
"Hah?! Udah punya istri? Beneran? Kapan?" Kevin kaget dan bertanya dengan penuh penasaran.Bagaimana bisa Raditya dan Kiki yang sudah seperti sepasang kekasih yang kemana-mana bersama mendadak punya pasangan sendiri-sendiri Begitu banyak pertanyaan di benak Kevin saat ini.
"Hampir satu tahun Bang",senyum getir Raditya.
"Tadi itu kan acara aqiqah anaknya.Iya kan Bro?" kini Aydin membuka suaranya karena sejak mendengar Kevin berkata Kiki biasanya dianter oleh Raditya,dia merasa cemburu.
"Kalian kenal?" sahut Kevin sambil menunjuk mereka bergantian.
"Dia biasa nongkrong di cafe sama temen-temennya",Aydin yang menjawab pertanyaan Kevin.
"Hahahaha....kasian banget lu Cel.Lagian pakai sok-sokan pindah ke Malang sih dulu",seru Kevin sambil teriak,mengira Kiki masih di dalam rumah.Padahal sekarang ini Kiki sedang berada tidak jauh darinya membawa minuman untuk mereka.
"Terserah aku dong.Lagian di sana juga punya banyak temen",sewot Kiki sambil menaruh minuman di meja yang dia buat untuk mereka.
"Oooh itu cowok yang biasanya nemenin kamu nungguin sopir jemputan pas pulang sekolah",sindir Kevin.
Kiki hanya diam saja.Raditya kembali sakit hatinya mendengar ada yang menggantikan posisinya di Malang ketika dia jauh darinya.
Aydin masih menyimak dengan disertai rasa cemburu.
"Siapa itu Ki namanya? Lali aku",Kevin mengingat-ingat dengan ekspresi berpikir.
"Jamal.Pak Satpam di sekolah",ketus Kiki.
"Hahahaha....iya,itu dia orangnya",tawa Kevin membahana,senang mengerjai adiknya.
Seketika senyum menghiasi bibir Raditya dan Aydin bersamaan.
Mereka lega,tidak ada orang lain yang dekat dengan Kiki.
Tiba-tiba Kang delivery order datang dengan membawa beberapa bungkusan makanan.
Kevin menerima makanan tersebut dan membayarnya.
Bersamaan dengan motor kang delivery tadi yang keluar dari halaman rumah Kiki,mobil Papa masuk.Mama keluar dari dalam mobil dengan membawa paper bag besar.
Raditya yang berada disitu menyambut Mama dan Papa dengan senyumnya dan bersalaman serta mencium punggung tangan mereka.
"Eh ada Raditya.Sudah lama?" Mama memberikan paper bag ditangannya pada Kiki.
Kiki melihat isi paper bag itu ternyata isinya kebaya.
"Wah,beneran jadi kawin nih besok",batin Kiki sambil melongo.
"Baru aja Ma,ini sudah mau pulang",Raditya menjawab dengan wajah malu,pikirannya bertanya apakah Mama dan Papa Kiki sudah tahu tentang pernikahannya dan anaknya yang baru lahir.
"Kok buru-buru? Biasanya lama",Mama mengira Raditya pulang cepat dan ekspresinya tidak seperti biasanya itu karena tahu Kiki akan menikah dengan Aydin besok.
__ADS_1
"Udah ditungguin anak istrinya Ma",sambar Kevin.
Mama dan Papa kaget,lalu menatap Raditya dengan penuh tanya.Raditya hanya tersenyum.
Kemudian Mama beralih menatap Kiki.
Kiki hanya mengedikkan bahunya.
Aydin masih dengan pertanyaannya dipikirannya itu,kok bisa Raditya memanggil Mama bukan Tante,sedekat itukah hubungan mereka?
Aydin ingin bertanya pada Kiki.Namun besok adalah hari pernikahannya,dia tidak mau merusak momen tersebut.
"Gimana besok Ma?" tanya Aydin menyadarkan Mama dari pikiran bingungnya.
Aydin tidak mau kalah dengan Raditya,dia pun memanggil dengan sebutan Mama,toh besok juga dia akan jadi menantunya.
"Sudah beres semua.Tenang aja",Mama menjawab dengan sumringah.
Merasa tidak enak dengan situasi canggung ini,Raditya berpamitan pulang pada semuanya.Dan pulanglah dia dengan perasaan kecewa dan ah ada perasaan yang tidak bisa dia ungkapkan karena melihat ekspresi mereka yang mengetahui dirinya sudah menikah dan kini sudah punya anak.Dia sangat merasa kasihan pada dirinya sendiri.Dengan tertawa getir dia mengejek dirinya sendiri dalam hati sambil melajukan motornya di jalan raya.
Hari ini adalah hari bersejarah bagi Kiki.Dia akan berganti status menjadi seorang istri.
Di kamar VVIP rumah sakit mereka kini berkumpul.Kiki berganti kebaya yang dibawakan Mama semalam dari butiknya.
Mama memang punya usaha butik yang telah disiapkan untuk dikelola Kiki nantinya,mengingat Papa Kiki mempunyai bisnis di bidang konveksi,jadi Mama memanfaatkan itu untuk membuka butik.
MUA yang dipekerjakan Mama di butiknya itu pun dibawa oleh Mama ke rumah sakit ini untuk mengubah tampilan Kiki menjadi layaknya seorang pengantin.
Di kamar yang super besar dan nyaman ini acara akad nikah akan dilaksanakan.
Kiki pun akan berganti pakaian dan di make up disana.
"Mbak,Kiki gak mau ya kalau bedaknya ketebelan,yang flawless aja"
"Mbak,make up nya tipis aja biar gak menor"
"Lipstiknya jangan merah mbak,kayak abis minum darah aja"
"Mbak,harus ya pakai jarik kakinya nyilang gini?"
"Mbak,kenceng banget sih,kalau Kiki pengen pipis gimana?"
Terus-terusan Kiki mengomentari apa yang dilakukan oleh Mbak Ranti,MUA dari butik Mama.
"Mbak Kiki tenang aja,pasti mbak Kiki super duper cantik deh nanti.Pasti suaminya pangling deh",Mbak Ranti menanggapi ocehan Kiki dengan senyum.
"Mangkanya kamu gak usah minum biar gak bolak balik pipis.Nih kamu makan permen aja biar gak haus",omel Mama gerah sedari tadi mendengar ocehan anaknya yang mau menikah ini.
__ADS_1
"Iiih Mama,Kiki kan doyan minum air putih.Biar sehat.Kalau Kiki sampai dehidrasi karena gak minum gimana hayo....bisa-bisa Kiki pingsan nanti",seru Kiki menjawab ucapan Mamanya.
"Mana ada,kamu puasa berjam-jam aja bisa kok.Masa' ini cuma beberapa jam aja pingsan?" omel Mama kemudian.
"Au ah Mama jawab mulu",bibir Kiki mengerucut tanda dia sedang kesal,lagi ngambek.
Mama dan mbak Ranti tersenyum geli melihat tingkah Kiki yang seperti anak kecil gak dibolehin makan permen.
Pak penghulu sudah di dalam kamar perawatan Ayah Aydin.Kamar ini sudah ditata sedemikian rupa untuk acara akad nikah hari ini.
Kiki keluar dari kamar sebelah yang memang dipersiapkan untuk ruang ganti dan make up Kiki.
Siapa yang berani menolak perintah yang punya rumah sakit.Iya gak? dan juga kamarnya kan VVIP,jadi tidak seramai kamar di bangsal lain.
Mata Aydin tidak bisa berkedip,dia terpanah oleh sosok gadis dihadapannya yang kurang beberapa menit akan menjadi istrinya.
Penampilan Kiki begitu cantik dan elegan dengan kebaya dan make up flawless namun cantik,sesuai dengan permintaan Kiki,make up ala-ala Korea biar gak kayak emak-emak katanya.
Kiki dituntun duduk di sebelah Aydin oleh Mamanya.Kemudian Aydin menjabat tangan penghulu yang menjadi wakil dari Papa Kiki yang sebagai wali nikahnya.
Proses ijab kabul berlangsung.Kiki sibuk dengan pemikirannya sejak dia duduk disebelah Aydin tadi.Dia tidak menyimak apa yang dikatakan oleh penghulu dan Aydin.Bahkan dia tidak tahu mahar apa yang disiapkan oleh Aydin untuknya.
"Masa' iya sih aku umur segini udah nikah? Udah jadi seorang istri.Aah...goodbye masa-masa single ku.Terus cita-cita ku gimana? Apa aku masih bisa jadi dokter? Apa Bang Ay ngijinin aku kuliah? Aaah...bodoh sekali kamu Ki,ngapain kemarin gak diomongin dulu sih.Kenapa main jawab iya aja.Mana jawab iya nya juga gak ngerti lagi yang ditanyain apa.Aduuuuh....gimana ini?"
pertanyaan-pertanyaan ini menari-nari dipikiran Kiki.
Hingga kata "sah" dari semua orang membuyarkan lamunannya.
Kiki tersadar dari lamunannya dan dia sadar bahwa kata sah merupakan awal baru bagi statusnya sekarang.
Dia menoleh ke semua orang,dan semua orang mengatakan "Alhamdulillah" dengan senyum bahagia mereka.
"Yaelah....gak bisa punya pacar dong aku.
Gawat nih,masa' iya sampai umur segini aku belum pernah pacaran?" pikiran Kiki melayang kembali dengan pertanyaan-pertanyaan itu.
Hingga Mama menyadarkannya.Mama menepuk pundak Kiki dan berkata,"Itu salim dulu sama suami"
Kiki melihat Aydin sudah mengulurkan tangannya di depan Kiki.
Kiki pun mencium punggung tangan suaminya itu,kemudian Aydin mencium kening istrinya.
Mereka sangat berdebar dan malu,karena baru kali ini mereka berinteraksi seperti ini,di depan orang banyak juga. Biasanya mereka hanya bercanda bareng teman-teman Kevin pada saat berkumpul bersama di rumah Kevin.
Kemudian acara foto-foto digelar sebelum acara selesai.
Ayah,Bunda,Mama dan Papa beramah tamah sekaligus mengobrol untuk lebih mengenal dekat keluarga mereka.Bagaimanapun mereka sekarang adalah besan.
__ADS_1