Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
215


__ADS_3

"Ehemmm.... kedip woiii," teriak Miyuki dari dalam kamar.


Seketika Kenshin tersadar dari keterpakuannya. Dan Raline tersenyum melihat Kenshin yang terlihat kikuk dihadapannya.


Langsung saja secepat kilat Kenshin menarik tangan Raline dan mengajaknya turun ke bawah.


"Ken, pelan-pelan.... sakit.... takut jatuh juga," Raline merengek pada Kenshin.


Sontak saja Kenshin menghentikan langkahnya, namun tangannya tetap menggandeng tangan Raline.


"Maaf," ucap Kenshin sambil mengusap-usap dan meniup-niup tangan Raline yang dia tarik tadi.


"Kenapa Ken? Ada apa?" tanya Raline menyelidik.


"Sini," ucap Kenshin sambil menggandeng dengan lembut Raline dan mengajaknya pergi ke taman belakang yang sudah dihias sedemikian rupa di dekat kolam renang.


"Kita mau ngapain ke sini Ken? Ini belum mulai loh acaranya, nanti aja," ucap Raline seraya langkah kakinya mengikuti Ken.


"Kita foto di sini," tukas Kenshin sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


"Kita? Berdua?" tanya Raline pada Kenshin.


"Iya. Kita berdua. Kenapa? Gak mau?" Kenshin bertanya dengan tegas.


"Mau lah. Cuma kaget aja, mau foto aja pakai narik-narik tangan aku sampai sini. Harusnya kan kamu tinggal ngomong aja Ken," Raline terkekeh melihat Kenshin yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Ya maaf, habisnya Mimi ngeledek aku sih tadi, kan malu di depan Mami," jawab Kenshin sambil menggaruk tengkuknya sambil tersenyum malu.


"Ya udah yuk kita foto di situ," ucap Raline sambil menunjuk tempat yang menurut Raline sangat pas untuk berfoto.


Kenshin menggandeng tangan Raline dan mengajaknya ke tempat tersebut. Kemudian mereka mengambil ancang-ancang untuk berfoto bersama.


"Eh bentar-bentar, ini kurang rapi Ken. Sini aku rapikan dulu," ucap Raline sambil merapikan kerah kemeja dan jas Kenshin.


Sebenarnya Raline tadi hampir sama dengan Kenshin ketika melihatnya. Raline terpukau melihat Kenshin yang sangat tampan dan gagah berbalut setelan jas yang sangat pas sekali di badannya. Sangat trendy dan berkelas menurut Raline.


Namun Raline segera bisa menetralkan ekspresinya dan menguatkan hatinya agar tidak terlihat oleh Kenshin jika dia terpesona dengan penampilan Kenshin kali ini.

__ADS_1


"Udah, yuk kita foto," ucap Raline setelah merapikan jas Kenshin.


Kenshin tersenyum memandang wajah Raline yang sedang merapikan kemeja dan jas nya. Kemudian Kenshin mengarahkan ponselnya pada mereka, namun ketika hitungan terakhir kamera akan membidiknya, Kenshin dengan usilnya mencium pipi Raline, dan Raline terlihat kaget dalam foto tersebut.


"Ken!" reflek tangan Raline memukul pundak Ken setelah bidikan foto itu selesai.


Kenshin tertawa puas sambil melihat hasil jepretan fotonya tadi. Sedangkan Raline memegang pipinya yang telah dicium oleh Kenshin.


Dalam hatinya dia bersorak dan jantungnya berdegup kencang, namun dia malu memperlihatkan pada Kenshin jika dia menyukainya.


"Yuk cantik foto lagi," ucap Kenshin sambil meraih pundak Raline mendekat padanya.


"Gak usah pakai acara cium-cium lagi ya," Raline memperingatkan Kenshin dengan tegas, namun ditertawakan oleh Kenshin.


Bagi Kenshin semua hal yang dilarang oleh Raline adalah semua hal yang disukai oleh Kenshin. Sejak dulu, semenjak mereka kecil Kenshin selalu melanggar larangan Raline, dan berakhir Raline kesal padanya karena Kenshin tidak menurut padanya.


"Enggak, sini deh kita foto berdua aja," ucap Kenshin sambil mengarahkan kamera ponselnya menghadap mereka.


"Satu, dua, ti-ga," Kenshin menghitung sebelum kamera mengabadikan gambar mereka.


"Cantik, boleh gak aku minta sesuatu?" ucap Kenshin sambil memegang kedua pundak Raline dan menghadapkan tubuh Raline berhadapan dengannya dan memandangnya dengan intens.


"Apa?" tanya Raline dengan debaran jantung yang tidak karuan rasanya.


"Kita foto untuk yang terakhir kali saat ini tapi....," Kenshin menggantungkan ucapannya dan masih menatap manik mata Raline dengan intens.


"Tapi apa?" tanya Raline penasaran.


"Aku cium pipi kamu dan kamu harus tersenyum dan setelah itu sebaliknya, aku yang kamu cium pipiku. Boleh kan?" Kenshin masih menatapnya dengan penuh harap sehingga Raline tidak bisa berkata tidak padanya.


Seperti terhipnotis oleh mata Kenshin, Raline pun mengangguk setuju. Dia menyetujui permintaan Kenshin padanya, sehingga membuat Kenshin tersenyum senang dan bersorak kegirangan.


"Yes!" seru Kenshin sambil mengepalkan tangannya dan mengayunkannya sebagai tanda dia merayakan keberhasilannya.


Raline tertawa melihat tingkah Kenshin yang seperti berhasil mendapatkan undian jackpot yang bernilai fantastis.


Kenshin segera menggandeng Raline duduk di kursi taman dan mulailah dia mengambil gambar sesuai dengan keinginannya.

__ADS_1


Anehnya, Raline tidak gugup dan dia tersenyum lepas dalam foto tersebut sehingga yang melihat foto tersebut pasti berpikiran bahwa mereka memiliki hubungan khusus seperti pacaran.


"Aku kirim ke kamu dan kamu harus mengunggah di media sosialmu semua foto yang aku kirimkan padamu," Kenshin memerintahkan pada Raline dengan tegas, dan itu artinya dia tidak mau ada bantahan dari Raline.


"Kok diunggah sih Ken?" tanya Raline ragu-ragu pada Kenshin.


"Kenapa? Malu sama teman-teman kamu karena foto bareng sama aku?" tanya Kenshin pada Raline dengan sedikit kesal.


"Enggak, bukan seperti itu Ken. Hanya saja pasti nantinya kita bakal dijadikan bahan omongan oleh mereka di sekolah," Raline menjelaskan maksud perkataannya pada Kenshin.


"Lalu kenapa? Apa kamu malu karena aku masih SMP? Kurang berapa hari lagi aku udah SMA," Kenshin berkata dengan kesal pada Raline.


"Ken, bukan seperti itu, justru aku mengkhawatirkan kamu. Aku sih gak masalah karena aku kurang beberapa hari lagi ujian dan lulus, tapi kamu.... kamu masih akan sekolah di sana Ken. Apa kamu gak malu dijadikan bahan omongan orang di seluruh sekolahan?" Raline menjelaskan kembali kekhawatirannya.


"No problem. Aku bangga bisa memasang semua fotoku bersamamu. Aku gak pernah mengurusi omongan mereka meskipun tentang aku. Lagipula.. mereka gak akan berani padaku," ucap Kenshin dengan percaya dirinya.


"Iya... iya Tuan Muda Kenshin," ucap Raline sambil mengunggah satu persatu foto-foto mereka berdua yang telah dikirimkan oleh Kenshin padanya.


Kenshin pun demikian. Dia mengunggah semua foto tersebut dengan caption yang sangat membuat para cewek patah hati berjamaah melihatnya.


Tring!


Tring!


Tring!


Suara notifikasi dari media sosial mereka berdua saling bersahutan. Banyak sekali yang mengomentari unggahan foto mereka dan membubuhkan tanda like pada foto mereka.


Hanya satu orang yang sangat marah melebihi cewek-cewek yang merasa sakit hati, kesal dan patah hati melihat foto yang diunggah oleh dan Raline, orang itu adalah Tristan.


Tristan sangat marah dan ingin sekali menculik Raline pada saat itu juga. Sehingga dia berniat untuk meminta bantuan Papanya yang merupakan rekan bisnis Aydin.


"Pa, Tristan punya satu keinginan yang harus Papa kabulkan," Tristan berbicara pada Papanya di ruang kerjanya.


"Apa itu?" tanya Papa Tristan penasaran.


"Tristan ingin Papa menjodohkan Tristan dengan anak dari Aydin Permana," jawab Tristan sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2