMA nya di sekolah barunya.Dia harap luka itu akan sembuh bersama berjalannya waktu.


Untuk melupakan rasa sakit hatinya itu dia menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan.


Dia mulai aktif kembali di Band sekolah


dan dancer di sekolah.Karena hobinya itu,dia merasa senang dan terhibur.

__ADS_1


Dia juga disibukkan dengan bimbingan belajar agar nilainya tidak merosot karena kegiatannya itu.


Dua tahun kemudian.......


__ADS_2