Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
152


__ADS_3

Linda berkelit bahwa tanda merah yang ada pada tubuhnya itu milik Pak Gunawan yang pernah ditinggalkan oleh Pak Gunawan sebelum Linda pergi ke kota ini.


Pak Gunawan merasa heran karena tanda itu seperti baru ada dan memang ada beberapa tanda yang hampir menghilang dan dia yakin itu tanda darinya karena Pak Gunawan hafal letaknya. Namun dia tidak memperpanjang masalah tersebut karena dia tahu itu mungkin tanda yang diberikan oleh Riko pada Linda.


Riko pulang ke kotanya sendiri di saat pagi buta dia melihat pesan yang ditulis oleh Linda di selembar kertas yang berada di nakas, serta pesan yang dikirimkan oleh Linda pada Riko. Riko sangat benci sendirian, oleh karena itu dia tidak mau jika sampai Linda tidak lagi tinggal dengannya. Katakanlah dia laki-laki yang tidak baik, dia mengakuinya, namun dia mempunyai alasan dari sikapnya itu.


Riko mempunyai trauma ditinggal oleh ibunya. Riko kecil masih berumur sekitar lima tahun harus hidup mandiri karena Ayahnya yang harus bekerja mencari nafkah untuk biaya hidup Riko kecil dan dirinya sendiri. Ibu Riko pergi dengan wanita lain karena merasa hidup kekurangan dengan Ayah Riko. Jadilah Riko yang masih kecil belum genap usia lima tahun itu harus kehilangan seorang ibu dan hidup mandiri di rumahnya ketika Ayahnya harus bekerja.


Setelah dia menginjak dewasa, Riko yang mempunyai wajah lumayan digandrungi banyak wanita, dia menjadi seorang yang biasa mempermainkan wanita karena dia merasa tidak ingin dipermainkan oleh wanita seperti ibunya yang mempermainkan Ayahnya dan dirinya sewaktu kecil.


Hingga dewasa kini dia tetap saja merasa bangga dan senang telah membuat hancur rumah tangga orang lain sebagai pembalasannya kepada kaum wanita karena kesalahan ibunya yang lebih memilih laki-laki lain daripada anak dan suaminya.


Sampai Riko bertemu dengan Linda, dan dia merasa Linda bisa menjadi sandarannya sehingga Riko tidak pernah kesepian lagi jika bersama dengan Linda yang selalu menemaninya di rumah. Memang Riko selalu mencari alasan jika Linda mengajaknya menikah, karena dia trauma akan ibunya yang meninggalkan Ayahnya.


Oleh sebab itu Riko tidak mau menikahi Linda dan tidak mau ditinggalkan oleh Linda, bahkan tanpa sepengetahuan Linda pun Riko masih saja berhubungan dengan wanita-wanita lain yang berstatuskan istri orang lain dan satu wanita lajang yang merupakan sepupunya.

__ADS_1


Dan di pagi hari yang masih sangat dingin ini, Riko harus pulang ke kos-kosannya sendiri tanpa Linda. Ponsel Linda tidak bisa dihubungi dan Linda hanya meninggalkan pesan saja untuknya agar Riko segera pulang ke kos-kosannya sendiri dan mereka akan bertemu nanti sore karena Linda sedang berada di rumah orang tuanya.


Riko menuju parkiran motornya, namun sekelebat dia melihat mobil yang tidak asing baginya. Riko mendekati mobil tersebut dan benarlah, mobil itu milik Pak Gunawan. Riko tahu persis mobil milik Pak Gunawan yang sering dia pakai untuk beberapa kali.


Kini Riko mengerti kenapa dia ditinggalkan oleh Linda sendirian di kamar hotel. Riko tersenyum licik, hatinya sangat kesal dan marah diperlakukan seperti itu oleh Linda.


Seolah gelap arah, Riko melajukan motornya dengan sangat kencang menuju kos-kosan milik sepupunya. Riko mengetuk pintu kos-kosan milik sepupunya itu dengan sangat kasar dan tidak sabar.


"Bang Riko?" Nasya kaget melihat Riko datang ke kos-kosannya di pagi hari yang bahkan semua penghuni kos-kosan masih tertidur.


Riko segera masuk dan mencium paksa Nasya yang kaget karena mendapatkan ciuman mendadak dari Riko. Ciuman itu sangat menuntut dan kasar membuat Nasya kewalahan.


"Tumben Bang ke sini pagi-pagi?" Nasya bertanya pada Riko yang kini dalam posisi terlentang bersebelahan dengan Riko setelah ritual mereka selesai.


"Abang kangen sama kamu. Gak boleh?" Riko menoleh dan memainkan salah satu gundukan milik Nasya.

__ADS_1


"Boleh lah Bang. Nginep sini juga boleh kalau Abang mau," jawab Nasya dengan suara yang sedikit tercekat karena menahan sesuatu akibat dari Riko yang memainkan kembali gundukan miliknya.


"Ya udah Abang nginep sini aja kalau gitu," ucap Riko yang mulai memejamkan mata dengan posisi kepalanya berada di dada Nasya.


Nasya sangat senang jika Riko bersamanya. Sejak kecil dia memang menyukai Riko, dan ketika dewasa mereka bertemu dalam acara keluarga mereka, Nasya mulai mendekati Riko dan mengingatkannya tentang masa-masa kecil mereka. Sejak itulah mereka lebih dekat dan Nasya pun rela melakukan hal yang sangat dilarang itu bersama Riko. Dia rela memberikan kesuciannya untuk Riko yang belum tentu akan menjadi suaminya.


Sama halnya di kamar hotel. Pak Gunawan dan Linda masih betah berada di dalam kamar mereka. Pak Gunawan benar-benar memanfaatkan kesempatan yang ada. Dia tidak mau membuat dirinya rugi waktu jika bersama dengan Linda karena istrinya sewaktu-waktu bisa datang dari luar kota.


Sore harinya Linda pulang ke kos-kosan Riko namun tidak mendapatkan Riko di mana pun. Linda menghubungi ponsel Riko namun tak ada jawaban dari Riko, bahkan beberapa menit kemudian ponsel Riko tidak aktif, sehingga Linda tidak bisa menghubunginya.


Linda menjadi kesal dan uring-uringan. Akhirnya dia menghubungi Pak Gunawan kembali untuk menjemputnya dan bermalam di apartemen milik Pak Gunawan yang biasanya mereka gunakan untuk bertemu.


Sayangnya Pak Gunawan menolaknya karena istrinya akan kembali dari luar kota malam ini. Linda bertambah kesal karena malam ini dia harus sendirian tanpa siapapun di kos-kosan Riko.


Tengah malam, di saat Linda sedang tertidur, Riko datang dengan mengendap-endap masuk ke dalam rumah. Linda terbangun ketika mendengar suara pintu terbuka, namun dia berpura-pura tertidur agar dia tahu apa yang dilakukan oleh Riko selanjutnya.

__ADS_1


Linda melihat kekesalan dalam wajah Riko ketika melihatnya. Linda sadar jika Riko merasa kesal padanya karena dia meninggalkannya begitu saja di hotel tadi pagi. Jika tidak sedang kesal atau marah, Riko selalu menghampiri Linda setelah dia masuk ke dalam kamar meskipun Riko belum mandi sekalipun. Dan kini Riko mengacuhkannya. Linda tidak mau Riko mengacuhkannya karena sama halnya dengan Riko yang tidak mau ditinggalkan oleh Linda, Linda juga tidak mau ditinggalkan oleh Riko.


Di saat Riko berganti pakaian, tiba-tiba saja Linda memeluk Riko dari belakang. Riko hanya diam saja mengacuhkan Linda. Dengan kelihaiannya, Linda membuat Riko tidak bisa menolaknya, sehingga kini Riko yang tadinya mengacuhkannya malah terbuai dengan permainan dari Linda. Senyuman Linda merekah ketika Riko menyuruhnya untuk lebih mempercepat permainannya.


__ADS_2