Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
11


__ADS_3

Kini mereka sudah berpindah tempat di empang milik Abah.Setelah perjalanan kurang lebih lima belas menit dari sawah tadi.


Abah masih berada disitu.Beliau sedang memilih udang windu,gurame,lele dan nila yang akan dikirim ke pedagang di pasar,restauran dan cafe.Selain menjadi supplier ikan di tempat -tempat tersebut,Abah juga berjualan ikan di pasar,namun kadang bergantian jaga stand dengan Mang Hasan,rewang Abah juga.


Namun Mang Hasan sudah berkeluarga,jadi dia tidak tinggal di rumah Abah.Berbeda dengan Kang Suta yang memang masih belum berkeluarga,Kang Suta tinggal di rumah Abah karena selain membantu segala pekerjaan Abah,Kang Suta juga ditugaskan untuk mengantar jemput Renita,adik Raditya.


Raditya mengajak teman-temannya menemui Abah.Kemudian Raditya memperkenalkan satu-persatu teman-temannya pada Abah.Raditya juga menyampaikan bahwa orang tua Kiki berniat menjadikan Abah sebagai supplier di restaurannya.Tentu saja Abah sangat senang dan beliau berjanji sesegera mungkin akan menemui orang tua Kiki untuk membicarakan kerja sama tersebut.


Hari sudah semakin siang,suara adzan dzuhur berkumandang.Mereka segera beranjak pulang menuju rumah Raditya.


Diperjalanan pulang,mereka bertemu dengan sekumpulan anak-anak kecil yang sedang bermain.Umur mereka sekitaran masih duduk di bangku SD.


"Aa' Ustad nanti ngajar ngaji gak?" tanya salah satu anak tersebut.


"Sepertinya hari ini gak Dim,nanti kamu ngajinya sama Ustad Fahri ya",jawab Raditya.


Kiki dan Riri saling menoleh,heran dengan apa yang mereka dengar.


"Gak usah bingung,Raditya memang biasanya ngajar ngaji di mushalla kampung bantuin ustad disitu",ucap Aldo kepada Kiki dan Riri.


Kiki dan Riri hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda bahwa mereka mengerti.


Setelah sampai rumah,Raditya mengajak mereka melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di mushalla yang ada di rumah Raditya dengan Raditya yang menjadi imamnya.


Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang di senandungkan oleh Raditya mampu membuat hati Kiki terenyuh dan merasakan hal aneh di hatinya.Entah rasa apa itu,Kiki tidak paham dengan apa yang dirasakannya.


Setelah mereka selesai melaksanakan shalat,Raditya mengajak mereka bersantai di gazebo belakang rumahnya.Suasana disekitar gazebo sangat rindang,karena banyak pohon dan juga ada kolam ikan hias di sana,begitu menentramkan.


Raditya membuatkan minuman untuk mereka.


Aldo mengambil gitar di kamar Raditya.


Riri dan Kiki menyiapkan bahan-bahan diskusi dan mengumpulkan informasi-informasi yang telah mereka peroleh.


Raditya datang dengan membawakan minuman untuk teman-temannya itu.


Aldo datang dengan membawa gitar.


"Nih diminum dulu,pada haus kan?" ucap Raditya sambil meletakkan minuman yang dibawa tadi.


Aldo dan Riri mengambil minuman tersebut dan meminumnya.


Kiki pun meletakkan alat tulisnya kemudian mengambil gelas di hadapannya.Gelas masih berada di depan bibir Kiki,hendak meminumnya,tapi diurungkannya,sambil menatap Raditya dia berkata,


"Ini aman kan? Gak kamu kasih sianida kan?"


Sontak saja Aldo tersedak mendengar perkataan Kiki.Dan Riri menyemburkan sedikit minuman yang ada di mulutnya.Untung saja semburannya itu tidak mengenai siapapun.


"Sembarangan,buat apa aku kasih sianida?" jawab Raditya.


"Ya kali aja kamu dendam sama aku",jawab enteng Kiki dengan senyum polosnya.


"Kalau neng mati,abang gimana dong?" pungkas Raditya kemudian.


"Cieeeeee...." seru Riri dan Aldo bebarengan.


Kiki hanya mengerjap-ngerjapkan matanya,bingung bereaksi seperti apa,karena dia malu dan hatinya berasa senang mendengar perkataan Raditya barusan,semburat merah pun menghiasi pipinya yang putih.Niat hati ingin menggoda Raditya dengan pertanyaannya,malah dia yamg tergoda,jantungnya dibuat berdugem ria.


"Kok kamu gak minum?" tanya Kiki untuk menetralkan suasana hatinya.


"Udah tadi di dapur.Ini nanti juga aku minum.Dari pada aku ngasih sianida mending aku kasih obat perangsang sekalian",jawab Raditya dengan candanya.


"Astaghfirullah hal adzim......istighfar Aa' Ustad",ucap Aldo sambil melempar kulit kacang yang isinya sudah dia makan.


"Hahaha....becanda...",ucap Raditya dengan tawanya.


"Ish gak lucu",seru Kiki sambil melirik Raditya dan tanpa ia sadari bibirnya manyun setiap dia merajuk ataupun ngambek.


Raditya yang melihat itu langsung maju ke arah Kiki dan meraup bibir Kiki dengan tangannya.


"Iiiiih....gemes banget sih",ucap Raditya ketika meraup bibir Kiki dengan tangannya,hanya sebentar dan dia melepaskannya,karena Kiki melotot kepadanya.


Aldo hanya tersenyum penuh arti ke arah Raditya.Dan Raditya,tentu saja hanya tersenyum sewajarnya.


Setelah selesai pekerjaan mereka untuk membuat laporan,kini mereka akan melaksanakan shalat ashar karena sudah menandakan waktu ashar.


Raditya mengajak Aldo shalat di mushalla kampung.Sedangkan Kiki dan Riri shalat di mushalla rumah Raditya bersama Renita dan Ambu.Renita baru saja datang dari pasar bersama Ambu.


"Teh Aa' shalat di mushalla ya?" tanya Renita.


Mereka kini sedang memakai mukena sambil ngobrol karena Ambu masih mengambil wudhu.


"Kok tau?" jawab Kiki.


"Lah tuh suara Aa' yang adzan di mushalla,kedengeran kan?" ucap Renita.


"Itu Raditya yang adzan?" tanya Riri pada Renita.


Sedangkan Kiki diam sibuk dengan pemikirannya sambil mendengarkan lantunan adzan yang katanya Renita itu suara adzan dari Raditya.Subhanallah....begitu indah nian lantunan adzan Raditya,batin Kiki.


Ah sepertinya aku terpesona akan suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibaca Raditya dan suara adzannya juga.


Kemudian Ambu datang dan mengambil tempat sebagai imam.


Setelah mereka selesai shalat,mereka kembali ke gazebo ditemani Renita.Kemudian Raditya dan Aldo datang dari mushalla dan bergabung dengan mereka di gazebo.


Karena Raditya dan Aldo sudah kembali,maka Renita pergi ke dapur membantu Ambu memasak.


Karena tugas yang mereka kerjakan sudah selesai,maka mereka bersantai sejenak.


Aldo mengambil gitar dan mulai memainkannya.


"Nyanyi yuk biar seru",ajak Aldo.


"Boleh tuh",jawab Raditya.


"Lagu apa?" tanya Kiki.


"Terserah kamu mau lagu apa.Jangan yang susah-susah",jawab Aldo sambil terkekeh.


"Ehm...oke deh....aku ambil nada dulu ya",ucap Kiki.


If I had to live my life without you near me


The days would all be empty


The nights would seem so long


With you I see forever, oh, so clearly

__ADS_1


I might have been in love before


But it never felt this strong


Our dreams are young and we both know


They'll take us where we want to go


Hold me now, touch me now


I don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


If the road ahead is not so easy


Our love will lead the way for us


Like a guiding star


I'll be there for you if you should need me


You don't have to change a thing


I love you just the way you are


So come with me and share the view


I'll help you see forever too


Hold me now, touch me now


I don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for you


Nothing's gonna change my love for ******you******


Aldo mengiringi suara merdu Kiki dengan petikan gitarnya.Raditya sedari tadi terpanah oleh suara merdu Kiki,hingga dia tersadar ketika Kiki tersenyum sambil bernyanyi menatapnya.Raditya tersadar ketika melihat senyuman Kiki.Dia pun tersenyum dan ikut bernyanyi bersama Kiki.Sedangkan Riri malu-malu sambil tersenyum dan menggoyang-goyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan mengikuti irama.Tidak ada yang tahu kalau Kiki dulu di sekolah asalnya mengikuti ekstra musik dan tari,dan juga Kiki sempat bergabung dengan band di sekolahnya sebelum dia pindah.


Suara Ambu menghentikan nyanyian mereka.


"A' ajak teman-temannya makan dulu.Ini sudah Ambu siapkan di meja makan",seru Ambu dari arah dapur.


"Yuk ah makan dulu,kasian Ambu sudah nyiapin kalau gak dimakan",ajak Raditya sambil berjalan ke arah meja makan.


Aldo pun menaruh gitarnya dan beranjak dari duduknya kemudian berjalan mengekori Raditya.Kiki dan Riri pun beranjak ke arah meja makan.Mereka menikmati makanan yang dihidangkan oleh Ambu di meja makan sambil diselingi dengan candaan dan tawa mereka.


Setelah mereka selesai makan,Kiki dan Riri membawa piring dan gelas kotor mereka ke dapur.Disana sudah ada Ambu yang sedang membereskan peralatan dapur bekas memasak tadi.Kiki dan Riri membantu mencuci piring dan gelas kotor bekas mereka makan berempat tadi.


"Sudah,taruh saja disitu neng",ucap Ambu pada Kiki dan Riri agar mereka menaruh piring dan gelas kotor itu di tempat cucian piring.


"Biar kita aja Ambu yang nyuci",jawab Kiki sambil tersenyum ke arah Ambu.


"Ya sudah kalau kalian memang mau bantu Ambu,percuma juga dilarang pasti gak di dengerin",ucap Ambu sambil tertawa kecil.


Kiki dan Riri pun ikut tertawa menanggapi perkataan Ambu.


"Sudah selesai tugasnya?" tanya Ambu berbasa-basi tapi tangannya masih mengerjakan apa yang sedang dikerjakan.


"Sudah Ambu,tinggal dikumpulkan saja besok",jawab Kiki.


Riri menaruh piring dan gelas yang sudah dicuci bersih oleh Kiki.Setelah kegiatan cuci mencuci selesai,mereka mendekati Ambu untuk melihat apa yang Ambu kerjakan,barangkali mereka bisa membantu.


"Sedang apa Ambu?" tanya Kiki yang sudah berada di sebelah kanan Ambu,sedangkan Riri berada di sebelah kanan Kiki.


"Eh,ini lagi bikin puding coklat kesukaan Raditya dan Renita",jawab Ambu tanpa menoleh ke arah mereka.

__ADS_1


"Boleh kita bantuin Ambu?" tanya Kiki.


"Mau bantuin?" jawab Ambu kini menoleh ke arah mereka.


"Mau. Ri kamu juga mau bantuin gak?" jawab Kiki pada pertanyaan Ambu sekalian bertanya pada Riri.


"Boleh dari pada gak ngapa-ngapain",jawab Riri.


"Ya sudah,ini kamu saja yang bikin",ucap Ambu sambil memberikan bahan-bahan yang dari tadi sudah di tuang Ambu ke dalam wadah untuk memasak.


Kiki mulai memasak,dan Riri membersihkan wadah cetakan untuk puding setelah matang.


Ambu yang berada di samping Kiki memperhatikan Kiki dan kemudian bertanya,


"Ambu belum tau loh siapa nama kalian",ucapa Ambu sambil tersenyum.


"Masya Allah,iya lupa Ambu tadi belum kenalan.Maaf saya Kiki dan ini Riri",jawab Kiki sambil tersenyum malu pada Ambu yang memperlihatkan lesung pipinya.


"Kamu cantik sekali.Itu ada lesung pipinya juga,pinter masak juga.Suamimu nanti pasti akan sangat beruntung",ucap Ambu sambil tersenyum dan menunjuk lesung pipi Kiki.


Aldo dan Raditya yang sedang berjalan melewati dapur mau ke gazebo mendadak berhenti ketika mendengar pujian Ambu pada Kiki.


"Cocok kan Ambu sama Aldo",tiba-tiba suara Aldo membuat Ambu dan Kiki menoleh ke arahnya.Riri pun ikut menoleh.


Ternyata Aldo dan Raditya berdiri di tengah jalan hendak menuju gazebo belakang rumah.


"Sembarangan",ucap Raditya sambil memukul lengan Aldo.


"Kenapa,cemburu?" tanya Aldo menggoda.


"Tuh Riri dikemanain?" Raditya balik bertanya.


"Gapapa punya bini dua",jawab Aldo sambil terkekeh.


Ambu hanya tersenyum mendengar candaan mereka.


"Mau poligami?" tanya Raditya sambil bersedekap tangannya di dada sambil menatap Aldo.


"Akunya yang gak mau",jawab Kiki.


Raditya,Riri,Aldo dan Ambu tertawa mendengar jawaban Kiki.


Hari sudah petang,Aldo Kiki dan Riri berpamitan pulang pada Ambu.Renita yang sedang melihat drama di laptopnya menoleh ketika Kiki memanggil namanya dan berpamitan pulang.


"Teh Kiki mau pulang?" tanya Renita.


"Iya.Panggilnya mbak aja,aku orang Jawa",jawab Kiki sambil nyengir.


"Oh oke deh,mbak Kiki",ucap Renita.


"Kamu suka nonton drakor?" tanya Kiki pada Renita.


"Hobi banget malah", jawab Renita sambil tersenyum lebar.


"Kapan-kapan nonton bareng yuk",ucap Kiki.


"Hayuk....pasti seru deh,gak enak nonton sendirian,mangkanya itu aku pengen banget punya kakak cewek biar bisa nonton bareng dan kemana-mana bareng",jawab Renita yang matanya terlihat berbinar membayangkan serunya nonton dan jalan bareng Kiki.


"Hahaha...iya,entar stok drama yang banyak sekalian.Sekarang mbak pulang dulu ya,udah sore",pamit Kiki pada Renita.


Riri yang baru keluar dari kamar mandi ikut bergabung dengan Kiki dan Renita,kemudian dia berpamitan pulang pada Renita.


Aldo dan Raditya yang sedari tadi menunggu para cewek di kursi teras,kini masuk ke dalam mendapati Kiki,Riri dan Renita sedang mengobrol.


"Yuk Ki pulang,udah sore",ajak Raditya.


"Yuk Ri,aku antar sekalian pulang",ajak Aldo pada Riri.


"Kamu jadi antar aku pulang Di? Kamu gak repot? biar aku dijemput kak Kevin aja gapapa",ucap Kiki pada Raditya.


"Udah yuk Ri kita pulang duluan",ajak Aldo pada Riri sambil berjalan ke luar pintu.


"Aku pulang duluan ya",pamit Riri menatap ke arah Kiki,Raditya dan Renita secara bergantian,kemudian mengikuti Aldo ke luar pintu setelah mendapatkan anggukan dari mereka.


"Gak usah dijemput Bang Kevin.Tadi kan yang jemput aku,ya sekarang yang nganter kamu pulang juga aku.Lagian aku gak lagi repot kok",ucap Raditya sambil menarik tangan Kiki untuk keluar menuju motornya.


"Re,mbak pulang dulu ya",pamit Kiki pada Renita seraya berjalan karena tangannya ditarik oleh Raditya.


"Hati-hati mbak,kapan-kapan main lagi ya....."jawab Renita sambil berteriak.


"Sudah mau pulang?" tanya Abah ketika Raditya memakaikan helm di kepala Kiki.Abah baru datang dan bertemu mereka di halaman rumah.


"Eh Abah,iya Bah,sudah sore.Kiki pulang dulu ya Bah",jawab Kiki kemudian bersalaman pada Abah dan mencium punggung tangan Abah.


"Sampaikan pada orang tuamu,Insya Allah Abah akan datang ke rumah besok atau lusa untuk membahas yang disampaikan Raditya tadi",ucap Abah.


"Siap Abah,nanti Kiki sampaikan",ucap Kiki kemudian naik ke motor Raditya.


Sedangkan Raditya sudah duduk di motornya semenjak Abah dan Kiki mengobrol.


"Assalamualaikum",ucap Raditya dan Kiki sebelum motor Raditya melesat keluar dari halaman rumahnya.


"Waalaikum' salam",jawab abah,setelah itu masuk ke dalam rumah.


Abah duduk di ruang tamu bersama Renita yang masih melihat drakor di laptopnya.


Ambu datang sambil membawa segelas kopi dan sepiring singkong rebus buat Abah,kemudian duduk bergabung dengan Abah.


"Mbak Kiki pacarnya Aa' ya Mbu?" tanya Renita pada Ambu.


"Masa' iya Aa' gitu Ren?" tanya balik Ambu pada Renita.


"Gak tau,cuma Aa' kayak perhatian gitu sama mbak Kiki,yang Renita liat sikapnya juga kayak sama pacarnya gitu",jawab Renita.


"Sudahlah,terserah Raditya mau memilih siapa.Asal tidak menyakiti hati wanita",sela Abah.


"Nanti Abah nasehatin Aa' ya Bah.Sebenarnya Kiki juga baik,cantik,sopan juga anaknya.Terserah Aa' saja lah hatinya pilih yang mana",ucap Ambu.


"Ambu juga nanti tanyakan baik-baik ke Aa'. Gak usah dipaksa pilih yang mana,biar dia menuruti kata hatinya",ujar Abah kemudian.


"Tapi Aa' gak mungkin menentang kemauan kakek",ucap Renita sambil cemberut,karena jujur saja dia sudah sangat nyaman dengan Kiki.


"Kita liat saja nanti ya,jangan sedih",ucap Ambu sambil mengusap puncak kepala Renita.


"Kelihatannya kamu sudah dekat dengan Kiki",ucap Abah sambil memakan singkong rebus yang dibawa Ambu tadi.


"Belum deket banget sih,cuma nyaman aja dan cocok.Hehehehe....",cengiran Renita menghiasi wajahnya.


Abah dan Ambu tersenyum melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2