Pernikahan Rahasia KIARA

Pernikahan Rahasia KIARA
157


__ADS_3

Aydin yang sedang berada di taman depan restoran sibuk dengan ponselnya. Dia sibuk menghubungi Kiki yang tidak kunjung datang ke restoran tersebut.


"Aydin, apa kita bisa berbicara sebentar?" suara wanita dari belakang Aydin mengalihkan perhatian Aydin dari ponselnya.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi," jawab Aydin dengan ketus dan dingin.


"Ada. Dan aku ingin bicara sekarang juga denganmu," Cindy memaksa untuk bisa berbicara dengan Aydin.


"Terserah, aku tidak ingin berbicara denganmu," ucap Aydin dengan ketus dan meninggalkan Cindy ke lain tempat.


Cindy menatap Aydin dengan kesal. Papa Cindy mengira Cindy sudah sembuh dengan penyakitnya, ternyata Cindy hanya berusaha menahan emosinya saja untuk bisa meraih keinginannya.


Aydin berpindah ke tempat lain untuk menunggu istri dan anak-anaknya. Barusan dua mendapat kabar dari Kiki, Raditya dan Raline ikut ke restoran karena mereka datang ke rumah di saat Kiki dan anak-anaknya akan berangkat ke restoran. Aydin pun senang karena dia ingin sekali makan bersama orang-orang yang disayanginya malam ini.


"Papi...," Ken dan Miyuki berlari ke tempat Aydin berada diikuti dengan Raline yang berlari di belakang mereka.


Sementara Kiki dan Raditya berjalan menghampiri Aydin di belakang anak-anak mereka.


Aydin merentangkan tangannya ke samping dan menangkap Kenshin dan Miyuki serta menciumi seluruh wajahnya hingga Kenshin dan Miyuki tertawa kegelian. Setelah itu Aydin mengulurkan tangannya pada Raline untuk dicium punggung tangannya oleh Raline. Dulu sewaktu kecil, Raline selalu dicium oleh Aydin di seluruh wajahnya jika bertemu seperti Kenshin dan Miyuki. Namun semenjak menginjak SMA Aydin tau jika itu tidak diperbolehkan meskipun mereka saling menganggap sebagai anak dan orang tuanya.


Tapi untuk malam ini, entahlah Aydin merasa dia ingin sekali memeluk Raline.


"Putri Papi yang cantik, apa boleh Papi peluk kamu?" tanya Aydin tanpa sadar.


Raline pun mengangguk dan berhambur memeluk Aydin ketika Aydin membuka tangannya ke samping untuk bersiap memeluk Raline.


"Apa boleh Papi mencium pipi putri cantik Papi ini?" Aydin kembali membuat permintaan untuk Raline.


Tentu saja Raline mengangguk dan mencium kedua pipi Aydin terlebih dahulu seperti kebiasaannya dahulu sewaktu belum menginjak usia remaja. Kemudian Aydin yang mencium kedua pipi Raline dan mengatakan sesuatu pada Raline.

__ADS_1


"Putri cantiknya Papi, tolong jaga Kenshin dan Miyuki ya. Kakak cantik ini harus bisa menjadi penengah jika Kenshin dan Miyuki bertengkar, dan kalian semua harus akur, tidak boleh bertengkar. Mengerti?" Aydin berbicara pada Raline, Kenshin dan Miyuki.


"Siap Papi," jawab mereka bertiga serentak seperti biasanya.


Kiki dan Raditya merasa ada yang aneh dengan permintaan Aydin pada anak-anaknya, namun Raditya dan Kiki hanya mengesampingkan perasaan mereka karena Aydin memang selalu bijak dan selalu mengingatkan anak-anak mereka agar tetap akur dan saling menyayangi.


"Sayang, sini...," Aydin melambaikan tangannya untuk memanggil Kiki agar mendekat padanya.


Kiki berjalan cepat masuk ke dalam pelukan Aydin dan Aydin mencium sekilas bibir Kiki dihadapan anak-anak dan Raditya. Setelah itu dia menyapa Raditya dan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Raditya.


Raditya mendekat dan menjabat tangan Aydin yang masih memeluk Kiki.


"Apa kabar Bro?" sapa Aydin pada Raditya.


"Alhamdulillah baik Bang," jawab Raditya sambil tersenyum menjabat tangan Aydin.


"Gitu dong nyempetin waktu bentar buat kita kumpul bareng. Mumpung kita masih bisa kumpul bareng loh. Iya kan?" ucap Aydin yang membuat Kiki dan Raditya merasa tidak enak.


Aydin memperkenalkan Kiki sebagai istrinya kepada semua orang yang hadir dalam acara meeting tadi. Raline, Kenshin dan Miyuki diperkenalkan sebagai anak Aydin dan Kiki. Sedangkan Raditya diperkenalkan sebagai adiknya.


Cindy memandang Kiki dengan tatapan penuh permusuhan, dan Kiki mengetahui Cindy yang masih menyimpan amarah padanya.


"Maaf Pak, saya tinggal makan di ruang sebelah dengan keluarga saya. Permisi," Aydin meninggalkan tamu-tamunya dengan berjalan memeluk pinggang Kiki dari samping, dia lebih memilih makan bersama keluarganya, terlebih di sana ada Cindy yang sangat dia benci.


Semuanya melihat kepergian Aydin dengan pandangan kecewa. Kenan mengerti apa yang dirasakan oleh mereka. Dengan segera Kenan memberikan penjelasan pada mereka semua.


"Maaf Pak, Pak Aydin memang sangat mencintai keluarganya, terlebih istrinya. Dia tidak bisa pisah sebentar saja dengan istrinya. Bahkan beberapa jam saja dia di kantor, pasti dia akan menyempatkan waktu untuk menemui istrinya di rumah sakit tempat istrinya bekerja," ucap Kenan yang diangguki oleh semua orang.


Kenan merasa lega ketika semua orang memahami penjelasannya dan mengerti sifat Aydin yang lebih mementingkan keluarganya. Kenan juga sempat melirik Cindy yang selalu melihat ke arah ruangan Aydin berada, sepertinya kemarahan Cindy terbaca oleh Kenan. Karena itu Kenan akan berjaga-jaga untuk menjauhkan Cindy dari Aydin.

__ADS_1


Setelah makan malam selesai di ruangan Aydin, segera Aydin meminta semuanya untuk keluar dari ruangan VIP mereka untuk ikut mengantar kepulangan klien-kliennya yang berada di ruangan yang berbeda dengan mereka.


Setelah kepulangan semua klien-klien Aydin, mereka semua diajak Aydin berfoto bersama. Kenan, Kiki dan Raditya merasa sangat heran dengan hal yang tidak biasa dilakukan oleh Aydin. Namun mereka merasa bahagia karena menurut mereka suatu kemajuan Aydin melakukan hal-hal seperti itu yang dulu dikatakan Aydin hanya buang-buang waktu atau alay menurutnya.


Senyum Aydin sangat bahagia malam ini, dia benar-benar merasakan kebahagiaan bersama keluarganya dan orang-orang yang dekat dengan keluarganya.


Kiki bersama dengan Raline, Kenshin dan Miyuki di meja dekat bar karena Miyuki meminta untuk memakan es krim jumbo bersama dengan mereka semua.


Sedangkan Aydin, Raditya dan Kenan berbincang-bincang sambil meminum kopi dan makanan penutup.


"Bro, tolong jaga keluargaku ya. Di mana pun mereka berada, tolong jangan sampai lepas dari jangkauan kalian. Mereka semua adalah harta yamg paling berharga buatku," ucap Aydin sambil memandang meja yang berisi empat orang yang. sedang bercanda sambil berebut makan es krim bersama.


"Ngapain minta kita yang jaga? Kamu sendiri kan bisa jagain mereka. Bahkan kamu gak mau kalau mereka di sentuh orang lain," jawab Kenan sambil meminum kopinya.


"Ya kali aja mereka jauh dari jangkauanku, kan masih ada kalian yang harus menjaga mereka. Terutama kamu Raditya, kamu harus selalu menjaga mereka meskipun aku gak memintanya," Aydin mewanti-wanti mereka untuk menjaga Kiki dan anak-anaknya.


Raditya hanya mengangguk karena bingung dan heran dengan sikap Aydin yang sedari tadi membuatnya aneh.


Setelah semuanya selesai, mereka segera keluar dari dalam restoran. Mereka semua jalan menuju parkiran mobil. Anak-anak mereka berjalan terlebih dahulu bersama Kenan dan Raditya, karena Raditya dan Kenan tahu jika Aydin selalu ingin waktu berdua dengan Kiki.


Aydin dan Kiki berjalan pelan-pelan sambil bercanda dan Aydin yang sedari tadi menghujani Kiki dengan pernyataan cintanya. Bahkan tangan Aydin tidak pernah terlepas dari pinggang Kiki.


Tiba-tiba mobil melintas dengan kencangnya ke arah Aydin dan Kiki. Aydin melihat mobil tersebut sudah mendekati mereka, dan dengan reflek Aydin menyingkirkan Kiki dengan mendorongnya menjauh dari dirinya.


Brak!!!


Suara mobil menabrak tubuh Aydin dengan sangat keras membuat tubuh Aydin terpental dari tempatnya semula.


"Sayang!"

__ADS_1


Kiki menjerit melihat tubuh Aydin bersimbah darah dan tangannya mengarah padanya seolah ingin meraihnya.


__ADS_2