
Kiki memakan pizza nya dengan sangat kesal,menyalurkan kekesalannya pada pizza dengan mengunyahnya kasar dan mencabik-cabik nya di dalam mulutnya.
Setelah itu dia berdiri.Aydin memberi kode Kevin dengan matanya dan menggerakkan dagunya ke arah Kiki.Seolah tahu arti kode tersebut,Kevin pun mendekati Kiki.
Posisi mereka masih berdiri,Kevin merangkul pundak Kiki dan membisikinya.
"Kita pindah ke villa Aydin yang lebih luas"ajak Kevin dengan berbisik.
"Diman?" jawab Kiki pelan.
"Gak jauh dari sini",bisik Kevin.
"Terus yang lainnya?" tanya Kiki kembali.
"Kita ajak kalau mereka mau",jawab Kevin,kemudian mengajak Kiki ke arah mereka semua.
"Guys,kita pindah ke villa Aydin yuk,di dekat sini,lebih luas juga,jadi kita bisa nginap sama-sama.Kalau disini kita gak kebagian kamar",Kevin mengajak mereka semua.
"Kita disini aja Bang.Gak enak ngerepotin Bang Aydin",Raditya menolak dengan halus ajakan Kevin.
"Kan seru Bro bareng-bareng kayak gini",kini Dion yang membuka suara.
"Iya lah,kapan lagi kita bisa kumpul bareng-bareng gini",Sofyan mendukung Dion.
"Udahlah,yuk...",bujuk Kenan kemudian.
"Tapi Bang,istri sama anak aku gimana?" tanya Raditya ragu.
"Ya diajak semua lah",jawab Kevin.
"Bentar deh Bang,aku tanya yang lain dulu",Raditya mengumpulkan Aldo,Riri,Renita ke kamar baby Raline,karena di sana ada Linda dan baby Raline yang sedang tidur.
"Udah kayak pemilihan ketua kelas aja rembukan",sindir Kevin ketika Raditya dan Aldo kembali ke tempat mereka berkumpul tadi.
"Ehem,ketua kelas",sindir Aldo.
"Ehem,wakil ketua kelas",sahut Kiki.
__ADS_1
"Ehem sekretaris kelas pilihan ketua kelas",balas Aldo
Kiki melotot ke arah Aldo.Yang dipelototi hanya tersenyum mengejek.Raditya tersenyum karena teringat masa-masa kelas X mereka.
"Apaan sih malah sahut-sahutan,udah kayak burung aja",sela Kevin.
"Masih mending burung merdu,lah mereka cempreng",sahut Kenan.
"Bang-Ke awas ya",Kiki menunjuk kedua matanya dengan jari kemudian mengarahkan pada Kenan tanda bahwa dia mengawasinya.
"Udah....udah...gimana hasil rundingannya?" tanya Kevin pada Raditya.
"Kita disini aja deh Bang,takut baby Raline gak nyaman kalau pindah-pindah.Paginya aja kit seru-seruan bareng lagi Bang",Raditya menjelaskan keputusan mereka berembuk tadi.
"Ya udah deh kalau gitu.Eh tapi Kiki ikut kami",Kevin memberi tahu Raditya,kemudian dia merangkul kembali pundak adiknya itu.
"Loh Bang,Kiki cewek sendirian dong.Apa gak sebaiknya tidur disini aja sama Riri dan Renita? Tadi mereka udah sepakat sekamar bertiga",cegah Raditya.
"Mama tadi bilang suruh bawa Kiki nginap bareng aku.Takut ganggu kamu sama istri kamu.Soalnya Kiki kalau lagi tidur suka ngelindur,jalan masuk kamar orang lain,kan gawat kalau ganggu kamu pas ***-*** sama istri kamu",Kevin memberikan alasan ngawur pada Raditya.
Kiki kaget,reflek mencubit perut kakaknya yang ada disampingnya itu.Kevin hanya tersenyum lebar menampakkan deretan giginya,puas atas kejahilannya pada adiknya itu.
Baru saja Kiki membuka mulutnya,namun dibungkam oleh telapak tangan Kevin.
"Mana dia ngaku,lah dari pada kejadian kan gawat",sambung Kevin masih dengan membungkam mulut Kiki dengan telapak tangannya.
"Kalau ngelindur masuknya ke kamar ku aja Ki,jangan ke kamar Raditya,bisa-bisa main bertiga kalian,eh berempat ding sama baby Raline,eh tapi baby Raline belum bisa main ya,jadi kalian mainnya bertiga dong",ucapan Aldo malah melantur.
"Sembarangan",Kiki memukul lengan Aldo.
"Dih pikirannya,orang main kartu wleeee....",Aldo menjulurkan lidahnya mengejek Kiki.
"Ish nyebelin,awas ya",kaki Kiki menendang-nendang ke arah Aldo,namun Kevin segera menggeret Kiki keluar dari villa ini dan menuju villa Aydin,diikuti Aydin dan teman-temannya.
Dan sekarang Raditya hanya bisa melongo menatap.kepergian Kiki.Padahal dia berencana,malam ini akan berbicara dengan Kiki membahas semuanya tentang mereka dahulu,tentang perasaan mereka,alasan kepergian Kiki pindah sekolah,alasan raditya menikah dan kedekatan Kiki dengan Aydin.Semua itu ingin diutarakan oleh Raditya pada Kiki,hanya berdua membicarakan semuanya dan mencurahkan semua apa yang mereka rasakan.
Beberapa menit kemudian Dion dan Sofyan masuk kembali dan memberitahukan bahwa mereka nanti akan nonton bareng pertandingan sepak bola di villa Aydin,dan mengajak Raditya beserta Aldo bergabung bersama mereka nanti malam.
__ADS_1
Sekitar pukul sembilan malam,Raditya dan Aldo sudah berada di villa Aydin.Villa mereka hanya berjarak kurang lebih 1km.
Linda,Renita m,Riri dan baby Raline tetap berada di villa Raditya.
Raditya dan Aldo disambut oleh Kevin,Kenan,Dion dan Sofyan.Mereka sekarang ini sedang berada di taman villa Aydin,karena mereka sekarang ini sedang menghabiskan makanan mereka.Tadi mereka semua makan malam dengan mengadakan acara berbeque an di taman depan villa Aydin.Namun setelah perut Aydin kenyang,dia berpamitan untuk ke kamar mengerjakan pekerjaannya,sedangkan Kiki pamit ke kamar untuk tidur.
"Udah datang Bro?" tanya Kevin menyambut Raditya dan Aldo dengan tos ala mereka dan diikuti dengan yang lainnya.
"Belum mulai Bang nonton bolanya?" tanya Raditya sambil matanya mencari keberadaan Kiki.
"Kiki udah masuk kamar dari tadi,udah kenyang dia,ngantuk katanya",ucap Kevin yang melihat Raditya mencari-cari sesuatu di sekeliling.
"Kita disini masih nungguin kalian dulu,sekalian habisin makanan ini.Enak disini suasananya,beda sama di rumah",sahut Kenan sambil mengunyah jagung bakarnya.
"Kalian belum makan? Itu masih ada daging,sosis,bakso,jagung.Makan aja Bro,bebas gak usah bayar.Hahaha....",canda Dion.
Raditya dan Aldo tersenyum dengan candaan Dion.
"Nanti aja Bang,tadi habis makan sebelum kesini",tolak Raditya dengan halus.
"Kita bawa ke dalam aja ,buat teman nonton bola",ucap Kevin sambil membawa sebagian makanan dan sebagian makanan yang lain dibawa oleh yang lainnya.
Raditya dan Aldo pun membantu membawa snack dan minuman ringan yang berada disitu.
Kevin menaruh makanan yang dia bawa di ruang tamu.Merekan berencana menonton pertandingan bola disitu,karena TV yang berada di ruang tamu super lebar layarnya dibanding TV yang berada di dalam kamar yang mereka tempati di villa ini.
Kevin tidak melihat Aydin di ruang tamu,maka dia berinisiatif untuk memanggil Aydin di kamarnya.Kenan,Dion,Sofyan,Raditya dan Aldo yang berada di ruang tamu menatap Kevin yang berjalan menuju kamar Aydin,tetapi makanannya di taruh di meja ruang tamu,maka mereka pun menaruh makanan dan minuman yang mereka bawa di meja ruang tamu.
Kemudian mereka menyusul Kevin,berjalan mengikuti Kevin di belakangnya.Karena terlalu kenyang,mereka hanya berjalan dengan diam dan tenang,tanpa suara,sampai-sampai Kevin tidak tahu jika teman-temannya mengikutinya di belakang,karena dia berjalan dengan mengutak-atik ponselnya,berbalas pesan dengan mamanya yang menanyakan keadaan putri kesayangannya,Kiki.
Ceklek...
Pintu kamar Aydin terbuka dan terlihat jelas disana Aydin duduk di kursi memangku Kiki yang dalam posisi berpelukan.Kiki dipangkuan Aydin memeluk erat tubuh Aydin,Kiki tertidur,dia menyandarkan kepalanya di pundak kanan Aydin dan tangannya masih merangkul erat pinggang Aydin dengan nyaman.
Tadi Kiki merengek minta tidur,sedangkan Aydin masih harus memeriksa semua laporan di laptopnya,karena sejak tadi pagi sampai malam dia tidak sempat bekerja,pagi sampai malam disibukkan dengan kegiatannya bersama Kiki dan teman-temannya.Jadilah Kiki tidur di pangkuan Aydin dengan dipeluk,karena Kiki tidak bisa tidur jika tidak dipeluk oleh Aydin katanya.Dengan senang hati Aydin memangku dan memeluk istri kecilnya itu.Dia begitu senang karena sekarang ini Kiki sedang memakai kaos lilac pemberian Aydin sebagi kado ulang tahunnya waktu itu,dan juga tadi pagi dia juga memakai jaket dan sneaker lilac pemberian darinya juga sewaktu dance.Dielus-elus nya kepala Kiki dan punggungnya seperi seorang ibu menidurkan anaknya yang berada dalam pangkuannya sehingga tertidur lelap.Dan benar-benar ajaib,cara itu benar-benar bisa menidurkan Kiki hingga terlelap.Mungkin saking nyamannya di nina bobokan dengan penuh kasih sayang oleh orang yang cinta dan sayang padanya.
Aydin membelai lembut rambut Kiki dan sesekali mencium lembut penuh kasih sayang rambut Kiki dan kening Kiki.
__ADS_1
Kevin berhenti di tengah pintu kamar Aydin ketika melihat Aydin yang memangku Kiki.
Sedangkan Aydin yang melihat pintu kamarnya terbuka dan melihat sosok Kevin di sana,reflek jari tangannya berada di bibirnya,mengisyaratkan untuk diam,tidak bersuara.