Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
94


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Raditya melihat foto-foto mereka tadi sewaktu berada di rumah sakit. Dia tersenyum melihat fotonya yang menggendong Baby Ken bersama dengan Kiki. Sungguh seperti keluarga yang bahagia menurutnya. Senyuman mereka yang tercetak jelas di foto menunjukkan kebahagiaan mereka.


Sempat rasa ingin memilikinya kembali lagi, namun Raditya ingat jika dirinya memiliki Raline yang membutuhkan kasih sayangnya dan menjadi penguatnya di setiap kondisi.


Sebenarnya Raditya sedang mengalami masa yang sulit, empat hari yang lalu dia mendapat kabar dari Aldo yang pada saat itu sedang bersama dengan Riri di pantai.


Flashback


Aldo dan Riri melihat Linda sedang bersama dengan seorang pria hanya berdua saja. Aldo memberitahu Raditya, tapi Raditya hanya mengatakan bahwa mungkin Aldo dan Riri hanya salah lihat saja. Karena Linda tadi berpamitan berangkat kerja, jadi Raditya tidak berpikiran bahwa istrinya berada di pantai.


Linda bekerja sebagai seorang marketing di salah satu produk makanan, dia juga sering bepergian jika ada event ke luar kota, dan tiap hari pun jam pulangnya tidak tentu.


Raditya sudah sering memperingatkannya agar pulang lebih cepat, karena Raline masih butuh sosok seorang Ibu yang menemaninya tiap hari. Bahkan perkembangan Raline pun bisa dipastikan Linda tidak mengetahuinya.


Karena Raditya tidak percaya dengan yang dikatakan oleh Aldo, maka Aldo mengirimkan bukti berupa foto Linda sedang bermesraan dengan seorang pria.


Raditya yang kebetulan pekerjaannya sudah selesai, dengan segera dia menuju lokasi pantai yang diberitahukan oleh Aldo setelah melihat bukti foto yang dikirimkan oleh Aldo.


Sesampainya disana, Raditya sungguh tidak tahan untuk menangkap basah mereka, namun Aldo menghentikannya karena kondisi yang banyak pengunjung, Aldo takut jika Raditya menjadi bahan tontonan para pengunjung dan lebih takutnya lagi jika akan menjadi viral di medsos karena jaman sekarang semua orang mengupload semua kejadian yang mereka lihat ke medsos mereka.


Sesampainya di rumah, Raditya mengistirahatkan dirinya tidur bersama buah hatinya, dia lelah dan kecewa karena merasa bahwa dirinya dikhianati dan dibohongi oleh istrinya.


Linda pulang ke rumah saat hari sudah mulai gelap. Sekitar jam delapan malam dia pulang ke rumah dengan muka yang berseri-seri.


"Baru pulang? Senang banget kayaknya, abis dapet arisan?" sindir Raditya.


"Biasa aja tuh, arisan apaan, pegel yang ada. Udah ah aku mau mandi dulu," jawab Linda sambil berlalu ke dalam kamar mandi.


Raditya menghela nafasnya panjang, dia sungguh sangat marah. Karena dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan keluarga kecilnya ini.


Setelah keluar dari kamar mandi, Linda langsung naik ke atas ranjang dan menutupi badannya dengan selimut.


"Kamu gak shalat isya' dulu?" tanya Raditya yang berada di sofa dengan memangku laptopnya.


"Udah tadi. Aku capek banget, mau tidur dulu," jawab Linda tanpa menoleh ke arah suaminya.


Raditya menutup laptopnya, dia berjalan ke arah ranjang untuk bertanya pada istrinya.


"Tadi kemana?" tanya Raditya yang sudah tidak sabar ingin mendengar jawaban dari istrinya.


Linda membuka matanya dan menoleh ke arah belakang dimana suaminya kini sudah ada dibelakangnya.

__ADS_1


"Kerja, mau kemana lagi," jawabnya kemudian dia memejamkan matanya lagi.


Raditya menghembuskan nafasnya berat, rasanya dia ingin mengatakan bahwa dia sudah mengetahuinya, namun dia tahan karena dia ingin mendengar kejujuran dari mulut istrinya.


"Di kantor apa kerja di lapangan?" tanyanya menyelidik.


Linda kembali membuka matanya dan memicingkan matanya.


"Maksud Aa' apa? Tumben nanya-nanya kayak gini," ucap Linda kesal.


"Aku tau apa yang kamu lakukan hari ini," ucap Raditya yang sudah tidak tahan lagi untuk mengungkapnya.


Linda bangun dari tidurnya dan bersandar di kepala ranjang.


"Aa' memata-matai aku? Sejak kapan?" tanya Linda emosi.


"Penting kamu tau sejak kapan?" Raditya menjawab pertanyaan Linda dengan pertanyaan kembali.


"Kenapa Aa' tiba-tiba seperti ini?" tanya Linda sinis.


"Karena aku tidak mau rumah tangga kita hancur," jawab Raditya langsung.


Raditya memegang dagu Linda dan mengarahkannya agar Linda menatap matanya.


"Aku tau kamu tadi di pantai dengan pria itu. Apa kalian ada hubungan khusus?"


"Aa'...," Linda gelagapan, namun dagunya masih ditahan oleh Raditya.


Raditya melihat ada kebohongan yang jelas terlihat di mata Linda. Raditya memejamkan matanya sebentar untuk mengontrol emosinya.


Lalu dia membuka matanya dan berkata, "Sejak kapan?"


"A.. hah?" Linda gugup, tidak tahu harus menjawab apa.


"Dia siapa dan sejak kapan kalian mempunyai hubungan khusus?" Raditya membentak.


Dia tidak bisa menahan lagi kemarahannya karena istrinya tidak juga mau jujur padanya.


"Apaan sih A' cuma teman biasa aja kok," jawab Linda.


"Teman? Teman apa? Terus kenapa kalian bisa di pantai bersama padahal kamu tadi pamit berangkat kerja kan sama aku?" pertanyaan dilontarkan Raditya bertubi-tubi saking gemasnya pada Linda yang tidak mau berkata jujur.

__ADS_1


"Teman... teman kerja, mangkanya kita tadi bersama," jawabnya ragu.


"Kenapa cuma berdua?" tanya Raditya dengan mata yang dipenuhi amarah.


"Hah? Itu... itu tadi...," jawab Linda gugup dan bingung.


"Ya udah kamu resign aja," pungkas Raditya tidak mau dibantah.


"Resign? Gak bisa gitu dong A', ini pekerjaanku dan Aa' gak berhak ngatur," jawab Linda tanpa ragu.


"Aku suamimu, kamu lupa?" Raditya membentaknya dengan emosi.


"Tapi ini kan pekerjaanku, dan aku tidak mau resign hanya karena masalah sepele seperti ini," jawab Linda tidak kalah emosi dengan suaminya.


"Kamu gak memikirkan keluargamu, suami dan anak kamu? Kamu lebih memilih pekerjaan yang artinya kamu memilih pria itu kan?" Raditya memukul ranjang yang kosong di sebelahnya untuk menyalurkan kemarahannya.


"Tidak bisakah seperti sebelumnya? Kita baik-baik saja meskipun aku bekerja," ucap Linda tegas.


"Itu sebelum aku tau kenyataannya bahwa kamu berselingkuh di belakangku. Kamu pamit kerja tapi kenyataannya kamu bermesraan di pantai dengan pria lain, dan aku tau tidak ada tim marketing lain di tempat itu," jawab Raditya dengan penuh kekecewaan.


Tidak ada jawaban dari Linda. Karena Linda merasa bingung, dia merebahkan badannya menghadap arah berlawanan dengan suaminya dan mulai memejamkan matanya.


Raditya pun sama, dia sungguh sangat-sangat kecewa pada istrinya dan dia menyesali pernikahannya dengan Linda yang sering mendapatkan kesedihan daripada kebahagiaan.


Raditya mulai merindukan sosok cinta pertamanya, wanita yang namanya selalu ada tempat tersendiri di hatinya. Kiara Anggara Putri, nama itu tersemat jauh di lubuk hatinya yang terdalam.


Dipejamkannya matanya berharap esok pagi semua akan kembali normal.


Dari arah luar Renita mendengar semua perdebatan kakaknya dengan istrinya. Dia merasa iba pada kakaknya.


Renita berniat mengembalikan Raline ke kamar kakaknya karena Raline mengatakan kangen dengan Bundanya. Namun karena Renita mendengar perdebatan kakaknya, dia tidak bisa mengantarkan Raline pada orangtuanya.


Raline kembali bersama Renita ke kamarnya. Dan akhirnya Raline tidur bersama Renita di kamar Renita.


Flashback end


Kini rasa di dalam hati Raditya kembali egois. Dia ingin mendapatkan Kiki kembali sebagai penguat hidupnya.


Raditya mengambil ponselnya, mencari kontak nama seseorang dan mengirim pesan.


[ Tolong buntuti istriku. Laporkan semua kegiatan dan ambil foto atau apapun sebagai bukti ]

__ADS_1


__ADS_2